Studio asal Indonesia Strayflux bersama penerbit asal Singapura Soft Source resmi mengumumkan tanggal peluncuran As I Began to Dream. Game ini akan tersedia mulai dari tanggal 20 November 2025. Game puzzle platformer ini akan tersedia di Steam, Epic Games Store, dan Nintendo Switch.
As I Began to Dream menampilkan petualangan seorang gadis muda bernama Lily yang menjelajahi dunia mimpi misterius.
Kisah Emosional Berdasarkan Lima Tahap Kesedihan
As I Began to Dream terinspirasi dari lima tahap kesedihan, yaitu Denial, Anger, Bargaining, Depression, dan Acceptance. Setiap bab memiliki atmosfer unik yang mencerminkan kondisi emosional Lily.
Tahap Denial menghadirkan dunia hangat dan familiar, Anger membawa pemain ke gurun marah yang penuh badai pasir, sementara Depression terasa gelap dan menekan. Pada akhirnya, Acceptance menjadi perjalanan panjang menuju cahaya dan harapan.
Melalui perjalanan ini, pemain diajak menelusuri kenangan masa lalu Lily, memahami apa yang membawanya ke dunia mimpi tersebut, dan membantu dirinya menemukan kedamaian sejati.
Daya tarik dari game ini adalah mekanik teka-teki di mana pemain dapat memindahkan, memutar, dan menukar blok untuk membuka jalur baru. Setiap tahap akan menantang pemain berpikir secara strategis.
Dari sisi visual, game ini menghadirkan gaya ilustrasi tangan yang terinspirasi dari buku cerita anak. Setiap dunia terasa seperti lembaran dongeng yang penuh kehangatan, imajinasi, dan rasa ingin tahu yang khas masa kecil.
Soundtrack Orisinal As I Began to Dream
Aspek musikal juga menjadi kekuatan besar As I Began to Dream. Musik orisinalnya digarap oleh komposer Indonesia JabFina, berisi lebih dari 37 lagu dengan nuansa lembut dan melankolis. Alunan melodi dari musik-musik ini akan memperdalam pengalaman emosional pemain dalam menelusuri dunia mimpi Lily.
Konami Digital Entertainment, Inc. (KONAMI) hari ini mengumumkan Darwin’s Paradox!, game action-adventure platformer baru, akan hadir ke Nintendo Switch 2 bersamaan dengan PlayStation®5, Xbox Series X|S, dan Steam® di 2026. KONAMI dan developer asal Prancis, ZDT Studio, memperkenalkan Darwin, seekor gurita yang keluar dari habitat alaminya dan masuk ke dunia penuh kekacauan yang disusupi oleh UFOOD INC. di mana rencana jahat untuk menguasai dunia terungkap.
Tonton trailer gameplay barunya di sini :
Setiap stage di Darwin’s Paradox! membuka lingkungan yang dinamis berisi tantangan-tantangan dan penemuan yang mengejutkan. Dari tempat pembuangan sampah yang penuh dengan tikus ganas hingga pabrik makanan di tengah laut yang mengerikan, Darwin’s Paradox! menyediakan narasi yang kaya cerita, dihidupkan oleh karakter-karakter yang menarik dan gameplay yang unik.
Darwin’s Paradox! menunda jadwal rilisnya ke 2026 agar bisa membawa petualangan Darwin dari Nintendo Switch ke Nintendo Switch 2.
Kenali tim di belakang game Darwin’s Paradox!, ZDT Studio dan video diari developernya di sini:
Mungkin banyak dari kalian yang tidak kenal dengan Tormented Souls II. Itu wajar karena franchise game ini dikerjakan oleh developer indie bernama Dual Effect. Kenapa kami menyebut franchise? Karena Tormented Souls sudah memiliki dua judul. Tormented Souls II sesuai judulnya adalah sekuel dari game pertama yang rilis di 2021.
Game ini berpusat kepada seorang wanita bernama Caroline Walker. Pada game pertama, Caroline menyelidiki rumah sakit yang sudah terbengkalai. Sekarang pada game kedua, Caroline akan mendatangi kota misterius. Keunikan dari game ini adalah masih mengadaptasi gaya dari game klasik survival horror seperti Resident Evil dan Silent Hill.
Kami telah mencoba versi review Tormented Souls II di PS5. Jujur saja, ini adalah pengalaman pertama kami memainkannya. Jadi apa yang kami rasakan selama bermain adalah murni pengalaman pertama.
Selamat Datang di Villa Hess
Cerita Tormented Souls II dimulai ketika Caroline membawa adiknya, Anna, mendatangi biara di kota bernama Villa Hess. Tujuan Caroline adalah menyembuhkan Anna dari kutukan misterius yang tersisa dari game sebelumnya.
Biarawati yang menghuni biara awalnya menyambut kakak adik ini dengan baik. Namun, kebaikan ini sirna ketika mereka mulai menunjukkan sisi jahat mereka. Biarawati ini ternyata adalah kelompok sekte yang menculik Anna, dan memaksa Caroline menelusuri lorong gelap penuh teror untuk mendapatkan kembali adiknya.
Cara developer menyampaikan cerita di Tormented Souls II adalah dengan mempertahankan elemen game horor era PS1. Alur cerita akan diungkap secara perlahan, seiring progress dalam game. Potongan catatan dan lore yang ditemukan di sepanjang perjalanan akan menyatukan misteri menjadi satu gambaran utuh.
Pada satu sisi ini menjaga rasa penasaran pemain. Tapi ini juga menyebabkan pacing menjadi lambat dan bisa menyebabkan pemain bosan. Ini akan menjadi masalah bagi pemain yang sudah terbiasa dengan game zaman sekarang yang memiliki pacing lebih cepat.
Salah satu detail menarik yang kami perhatikan dari game ini adalah sistem save. Setiap kali menyimpan data dengan menggunakan mesin recorder, Caroline akan menceritakan pengalamannya, apa saja yang ia temui, dan bagaimana usahanya untuk menolong adiknya. Sistem ini tidak hanya menjadi penanda seberapa jauh progress di dalam game, tapi juga membuat pemain semakin ingin membantu Caroline.
Hal yang lebih menarik adalah kalian tidak bisa menyimpan data sesuka hati, karena ada batasnya. Untuk menyimpan data di mesin recorder kalian membutuhkan pita kaset, dan jumlah item ini dibatasi. Untuk tingkat kesulitan Normal jumlah pita kaset dibatasi dan tidak ada autosave. Jadi, jika kalian adalah gamer yang baru kenal dengan game ini, kami menyarankan untuk memilih tingkat kesulitan Easy agar proses perkenalannya lebih nyaman.
Setia dengan Gaya Survival Horror Klasik
Meski sudah tahun 2025, pemain masih bisa merasakan atmosfir game PS1 di Tormented Souls 2. Visual game ini benar-benar mengingatkan kami dengan Resident Evil pertama. Game ini memiliki banyak lorong panjang sempit yang bisa memicu Claustrophobia. Belum lagi sudut pandang Fixed Camera yang memiliki dampak besar kepada salah aspek di dalam game.
Dunia di Tormented Souls II tidak hanya sebatas biara saja. Kalian juga akan menjelajahi berbagai lokasi di Villa Hess. Mulai dari mall, rumah sakit, pabrik, bahkan kuburan. Setiap lokasi juga memiliki atmosfir yang misterius, sekaligus dengan detil yang lengkap dan memancing rasa ingin tahu. Kami salut dengan usaha dari tim developer Dual Effect dalam membangun dunia game ini.
Caroline bisa berinteraksi dengan objek tertentu yang diindikasikan dengan ikon mata. Ketika berinteraksi, ia akan melontarkan pendapatnya tentang objek tersebut atau mengambilnya sebagai item, yang nantinya bisa diperiksa lebih lanjut di inventory.
Keunikan Tormented Souls II adalah bagaimana cahaya sangat berperan, karena kegelapan bisa langsung membunuh Caroline. Inilah yang membuat lighter menjadi sangat penting di dalam game. Ada beberapa momen dimana Caroline harus mematikan lighter untuk berinteraksi dengan objek tertentu. Solusinya biasanya ada di sekitar, dimana kadang ada lilin yang bisa dinyalakan sebagai pengganti cahaya. Tapi jika tidak ada, maka artinya kalian harus mengerjakannya dengan cepat sebelum kegelapan datang.
Developer cerdik dengan memanfaatkan mekanisme cahaya dengan ritme permainan. Pemain dipaksa untuk selalu memikirkan kapan dan di mana harus menggunakan cahaya.
Review Tormented Souls II: Caroline Seperti Tank
Seperti yang kami jelaskan sebelumnya jika sudut pandang Fixed Camera di Tormented Souls II akan memiliki dampak besar, yaitu kepada gameplay. Seringkali Caroline salah arah karena kami mengarahkannya dengan tombol yang salah. Ini sangat menganggu terutama ketika sedang berada dalam momen yang intens. Dalam dunia game, sistem control klasik seperti ini dijuluki Tank Control.
Lupakan juga fitur berbalik arah dengan cepat seperti pada game survival horror lainnya. Disini kalian harus memutas Caroline terlebih dahulu sebelum bisa berlari ke arah yang berlawanan. Dalam dunia game, sistem control klasik seperti ini dijuluki Tank Control dan banyak digunakan game klasik.
Meski menyebalkan, aspek ini juga merupakan salah satu ciri khas dari game survival horror klasik yang dipertahankan oleh developer di Tormented Souls II.
Ketika bertemu dengan monster yang menjijikkan, lagi-lagi fixed camera akan menjadi tantangan kedua selain monsternya. Kalian harus bisa mengarahkan senjata Caroline agar tepat mengenai monster tersebut di tengah kebingungan dalam menentukan arah. Untungnya game ini memiliki sistem Auto Aim yang aktif ketika pertama kali menodongkan senjata. Ini setidaknya bisa menjadi penunjuk arah agar serangan pemain bisa mengenai target.
Tipe senjata yang dihadirkan juga bervariasi. Dari senjata jarak jauh seperti Nail Gun yang uniknya harus dirancang dulu sebelum digunakan, tongkat listrik yang merupakan senjata jarak dekat terbaik menurut kami, sampai dengan senjata api konvensional. Ada juga senjata gergaji mesin jika pemain ingin Caroline seperti Bella Sisters di Resident Evil 4.
Hal yang perlu kami ingatkan adalah amunisi dalam game ini tergolong langka, apalagi jika kalian bermain dalam tingkat kesulitan yang tinggi. Melarikan diri dari musuh juga agak sulit mengingat sistem navigasi game, dan juga beberapa musuh memiliki gerakan yang lebih cepat dibandingkan Caroline. Pastikan untuk selalu berganti-ganti senjata jarak jauh dan dekat sesuai dengan situasi.
Tormented Souls juga memiliki sistem dodge. Mekanisme ini kurang konsisten sampai pemain benar-benar menguasainya, bisa menjadi penyelamat nyawa Caroline.
Puzzle Terkutuk
Puzzle jelas adalah kekuatan utama game ini. Apa yang dideskripsikan di materi promosi tentang minimnya petunjuk untuk mengerjakan puzzle, memang terjadi di dalam game. Sebagian besar waktu kami habis di dalam game ini untuk bingung karena puzzle.
Beberapa puzzle akan membuat pemain frustasi karena minimnya petunjuk, tetapi selalu ada remah-remah yang bisa diikuti. Ketika akhirnya pemain akhirnya ngeh, mengikutinya, dan akhirnya menemukan kunci puzzle, sensasi pencapaiannya luar biasa. Salah satu contohnya senjata palu yang awalnya kami anggap sebagai senjata untuk bertarung, ternyata juga bisa digunakan untuk memecahkan gembok.
Desain puzzle di Tormented Souls II kami akui sangatlah menantang, namun tetap logis. Semua alat yang ditemukan dan disimpan dalam inventori bisa memiliki fungsi ganda di berbagai situasi. Palu secara logika bisa digunakan untuk menghancurkan gembok, dan itu terjadi di dalam game.
Untungnya tidak ada batasan kapasitas untuk jumlah item yang bisa dimasukkan ke dalam inventory. Caroline bisa membawa item sebanyak-banyak untuk membantunya memecahkan teka-teki yang kompleks. Pemain juga bisa mengatur item dan juga senjata yang akan digunakan secara cepat dengan fitur Shortcuts yang efisien.
Seperti Silent Hill, game ini juga memiliki sistem Other World, atau dunia cermin. Dunia alternatif ini hadir tidak hanya untuk visual saja, tetapi juga mempengaruhi dunia nyata. Puzzle yang dipecahkan di Other World bisa membuka jalan baru di dunia nyata. Selamat berpusing ria untuk memecahkannya.
Kesimpulan Review Tormented Souls II
Kesimpulan kami untuk review Tormented Souls II adalah game ini merupakan bukti bahwa game survival horror dengan gaya klasik masih ada. Meski tidak sehebat dan secanggih game zaman sekarang, Tormented Souls II tidak kalah dari segi atmosfir yang intens. Lorong panjang yang gelap membuat pemain berpikir apa yang menunggu saya di ujung sana. Game ini juga mengingatkan betapa pentingnya lighter sebagai salah satu elemen pendukung game survival horror.
Sudut pandang fixed camera mungkin sudah bukan favorit lagi sekarang, tapi masih ada fans garis keras yang mengapresiasinya. Semua aspek ini menyatu dalam satu game berjudul Tormented Souls II yang menghadirkan “mimpi buruk” dan sulit untuk dilupakan.
Tormented Souls II sudah tersedia di PS5, Xbox Series, dan PC.
Kolaborasi unik antara Team RRQ X PREFACE Wearhouse resmi melahirkan koleksi fashion bertajuk “Revive the King”. Koleksi ini sudah tersedia sejak 2 November 2025 di website resmi PREFACE Wearhouse.
Kolaborasi perdana ini menyatukan dua dunia kreatif: esports dan streetwear dalam satu ekspresi gaya yang berani, modern, dan penuh semangat kebangkitan.
Cerita di Balik RRQ X Preface
Konsep “Revive the King” merepresentasikan perjalanan RRQ untuk terus bangkit dan beradaptasi, diterjemahkan ke dalam bahasa visual khas PREFACE yang eksperimental. Desain koleksi ini memadukan karakter RRQ yang penuh daya juang dengan estetika PREFACE yang kuat dalam storytelling, menghasilkan karya yang merefleksikan keteguhan, karakter, dan keberanian untuk tampil berbeda.
Kolaborasi RRQ X Preface menghadirkan 13 artikel fashion eksklusif yang menggabungkan fungsionalitas dan gaya khas kedua brand. Beberapa item yang tersedia antara lain:
Zip Hoodie & Sweatpants
Track Jacket & Trackpants
T-Shirt & Baby Tee
Jersey & Long Sleeve Jersey
Knitwear, Necklace, dan Denim Barrel Pants
Setiap potongan busana dirancang untuk mencerminkan semangat “Raja yang Bangkit” dengan warna tegas, material premium, dan detail yang menonjolkan identitas RRQ dan PREFACE secara harmonis.
PREFACE Wearhouse dan Semangat Kolaboratif Anak Muda
Sebagai brand fashion asal Bandung yang berdiri sejak 2020, PREFACE Wearhouse dikenal lewat pendekatan naratif pada setiap koleksinya. Dengan gaya modern streetwear dan sentuhan lokal yang eksperimental, PREFACE terus mendorong pesan bahwa fashion adalah bentuk ekspresi diri, bukan sekadar tren.
Tim PREFACE menyebut kolaborasi ini sebagai simbol pertemuan dua dunia kreatif yang berbagi semangat sama: keberanian, kebangkitan, dan ekspresi diri. Baik di arena esports maupun di jalanan kota, “Revive the King” mengajak setiap individu untuk menemukan kembali “raja” dalam dirinya sendiri.
ASUS Republic of Gamers resmi memperkenalkan ASUS Rapture GT-BE19000AI, router AI pertama di dunia yang memadukan kecerdasan buatan, fleksibilitas platform, dan performa jaringan generasi terbaru. Didesain untuk era gaming, streaming, dan rumah pintar, router ini menghadirkan kombinasi kecerdasan, otomatisasi, dan keandalan yang belum pernah ada sebelumnya.
Router ini ditenagai CPU quad-core, memori DDR4 4GB, serta penyimpanan internal 32GB, menjadikannya lebih dari sekadar perangkat jaringan. ASUS menghadirkan sistem terintegrasi dengan AI core bawaan untuk meningkatkan efisiensi dan kemampuan komputasi di level edge.
Otomatisasi Rumah Pintar
Salah satu keunggulan utama ASUS Rapture GT-BE19000AI adalah kehadiran AI core yang bekerja bersama prosesor utama untuk mempercepat beban kerja kecerdasan buatan. Dukungan Docker Engine bawaan memungkinkan pengguna menjalankan containerized applications langsung di router tanpa memerlukan PC atau server tambahan.
Fitur ini membuka peluang luas untuk mengelola sistem home automation, menjalankan home assistant, atau bahkan mengaktifkan pengenalan video berbasis AI menggunakan Frigate. Ada juga fitur AdGuard DNS untuk memblokir iklan dan menjaga keamanan keluarga saat online.
WiFi Insight dan AI Game Boost
Router ASUS Rapture GT-BE19000AI juga dilengkapi WiFi Insight, fitur eksklusif yang memindai gangguan WiFi dan non-WiFi secara otomatis di semua saluran. Sistem ini menganalisis spektrum sinyal dan dapat berpindah saluran secara dinamis untuk menjaga stabilitas koneksi di lingkungan padat.
Bagi gamer, teknologi AI Game Boost menjadi fitur andalan. Dengan algoritma AI yang memprioritaskan trafik secara real-time, latensi dapat berkurang hingga 34%. Pengguna akan merasakan koneksi yang lebih cepat dan responsif untuk gaming, streaming, dan hosting server pribadi.
Teknologi WiFi 7
Mengandalkan teknologi tri-band WiFi 7, ASUS Rapture GT-BE19000AI mampu menghadirkan kecepatan nirkabel hingga 19Gbps dengan saluran 320MHz dan 4096-QAM. Router ini juga memiliki dua port Ethernet 10G dan empat port 2.5G, serta mendukung link aggregation 20Gbps untuk kapasitas kabel total hingga 31Gbps.
Untuk keamanan, ASUS melengkapi router ini dengan AiProtection, sistem proteksi setara perusahaan yang memblokir ancaman, iklan, dan pelacak otomatis. Fitur Guest Network Pro memungkinkan pembuatan hingga lima SSID terpisah untuk gaming, IoT, VPN, dan akses tamu, lengkap dengan kontrol bandwidth dan filter konten.
Pendinginan Canggih dan Desain Performa Tinggi
Agar performa tetap optimal, ASUS Rapture GT-BE19000AI dibekali sistem pendingin canggih dengan pelat aluminium dan lapisan nanokarbon yang meningkatkan pembuangan panas hingga 18% dibandingkan generasi sebelumnya. AI board internal juga dilengkapi heatsink dan thermal pad untuk menjaga stabilitas selama beban kerja berat.
Gravity Game Vision telah mengungkap bagaimana mode Emperium Showdown dalam video baru Ragnarok Online 3. Pertempuran berskala besar ini akan menuntut strategi, koordinasi, dan kerja sama tim antar pemain.
Mengatur Strategi Perang di Emperium Showdown
Mode Emperium Showdown juga memperkenalkan berbagai alat perang seperti battering ram, siege ladder, serta senjata berat berupa gear dan meriam raksasa yang dapat dikendalikan langsung oleh pemain.
Setiap bentrokan di mode ini dirancang untuk menciptakan pengalaman yang penuh kejutan. Kerja sama antarpemain menjadi faktor utama, karena setiap guild harus menyesuaikan taktiknya di tengah pertempuran real-time yang terus berubah. Apakah itu menembus pertahanan musuh atau mempertahankan benteng dari serangan besar-besaran.
Sebelum peluncuran resmi, Gravity Game Vision telah menggelar event offline bertajuk Territory Conquest, yang menghadirkan pengalaman langsung mode PVP ini. Diselenggarakan pada 25 Oktober di beberapa kawasan Asia, acara ini diikuti ratusan peserta yang bertarung dalam simulasi real-time perebutan wilayah.
Karakter baru akan tiba di Fatal Fury: City of the Wolves, dan dia adalah karakter tamu dari Street Fighter. Setelah Ken, SNK kini resmi mengumumkan kedatangan Chun-Li sebagai karakter DLC terbaru untuk Fatal Fury: City of the Wolves.
Selain membagikan trailer perdana, SNK juga mengumumkan tanggal rilisnya. Karakter ini akan tersedia mulai dari tanggal 5 November 2025 untuk semua platform.
Petualangan Chun-Li di South Town
Karakter ikonik Street Fighter ini akan tersedia dalam dua mode, yaitu Arcade Mode dan Episodes of South Town.
Pada Arcade Mode, pemain mengikuti perjalanan Chun-Li saat ia menelusuri rumor mengenai kembalinya sindikat Shadaloo, yang selama ini menjadi ancaman di balik layar dunia Fatal Fury.
Sementara Episodes of South Town menawarkan pengalaman berbeda. Mode ini menghadirkan petualangan bergaya RPG, dimana Chun-Li berbagi pengetahuan seni bela diri kepada warga South Town.
Mai Shiranui, karakter ikonik Fatal Fury dan juga sebelumnya pernah menjadi bintang tamu Street Fighter 6, akan menjadi rival Chun-Li di Fury: City of the Wolves. Konfrontasi keduanya akan menarik untuk disimak karena menentukan siapa wanita terkuat di game fighting.
Tahap Beta Test II Arknights: Endfield telah dibuka oleh GRYPHLINE. Uji coba tahap kedua ini telah dimulai pada tanggal 28 November 2025 dan tersedia untuk PC serta perangkat mobile iOS dan Android.
Untuk cara mengikutinya cukup dengan mendaftarkan diri melalui website resmi dengan mengisi survei perekrutan. Peserta yang lolos akan menerima pemberitahuan melalui email akun GRYPHLINE yang digunakan.
Pembaruan di Beta Test II Arknights: Endfield
Dalam Beta Test II Arknights: Endfield, pemain akan disajikan alur cerita yang dibangun ulang sepenuhnya, disertai animasi dan dialog interaktif yang memungkinkan pemain menentukan hasil cerita. Pemain juga akan menjelajahi Wuling, wilayah baru dengan nuansa estetika Timur yang berpadu dengan elemen futuristik.
Akan ada juga sembilan operator baru, termasuk tiga karakter enam bintang yaitu Ardelia, Last Rite, dan Pogranichnik. Sistem combat juga diperbarui dengan menampilkan combo, skill yang diperkuat, dan masih banyak lagi.
Salah satu fitur utama dalam tahap testing ini adalah pengembangan Automated Industry Complex (AIC), di mana pemain dapat membangun fasilitas, memproduksi barang, dan menyesuaikan kompleks industri mereka. Selain itu, mode foto, panduan rekan tim, dan sistem deteksi peti juga turut dihadirkan.
Uji coba ini mendukung sinkronisasi data lintas platform antara PC dan perangkat mobile. Pemain yang mendaftar lebih awal berkesempatan memperoleh operator bintang lima Snowshine dan hadiah tambahan ketika komunitas mencapai lima juta pengikut. Semua data akan dihapus setelah periode uji coba berakhir.
Menuju Peluncuran Global di 2026
Arknights: Enfield saat sedang dalam tahap pengembangan untuk PC dan perangkat mobille. Game ini juga nantinya akan tersedia di PS5™, PC. Untuk tanggal rilis, GRYPHLINE menjadwalkan game ini tersedia di 2026.
Minggu, 2 November 2025 — HYDE sukses menutup akhir pekan Jakarta dengan konser yang intens, imersif, dan penuh energi di Tennis Indoor Senayan pada Sabtu, 1 November 2025. Dibawa oleh produksi panggung yang sinematik, tata visual yang menghentak, serta permainan band yang presisi, HYDE [INSIDE] LIVE 2025 WORLD TOUR IN JAKARTA memanjakan para penggemar dengan 18 lagu yang membangun emosi dari awal hingga akhir. Momen puncak terjadi saat HYDE menutup konser dan mengucapkan, “I Love You Jakarta! Saya Cinta Kalian, Jakarta Luar Biasa!”, disambut koor ribuan penonton yang memadati venue.
Konser dibuka dengan “Inside Head” sebagai prolog atmosferik sebelum HYDE menggeber rangkaian hits yang merentang dari karya terbaru hingga nomor-nomor favorit penggemar. Koreografi cahaya, tata suara yang tebal, serta visual futuristik memperkuat narasi album INSIDE dan karakter panggung HYDE yang selalu total.
Momen Encore & Kejutan – Usai “Last Song”, HYDE sempat menghilang dari panggung. Namun sorakan “We want more! We want more!” dari para Hydeist tak kunjung surut. Beberapa saat kemudian, suasana Tennis Indoor pecah: HYDE tiba-tiba muncul dari area tribun penonton, memicu teriakan histeris yang kian menggema. Ia lalu menghentak kembali dengan “Pandora” sambil membawa water gun, menyemprotkan air ke arah penonton Festival (Cat 1) di bawah dan sesekali ke arah tribun. HYDE berjalan mengitari area tribun, berinteraksi dekat dengan penonton; momen ini membuat para Hydeist semakin histeris, berebut menyapa dan ingin bersalaman dengan sang Bintang, sebuah surprise show yang mempertebal euforia malam minggu yang bergelora sepanjang konser.
Dengan alur pertunjukan yang padat dan nyaris tanpa henti, konser bergerak seperti gelombang, terangkat oleh lighting dinamis serta transisi visual yang rapih dan sinkron. Keintiman tercipta saat HYDE menyapa lokal, dan mengungkapkan “saya suka rendang!, I ate Rendang, itu enak sekali, I want more Rendang”, lalu menghadirkan kejutan dari area tribun saat encore konser yang meminta HYDE untuk tampil kembali. Euforia pun memuncak: Hydeist menyambut tiap hentakan lagu dengan joget liar, beberapa area memanas jadi mosh pit yang tertib namun penuh energi.
Ahmad Satrio – Sound Rhythm mengatakan “Antusiasme Hydeist malam ini luar biasa. Dari awal hingga encore, energi di Tennis Indoor tak pernah turun. Terima kasih untuk HYDE, tim produksi, partner, dan seluruh penonton yang menjaga suasana tetap aman dan nyaman. Ini standar baru untuk konser rock internasional di Jakarta.”
Dermawan Pradana – CEO Mataloka menambahkan “HYDE membuktikan kapasitasnya sebagai performer kelas dunia—solid secara musikal, visioner secara visual, dan hangat kepada penonton. Terima kasih kepada Sound Rhythm, para partner, media, dan Hydeist yang memenuhi venue. Jakarta menunjukkan diri sebagai rumah yang istimewa bagi konser berskala internasional.”
Berikut Daftar Lagu HYDE [INSIDE] LIVE 2025 WORLD TOUR IN JAKARTA:
Opening – Inside Head
Let it Out
After Light
I Got 666
Defeat
Countdown
Taking Them Down
Tokoshie
Mugen
Faint
6or9
Mad Qualia
Social Virus
Midnight
Last Song
Pandora (Encore—muncul dari area tribun, water gun interaction)
Ahead
Glamorous Sky
Sex Blood R N’ R
Kehadiran HYDE di Jakarta menegaskan daya tariknya sebagai performer kelas dunia: suara prima, energi panggung meledak, dan pengemasan artistik yang konsisten. Rangkaian lagu yang tertata apik menjembatani karya terbaru dengan repertoar yang membentuk perjalanan musikalnya—memberi ruang bagi nostalgia sekaligus eksplorasi bunyi yang lebih gelap dan modern.
Acara ini dipromotori oleh Sound Rhythm & Mataloka, yang menghadirkan pengalaman konser berstandar internasional dengan manajemen arus penonton, kualitas audio, dan visual yang terjaga sejak pintu dibuka hingga lampu panggung padam. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh partner dan media yang telah mendukung penyelenggaraan konser ini di Jakarta.
Square Enix resmi mengumumkan bahwa FINAL FANTASY VII REMAKE INTERGRADE — bab pertama dari trilogi FINAL FANTASY VII REMAKE — akan dirilis untuk Nintendo Switch™ 2, Xbox Series X|S, dan Microsoft Store di Windows pada 22 Januari 2026.
Petualangan yang Diperbarui, Dua Kisah yang Saling Terhubung
Versi INTERGRADE menghadirkan dua kisah besar dalam satu paket:
FINAL FANTASY VII REMAKE, yang menceritakan ulang perjalanan Cloud Strife — mantan anggota pasukan elit SOLDIER — dan kisah pelariannya dari kota Midgar setelah bentrokan dengan korporasi raksasa Shinra.
FF7R EPISODE INTERmission, kisah tambahan yang berfokus pada ninja muda penuh semangat, Yuffie Kisaragi, dalam misinya menyusup ke Midgar demi mencuri “ultimate materia” milik Shinra bersama partner barunya, Sonon Kusakabe.
Dengan grafis yang telah disempurnakan dan gameplay yang dioptimalkan, INTERGRADE menyuguhkan pengalaman RPG yang memadukan aksi cepat, strategi, dan cerita penuh emosi khas Final Fantasy VII.
Fitur Baru: Streamlined Progression Mode
Bagi pemain yang ingin fokus menikmati alur cerita, INTERGRADE memperkenalkan fitur Streamlined Progression, yaitu serangkaian opsi peningkatan gameplay seperti:
HP dan MP selalu maksimum
Damage serangan selalu maksimal
Item tersedia dalam jumlah penuh (dengan beberapa pengecualian)
Semua fitur ini dapat diaktifkan atau dimatikan kapan saja dari menu opsi dalam game. Mode ini dirancang agar pemain baru maupun veteran bisa menikmati cerita tanpa harus terhambat oleh tingkat kesulitan pertempuran.
Karakter Ikonik dengan Kisah yang Lebih Dalam
Selain Cloud, Tifa, dan Barret, FF7R EPISODE INTERmission memperkenalkan karakter-karakter penting seperti:
Yuffie Kisaragi — ninja dari Wutai yang lincah, bertekad mengembalikan kejayaan negerinya.
Sonon Kusakabe — pejuang serius yang memegang teguh rasa hormat dan dendam terhadap Shinra.
Scarlet — Direktur Divisi Senjata Canggih Shinra yang haus kekuasaan dan keindahan.
Nero the Sable — anggota Deepground misterius yang mampu memanipulasi kegelapan.
Hubungan antar karakter ini menjadi jantung dari drama yang menyayat hati dan penuh aksi di sepanjang kisah INTERGRADE.
Sistem Pertempuran Sinergis
Sistem pertarungan FINAL FANTASY VII REMAKE INTERGRADE memadukan aksi real-time dengan elemen strategi berbasis perintah. Pemain dapat menyerang, menghindar, atau menggunakan kemampuan spesial sambil memperlambat waktu untuk memilih jurus, sihir, dan item secara taktis.
Dalam mode Yuffie, pemain bisa:
Melempar shuriken untuk serangan jarak jauh,
Menggunakan Elemental Ninjutsu untuk melancarkan serangan elemental,
Atau melakukan serangan sinergi bersama Sonon untuk menghasilkan kombo spektakuler.
Bonus Edisi Fisik & Digital
Digital Exclusive Early Purchase Edition Edisi pembelian awal digital mencakup FINAL FANTASY VII REMAKE INTERGRADE serta game klasik FINAL FANTASY VII (1997) dalam satu paket.
Bonus Fisik Eksklusif untuk Nintendo Switch 2 Pembeli versi fisik akan mendapatkan Magic: The Gathering — FINAL FANTASY Play Booster Pack, bonus menarik bagi kolektor dan penggemar kedua franchise legendaris ini. (Selama persediaan masih ada.)
Dengan hadirnya FINAL FANTASY VII REMAKE INTERGRADE di platform terbaru, Square Enix menghadirkan pengalaman klasik yang telah direimajinasi untuk generasi modern. Kombinasi antara narasi mendalam, aksi sinergis, dan tambahan cerita eksklusif membuat game ini menjadi versi terbaik dari kisah legendaris Cloud dan Yuffie.