Sega telah merilis informasi baru untuk game strategi Unicorn Overlord. Informasi ini adalah tentang Rapport atau hubungan antara karakter utama pemain dengan karakter lain yang ada di dalam game. Semakin dalam hubungan, semakin banyak pula manfaat yang didapatkan oleh pemain.
Beberapa cara yang bisa dlakukan oleh pemain untuk memperdalam Rapport seperti bertarung bersama. Makan bersama, atau memberikan hadiah. Jika pemain mengajak karakter yang sudah memiliki Rapport tinggi untuk bertarung bersama akan mendapatkan efek yang dinamakan Rapport Bonus.
Tavern adalah tempat bagi pemain untuk mengajak karakter lainnya makan bersama. Karakter yang diajak juga bisa lebih dari satu dan jenis menu makanan yang dipesan juga akan berdampak kepada tinggi rendahnya tingkat hubungan yang didapatkan. Hal yang sama juga berlaku ketika memberikan hadiah. Untuk memberikan hadiah, karakter yang diinginkan harus lebih dulu dijadikan sebagai guard.
Jika hubungan karakter utama dengan karakter sudah mencapai maksimum, pemain bisa melakukan Rite of Covenant dengan memberikan cincin spesial pada karakter tersebut.
Unicorn Overlord akan menggabungkan unsur-unsur baru dengan elemen klasik game 16-bit untuk menciptakan game yang unik. Cerita dari Unicorn Overlord terjadi di Fevrith yang menjadi rumah bagi lima negara: Kingdom of Cornia, Drakenhold, Elheim, Bastorias, dan Holy Kingdom of Albion. Pemberontakan dipimpin oleh Jenderal Valmore terjadi di Kingdom of Cornia dan menciptakan perang. Karakter utama dari Unicorn Overlord adalah Alain, adalah pangeran dari Cornia yang selamat dan pemberontakan dan memimpin Liberation Army.
Unicorn Overlord akan rilis pada tanggal 8 Maret 2023 di PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, dan Nintendo Switch.
Akhir tahun segera tiba! Artinya musim liburan juga telah tiba. Untuk merayakan liburan akhir tahun, Epic Games Store seperti yang lalu-lalu akan membagikan game gratis setiap harinya. Promo ini dimulai dari tanggal 13 Desember 2023 dan akan terus berjalan sampai dengan 17 hari kedepan. Promo bagi-bagi game ini dimulai dengan Destiny 2: Legacy Collection.
Destiny 2: Legacy Collection akan berisi tiga ekspansi sekaligus yaitu Shadowkeep, Beyond Light, dan The Witch Queen. Untuk harga aslinya Destiny 2: Legacy Collection dijual dengan harga USD 59.99 atau sekitar IDR 931 ribu. Berdasarkan harga aslinya, penawaran Destiny 2: Legacy Collection secara cuma-cuma tidak boleh terlewatkan bagi yang ingin mencoba atau memulai game Destiny 2.
Bersamaan dengan dimulai promo giveaway game, Epic Games Store juga akan memulai Holiday Sale dimana harga-harga game di platform tersebut akan didiskon. Holiday Sale ini akan berlangsung sampai dengan tanggal 10 Januari 2023.
Ubisoft telah memperlihatkan trailer baru untuk game Prince of Persia: The Lost Crown. Video ini cukup detail dalam menjelaskan hal-hal yang ada di dalam game. Mulai dari cerita, gameplay, sampai dengan progression. Kemampuan mengendalikan waktu yang selama ini menjadi ikon game Prince of Persia telah dipastikan bakal hadir di game ini.
Prince of Persia: The Lost Crown bergenre side-scrolling platformer. Game ini menceritakan tentang seorang ksatria muda bernama Sargon. Ia merupakan bagian dari satuan elite bernama Immortals yang ditugaskan untuk menolong Prince of Persia yang diculik di Mount Oaf.
Prince of Persia: The Lost Crown akan rilis pada tanggal 18 Januari 2024 di PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, PC, dan Amazon Luna. Demo dari game ini akan tersedia gratis mulai dari tanggal 11 Januari 2024.
Sega dan Atlus telah mengungkap informasi tentang karakter-karakter yang akan hadir di Persona 3 Reload. Jika sebelumnya yang dibahas adalah tentang Protagonist, Yukari Taeba, dan Junpei Iori, kali ini yang dibahas adalah Aigis, Koromaru, Ken Yamada, dan Shinjiro Aragaki.
Aigis (Maaya Sakamoto) akan menggunakan senjata firearms dan memiliki Persona bernama Palladion. Ia adalah karakter dengan keahlian pierce damage dan auxiliary skill. Koromaru yang adalah seekor anjing menggunakan senjata kunai dan memiliki Persona bernama Cerberus. Meski bukan manusia, Koromaru merupakan ahli dalam menggunakan dark skill.
Ken Amada (Megumi Ogata) menggunakan senjata spear dan memiliki keahlian dalam light skill. Persona yang ia gunakan bernama Nemesis. Terakhir adalah Shinjiro Aragaki (Kazuya Nakai) yang menggunakan senjata axe dan hammer. Ia memiliki Persona bernama Castor dan ahli dalam memberikan serangan physical damage.
Persona 3 Reload dijadwalkan rilis pada tanggal 2 Februari 2024, di Xbox Series, Xbox One, Windows, PS4, PS5, dan PC (Steam).
Sega dan Atlus telah membagikan informasi tentang Velvet Room di Persona 3 Reload. Velvet Room adalah ruangan khusus yang hanya bisa dikunjungi oleh karakter utama game atau Protagonist. Fungsi dari Velvet Room adalahuntuk menggabungkan Persona atau mendaftarkannya ke Persona Compendium.
Penghuni dari Velvet Room adalah Igor (Bin Shimada) dan Elizabeth (Miyuki Sawashiro). Igor adalah penguasa dari Velvet Room. Sedangkan Elizabeth adalah penjaga lift sekaligus resepsionis yang bisa membantu pemain mendaftarkan Persona ke Persona Compendium. Elizabeth juga akan memberikan quest kepada pemain. Jika dilakukan, Elizabeth akan memberikan pemain hadiah.
Persona 3 Reload dijadwalkan rilis pada tanggal 2 Februari 2024, di Xbox Series, Xbox One, Windows, PS4, PS5, dan PC (Steam). Bagi mereka yang melakukan pre-order versi fisik atau versi digital, akan mendapatkan Persona 3 Reload: Persona 4 Golden BGM Set DLC sebagai bonus terbatas. DLC eksklusif ini berisi soundtrack dari Persona 4 Golden seperti “Reach Out to the Truth”, “Time To Make History”, “I’ll Face Myself -Battle-”, “A New World Fool”, “The Fog”, dan “Results”.
Sega telah membagikan informasi baru tentang mini-game yang ada di Like a Dragon: Infinite Wealth. Beberapa mini-game yang diungkap adalah Dondoko Island, Crazy Delivery, dan Miss Match.
Dondoko Island adalah pulau spesial, dimana tugas pemain adalah mengubah pulau tersebut yang awalnya biasa-biasa saja menjadi resor kelas atas. Pemain nantinya bisa mendekorasi pulau dengan beragam ornamen bahkan fasilitas besar, termasuk karya Do-It-Yourself (DIY). Caranya adalah dengan mengumpulkan bahan-bahan dari objek di sekitar pulau seperti sampah, kayu, dan batu. Bahan ini lalu digunakan sebagai bahan dasar untuk crafting DIY.
Semakin tinggi popularitas pulau, semakin banyak tamu yang akan datang dan uang yang masuk juga semakin banyak. Pemain nantinya bisa bertemu dengan beberapa tamu yang sudah tidak asing lagi. Pemain juga harus berhati-hati dengan bajak laut atau Washbucklers berkeliaran di pulau. Mereka akan membawa kekacauan sehingga harus ditangani secepat mungkin. Setiap kali pemain mengalahkan Washbucklers, pemain akan mendapatkan Dokobucks yang merupakan mata uang unik khusus untuk Dondoko Island dan juga membuka wilayah baru.
Mini-game Crazy Delivery akan menjadikan pemain sebagai kurir pengantar makanan. Selain harus mengantarkan tepat waktu, pemain juga bisa melakukan berbagai macam gaya dengan sepeda. Terakhir adalah Miss Match yang merupakan plesetan dari aplikasi dating. Tugas pemain adalah menemukan pasangan yang tepat untuk si karakter utama Kasuga melalui aplikasi tersebut.
Like a Dragon: Infinite Wealth akan rilis pada tanggal 26 Januari 2024 di PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, dan PC.
Granblue Fantasy adalah franchise yang sedang naik daun. Berawal dari game RPG untuk mobile, Granblue Fantasy sudah memiliki spin-off dengan genre yang macam-macam. Salah satunya adalah genre fighting yang diawali oleh Granblue Fantasy Versus yang dibuat oleh Arc System Work pada tahun 2020.
Melihat animo yang tinggi untuk Versus dari fans Granblue Fantasy maupun penyuka game fighting, Arc System Works bersama sang pemilik IP Granblue Fantasy Cygames memutuskan untuk membuat sekuelnya yaitu Granblue Fantasy Versus: Rising. Ketika diumumkan pertama kali, developer menyebut bahwa Granblue Fantasy Versus: Rising akan memperbaiki kekurangan yang ada di Versus, sekaligus menambahkan hal-hal baru yang akan membuat gamenya menjadi fresh.
Kebetulan saya mendapatkan kesempatan untuk mereview Granblue Fantasy Versus: Rising di PC. Sebagai penggemar dari hasil karya Arc System Works, ekspektasi saya cukup tinggi dengan game ini. Apakah Granblue Fantasy Versus: Rising akan memenuhi ekspektasi ini?
Cerita Masih Seputar Granblue Fantasy Universe
Granblue Fantasy Versus: Rising mengambil setting yang sama dengan versi mobilenya. Bedanya hanya terletak pada genrenya saja. Karakter utama di Rising tetap adalah Gran dan Djeeta yang ditemani oleh Lyria dan Vyrn. Cerita utama game ini akan mengikuti petualangan dari Gran/Djeeta bersama teman-temannya di Sky Realm.
Jumlah karakter di Rising juga lebih banyak dibandingkan dengan game sebelumnya. Total ada 28 karakter yang bisa digunakan di Rising. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan Versus. Karakter yang dulu di Versus berstatus DLC, di Rising semuanya bisa langsung diakses pada awal permainan. Empat karakter baru yang hanya ada di Rising adalah Grimnir, Siegfried, Nier, dan Anila.
Bertambahnya jumlah karakter di Rising merupakan tanda bahwa developer Arc System Works mendengarkan masukan dari fansnya. Dulu ketika Versus pertama kali rilis, karakter yang bisa digunakan sangat sedikit. Sedangkan sisanya hadir bertahap melalui DLC. Cara ini dikritik oleh fans dan Arc System Works mengubahnya di Rising.
Peningkatan Kualitas Grafis dari Game Sebelumnya
Developer Ark System Works menggunakan gaya 2.5D yang digunakan oleh Guilty Gear sekarang untuk Granblue Fantasy Versus: Rising. Menurut saya gaya ini sangat cocok dipakai ke game ini. Gaya 2.5D ini membuat rasa anime dari Granblue Fantasy masih sangat terasa, apalagi ketika bagian cutscene.
Dari segi grafis Rising juga sudah mendapatkan peningkatan dibandingkan Versus. Gambar menjadi lebih halus, detail dan lebih berwarna, sangat terlihat jelas pada karakter dan ketika mereka menggunakan menggunakan jurus ultimate atau Skybound Arts.
Empat Mode yang Siap Untuk Dimainkan
Ada empat mode utama di Granblue Fantasy Versus: Rising yaitu Arcade, Versus, mode Battle Royale, dan Story Mode. Arcade adalah mode standard dimana kalian bisa melawan AI secara bertahap.
Tingkat kesulitan AI bisa diatur oleh pemain sebelum memulai permainan. Pada bagian akhir Arcade kalian akan berhadapan boss terakhir Beelzebub. Jika menang, kalian bisa mendapatkan ending dari karakter yang digunakan. Ending dari mode Arcade ini menurut saya tidak menarik, karena hanya berupa gambar wallpaper dari karakter itu saja tanpa ada penjelasan apapun.
Versus adalah momen bagi kalian untuk unjuk kemampuan dengan melawan pemain lain. Mode ini dibagi menjadi yaitu untuk melawan pemain secara lokal dan secara online. Berhubung saya memainkan versi review, saya belum bisa mengakses mode onlinenya. Ketika gamenya sudah rilis, saya akan menambahkan pengalaman saya tentang mode online di sini.
Mode terbaru yang diimplementasi di Granblue Fantasy Versus: Rising adalah mode Battle Royale yang dinamakan Grand Bruise Legend. Kalian tahukan game Fall Guy? Nah Grand Bruise Legend kurang lebih sama. Kalian bersama pemain lain akan memainkan berbagai macam mini game seperti adu cepat di Rising Royale atau menghindari serangan bom di Blast King. Sayangnya sekali lagi untuk mengakses mode ini harus menggunakan akses internet atau online.
Granblue Fantasy Versus: Rising juga memiliki Diorama. Kalian bisa membuat adegan yang kalian sukai dengan karakter dan map yang bisa dikustomisasi. Siapa tahu kalian ingin membuat screenshot yang keren dari game ini.
Meski Genrenya Fighting, Story Mode Tetap Jadi Utama
Story Mode di di Granblue Fantasy Versus: Rising menurut saya agak unik dan berbeda dengan fighting lain. Jika di game lain bagian Story Mode kurang lebih sama dengan Arcade, dimana pemain akan berhadapan dengan karakter lain yang merupakan bagian dari roster. Nah di di Granblue Fantasy Versus: Rising, pemain bisa berhadapan dengan musuh yang bukan dari roster karakter.
Ketika memainkan Story Mode, genre fighting berubah menjadi side-scrolling dimana karakter kalian yang ditemani oleh NPC akan berhadapan dengan musuh. Story Mode di di Granblue Fantasy Versus: Rising dibagi menjadi tiga chapter. Satu chapter akan diisi oleh banyak episode dimana kalian tidak hanya melawan musuh biasa saja, tapi bisa juga melawan boss.
Arc System Works meski sudah menyulap Granblue Fantasy menjadi game fighting, tetapi masih tetap mempertahankan elemen asli dari game ini yaitu ceritanya. Inilah yang membuat bagian Story Mode sangat dipoles dan tidak hanya sekedar “menempel” saja seperti di game fighting lain.
Hadirnya One Button Skill yang Ramah untuk Pemula
Keunikan Granblue Fantasy Versus: Rising adalah metode untuk melakukan serangan. Developer telah membuat sistem serangan yang mudah dimengerti. Serangan dasar di game ini terbagi menjadi empat tipe yaitu; light, medium, heavy, dan technique. Setiap karakter akan memiliki jenis serangan untuk light dan heavy yang berbeda. Selain itu, di Rising karakter juga akan diberikan kemampuan untuk melakukan dash attack.
Buat kalian yang mungkin masih awam dengan game fighting, Granblue Fantasy Versus: Rising memiliki sistem yang menyederhanakan input untuk skill. Fitur ini sudah ada dari game sebelumnya dan untungnya masih diimplementasi. Cukup dengan menekan satu atau tiga tombol, kalian bisa mengeksekusi serangan special attack atau combo seperti pro-gamer.
Tapi buat kalian yang tidak keberatan untuk menggunakan input skill secara normal atau technical input juga akan mendapatkan benefit yang tidak didapat jika menggunakan sistem satu tombol. Skill yang dikeluarkan secara manual akan mendapatkan 10% damage tambahan.
Ketika melancarkan serangan, pemain juga bisa memperkuat damage dan efek dari skill karakternya. Caranya adalah dengan cara menekan tombol heavy attack atau technique ketika mengeksekusi skill tersebut. Pastikan untuk memperhatikan Skybound Art atau SBA karena cara tersebut akan mengkonsumsi energi di dalam bar.
Regenerasi bar untuk SBA juga dipercepat di versi Rising, terutama ketika kalian maju ke arah lawan. Jadi, pemain dapat memaksimalkan serangan terutama ketika melakukan combo yang mengkonsumsi energi dari bar SBA.
Jika pemain berhasil mengeksekusi Skybound Art atau Super Skybound Art di jarak dekat, pemain bisa memulihkan brave point miliknya, sekaligus mengambil break point milik lawan. Menggunakan Skybound Art dari jarak dekat juga akan memperlihatkan cutscene yang keren!
Block dan Counter
Block merupakan salah mekanik penting di dalam game fighting. Mekanik ini juga bisa membuat frustrasi musuh apabila dieksekusi dengan baik. Pada Granblue Fantasy Versus: Rising untuk membongkar pertahanan lawan, pemain bisa menggunakan tehnik membanting atau Throw. Tentunya mekanik ini juga diimbangi dengan counter dari lawan. Ya, ketika akan dibanting kalian akan mendapatkan kesempatan untuk melepaskan diri. Caranya cukup dengan menekan tombol serangan sebelum animasi bantingan terjadi.
Selain Throw, pemain juga bisa menggunakan Raging Slash yang bisa menghancurkan Block lawan. Skill ini ibarat pedang bermata dua karena bisa dicounter oleh lawan. Kalian juga bisa menggunakan Raging Counter untuk mematahkan combo lawan yang sedang berlangsung. Penggunaan Raging Slash dan Counter akan mengkonsumsi Brave Point karacter kalian, dimana damage yang kalian terima akan bertambah sebanyak 50% apabila Brave Point habis.
Granblue Fantasy Versus: Rising dari Segi Teknis
Dari segi performa Granblue Fantasy Versus: Rising menggunakan rollback netcode yang memperlancar sesi online. Developer juga telah mempoles bagian tampilan menu utama. Dari segi grafis, Granblue Fantasy Versus: Rising juga mendapaktkan update sehingga kualitas visualnya sesuai dengan platform next-gen.
Selama mencoba versi review Granblue Fantasy Versus: Rising di PC, saya belum pernah mengalami kendala. Game selalu lancar dan stabil jika dimainkan. Spesifikasi PC yang saya gunakan adalah CPU Ryzen 7 2700X, VGA GeForce RTX 4070 Ti, RAM 32GB dan SSD.
Kesimpulan
Secara kesimpulan Granblue Fantasy Versus: Rising memberikan banyak perubahan yang sangat ditunggu oleh fansnya. Beberapa perubahan yang sangat terasa perbedaannya adalah peningkatan kualitas grafis dan penambahan jumlah karakter yang bisa digunakan.
Dari segi tingkat kesulitan, game ini memiliki entry barrier yang bisa dibilang cukup bersahabat. Pemain baru bisa langsung beradaptasi dengan adanya fitur-fitur yang menyederhanakan permainan dan membuat mengerti mekanisme game dengan cepat. Sayangnya mekanik yang sederhana ini juga membuat Granblue Fantasy Versus: Rising juga terkesan sederhana. Saya tidak merasakan rasa bangga ketika berhasil mengeksekusi serangan kombo dengan finisher yang keren. Rasanya biasa saja. Berbeda ketika memainkan Guilty Gear.
Jika kalian adalah fans Granblue Fantasy dan ingin merasakan game tersebut dengan format yang berbeda, maka kalian wajib mencoba di Granblue Fantasy Versus: Rising. Buat pecinta game fighting hal yang harus kalian tahu adalah game ini tidak bisa memberikan feeling dan reward yang sama seperti game fighting lain.
Granblue Fantasy bukanlah nama yang asing bagi penyuka game RPG. Tapi bagaimana jika franchise tersebut diperluas dengan dibuat menjadi spin-off dengan genre fighting? Granblue Fantasy: Versus adalah gamenya. Sekarang di 2023 Versus telah dibuatkan penerusnya yang berjudul Granblue Fantasy Versus: Rising.
Rising sudah dilengkapi oleh pembaruan dan pemutakhiran yang tidak dimiliki oleh pendahulunya. Game ini juga akan dirilis di konsol next-gen yang artinya dari segi grafis pastinya akan ada peningkatan.
Berikut adalah semua hal yang kami ketahui tentang Granblue Fantasy Versus: Rising
Apa Itu Granblue Fantasy Versus: Rising?
Granblue Fantasy Versus: Rising adalah game fighting spin-off dari franchise Granblue Fantasy. Game ini dibuat oleh Arc System Works dengan Cygames sebagai publishernya. Bisa dibilang game ini adalah kelanjutan dari Granblue Fantasy Versus yang rilis pada tahun 2020.
Meski berupa game fighting, Granblue Fantasy Versus: Rising akan memiliki Story Mode. Bagian ini akan dibagi menjadi beberapa bagian dan cerita dari game sebelumnya juga akan termasuk di dalam game ini.
Tanggal Berapa dan Platform Apa yang Dituju oleh Granblue Fantasy Versus: Rising?
Granblue Fantasy Versus: Rising akan rilis tanggal 14 Desember 2023 dan di konsol PS5, PS4, dan PC (Steam).
Bagaimana Gameplay Granblue Fantasy Versus: Rising?
Granblue Fantasy Versus: Rising memiliki beberapa mode yang bisa dipilih yaitu Story Mode, Arcade Mode, dan Online Mode. Jika ingin menikmati alur cerita dari game ini, pemain bisa memilih Story Mode untuk mengikuti petualangan Gran atau Djeeta di dunia Granblue Fantas. Jika ingin menikmati bagian fighting, maka bisa memilih mode Arcade untuk melawan AI atau Online Mode untuk melawan pemain lain.
Jumlah karakter yang tersedia di game ini lebih banyak dibandingkan game sebelumnya. Granblue Fantasy Versus: Rising memiliki jumlah karakter 28, termasuk 4 diantaranya adalah karakter baru yaitu Siegfried, Anila, Nier, dan Grimnir.
Granblue Fantasy Versus: Rising juga memiliki mode battle royale seperti Fall Guys yang berisi berbagai macam mini game. Mode ini dinamakan Grand Bruise, cocok untuk pemain yang bosan atau terintimidasi ketika melawan pemain lain. Granblue Fantasy Versus: Rising juga memiliki online lobby dimana pemain bisa menggunakan avatar buatannya untuk melakukan berbagai macam aktivitas
Kabar baik buat kalian yang sudah tidak sabar ingin mencoba game Tekken 8. Bandai Namco telah mengumumkan versi demo Tekken 8 akan rilis pada bulan Desember di berbagai platform. Untuk PS5 akan rilis pada tanggal 14 Desember 2023. Sedangkan untuk Xbox Series dan PC baru akan tersedia tanggal 21 Desember 2023.
Berikut adalah daftar konten yang tersedia di versi demo Tekken 8:
Story: “The Dark Awakens” Chapter 1
Arcade Quest Chapter 1 (parts of the content differ from the full version)
Super Ghost Battle (unlocks after clearing Arcade Quest)
Versus (partial mode)
Gallery (partial mode)
Karakter yang bisa digunakan di versi demo adalah Jin, Kazuya, Nina, dan Paul. Sedangkan untuk stage yang tersedia adalah Sanctum, Urban Square (Evening), dan Yakushima.
Tekken 8 akan rilis pada tanggal 26 Januari 2024 di PS5, Xbox Series, dan PC.
Kabar kurang baik telah diumumkan oleh Entertainment Software Association (ESA). Organisasi ini secara resmi mengumumkan bahwa E3 sudah tamat, tidak lagi ada, habis. Pengumuman ini diumumkan melalui akun resmi X E3 (@E3).
“Setelah lebih dari dua dekade E3, di mana setiap tahun lebih besar dari tahun sebelumnya, tiba saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal. Terima kasih untuk kenangannya.” Tulis ESA.
Buat gamer zaman sekarang yang sudah terbiasa menonton acara via livestream, E3 mungkin bukanlah suatu event yang penting. Tapi buat gamer dulu, event ini paling ditunggu-tunggu kehadirannya. Sebabnya E3 merupakan tempat dimana game baru diumumkan secara megah. Akhirnya momen-momen di E3 sekarang hanya tinggal kenangan karena event tersebut tidak lagi ada.
Dilansir dari IGN, salah satu penyebab dihentikannya E3 rupanya disebabkan oleh mahalnya ongkos. Salah satu narasumber yang diwawancara oleh IGN menceritakan betapa besarnya budget yang harus dikeluarkan oleh publisher untuk memasang booth di E3.
Selain perubahan tren juga berdampak dengan turunnya pamor dari event online seperti E3. Saat ini publisher dan developer lebih memilih jalur digital untuk mempromosikan gamenya. Ditambah lagi organisasi ESA yang menaungi E3 terkesan ketinggalan zaman dengan perkembangan teknologi sekarang.
Sebelumnya ESA sempat mengumumkan bahwa tahun ini akan diselenggarakan E3. Namun rencana tersebut tidak terwujud dengan para publisher yang satu persatu memutuskan untuk mengundurkan diri dari acara tersebut. Ujungnya E3 2023 batal diselenggarakan.