Home Blog Page 270

Preview Tales of Kenzera: ZAU (PC): Bukan Sekedar Metroidvania

0

Tahun 2024 sepertinya akan menjadi tahunnya game Metroidvania. Setelah penampilan yang mengejutkan lewat Prince of Persia: The Lost Crown di awal tahun, genre ini siap mengejutkan gamer lagi lewat Tales of Kenzera: ZAU.

Saya ingat ketika pertama kali diumumkan pada event The Game Awards 2023, Tales of Kenzera: ZAU disebut terinspirasi dari cerita asli tentang hubungan ayah dan anak. Namun karena diumumkan bersamaan dengan game-game lain, saya tidak terlalu mempedulikannya. Tapi sekarang saya akhirnya mengerti maksudnya.

Berkenalan dengan Surgent Studios

Beberapa waktu lalu saya mewakili Playcubic ikut serta dalam acara preview event online untuk Tales of Kenzera: ZAU. Diselenggarakan oleh EA, pada acara ini saya dan rekan media yang lain bisa berjumpa secara online dengan pencipta dari Tales of Kenzera: ZAU, Surgent Studios.

Pimpinan dari Surgent Studios, yaitu Abubakar Salim ternyata bukanlah nama asing di industri game. Ialah pengisi suara dari Bayek di Assassin’s Creed: Origins. Peran itu jugalah yang membuatnya masuk dalam nominasi BAFTA. Ia juga terjun ke dalam dunia film dan ikut serta dalam serial televisi Raised by Wolves dan House of the Dragon.

Tidak hanya itu, cerita yang dijadikan latar dari Tales of Kenzera: ZAU ternyata diadaptasi dari hubungan Salim dengan ayahnya. Ia menceritakan bahwa inspirasi untuk game ini datang dari apa yang ia rasakan, yaitu kerelaan untuk berbuat apa saja demi bisa menghidupkan kembali ayahnya yang sudah meninggal.

“Banyak yang bertanya kepada saya, kenapa saya lebih memilih menuangkan cerita saya dalam bentuk game daripada film. Alasannya adalah gamelah yang mendorong saya untuk terjun ke dunia akting. Lalu yang pertama kali memperkenalkan game kepada saya adalah ayah saya. Jadi saya merasa game ini tepat sebagai bentuk penghormatan saya kepadanya,” Ucapnya.

Apa yang dialami oleh Salim terefleksi ke dalam game, dimana karakter utamanya yaitu Zau adalah seorang Shaman muda. Demi menghidupkan kembali ayahnya, Zau sampai harus menjalin kerjasama dengan Dewa Kematian yang bernama Kalunga.

Untuk membuat Tales of Kenzera: ZAU menjadi lebih menarik. Salim dan timnya menambahkan bumbu spesial yaitu tentang tradisi dan juga mitologi dari Afrika. Karena menurutnya tradisi Afrika dimana masih adanya hubungan antara yang sudah meninggal dengan yang masih hidup sesuai dengan latar cerita dari game ini.

Mencoba Tales of Kenzera: ZAU

Secara konsep, Tales of Kenzera: ZAU kurang lebih sama dengan game metroidvania yang lain. Dalam game ini pemain akan ditantang kemampuannya untuk bermain dengan sebaik mungkin. Visual dan desain dari Tales of Kenzera: ZAU juga sudah menggunakan gaya moderen, 2.5D.

Dunia Kenzera yang ditampilkan dalam game terlihat indah dan penuh warna. Pada sesi preview saya sempat merasakan dua map atau biome. Map pertama terlihat seperti wilayah dataran tinggi dengan banyak tebing terbuat dari susunan batu dan juga air terjun di bagian background. Map kedua membawa saya ke dalam gua. Cahaya menjadi lebih redup dan saya banyak melihat tanaman seperti jamur dengan bioluminesensi seperti dalam film James Cameron Avatar.

Meski disajikan dengan grafis dan visual yang enak untuk dilihat, saya tetap harus waspada. Tales of Kenzera: ZAU memiliki unsur platformer, dimana saya dituntut untuk melompat dari satu platform ke platform lainnya. Pada sesi preview saya belum menemukan bagian platformer yang sulit. Tapi saya yakin pasti bagian ini ada di salah satu map di dalam game.

Ketika berhadapan dengan musuh, Zau diberikan dua pilihan yaitu menggunakan serangan jarak dekat atau serangan jarak jauh. Untuk serangan jarak dekat, saya menggunakan Sun Mask. Sedangkan serangan jarak jauh, saya memakai Moon Mask.

Keduanya bisa digunakan bersama secara kombinasi. Misalnya musuh dilontarkan dengan Sun Mask lalu diserang dengan serangan jarak jauh Moon Mask. Dalam Tales of Kenzera: ZAU kemampuan ini dinamakan Shaman Dance dan membuat gameplay menjadi lebih menantang dan juga dinamis.

Penasaran dengan Tales of Kenzera: ZAU kalian bisa mencoba versi demonya terlebih dahulu di Steam. Tales of Kenzera: ZAU akan rilis pada tanggal 23 April 2023 di PS5, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC (Steam, Epic Games Store, dan EA App).

Arlecchino Jadi Highlight Update 4.6 Genshin Impact

0

HoYoverse telah mengumumkan update 4.6 Genshin Impact yang berjudul “Two Worlds Aflame, the Crimson Night Fades” yang akan dirilis pada tanggal 24 April 2024. Update ini akan menghadirkan karakter yang paling dinantikan oleh fans, Arlecchino. Ia bisa menjadi anggota party maupun menjadi weekly boss.

Arlecchino, yang dikenal sebagai “The Knave” dan Fatui Harbinger ke-4 adalah karakter bintang 5 pengguna Polearm dengan elemen Pyro. Kemampuan bertempur Arlecchino berpusat pada “Bond of Life”, sebuah mekanisme yang mencegah korbannya untuk menerima pemulihan. Namun Arlecchino dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kekuatan serangannya.

Saat “Bond of Life” sama dengan atau lebih dari persentase tertentu dari HP-nya, Arlecchino memasuki status agresif yang akan menguatkan Normal Attack dan memberikan Pyro DMG yang tidak bisa ditimpa Elemental Infusion lainnya. Untuk mempertahankan “Bond of Life” yang cukup, Arlecchino dapat memberikan dan menyerap “Blood-Debt Directive” dari musuh. Selain itu, karena Talenta uniknya, dia hanya bisa memulihkan HP-nya melalui Elemental Burst miliknya sendiri selama pertempuran.

Sebagai weekly boss, Arlecchino juga akan memberikan “Blood-Debt Directive” kepada pemain yang menantangnya. Pemain yang menerima “Blood-Debt Directive” akan mendapatkan “Bond of Life”. Efek ini akan meningkatkan DMG yang diakibatkan serangan Arlecchino, dan mencegah pemain menerima pemulihan HP. Namun pemain yang berhasil menebus “hutang” ini akan mendapatkan peningkatan Charged Attack sebagai hadiahnya. Selain itu, kisah tentang House of the Hearth dan Arlecchino akan terungkap di Quest Story miliknya, Chapter Ignis Purgatorius.

Update 4.6 juga menghadirkan area baru yang berisi kerajaan bawah laut misterius yang membentang luas. Jauh di kedalaman Sea of Bygone Eras, berdiamlah sisa-sisa Remuria, sebuah kerajaan yang jaya dan runtuh jauh sebelum lahirnya Court of Fontaine. Mempelajari “Simfoni” adalah kunci mengaktifkan kembali beberapa mekanisme dan perangkat berusia ribuan tahun. Dalam petualangan ini, pemain mungkin dapat bertemu dengan seekor naga, serta menghadapi Boss baru bernama “Legatus Golem”.

Di Pulau Watatsumi di Inazuma, pemain dapat membantu Itto mempersiapkan “Iridescent Arataki Rockin’ for Life Tour de Force of Awesomeness”. Pemain juga dapat menciptakan permainan musik sendiri dan mengundang teman untuk menantangnya. Selain itu, pemain juga berkesempatan mendapatkan alat musik baru bernama “Nightwind Horn” sebagai hadiah.

Bagaimana menurut kalian?

Baldur’s Gate 3 Menang Banyak di Acara BAFTA Game Awards 2024

0

Meski sudah tahun 2024, game Baldur’s Gate masih rajin dalam membawa pulang penghargaan. Pada acara BAFTA Game Awards 2024 yang dilangsungkan barusan, Baldur’s Gate 3 berhasil memenangkan lima penghargaan yaitu untuk Best Game, Music, Narrative, Performer In a Supporting Role, dan EE Player’s Choice Award.

Berikut adalah daftar para pemenang di BAFTA Game Awards 2024:

  • Animation: Hi-Fi Rush
  • Artistic Achievement: Alan Wake 2
  • Audio Achievement: Alan Wake 2
  • Best Game: Baldur’s Gate 3
  • British Game: Viewfinder
  • Debut Game: Venba
  • Evolving Game: Cyberpunk 2077
  • Family Game: Super Mario Bros. Wonder
  • Game Beyond Entertainment: Tchia
  • Game Design: Dave the Diver
  • Multiplayer: Super Mario Bros. Wonder
  • Music: Baldur’s Gate 3
  • Narrative: Baldur’s Gate 3
  • New Intellectual Property: Viewfinder
  • Performer in a Leading Role: Nadji Jeter sebagai Miles Morales di Marvel’s Spider-Man 2
  • Performer in a Supporting Role: Andrew Wincott sebagai Raphael di Baldur’s Gate 3
  • Technical Achievement: The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom
  • EE Players’ Choice Award (Voted for by the public): Baldur’s Gate 3

Meski gamenya terbukti sukses, developer Larian Studios justru tidak tertarik untuk membuat DLC, ekspansi, atapun sekuel dari Baldur’s Gate 3. Sebabnya adalah pemilik IP dari Baldur’s Gate 3, Wizard of the Coast belum menentukan masa depan dari Baldur’s Gate 3.

Bagaimana menurut kalian?

Detail Wujud Baru Nahobino Dijelaskan Oleh Atlus

0

Seperti yang sudah kita tahu, Nahobino di Shin Megami Tensei V: Vengeance akan memiliki wujud baru. Atlus telah membagikan informasi lebih banyak tentang wujud baru Nahobino. Diceritakan perubahan ini terjadi karena suatu kondisi. Dalam wujud ini Nahobino akan menggunakan senjata scythe berbentuk energi yang dimunculkan ditangannya.

Sama seperti game originalnya, musuh utama dari Shin Megami Tensei V yaitu Shohei Yakumo dan Nuwa juga akan tetap muncul dalam cerita Canon of Creation. Nahobino baru berhadapan dengan musuh barunya, The Qadistu saat menjalankan cerita Canon of Vengeance yang adalah cerita baru.

Atlus juga mengungkap dua Demon baru. Mereka adalah Nahobeeho dan Amabie. Nahobeeho adalah versi Jack Frost dari Nahobino. Sedangkan Amabie adalah Yokai legendaris yang dulu tenar pada periode Edo.

Shin Megami Tensei V: Vengeance akan rilis tanggal 14 Juni 2024. Platform yang dituju adalah PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, Nintendo Switch, dan PC

Trailer Baru Super Monkeyball Banana Rumble Jelaskan Mode Adventure

0

Sega telah merilis trailer baru untuk game Super Monkey Ball Banana Rumble. Video ini memperlihatkan berbagai level yang akan muncul dalam mode Adventure AprilMode.

Saat mengunjungi pulau tropis, AiAi dan gengnya bertemu dengan seorang gadis bernama Palette yang ternyata adalah seorang petualang yang sedang mencari Legendary Banana. Mereka lalu sepakat untuk bergabung dalam perjalanan untuk menemukan artefak tersebut. ius.

Dalam mode adventure, pemain akan ditantang untuk menyelesaikan setidaknya 200 level dengan segala keunikannya. Mulai dari Banana Farm, Rose Garden, Floating City, Golden Temple, Stone Valley, dan masih banyak lagi.

Super Monkey Ball Banana Rumble dijadwalkan rilis di Nintendo Switch pada tanggal 25 Juni 2024.

Game Gabungan Metal Gear dan Assassin’s Creed, Ereban: Shadow Legacy Sudah Tersedia

0

Studio indie asal Spanyol, Baby Robot Games dengan bangga mengumumkan game perdananya yang berjudul Ereban: Shadow Legacy. Game ini sudah tersedia di Steam.

Ereban: Shadow Legacy adalah game stealth platformer yang memiliki tempo cepat dan penuh dengan cerita. Game ini memperkenalkan mekanik baru dalam genre stealth yaitu kemampuan untuk menyatu dengan bayangan. Kemampuan ini membuat karakter utama, Ayana memiliki mobilitas luar biasa dan berbagai opsi strategis untuk menyusup ke wilayah musuh. Sebagai Ayana, pemain akan ditugaskan untuk menyingkap misteri dari perusahaan energi Helios yang ternyata memiliki hubungan dengan kaumnya.

Detail lebih lanjut dari Ereban: Shadow of Legacy bisa dilihat di sini.

Tren Game dengan Harga $70 Pada Akhirnya Akan Punah

0

Inovasi dan perkembangan dalam industry game terus berubah setiap tahun dan belakangan menjadi semakin ambisius. Developer mulai berani dalam membuat game AAA dengan jumlah biaya pengembangan yang besar dan kadang di luar kendali. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan publisher menaikkan harga atau dalam trennya disebut sebagai game berharga $70.

Fenomena ini mendapatkan banyak sorotan terutama dari para eksekutif. CEO Saber Interactive Mathew Karch saat berbicara dengan IGN mengutarakan pendapatnya tentang fenomena game berharga $70. Menurutnya tren ini tidak akan berkelanjutan dan pada akhirnya akan hilang sendiri. Sebabnya developer khawatir dengan resiko kegagalan yang bisa menyebabkan terjadinya PHK ataupun penutupan studio.

Ia mencontohkan Ubisoft yang terpaksa harus melakukan PHK karena beberapa game berbudget besarnya gagal. Ia juga memberi contoh Helldivers 2, game dengan budget menengah yang justru sukses. Menurutnya developer akan lebih memilih untuk membuat game seperti Helldivers 2 yang budgetnya sesuai. Kebijakan ini juga akan membuat publisher menurunkan harga game tersebut. Inilah yang nantinya akan membuat tren game seharga $70 akan punah.

Bagaimana menururt kalian?

Game Roguelite Prince of Persia Diumumkan

0

Ubisoft dan mitranya Evil Empire telah mengumumkan kolaborasi dalam membuat game The Rogue Prince of Persia. Sesuai judulnya, game ini merupakan game Prince of Persia dengan genre roguelite platformer bergaya 2D. The Rogue Prince of Persia akan dirilis di Steam Early Acces pada tanggal 14 Mei 2024.

The Rogue Prince of Persia berlatar di Ctesiphon, sebuah kota fiksi yang merupakan ibu kota dari Kekaisaran Persia. Kota ini menghadapi invasi oleh tentara Hun yang dipimpin oleh Nogai. Pemain akan memerankan Sang Pangeran atau The Prince yang memiliki kemampuan mistis yaitu bisa kembali hidup setiap kali ia mati.

The Rogue Prince of Persia akan menghadirkan mekanik khas franchise tersebut seperti wall running dan berbagai macam gaya akrobatik serta parkour. Map di The Rogue Prince of Persia dibagi dalam bentuk biome, dimana setiap biome akan memiliki desain yang berbeda-beda dan beberapa terinspirasi dari arsitekltur Persia.

Soundtrack game dibuat oleh ASADI yang ada seorang producer musik keturunan Amerika-Persia. Soundtrack Original The Rogue Prince of Persia adalah perpaduan antara gaya tradisional dan modern, dengan irama yang mendukung setiap The Prince dalam game.

Bagaimana menurut kalian?

DLC Thrones of Decay Untuk Total War: Warhammer III Diumumkan

0

Creative Assembly dan Sega telah mengumumkan judul DLC baru untuk Total War: Warhammer III. DLC ini berjudul Thrones of Decay dan memperkenalkan tiga kelompok baru yaitu Elspeth Von Draken, Tamurkhan, dan Malakai Makaisson. Ketiganya akan menghadirkan mekanik baru. Thrones of Decay rencananya akan rilis pada musim semi tahun ini.

Elspeth Von Draken akan menjadi karakter baru untuk pihak Empire. Ia adalah seorang penyihir handal yang spesialis dalam menggunakan Lore of Death. Empire juga akan mendapatkan unit baru yaitu Marienburg Landship, Steam Tank Volley Gun, Nuln Ironsides, Hochland Long Rifles, Knights of the Black Rose, Master Engineer (Lord), Engineer (Hero), dan the indomitable Theodore Bruckner (Legendary Hero).

Sedangkan Malakai Makaisson akan bergabung dengan pihak Dwarf. Ia memiliki mekanik unik dalam mode campaign yaitu menggunakan pesawat yang dinamakan Spirit of Grungi. Unit baru yang akan tersedia untuk pihak Dwarf adalah Garagrim Ironfist (Legendary Hero), Daemonslayer (Lord), Dragonslayer (Hero), Doomseekers, Goblin Hewer, Thunderbarge, Grudge Raker Thunderers, dan Slayer Pirates.

Terakhir adalah Tamurkhan atau Maggot Lord yang merupakan musuh dari Elspeth dan Malakai. Tamurkhan akan bergabung dengan pihak Nurgle. Dalam pertempuran Tamurkhan akan membawa kapak bermata dua sambil menunggangi monster raksasa Toad Dragon. Unit baru yang tersedia untuk kelompok Nurgle adalah s Kayzk the Befouled (Legendary Hero), the Chaos Lord of Nurgle (Lord), the Chaos Sorcerer of Nurgle (Hero), Plague Ogres, Rot Knights, Toad Dragons, Pestigors, dan Bile Trolls.

Bagaimana menurut kalian?

Registrasi Tahap Testing Zenless Zone Zero di PS5 Telah Dibuka

0

HoYoverse telah mengumumkan dibukanya masa registrasi untuk tahap testing Zenless Zone Zero di platform PS5. Registrasi bisa dilakukan sekarang dan akan ditutup pada tanggal 17 April 2024. Mengenai kapan dimulainya tahap testing di PS5 akan diumumkan belakangan. Registrasi bisa dilakukan di sini dengan menjawab beberapa pertanyaan survey yang diberikan oleh HoYoverse.

Mereka yang beruntung nantinya akan dihubungi langsung oleh HoYoverse melalui email. Semua data yang didapatkan dari hasil testing ini tidak akan disimpan. Kalian juga tidak memerlukan layanan PlayStation Plus untuk bisa berpartisipasi dalam testing. Untuk space, tahap testing Zenless Zone Zero membutuhkan setidaknya 40GB di PS5. Keterangan lebih lanjut bisa dilihat di sini.

Bagaimana menurut kalian?