Home Blog Page 256

Resident Evil 3 Remake Hadir di Xbox Game Pass Februari

0

Daftar game yang akan hadir di Xbox Game Pass untuk periode bulan Februari telah diumumkan. Resident Evil 3 Remake adalah salah satu judul yang akan tersedia di layanan berlangganan ini untuk bulan Februari. Berikut adalah daftarnya:

  • Anuchard: Tersedia sekarang (Cloud, konsol, PC)
  • Train Sim World 4: 7 Februari (Cloud, konsol, PC)
  • Madden NFL 24: 8 Februari (Konsol, PC)
  • Resident Evil 3 Remake: 13 Februari (Cloud, konsol, PC)
  • Bloodstained: Ritual of the Night: 14 Februari (Cloud, konsol, PC)
  • A Little To The Left: 15 Februari (Cloud, konsol, PC)
  • PlateUp!: 15 Februari (Cloud, konsol, PC)
  • Return to Grace: 20 Februari (Cloud, konsol, PC)

Selain itu diumumkan juga bahwa game MLB The Show 24 juga akan tersedia di Game Pass pada Day One. MLB The Show 24 adalah game olahraga dengan tema baseball yang diadaptasi kompetisi liga baseball di Amerika Serikat.

Detail lebih lanjut untuk daftar Xbox Game Pass di bulan Februari bisa dilihat di sini. Tambahan informasi buat kalian yang mungkin belum tahu, Xbox saat ini sedang memberikan penawaran menarik untuk layanan Game Pass. Untuk merayakan Year of the Dragon, Xbox menghadirkan penawaran eksklusif spesial Lunar New Year untuk harga langganan PC Game Pass. Selama periode 31 Januari – 14 Februari, pengguna pertama dapat berlangganan PC Game Pass hanya dengan Rp. 14.999.

Bagaimana menurut kalian?

Promo Dragon Year Sale Digelar di Steam

0

Sega mengumumkan Dragon Year Sale yang telah digelar di Steam sekarang. Promo ini menawarkan diskon menarik untuk berbagai pilihan game di PC dalam periode terbatas yaitu sampai dengan tanggal 15 Februari 2024.

Salah satu tawaran menarik adalah diskon 25% untuk Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name. Selain itu harga menarik juga diberikan kepada Persona 5 Tactica (35%), Demon Slayer -Kimetsu no Yaiba The Hinokami Chronicles (60%), dan Hatsune Miku: Project DIVA Mega Mix+.

Detail lebih lanjut tentang Dragon Year Sale di Steam bisa dilihat di sini.

Trailer Baru Unicorn Overlord Dirilis

0

Sega telah merilis trailer baru untuk game strategi Unicorn Overlord. Video ini menjelaskan tentang bagaimana cara membangun hubungan dengan karakter lain dalam game. Tingkat hubungan ini bisa dipantau dalam fitur yang dinamakan Rapport.

Beberapa cara yang bisa dlakukan oleh pemain untuk memperdalam Rapport seperti bertarung bersama. Makan bersama, atau memberikan hadiah. Jika pemain mengajak karakter yang sudah memiliki Rapport tinggi untuk bertarung bersama akan mendapatkan efek yang dinamakan Rapport Bonus.

Tavern adalah tempat bagi pemain untuk mengajak karakter lainnya makan bersama. Karakter yang diajak juga bisa lebih dari satu dan jenis menu makanan yang dipesan juga akan berdampak kepada tinggi rendahnya tingkat hubungan yang didapatkan. Hal yang sama juga berlaku ketika memberikan hadiah. Untuk memberikan hadiah, karakter yang diinginkan harus lebih dulu dijadikan sebagai guard.

Jika hubungan karakter utama dengan karakter sudah mencapai maksimum, pemain bisa melakukan Rite of Covenant dengan memberikan cincin spesial pada karakter tersebut.

Unicorn Overlord akan menggabungkan unsur-unsur baru dengan elemen klasik game 16-bit untuk menciptakan game yang unik. Cerita dari Unicorn Overlord terjadi di Fevrith yang menjadi rumah bagi lima negara: Kingdom of Cornia, Drakenhold, Elheim, Bastorias, dan Holy Kingdom of Albion. Pemberontakan dipimpin oleh Jenderal Valmore terjadi di Kingdom of Cornia dan menciptakan perang. Karakter utama dari Unicorn Overlord adalah Alain, adalah pangeran dari Cornia yang selamat dan pemberontakan dan memimpin Liberation Army.

Unicorn Overlord akan rilis pada tanggal 8 Maret 2023 di PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, dan Nintendo Switch.

Demo Final Fantasy VII Rebirth Telah Tersedia di PlayStation Store

0

Square Enix telah mengumumkan rilis versi demo Final Fantasy VII Rebirth di PlayStation Store. Demo ini bisa didownload gratis mulai hari ini.

Demo dari Final Fantasy VII Rebirth akan dibagi menjadi dua tahap. Untuk tahap pertama yang bisa dimainkan sekarang akan menampilkan cerita Fall of a Hero in Nibelheim. Pada cerita ini pemain akan menjadi Cloud dalam misi awalnya sebagai SOLDIER yang ditugaskan di Nibelheim. Lalu pada tanggal 21 Februari 2024, tahap kedua akan dirilis yaitu tentang cerita Dawn of a New Era in Junon.

Pemain yang menyelesaikan demo Fall of a Hero in Nibelheim akan mendapatkan bonus yaitu Kupo Charm dan adventuring set saat memainkan versi full game nanti. Pemain ini juga bisa men-skip cerita tersebut di versi full game.

Selain mengumumkan versi demo, Square Enix juga merilis trailer baru bersamaan dengan acara State of Play Final Fantasy VII Rebirth yang berlangsung tadi pagi.

Final Fantasy VII Rebirth akan rilis pada tanggal 29 Februari 2024 eksklusif di PS5.

Review Suicide Squad: Kill the Justice League (PC): Membunuh Superhero Bukan Pekerjaan Mudah

0

Rocksteady Studios yang terkenal dengan seri Batman: Arkham menghadapi tantangan besar saat mengumumkan game baru mereka, Suicide Squad: Kill the Justice League di 2020. Banyak yang tidak yakin dengan ide game ini, dimana pemain menjadi penjahat yang ditugaskan untuk membunuh Justice League. Membunuh Superman dan teman-temannya dengan tim yang hanya mengandalkan senjata konvensional? Apakah mungkin?

Belum lagi publisher WB Games selaku pemilik IP Suicide Squad: Kill the Justice League juga memiliki sejarah yang bisa dibilang kurang baik dengan game multiplayer bertema superhero DC. Masih ingat dengan game Gotham Knights yang rilis pada 2022? Game ini juga menitikberatkan pada mode multiplayer meski bisa juga bisa dimainkan secara singleplayer. Sampai review ini dibuat, Gotham Knights hanya mendapatkan review Mixed di Steam.

Belajar dari “pengalaman” Gotham Knights, WB Games dan Rocksterady akhirnya dengan berani membuat Suicide Squad: Kill the Justice League. Apakah kali ini hasil yang didapat bakal sesuai dengan harapan?

Kebetulan saya mendapatkan kesempatan untuk memainkan versi review Suicide Squad: Kill the Justice League di PC.  Secara sekilas, Suicide Squad: Kill the Justice League terlihat seperti game yang betul-betul diracik dengan sempurna. Tapi ternyata isi gamenya tidak sedalam dengan apa yang diharapkan.

Bagaimana Cara Membunuh Superhero?

Inti cerita dari Suicide Squad: Kill the Justice League sebetulnya sangat sederhana. Bagaimana cara membunuh superhero yang memiliki kekuatan layaknya dewa. Tema ini jelas sangat penuh dengan kontroversi karena sosok superhero seharusnya adalah tokoh baik dan menjadi role model untuk semua orang. Tapi yang terjadi di game ini justru sebaliknya.

Dari tema yang diangkat saja Suicide Squad: Kill the Justice League sudah menimbulkan pro dan kontra. Rocksteady sepertinya berusaha keras untuk mencoba sesuatu yang baru, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk membuat game Suicide Squad. Menurut saya ide ini sebetulnya cukup bagus. Tapi sayang eksekusi dalam gamenya kurang baik sehingga terkesan biasa saja.

Ketika seorang superhero mati seharusnya memiliki momen yang tidak terlupakan. Tapi ketika matinya hanya seperti NPC biasa seperti yang terjadi di Suicide Squad: Kill the Justice League jelas mengecewakan.

Brainiac Hanya Sekedar Icing On The Cake

Agar pemain bisa memiliki alasan untuk membunuh Justice League, dibuatlah latar belakang cerita yang menjadi pemicu utama. Rupanya para superhero DC ini telah menjadi korban dari cuci otak yang dilakukan oleh alien bernama Brainiac.

Melalui kemampuannya, Brainiac berhasil membuat Justice League yang awalnya lawan menjadi anak buah untuk membantunya menaklukan bumi. Rencana Brainiac dimulai dari kota Metropolis dalam game sudah seperti kota hantu.

Karena sudah tidak memiliki perlindungan, manusia akhirnya terpaksa menggunakan jasa para penjahat yang ironisnya ditangkap oleh superhero yang sudah menjadi anak buah Brainiac. Pemain akan menjadi Harkey Quinn, Deadshot, Captain Boomerang, dan King Shark yang tergabung dalam satuan bernama Task Force X aka Suicide Squad. Mereka dipekerjakan secara paksa oleh kelompok A.R.G.U.S. yang berada di bawah pimpinan Amanda Waller. Jika Suicide Squad tidak mau mengerjakan apa yang diminta oleh Waller atau malah kabur, maka kepala mereka akan diledakkan.

Begitulah alur cerita dari Suicide Squad: Kill the Justice League. Suka tidak suka, jika memainkan game ini kalian akan menjadi penjahat DC yang ditugaskan untuk memburu para pahlawan. Untungnya kepribadian dari para penjahat ini berhasil dibentuk dengan baik oleh Rocksteady dan menawarkan perspektif baru untuk game bertema superhero.

Penjahat yang Suka Bercanda dan Sembarangan

Salah satu daya tarik terbesar dari Suicide Squad: Kill the Justice League adalah karakternya. Harley Quinn yang bisa gila, humoris, tapi kadang juga memiliki empati. Deadshot yang memiliki karakter seperti seorang tentara dan sangat protektif terhadap anggota keluarganya. Captain Boomerang yang merupakan tipikal karakter penjahat yaitu kurang ajar. Terakhir adalah King Shark yang kuat tapi lugu, sangat mengingatkan dengan Drax dari Guardians of the Galaxy.

Kepribadian setiap karakter ini membuat game menjadi lebih hidup. Interaksi mereka berempat selalu menarik untuk disimak. Entah itu adalah saling bercanda atau bersaing untuk melihat siapa yang lebih baik. Pada momen tertentu kalian juga bisa melihat mereka bingung dan mempertanyakan apa itu kepahlawanan. Karena pahlawan yang seharusnya melawan mereka justru berbuat hal yang lebih keji.

Suicide Squad: Kill the Justice League juga akan memperkenalkan pemain dengan lebih banyak penjahat dari DC universe. Mulai dari Penguin yang ahli dalam membuat senjata, Hack yang berupa program komputer dan bisa masuk ke mana saja, Poison Ivy yang secara ajaib hidup kembali, Gizmo ahli dalam membuat kendaraan tempur, dan masih banyak lagi. Sayangnya karakter mereka kurang digali lebih dalam dan hanya muncul sebatas NPC biasa saja.

Kualitas Grafis Tidak Perlu Diragukan Lagi

Dari segi grafis dan visual, Suicide Squad: Kill the Justice League patut diacungi jempol. Seperti game AAA pada umumnya, game ini memiliki kualitas grafis yang luar biasa. Selama bermain saya tidak pernah melihat adanya kekurangan untuk segi grafis.

Kota Metropolis yang menjadi latar dari Suicide Squad: Kill the Justice League dibuat dengan baik oleh Rocksteady. Sesuai dengan julukannya City of Future, Metropolis dipenuhi oleh bangunan tinggi dengan monorail sebagai penyambungnya. Kota ini juga memiliki gedung pencakar langit seperti LexCorp kepunyaan Lex Luthor. Tema futuristik ini dilengkapi oleh kemunculan patung-patung berbentuk manusia. Patung ini adalah sisa dari penduduk Metropolis setelah diserang oleh Brainiac.

Pemain juga bisa berkunjung ke tempat-tempat ikonik di Metropolis seperti Hall of Justice yang merupakan markas besar dari Justice League. Daily Planet, kantor berita tempat Clark Kent alias Superman bekerja juga bisa dikunjungi di game ini dan masih banyak lagi easter egg dari DC lainnya.

Kualitas Rocksteady dalam membuat visualisasi karakter dalam game terlihat di Suicide Squad: Kill the Justice. Emosi dari karakter bisa kalian lihat dan rasakan dari animasi mimik wajah yang begitu jelas. Ditambah lagi dengan script writing yang bagus membuat setiap dialog yang ada di dalam game menjadi menarik untuk disimak dan jarang ada yang basi.

Para pengisi suara dalam game termasuk sang legenda Kevin Conroy juga patut diacungi jempol. Berkat suara merekalah karakter-karakter di Suicide Squad: Kill the Justice League bisa menjadi hidup.

Gameplay Sayangnya Terlalu Dangkal

Suicide Squad: Kill the Justice League menawarkan pengalaman bermain yang dinamis dengan memperkenalkan empat karakter yang bisa dimainkan. Jika dilihat secara sekilas Harley Quinn, Deadshot, Captain Boomerang, dan King Shark terlihat memiliki gaya bermain yang berbeda. Tapi jika kalian sudah memainkan game ini, maka kalian akan tahu bahwa mereka berempat sebetulnya memiliki gaya bermain yang sama.

Sebagai pembanding adalah Marvel’s Avengers. Game ini juga memiliki beragam karakter yang bisa digunakan oleh pemain. Tapi setiap karakter memiliki feeling yang berbeda ketika dimainkan. Berbeda dengan Suicide Squad: Kill the Justice League. Feeling yang saya rasakan setelah menggunakan Harley Quinn, Deadshot, Captain Boomerang, dan King Shark semuanya sama. Mekaniknya pun sama yaitu pukul musuh sampai mental ke atas dan tembak di udara.

Deretan skill yang dihadirkan di Skill Tree setiap karakter juga tidak terlalu banyak berdampak pada gaya bermain. Karena kurang lebih semuanya sama yaitu hanya memberikan buff kepada karakter atau debuff kepada musuh dengan melakukan action tertentu. Justru yang menurut saya membuat setiap karakter terasa unik dan berbeda adalah mekanik Traversal.

Misalnya Harley Quinn menggunakan drone dan grappling hook milik Batman atau Captain Boomerang yang menggunakan sarung tangan bertenaga Speed Force sehingga ia bisa berlari dengan cepat seperti Flash. Menguasai mekanik Traversal setiap karakter membutuhkan waktu dan proses untuk mempelarinya. Pada awalnya saya agak kesal dengan mekanik ini. Namun setelah cukup lama memainkan gamenya, Traversal ternyata justru membuat permainan menjadi menarik.

Suicide Squad: Kill the Justice League juga menghadirkan beragam jenis senapan yang bisa digunakan. Ada enam tipe senjata yang bisa digunakan yaitu pistol, SMG, assault rifle, shotgun, sniper rifle, heavy weapon. Awalnya saya mengira setiap karakter akan memiliki tipe senjatanya sendiri dan tidak sama dengan karakter yang lain. Tapi ternyata tidak.

Selain senapan, setiap karakter juga akan memiliki senjata untuk serangan jarak dekat atau melee. Lalu ada Shield mod yang berfungsi sebagai pelindung ketika kalian sedang bertarung dan Traversal Mod untuk memperkuat mekanik Traversal karakter kalian. Semua item akan memiliki rarity dari yang terbawah yaitu common sampai dengan yang teratas yaitu epic.

Kustomisasi Senjata Tingkat Tinggi

Saya salut dengan Rocksteady yang sudah menyiapkan fitur kustomisasi senjata dan equipment yang in-depth di Suicide Squad: Kill the Justice League. Setiap senjata dan mod yang karakter kalian miliki bisa diupgrade dan dikostumisasi sesuai dengan selera kalian. Untuk mendapatkan fitur kustomisasi ini kalian harus menjalankan main story dan sudah merekrut Penguin, Poison Ivy, dan Toyman.

Penguin adalah tempat kalian untuk crafting senjata dan juga untuk upgrade. Poison Ivy akan memberikan affliction atau efek status kepada senjata kalian. Terakhir Toyman akan meningkatkan atribut yang dimiliki oleh senjata kalian. Untuk menguasai fitur kostumisasi ini memerlukan waktu yang cukup lama, karena pemain harus grinding terlebih dahulu untuk menemukan bahan crafting atau senjata yang cocok.

Kustomisasi senjata juga akan berperan penting untuk konten endgame. Main story dari Suicide Squad: Kill the Justice League hanyalah sebatas mencicipi bagian permukaan saja. Jika kalian ingin merasakan dagingnya maka harus sampai pada tahap endgame.

Fitur kustomisasi ini menurut saya sangat menarik. Tapi sayangnya ikut terganjal oleh gameplay yang dangkal.

Quest Membosankan dan Multiplayer yang Sepi

Variasi quest yang disediakan di game ini baik untuk main story maupun side quest sayangnya hanya begitu-begitu saja. Kalian akan diminta untuk menghabisi musuh yang datang secara bergelombang, mempertahankan titik tertentu agar tidak dikuasai, atau menolong orang dengan mengecilkannya ke ukuran mini dan membawa ke safe zone. Itu saja variasinya tidak ada yang lain.

Ada satu bagian yang menarik ketika pertama kali bertemu dengan Batman. Tapi sayangnya tidak ada lagi setelahnya. Satu hal yang menghibur saya setelah menjalankan quest adalah menonton cutscene yang muncul setelahnya. Hanya itu saja.

Mode multiplayer yang seharusnya membuat game ini menarik karena setiap pemain bisa saling berlomba untuk menjadi yang terbaik juga sama sekali tidak menolong. Sangat sulit untuk menemukan matchmaking di game ini. Saya pernah menghabiskan waktu selama 30 menit dan hanya mendapatkan satu matchmaking saja. Fakta ini begitu ironis apalagi mengingat game ini adalah game live service yang seharusnya memiliki jumlah pemain banyak.

Suicide Squad: Kill the Justice League Dari Segi Teknis

Dari segi grafis Suicide Squad: Kill the Justice League tergolong game yang demanding. Untuk memainkan game ini saya menggunakan PC dengan spesifikasi CPU Ryzen 7 2700X, VGA GeForce RTX 4070 Ti, RAM 32GB dan SSD. Dengan spesifikasi ini saya bisa memainkan game dengan setting grafis medium high. Suicide Squad: Kill the Justice League juga sudah didukung oleh fitur upscaling dan special effect seperti ray tracing.

Mengenai masalah teknis, selama memainkan Suicide Squad: Kill the Justice League saya tidak pernah bertemu dengan bug yang menganggu atau mengalami crash. Saya pernah bertemu glitch dimana musuh sama sekali tidak menyerang karakter saya, tapi ini hanya terjadi sekali saja.

Kesimpulan

Suicide Squad: Kill the Justice League menurut saya menawarkan sudut pandang yang menarik untuk cerita bertema superhero. Kekurangannya adalah tidak adanya momen yang memorable setelah tim Suicide Squad berhasil membunuh Justice League.

Untungnya kepribadian Harley Quinn, Deadshot, Captain Boomerang, dan King Shark justru menjadi penolong untuk mengkatrol dari segi cerita. Setiap dialog yang muncul dari interaksi mereka selalu menarik untuk disimak.

Dari segi grafis dan visual Suicide Squad: Kill the Justice League juga telah memenuhi syarat sebagai game AAA. Ditambah lagi fitur kustomisasi yang cukup in-depth. Tapi sayangnya gameplay yang dangkal justru membuat itu semua menjadi sia-sia. Ditambah lagi mode multiplayer yang diagung-agungkan terasa hampa karena sulitnya untuk matchmaking. Pada akhirnya pemain akan lebih banyak bermain sendirian ditemani oleh bot dengan AI yang hampir tidak berguna.

Game Shooter dengan Tema Pesta Sabun Foamstars Telah Rilis

0

Square Enix telah resmi meluncurkan Foamstars pada hari ini. Game team shooter dengan  tema pesta busa ini telah tersedia secara eksklusif di PS5 dan PS4. Foamstars juga merupakan salah satu game bulanan khusus untuk para pengguna layanan PlayStation Plus di bulan Februari.

Mulai hari ini, semua pelanggan PlayStation Plus berkesempatan untuk mendapatkan, mengunduh, dan menikmati Foamstars tanpa harus membayar biaya tambahan. Kesempatan ini terbuka sampai dengan tanggal 4 Maret 2024.

Foamstars adalah game multiplayer shooter 4vs4 yang penuh warna dan dapat diakses oleh pemain dengan berbagai tingkat kemampuan. Game ini menggabungkan kesenangan berpesta sabun dengan ketegangan pertempuran adu tembak, di mana pemain menggunakan busa untuk menyerang, membangun, dan bertahan. Foamstars memiliki mode mode PvP dan PvE. Mode PvP bisa dimainkan oleh delapan pemain dalam format empat lawan empat. Sedangkan mode PvE bisa dimainkan solo atau dengan tiga pemain lain dalam satu tim.

Bagaimana menurut kalian?

Heboh Kabar Xbox Rilis Game Eksklusifnya di Platform Lain

0

Belakangan industri game sedang ramai membicarakan tentang Microsoft dan Xbox yang kabarnya akan merilis game eksklusifnya di platform lain. Beberapa game ekslusif milik Xbox yang dimaksud adalah Hi-Fi Rush, Sea of Thieves, Gears of War, bahkan sampai Starfield dan Indiana Jones and the Great Circle.

Dilansir dari The Verge, Microsoft disebut akan menggunakan strategi dari Sony untuk mengatur bagaimana game eksklusif Xbox bisa tersedia di platform yang lain. Contohnya adalah Indiana Jones the Great Circle yang awalnya hanya tersedia di Xbox Series dan PC saja ketika rilis. Namun beberapa bulan setelahnya game tersebut juga akan tersedia di PS5.

Kehebohan kabar tentang game eksklusif Xbox akan muncul di platform lainnya akhirnya membuat Microsoft angkat bicara. Pimpinan Xbox Phil Spencer melalui akunnya di X mengatakan bahwa dalam waktu dekat ia dan timnya akan menjelaskan tentang roadmap untuk Xbox kedepan.

Jika kabar ini betul apa adanya, apa yang dilakukan oleh Microsoft dan Xbox semoga menjadi awal dari selesainya era Console War. Tidak ada lagi game eksklusif di satu platform, melainkan hanya eksklusif dalam waktu terbatas saja sehingga semua orang bisa menikmatinya.

Bagaimana menurut kalian?

Akankah Ada Versi Remaster Dari Game Silent Hill Klasik?

0

Apakah mungkin Konami akan membuat versi remake atau mungkin remaster dari game Silent Hill klasik? Kita semua sudah tahu bahwa Silent Hill 2 Remake sedang dikerjakan oleh Bloober Team. Tapi bagaimana dengan game Silent Hill yang lainnya? Apakah mereka akan mendapatkan perlakuan remake seperti Silent Hill 2 atau hanya di remaster?

Dalam video wawancara kepada developer HexaDrive mengenai Silent Hill: The Short Message, rencana Konami dengan game Silent Hill terungkap. Level Design Director Rika Miyatani menjelaskan pada awalnya HexaDrive dikontak oleh Konami untuk membuat versi remake dari game Silent Hill. Namun proyek ini dibatalkan dan akhirnya HexaDrive justru membuat Silent Hill: The Short Message.

Meski tidaK mendapatkan kesempatan untuk mengerjakan Silent Hill 2 Remake, ia mengatakan bahwa timnya tertarik untuk mem-porting game klasik Silent Hill ke platform moderen. Untuk informasi, Konami pada 2012 sudah sempat merilis Silent Hill HD Collection yang merupakan game kompilasi dari beberapa judul Silent Hill klasik.

Pertanyaannya adalah apakah Konami tertarik untuk melakukannya lagi tapi dengan kualitas yang lebih baik lagi? Kita lihat saja nanti.

Capcom Disebut Sedangkan Kerjakan 5 Game Resident Evil

0

Game Resident Evil 4 Remake baru saja rilis tahun lalu. Tapi rupanya sudah ada fans yang menginginkan Capcom untuk merilis game Resident Evil lagi, entah itu remake atau baru. Tidak perlu khawatir karena menurut bocoran yang beredar di internet, Capcom saat ini sudah menggodok 5 game Resident Evil di dapurnya.

Netizen bernama HazzadorGamin di X membagikan postingan dari AestheticGamer atau Dust Golem yang menyebutkan bahwa ada 5 game Resident Evil yang sedang dikerjakan oleh Capcom, dan salah satunya adalah Resident Evil 9. Reputasi Dusk Golem dalam membagikan informasi lebih dulu dibandingkan publisher dan developer sudah diakui. Ia merupakan salah satu orang yang dulu merilis informasi tentang Resident Evil Village sebelum Capcom mengungkapnya ke publik.

Dari ending Resident Evil 4 Remake, sudah terlihat tanda-tanda bahwa Capcom berniat juga untuk membuat remake dari Resident Evil 5. Apakah ini adalah proyek Resident Evil selanjutnya?

Berbicara mengenai Resident Evil, pada tanggal 9 Februari 2024 Capcom akan merilis Gold Edition untuk Resident Evil 4 Remake. Edisi ini berisi main game sekaligus semua DLC termasuk Separate Ways. Resident Evil 4 Gold Edition akan tersedia di PS5, PS4, Xbox Series, dan PC.

Granblue Fantasy: Relink Sukses Besar di Steam

0

Game terbaru milik Cygames, Granblue Fantasy: Relink sukses besar di Steam. Kesuksesan ini bahkan sampai melampaui dua game besar lainnya yang rilis dalam waktu sama, Persona 3 Reload dan Suicide Squad: Kill the Justice League.

Menurut data yang diperoleh dari SteamDB, Granblue Fantasy: Relink duduk di peringkat pertama dalam daftar game populer yang baru rilis dengan jumlah pemain tertinggi 112.072. Setelah itu diikuti oleh Persona 3 Reload dengan jumlah pemain 36.590. Sedangkan Suicide Squad: Kill the Justice League duduk pada peringkat keempat dengan jumlah pemain 9.998.

Granblue Fantasy: Relink sempat mengalami masa development hell, bahkan ditinggal oleh developernya sendiri. Tapi sekarang Cygames akhirnya bisa mendapatkan buah yang sudah ditunggu-tunggu. Kedepannya Cygames telah mempersiapkan konten baru yang akan diimplementasi ke Granblue Fantasy: Relink. Update paling dekat adalah di bulan Maret dimana akan ada raid boss baru, Lucilius.

Kalian bisa membaca review Granblue Fantasy: Relink yang dibuat oleh tim Playcubic di sini.