Home Blog Page 239

Zephyrus G14, Laptop AI Gaming Paket Lengkap

0

Tidak banyak produsen laptop yang menghadirkan laptop gaming dengan layar 14-inci. Mengapa? Karena laptop gaming dengan layar 14-inci harus tampil dengan desain yang lebih ringkas dan ringan dari laptop 15 atau 16-inci yang saat ini membanjiri pasar. Karena harus didesain lebih ringkas dan ringan laptop 14-inci memiliki ruang yang lebih kecil untuk berbagai komponennya, khususnya komponen pendinginan. Jadi produsen laptop harus bisa menghadirkan laptop dengan performa kencang dengan ruang yang sangat terbatas.

ASUS merupakan salah satu dari sedikit produsen laptop yang berani bereksperimen dengan laptop gaming 14-inci. Sejak pertama kali diperkenalkan, ROG Zephyrus G14 telah menjadi barometer tidak hanya bagi pengembangan laptop gaming 14-inci, tetapi juga laptop dengan desain ringkas. Selama kurang lebih tiga tahun ROG Zephyrus G14 telah berhasil menjadi raja dari laptop gaming 14-inci berkat performanya yang powerful serta konsisten, desain yang ringkas dan ringan, serta dilengkapi fitur modern.

Di tahun 2024 kali ini, ROG Zephyrus G14 kembali hadir namun sebagai laptop baru. ROG Zephyrus G14 (GA403) tampil dengan desain yang lebih tipis, ringkas, dan ringan. Tidak tanggung-tanggung, Zephyrus G14 (GA403) bahkan dinobatkan sebagai laptop gaming 14-inci paling tipis dan ringan di dunia saat ini dan juga tampil sebagai AI gaming laptop.

Pertanyaannya adalah, bagaimana dengan performa serta aspek lainnya? Mari kita bahas.

Paling Tipis dan Ringan

ROG Zephyrus G14 (GA403) hadir dengan desain terbaru yang lebih ramping dan estetik. Chassis yang dibuat dengan teknik CNC-machined membuat laptop ini lebih ringan namun tetap kuat dibanding generasi sebelumnya. Ini memberi laptop kemampuan untuk menjadi lebih ramping tanpa mengorbankan durabilitas. Dengan bobot hanya 1,5 kg dan ketebalan 1,59 cm, ROG Zephyrus G14 (GA403) menawarkan portabilitas yang tinggi, membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk gamers yang membutuhkan perangkat yang mudah dibawa.

Chassis yang dirancang dengan CNC-machined juga memberikan ROG Zephyrus G14 (GA403) kelebihan lain berupa ruang tambahan yang memungkinkan pemasangan keyboard yang lebih luas dan sistem audio yang lebih unggul. Desain keyboard edge-to-edge dengan tombol yang lebih besar dan jarak antar tombol yang lebih rapat memberikan pengalaman mengetik yang lebih nyaman. Touchpad yang lebih besar dari versi sebelumnya juga menambah kemudahan dalam navigasi dan kontrol, menjadikan interaksi pengguna dengan laptop ini lebih intuitif.

Sistem audio pada ROG Zephyrus G14 (GA403) mendapat dukungan teknologi dari Dolby Atmos, memberikan kualitas suara yang kaya dan imersif. Speaker yang 25% lebih besar dibandingkan dengan model sebelumnya mampu menghasilkan suara yang 40% lebih keras, memberikan pengalaman audio yang mendalam untuk gaming, musik, dan hiburan lainnya. Hal ini menjadikan laptop ini pilihan yang tepat bagi pengguna yang menghargai kualitas suara tinggi dalam permainan atau multimedia.

ROG Zephyrus G14 (GA403) juga menampilkan inovasi melalui Slash Lighting, sebuah fitur pencahayaan LED unik yang terletak di bagian belakang layar. Fitur ini dapat disesuaikan melalui aplikasi Armoury Crate, memungkinkan pengguna untuk menampilkan pola atau notifikasi tertentu yang membuat tampilan laptop ini lebih personal dan menarik. Slash Lighting menambah kesan modern dan personalisasi yang kuat pada laptop ini, menjadikannya lebih dari sekadar perangkat gaming.

Keseluruhan, ROG Zephyrus G14 (GA403) membawa kemajuan signifikan dari versi sebelumnya, dengan peningkatan pada desain, kepraktisan, dan teknologi audio. Fitur-fitur seperti keyboard yang lebih nyaman, sistem audio yang diperkuat, dan Slash Lighting yang unik, menjadikannya pilihan yang tepat bagi gamer yang mencari laptop gaming yang tidak hanya kuat tapi juga estetis dan mudah dibawa kemana-mana. Ini menunjukkan komitmen ASUS dalam menyediakan teknologi terdepan untuk memenuhi kebutuhan para gamers.

Dibekali Layar OLED

Salah satu keunggulan utama ROG Zephyrus G14 (GA403) ada pada layarnya yang menggunakan ROG Nebula Display. Berbeda dengan laptop ROG lainnya, layar ROG Zephyrus G14 (GA403) telah menggunakan panel OLED yang sudah dibekali teknologi variable refresh rate (VRR) melalui NVIDIA G-SYNC. Bersama dengan saudaranya yaitu ROG Zephyrus G16 (GU605), ROG Zephyrus G14 (GA403) merupakan AI gaming laptop pertama di dunia yang mengadopsi layar OLED dengan VRR sehingga memastikan pengalaman gaming tanpa tearing ataupun stuttering.

Penggunaan layar OLED memastikan tingkat reproduksi warna yang lebih tinggi dan akurat dengan color gamut 100% DCI-P3 serta delta-E < 1. Tidak hanya itu, layar OLED di ROG Zephyrus G14 (GA403) memiliki rasio kontras yang sangat tinggi, mengantongi sejumlah sertifikasi standar industri, mendukung teknologi HDR, dan yang paling penting adalah memiliki response time 0.2 ms yang jauh lebih cepat dibandingkan layar laptop gaming pada umumnya.

AI Gaming Laptop

ROG Zephyrus G14 (GA403) bukan sekadar laptop gaming, tetapi merupakan AI gaming laptop. ROG Zephyrus G14 (GA403) adalah salah satu laptop gaming pertama di Indonesia yang ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen™ 8040 Series yang telah dibekali oleh Ryzen AI, fitur yang mengkombinasikan CPU, GPU, dan NPU untuk mengakselerasi performa pemrosesan AI. Prosesor tersebut adalah komponen yang membuat ROG Zephyrus G14 (GA403) dikategorikan sebagai AI gaming laptop. Berkat prosesor AMD Ryzen™ 8040 Series, ROG Zephyrus G14 (GA403) tidak hanya tampil dengan performa yang lebih superior dibandingkan pendahulunya, tetapi juga lebih optimal serta efisien dalam hal pemrosesan AI.

Berkat dukungan prosesor AMD Ryzen™ 8040 Series yang terbaru, yang mengusung arsitektur ZEN 4 untuk CPU dan RDNA™ 3 untuk GPU terintegrasi, ditambah dengan NPU berbasis XDNA™, ROG Zephyrus G14 (GA403) dapat menghasilkan performa pemrosesan AI yang lebih efektif, yaitu hingga 40% lebih tinggi. Kehadiran NPU inilah yang membedakan laptop ini dari seri-seri sebelumnya dan mengkategorikannya dalam jajaran laptop gaming dengan kemampuan AI.

Berdasarkan hasil pengujian menggunakan UL Procyon Computer Vision Benchmark, prosesor AMD Ryzen™ 9 8945HS terlihat mampu menjalankan proses AI inference berbasis Float32, Float16, dan Integer dengan cukup baik.

Walaupun hadir dalam desain yang tipis dan ringan, ROG Zephyrus G14 (GA403) tetap menawarkan performa gaming yang kuat. Dengan penggunaan GPU NVIDIA GeForce RTX 4060, laptop ini tidak hanya mampu mengolah grafis game dengan lancar, tetapi juga meningkatkan kemampuan pemrosesan encoding dan rendering untuk aplikasi desain serta mendukung eksperimentasi di bidang AI. GPU tersebut juga membuat Zephyrus G14 (GA403) masuk dalam kategori AI Image Generation-Capable Laptop dan memiliki skor yang cukup tinggi pada pengujian menggunakan UL Procyon AI Image Generation Benchmark.

Keunggulan ROG Zephyrus G14 (GA403) juga didukung oleh sistem pendingin canggih ROG Intelligent Cooling yang menggunakan tri-fan technology dan liquid metal untuk komponen CPU dan GPU. Sistem ini memastikan laptop dapat beroperasi secara efisien dan optimal dalam menjalankan berbagai aktivitas, sekaligus menjaga suara kipas tetap rendah, yang merupakan peningkatan dibandingkan dengan sistem pendingin pada laptop gaming umumnya.

Dengan semua fitur dan teknologi yang terintegrasi, ROG Zephyrus G14 (GA403) menawarkan pengalaman bermain game dan penggunaan aplikasi yang lebih efisien dan responsif. Kehadiran teknologi AI yang disematkan dalam prosesor membuat laptop ini tidak hanya unggul dalam hal gaming, tetapi juga dalam pengolahan aplikasi berbasis AI, memberikan pengalaman yang holistik kepada penggunanya.

Performa Kencang dan Stabil

Zephyrus G14 (GA403) merupakan sebuah laptop gaming, yang artinya ia harus memiliki performa yang cukup kencang untuk memainkan semua game AAA yang ada di platform PC saat ini. Berdasarkan spesifikasinya, Zephyrus G14 (GA403) tentu sudah bisa memenuhi syarat tersebut. Namun pertanyaan selanjutnya adalah apakah performanya cukup stabil untuk memainkan game dalam waktu panjang? Jawaban singkatnya adalah ya.

Berikut adalah hasil pengujian menggunakan 3DMark Stress Test pada mode Speed Way yang diulang sebanyak 50 kali. Dari grafik di bawah terlihat bahwa suhu operasional Zephyrus G14 (GA403) masih sangat terjaga, yaitu rata-rata di angka 71⁰ C untuk CPU dan 82⁰ C untuk GPU. Performa stabil yang dihasilkan oleh Zephyrus G14 (GA403) salah satunya adalah berkat penggunaan Tri-Fan Technology pada sistem pendinginnya. Teknologi tersebut memanfaatkan tiga kipas untuk mendinginkan berbagai komponen utama di Zephyrus G14 (GA403) sehingga suhunya dapat terjaga dan performanya tetap stabil.

Bagaimana dengan performa gaming-nya? Tentu saja tetap kencang. Saat diuji menggunakan tiga game AAA yaitu Shadow of The Tomb Raider, Cyberpunk 2077, dan Horizon: Zero Dawn pada resolusi FHD+ (1920×1200), pengaturan garfis paling tinggi, serta tanpa bantuan DLSS atau FSR, Zephyrus G14 (GA403) yang dibekali prosesor AMD Ryzen™ 9 8945HS, GPU NVIDIA GeForce RTX 4060, dan memori 16GB, dapat menghasilkan framerate yang cukup tinggi.

Hal serupa juga tercermin di pengujian menggunakan aplikasi benchmark grafis 3Dmark. Dari pengujian tersebut terlihat bahwa skor yang dihasilkan tergolong sangat baik untuk laptop dengan ukuran super ringkas seperti Zephyrus G14 (GA403).

Yang menarik adalah Zephyrus G14 (GA403) hadir dengan NVIDIA Studio Driver, bukan Game Ready Driver. Artinya, ASUS memang ingin menyasar para pekerja kreatif yang membutuhkan laptop super ringkas namun tetap powerful di segala sisi melalui Zephyrus G14 (GA403) kali ini. Performa Zephyrus G14 (GA403) dalam hal content creation bahkan terbukti dapat menghasilkan skor yang sangat baik pada benchmark menggunakan UL Procyon pada mode Photo Editing dan Video Editing.

Main Spec.

ROG Zephyrus G14 (GA403)
CPU AMD Ryzen™ 9 8945HS Processor 4GHz (24MB Cache, up to 5.2 GHz, 8 cores, 16 Threads)

AMD Ryzen™ 7 8845HS Processor 3.8GHz (24MB Cache, up to 5.1 GHz, 8 cores, 16 Threads)

Operating System Windows 11 Home
Memory 2x8GB LPDDR5X 6400
Storage 1TB PCIe® 4.0 NVMe™ M.2 SSD
Display 14-inch ROG Nebula Display, OLED, 3K (2880 x 1800) 16:10, 120Hz, 0.2ms, 100% DCI-P3, Delta-E < 1, PANTONE Validated, 500nits, VESA CERTIFIED Display HDR True Black 500, Low Blue Light, Anti-Flicker, G-SYNC
NPU AMD Ryzen™ AI up to 39 TOPs
Graphics NVIDIA® GeForce RTX™ 4060

NVIDIA® GeForce RTX™ 4050

Input/Output 1x Type C USB 4 support DisplayPort™ / power delivery, 1x USB 3.2 Gen 2 Type-C support DisplayPort™, 2x USB 3.2 Gen 2 Type-A, 1x card reader (microSD) (UHS-II), 1x HDMI 2.1 FRL, 1x 3.5mm Combo Audio Jack, 1x HDMI 2.1 FRL, 1x 3.5mm Combo Audio Jack
Connectivity Wi-Fi 6E(802.11ax) (Dual band) 2*2 + Bluetooth® 5.3
Camera FHD camera with IR, support Windows Hello
Audio 4-speaker (dual force woofer) system, 2 Tweeters, AI noise-canceling technology, Dolby Atmos, Hi-Res certification, Smart Amp Technology
Battery 73WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion
Dimension 31.1 x 22.0 x 1.59 ~ 1.63 cm
Weight 1.5 Kg
Color Eclipse Gray, Platinum White
Price Rp29.999.000 (Ryzen 7 / RTX 4050 / 16GB / 1TB)

Rp34.999.000 (Ryzen 9 / RTX 4060 / 16GB / 1TB)

Warranty 2 Tahun Garansi Global dan 1 Tahun ASUS VIP Perfect Warranty

 

Tertarik dengan ROG Zephyrus G14 (GA403)? Kalian bisa melihat detail dan harganya di sini.

Acara Khusus Metaphor: ReFantazio Akan Tayang Bulan ini

0

Sega telah mengumumkan bahwa Studio Zero dari Atlus akan mengadakan acara siaran khusus pada tanggal 23 April 2024 pukul 6.00 pagi (UTC+8). Acara ini ditujukan untuk membagikan detail-detail baru tentang game RPG terbaru mereka, Metaphor: ReFantazio. Director dari Metaphor: ReFantazio, Katsura Hoshino juga akan hadir di acara ini untuk menjelaskan secara langsung. Kalian bisa menontonnya di sini.

Cerita dari Metaphor: ReFantazio berlatar di The United Kingdom of Euchronia. Kematian raja ditambah kondisi putra mahkota yang “koma” akibat kutukan menyebabkan kerajaan tersebut berada dalam ketidakstabilan. Untuk menentukan raja selanjutnya dibuatlah pertandingan yang dinamakan Royal Tournament.

Karakter utama game ini yaitu protagonist merupakan teman baik dari putra mahkota. Ia mengikuti turnamen ini untuk menolong temannya. Dalam petualangannya protagonist akan ditemani oleh peri bernama Gallica. Beberapa karakter lain yang berasal dari ras berbeda juga akan ikut bergabung bersama protagonist dan Gallica yaitu Strohl, Hulkenberg, dan Heismay.

Gameplay Metaphor: ReFantazio akan memadukan action dengan sistem turn-based. Kombinasi ini dijanjikan bakal membuat pemain bisa mengatur tempo permainan dengan tingkat kebebasan yang tinggi. Mekanik Daily Life seperti game Persona juga akan diimplementasi di Metaphor: ReFantazio, tentunya dengan perubahan dan inovasi baru.

Metaphor: ReFantazio rencananya akan rilis pada musim gugur 2024 di platform PS5, PS4, Xbox Series, dan PC.

Game Invincible Dibuat Oleh Developer The Walking Dead

0

Skybound yang terkenal dengan game visual novel The Walking Dead rupanya tertarik untuk membuat game bertema superhero. Skybound telah menjalankan program crowdfunding di Republic untuk membuat game AAA dari Invincible, superhero yang dibuat oleh Robert Kirkman dan juga ditayangkan di Amazon Prime.

Tidak main-main, Skybound telah mempekerjakan developer veteran yang merupakan mantan dari EA, Activision Blizzard, Epic Games, dan masih banyak lagi untuk membuat game Invincible. Sebelum membuka crowdfunding ini, Skybound juga ternyata sudah berhasil mengumpulkan dana sebesar USD18 juta dari investor untuk modal awal. Karena game Invincible yang dikerjakan adalah game AAA, kelihatannya Skybound perlu lebih banyak uang untuk merealisasikannya.

Nama Invincible mungkin belum terlalu dikenal oleh para pecinta superhero. Tapi di negara asalnya Amerika, Invincible mulai meraih popularitas karena alur cerita yang disajikan berbeda dengan cerita superhero pada umumnya. Selain sadis dan brutal, Invincible juga memperlihatkan sisi gelap dari superhero yang ternyata tidak semuanya baik.

Bagaimana menurut kalian?

Keanu Reaves Akan Jadi Pengisi Suara Shadow di Film Sonic 3

0

Kabar baru datang dari film Sonic. Bintang dari film laga John Wick, Keanu Reeves dikabarkan akan bergabung ke film Sonic the Hedgehog 3. Ia disebut akan mengisi suara dari karakter Shadow. Berita ini dilaporkan oleh The Hollywood Reporter yang mendapatkannya dari beberapa narasumber.

Berita lainnya adalah tentang Jim Carey yang akan kembali tampil di Sonic the Hedgehog 3 memang betul. Dalam acara presentasi Paramount di CinemaCon beberapa waktu lalu, diperlihatkan cuplikan pertama dari film Sonic The Hedgehog 3. Dalam cuplikan ini terungkap bahwa Dr. Robotnik, yang diperankan oleh Jim Carrey, mengalami depresi setelah kejadian di film Sonic The Hedgehog 2. Namun, ia kembali bersemangat setelah menciptakan Shadow the Hedgehog.

Kemunculan Shadow sudah diprediksi sejak post-credit scene di Sonic The Hedgehog 2. Pada bagian ini diperlihatkan sebuah tabung yang didalamnya berisi Shadow. Jika betul Keanu Reaves akan mengisi suara Shadow the Hedgehog, maka ini sudah kedua kalinya ia ikut dalam pengembangan produk game. Pertama adalah sebagai pengisi suara dari Johnny Silverhand di Cyberpunk 2077.

Bagaimana menurut kalian?

Hoyoverse Masuk Dalam Daftar Perusahaan Swasta Paling Bernilai di Dunia

0

Pencipta Genshin Impact, miHoYo atau yang kini dikenal sebagai HoYoverse telah mencetak prestasi baru yaitu sebagai salah satu perusahaan swasta terbesar di dunia. Informasi ini terungkap melalui data Indeks Unicorn Global yang disusun oleh Hurun Research Institute.

Data dari Indeks Unicorn Global 2024 ini memberikan peringkat kepada perusahaan swasta serta startup global yang memiliki nilai minimal USD1 miliar. Penilaian terakhir dilakukan pada 1 Januari 2024.

Menurut data tersebut, pada tahun 2024 HoYoverse berhasil masuk ke dalam daftar 15 perusahaan swasta terbesar dunia. Dengan valuasi sebesar USD23 miliar atau sekitar IDR370 triliun, HoYoverse berhasil naik sebanyak 91 peringkat dan sekarang menempati posisi ke-12. HoYoverse juga menjadi satu-satunya pengembang game dalam daftar 15 besar yang dibuat oleh Hurun Research Institute.

Menurut laporan tersebut, HoYoverse juga termasuk dalam lima perusahaan dengan kenaikan valuasi terbesar tahun ini. Tercatat telah terjadi lonjakan nilai mencapai USD15,8 miliar dalam kurun waktu satu tahun.

Kesuksesan dari HoYoverse ini tidak bisa lepas dari Genshin Impact yang sekarang sudah berjalan kurang lebih tiga tahun. Tidak hanya Genshin Impact, HoYoverse juga menelurkan game lain yang tidak kalah populer yaitu Honkai: Star Rail. Saat ini pun mereka sedang meracik game lain yaitu Zenless Zone Zero yang sudah ditunggu-tunggu tanggal rilisnya.

Bagaimana menurut kalian?

Persona 1 dan 2 Juga Akan Punya Versi Remake

0

Setelah membocorkan sedikit informasi tentang proyek Persona 6, akun Midori atau @MbKKssTBhz5 kembali menggoda fans. Kali informasi yang ia ungkap adalah tentang versi remake dari Persona 1 dan 2.

Menurutnya baik Persona 1 maupun Persona 2 akan memiliki versi remake, sama seperti yang diterima oleh Persona 3 dengan Persona 3 Reload. Ia menambahkan untuk jaga-jaga, ia akan menyebutnya dengan nama “update version”. Mungkin ia khawatir informasi tersebut akan menyebabkan masalah dengan Atlus dan Sega selaku pemilik IP dari Persona.

Berbicara tentang Persona, DLC Persona 3 Reload yang salah satunya berisi tambahan cerita Episode Aigis sudah bisa mulai dimainkan. Hanya saja kalian tidak bisa langsung memainkan cerita dari Episode Aigis, karena DLC ini dibagi menjadi tiga tahap dengan tanggal rilis yang berurutan. Episode Aigis akan menjadi penutupnya.

Bagaimana menurut kalian?

Jumlah Pemain Game Fallout Mendadak Meningkat

0

Fenomena unik terjadi kepada game Fallout yang dibuat oleh Bethesda. Rupanya telah terjadi peningkatan jumlah pemain pada bulan April ini, yang bertepatan dengan tayangnya serial televisi Fallout.

Beberapa game Fallout seperti Fallout 4 dan Fallout: New Vegas telah mengalami lonjakan jumlah pemain. Begitu juga dengan game MMO Fallout 76 jumlah pemainnya mendadak meningkat mulai dari tanggal 12 April. Amazon mulai menayangkan film Fallout pada tanggal 11 April 2024.

Kelihatannya hype dari film Fallout membuat gamer tertarik untuk memainkan kembali gamenya. Selain itu beberapa layanan juga mengadakan promo spesial yang berkaitan dengan Fallout. Misalnya seperti layanan Prime Gaming milik Amazon yang memberikan game Fallout 76 secara cuma-cuma.

Berbicara tentang film Fallout, Amazon rupanya tertarik untuk melanjutkannya ke season dua. Season pertama film ini sudah bisa ditonton sampai selesai melalui Amazon prime.

Trilogi Final Fantasy VII Remake Diharapkan Selesai di 2027

0

Tidak terasa Square Enix sudah mengerjakan Final Fantasy VII Remake selama kurang lebih empat tahun. Game pertama Final Fantasy VII Remake rilis di 2020 dan game keduanya Rebirth di 2024. Game ketiga yang akan menjadi ending dari trilogi ini ternyata diharapkan oleh Square Enix selesai di 2027. Informasi ini diungkap oleh @ataikimochi di media sosial X berdasarkan buku Final Fantasy VII Ultimania.

Menurut keterangan @ataikimochi, producer Yoshinori Kitase memiliki rencana untuk menyelesaikan bagian ketiga Final Fantasy VII Remake dalam kurun waktu tiga tahun. Rencana ini dicontoh dari Final Fantasy VII Rebirth yang berhasil selesai dalam tiga tahun. Kitase juga menjelaskan efisiensi ini bisa didapat karena mereka masih menggunakan tim yang sama, sehingga sudah mengerti apa saja yang perlu dilakukan.

Keterangan lainnya datang dari Tetsuya Nomura yang menurut @ataikimochi sudah mempersiapkan tahap voice recording untuk bagian ketiga Final Fantasy VII Remake. Sebabnya pembuatan untuk bagian cerita utama game ini sudah selesai.

Meski trilogi Final Fantasy VII Remake terlihat sukses dari kacamata gamer, menurut analis justru sebaliknya. Daniel Ahmad atau @ZhugeEX yang sering memberikan informasi valid tentang industri game berpendapat bahwa penghasilan Final Fantasy VII Rebirth tidak sebaik seperti yang diharapkan.

Menurutnya game tersebut hanya terjual setengah dari penjualan yang didapatkan oleh Final Fantasy VII Remake bagian pertama dalam kurun waktu yang sama.

Bagaimana menurut kalian?

Preview Tales of Kenzera: ZAU (PC): Bukan Sekedar Metroidvania

0

Tahun 2024 sepertinya akan menjadi tahunnya game Metroidvania. Setelah penampilan yang mengejutkan lewat Prince of Persia: The Lost Crown di awal tahun, genre ini siap mengejutkan gamer lagi lewat Tales of Kenzera: ZAU.

Saya ingat ketika pertama kali diumumkan pada event The Game Awards 2023, Tales of Kenzera: ZAU disebut terinspirasi dari cerita asli tentang hubungan ayah dan anak. Namun karena diumumkan bersamaan dengan game-game lain, saya tidak terlalu mempedulikannya. Tapi sekarang saya akhirnya mengerti maksudnya.

Berkenalan dengan Surgent Studios

Beberapa waktu lalu saya mewakili Playcubic ikut serta dalam acara preview event online untuk Tales of Kenzera: ZAU. Diselenggarakan oleh EA, pada acara ini saya dan rekan media yang lain bisa berjumpa secara online dengan pencipta dari Tales of Kenzera: ZAU, Surgent Studios.

Pimpinan dari Surgent Studios, yaitu Abubakar Salim ternyata bukanlah nama asing di industri game. Ialah pengisi suara dari Bayek di Assassin’s Creed: Origins. Peran itu jugalah yang membuatnya masuk dalam nominasi BAFTA. Ia juga terjun ke dalam dunia film dan ikut serta dalam serial televisi Raised by Wolves dan House of the Dragon.

Tidak hanya itu, cerita yang dijadikan latar dari Tales of Kenzera: ZAU ternyata diadaptasi dari hubungan Salim dengan ayahnya. Ia menceritakan bahwa inspirasi untuk game ini datang dari apa yang ia rasakan, yaitu kerelaan untuk berbuat apa saja demi bisa menghidupkan kembali ayahnya yang sudah meninggal.

“Banyak yang bertanya kepada saya, kenapa saya lebih memilih menuangkan cerita saya dalam bentuk game daripada film. Alasannya adalah gamelah yang mendorong saya untuk terjun ke dunia akting. Lalu yang pertama kali memperkenalkan game kepada saya adalah ayah saya. Jadi saya merasa game ini tepat sebagai bentuk penghormatan saya kepadanya,” Ucapnya.

Apa yang dialami oleh Salim terefleksi ke dalam game, dimana karakter utamanya yaitu Zau adalah seorang Shaman muda. Demi menghidupkan kembali ayahnya, Zau sampai harus menjalin kerjasama dengan Dewa Kematian yang bernama Kalunga.

Untuk membuat Tales of Kenzera: ZAU menjadi lebih menarik. Salim dan timnya menambahkan bumbu spesial yaitu tentang tradisi dan juga mitologi dari Afrika. Karena menurutnya tradisi Afrika dimana masih adanya hubungan antara yang sudah meninggal dengan yang masih hidup sesuai dengan latar cerita dari game ini.

Mencoba Tales of Kenzera: ZAU

Secara konsep, Tales of Kenzera: ZAU kurang lebih sama dengan game metroidvania yang lain. Dalam game ini pemain akan ditantang kemampuannya untuk bermain dengan sebaik mungkin. Visual dan desain dari Tales of Kenzera: ZAU juga sudah menggunakan gaya moderen, 2.5D.

Dunia Kenzera yang ditampilkan dalam game terlihat indah dan penuh warna. Pada sesi preview saya sempat merasakan dua map atau biome. Map pertama terlihat seperti wilayah dataran tinggi dengan banyak tebing terbuat dari susunan batu dan juga air terjun di bagian background. Map kedua membawa saya ke dalam gua. Cahaya menjadi lebih redup dan saya banyak melihat tanaman seperti jamur dengan bioluminesensi seperti dalam film James Cameron Avatar.

Meski disajikan dengan grafis dan visual yang enak untuk dilihat, saya tetap harus waspada. Tales of Kenzera: ZAU memiliki unsur platformer, dimana saya dituntut untuk melompat dari satu platform ke platform lainnya. Pada sesi preview saya belum menemukan bagian platformer yang sulit. Tapi saya yakin pasti bagian ini ada di salah satu map di dalam game.

Ketika berhadapan dengan musuh, Zau diberikan dua pilihan yaitu menggunakan serangan jarak dekat atau serangan jarak jauh. Untuk serangan jarak dekat, saya menggunakan Sun Mask. Sedangkan serangan jarak jauh, saya memakai Moon Mask.

Keduanya bisa digunakan bersama secara kombinasi. Misalnya musuh dilontarkan dengan Sun Mask lalu diserang dengan serangan jarak jauh Moon Mask. Dalam Tales of Kenzera: ZAU kemampuan ini dinamakan Shaman Dance dan membuat gameplay menjadi lebih menantang dan juga dinamis.

Penasaran dengan Tales of Kenzera: ZAU kalian bisa mencoba versi demonya terlebih dahulu di Steam. Tales of Kenzera: ZAU akan rilis pada tanggal 23 April 2023 di PS5, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC (Steam, Epic Games Store, dan EA App).

Arlecchino Jadi Highlight Update 4.6 Genshin Impact

0

HoYoverse telah mengumumkan update 4.6 Genshin Impact yang berjudul “Two Worlds Aflame, the Crimson Night Fades” yang akan dirilis pada tanggal 24 April 2024. Update ini akan menghadirkan karakter yang paling dinantikan oleh fans, Arlecchino. Ia bisa menjadi anggota party maupun menjadi weekly boss.

Arlecchino, yang dikenal sebagai “The Knave” dan Fatui Harbinger ke-4 adalah karakter bintang 5 pengguna Polearm dengan elemen Pyro. Kemampuan bertempur Arlecchino berpusat pada “Bond of Life”, sebuah mekanisme yang mencegah korbannya untuk menerima pemulihan. Namun Arlecchino dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kekuatan serangannya.

Saat “Bond of Life” sama dengan atau lebih dari persentase tertentu dari HP-nya, Arlecchino memasuki status agresif yang akan menguatkan Normal Attack dan memberikan Pyro DMG yang tidak bisa ditimpa Elemental Infusion lainnya. Untuk mempertahankan “Bond of Life” yang cukup, Arlecchino dapat memberikan dan menyerap “Blood-Debt Directive” dari musuh. Selain itu, karena Talenta uniknya, dia hanya bisa memulihkan HP-nya melalui Elemental Burst miliknya sendiri selama pertempuran.

Sebagai weekly boss, Arlecchino juga akan memberikan “Blood-Debt Directive” kepada pemain yang menantangnya. Pemain yang menerima “Blood-Debt Directive” akan mendapatkan “Bond of Life”. Efek ini akan meningkatkan DMG yang diakibatkan serangan Arlecchino, dan mencegah pemain menerima pemulihan HP. Namun pemain yang berhasil menebus “hutang” ini akan mendapatkan peningkatan Charged Attack sebagai hadiahnya. Selain itu, kisah tentang House of the Hearth dan Arlecchino akan terungkap di Quest Story miliknya, Chapter Ignis Purgatorius.

Update 4.6 juga menghadirkan area baru yang berisi kerajaan bawah laut misterius yang membentang luas. Jauh di kedalaman Sea of Bygone Eras, berdiamlah sisa-sisa Remuria, sebuah kerajaan yang jaya dan runtuh jauh sebelum lahirnya Court of Fontaine. Mempelajari “Simfoni” adalah kunci mengaktifkan kembali beberapa mekanisme dan perangkat berusia ribuan tahun. Dalam petualangan ini, pemain mungkin dapat bertemu dengan seekor naga, serta menghadapi Boss baru bernama “Legatus Golem”.

Di Pulau Watatsumi di Inazuma, pemain dapat membantu Itto mempersiapkan “Iridescent Arataki Rockin’ for Life Tour de Force of Awesomeness”. Pemain juga dapat menciptakan permainan musik sendiri dan mengundang teman untuk menantangnya. Selain itu, pemain juga berkesempatan mendapatkan alat musik baru bernama “Nightwind Horn” sebagai hadiah.

Bagaimana menurut kalian?