Developer BioWare bersama dengan IGN telah merilis video gameplay untuk Dragon Age: The Veilguard. Video ini dipandu oleh Game Director Corinne Busche dan Creative Director John Epler. Karena dihadiri langsung oleh developer banyak bagian yang dikupas secara tuntas, mulai dari mekanisme gameplay sampai dengan alur cerita.
Dragon Age: The Veilguard akan membawa pemain ke dunia fantasi Thedas. Sebagai Rook, tugas pemain adalah untuk mengagalkan rencana penguasan dunia oleh dua entitas berbahaya yang tidak sengaja terlepas akibat ulah dewa Trickster Elf bernama Solas.
Sebagai game action RPG, Dragon Age: The Veilguard akan memberikan kebebasan kepada pemain untuk kostumisasi karakter, mulai dari penampilan sampai pilihan dari job class. Game ini juga akan menghadirkan companion dan masing-masing dapat di-romance oleh karakter pemain.
Dragon Age: The Veilguard akan rilis tanggal tanggal 31 Oktober 2024 di PS5, Xbox Series, dan PC (Steam dan Epic Games Store).
Atlus telah merilis trailer baru untuk DLC Persona 3 Reload, Episode Aigis. Video ini memperlihatkan bagian opening sekaligus memperdengarkan soundtrack DLC tersebut yang berjudul Disconnected. Soundtrack ini dibuat oleh Ryota Kozuka dari Atlus Sound Team.
Episode Aigis tergabung di dalam Persona 3 Reload Expansion Pass. Ekspansi ini berisi tiga DLC yaitu BGM set, Costume set, dan yang terakhir Episode Aigis. Ketiga konten ini akan dirilis secara berurutan dimulai dari BGM set, dan Costum set yang sudah rilis, lalu berakhir dengan Episode Aigis yang baru akan tersedia di tanggal 10 September 2024.
Visions of Mana menurut saya adalah percobaan bagi Square Enix bersama dengan NetEase dan Ouka Studio untuk mengikuti formula open-world RPG milik Genshin Impact. Ditambah lagi Visions of Mana merupakan kelanjutan (Bukan spin-off atau remake) dari seri game Mana setelah 15 tahun. Ini membuat harapan fans sangat besar dengan Visions of Mana.
Saya sendiri baru mengenal franchise game Mana dari Legend of Mana di PSOne. Ketika pada zamannya dulu, Legend of Mana termasuk ke dalam game action RPG terbaik dari segi gameplay dan juga ceritanya. Setelah itu saya terputus dari seri game ini dan baru masuk kembali di Visions of Mana. Ketika melihat trailer perdananya saya sangat terkesan dan ingin mencoba game ini.
Kebetulan Square Enix memberikan kami kesempatan untuk mereview Visions of Mana versi PC. Ketika mencobanya apa yang saya lihat di dalam trailer ternyata betul-betul terealisasi dalam game, tapi tidak semuanya “indah”. Berikut adalah review saya untuk Visions of Mana setelah memainkannya lebih dari 10 jam.
Cerita Bertema Pengorbanan yang Santuy
Cerita Visions of Mana berlatar di dunia Fa’diel. Setiap empat tahun sekali, delapan Alm harus melakukan perjalanan suci menuju Tree of Mana untuk menyerahkan jiwa mereka. Jika ritual ini tidak dilakukan maka akan terjadi bencana yang akan menimpa tempat tinggal mereka. Untuk memastikan para Alm mencapai tujuannya, mereka akan didampingi oleh Soul Guard.
Pemain akan menjadi Val, seorang warrior muda yang ditugaskan sebagai Soul Guard. Kebetulan salah satu Alm yang terpilih adalah Hinna, teman masa kecil Val. Hubungan mereka berdua bisa dibilang seperti TTM (Teman Tapi Mesra) dan lucu dilihatnya.
Karaker Val sendiri digambarkan sebagai sosok yang ceria dan penuh dengan rasa optimisme, sangat kontradiksi dengan sifat yang biasanya dimiliki oleh karakter bertipe penjaga. Sama juga halnya dengan Hinna. Ia tidak meratapi nasibnya yang akan dijadikan sebagai korban, melainkan justru merasa terhormat karena terpilih dan sangat bersemangat dalam menjalani perjalanan sucinya.
Meski begitu, Hinna sering menekankan bahwa ia senang dapat bertualang bersama Val dan berharap itu bisa terjadi untuk selamanya. Mungkin di dalam hatinya Hinna juga merasa takut tentang masa depannya yang menjadi korban.
Sepanjang perjalanan, Val dan Hinna juga akan bertemu dengan korban-korban eh maksudnya anggota party lain yang memiliki kepribadian berbeda-beda. Misalnya Careena yang berani dan cepat naik darah, dan Morely yang merupakan karakter dengan masa lalu terburuk, tapi sayangnya kurang dieksekusi dengan baik. Visions of Mana akan memperlihatkan perkembangan dari setiap karakter ini, dimana mereka akan tumbuh dan berhasil menghadapi kelemahannya secara langsung.
Desain Karakter yang Seperti Plastik
Sayangnya desain dari karakter Visions of Mana menurut saya terlihat seperti plastik, apalagi bagian wajahnya ketika di dalam cutscene. Ini menurut saya cukup menganggu, padahal cutscenenya sendiri sedang menceritakan hal yang serius. Tapi ada juga beberapa cutscene yang menghadirkan dialog yang bagus disertai animasi karakter yang sesuai.
Dunia Fantasi
Menurut saya kualitas grafis dan visual Visions of Mana bukan datang dari karakternya, melainkan desain dunianya yang masif. Pemain akan diajak untuk mengeksplorasi dunia open-world (Developer menyebut semi open-world) dengan beragam bentang alam, mulai dari hutan yang subur, tundra bersalju, pesisir pantai, dan masih banyak lagi. Setiap wilayah akan terasa unik karena memperlihatkan desain yang memukau dan juga penuh warna. Seakan kalian sedang melihat sesuatu yang keluar dari buku cerita fantasi.
Setiap kali berpindah wilayah, saya selalu terpana dengan pemandangan yang tersaji. Sangat disayangkan game ini tidak memiliki photo mode. Karena bagi beberapa gamer seperti saya misalnya, ingin mengabadikan momen seperti itu dengan screenshot yang sesuai.
Jangan Hanya Memandangi, Eksplorasi Juga
Setiap wilayah juga akan memiliki peti tersembunyi dan collectible yang akan membuat pemain mau menjelajahi setiap sudutnya. Grizzly Syrup dan Niccolo Coins yang tersebar di setiap wilayah dapat ditukar melalui Dudbear dan Niccolo untuk mendapatkan item spesial. Developer juga dengan baik hati memperlihatkan petunjuk lokasi peti sehingga memudahkan pencarian.
Untuk memudahkan eksplorasi, developer sudah mengimplementasikan fitur seperti sprint untuk berlari cepat, double jump, dan juga dash yang bahkan bisa dilakukan di udara. Pada pertengahan game, pemain akan mendapatkan akses untuk menaiki Pikul, hewan berbentuk anjing yang berfungsi sebagai tunggangan dan memungkinkan bergerak lebih cepat.
Hal lainnya yang bisa dilakukan adalah mengambil side quest. NPC yang memberikan quest biasanya bisa ditemui di dalam kota atau bahkan di world map. Tapi jangan berharap mendapatkan side quest yang menarik, karena semuanya memiliki variasi serupa yaitu “Tolong ambil barang ini di A” atau “Pergi ke B dan kalahkan musuh ini”.
Mekanik Combat yang Cepat dan Bervariasi
Visions of Mana menghadirkan sistem combat action yang berlangsung secara cepat. Pemain dapat langsung menyerang musuh yang ditemui untuk memulai combat.
Mekanisme combat di Visions of Mana kurang lebih sama dengan game action RPG lain. Pemain akan dibekali oleh kemampuan serangan standar dan spesial, kemampuan untuk dodge, dan juga mengeluarkan magic seperti bola api atau sambaran petir.
Total ada delapan elemen di Visions of Mana yaitu Fire, Water, Earth, Wind, Wood, Moon, Light, dan Darkness. Setiap elemen akan memiliki kelemahan terhadap elemen yang lain dan bisa dimanfaatkan oleh pemain dalam combat. Sayangnya deskripsi mengenai mekanisme ini kurang begitu dijelaskan di dalam game. Saya awalnya juga sempat terkecoh karena hanya melihat penjelasannya dalam bentuk pop-up.
Pemain juga bisa berganti-ganti karakter saat combat berlangsung. Setiap karakter juga dapat diatur tindakannya dan memiliki Class Strike atau semacam serangan Limit Break yang memiliki damage besar. Untuk menggunakan Class Strike, pemain harus mengisi barnya terlebih dahulu dengan menyerang, menerima damage, atau menggunakan gerakan tertentu. Saya biasanya baru menggunakan Class Strike saat berhadapan dengan musuh yang kuat atau ketika sedang dikeroyok supaya combat bisa cepat selesai.
Mekanik Job Class Alias Elemental Vessel
Visions of Mana juga memiliki mekanisme yang dinamakan Elemental Vessel. Item ini dijelaskan sebagai semacam artefak dimana ketika karakter menggunakannya, maka akan mendapatkan kekuatan baru berdasarkan elemennya. Gampangnya Elemental Vessel ini bisa diibaratkan sebagai Job Class.
Contohnya Elemental Vessel untuk elemen Moon yaitu Luna Globe akan mengubah Job Class Val menjadi Aegis jika digunakan. Peran dari Aegis dalam combat juga berbeda yaitu menjadi tipe tank yang menggunakan senjata tombak dan perisai. Pemain juga dapat membuka banyak kemampuan baru untuk setiap Elemental Vessel melalui Elemental Plot. Untuk beberapa skill yang didapatkan melalui Elemental Plot dapat dibawa selamanya meski karakternya berganti Job Class.
Sebagai icing-on-the-cake, developer juga memberikan animasi spesial ketika karakter berganti Job Class. Jika diibaratkan kurang lebih seperti Henshin di Super Sentai atau transformasi di Sailor Moon.
Elemental Vessel juga bisa digunakan dalam eksplorasi. Ada beberapa lokasi yang tidak dapat diakses karena terhalang air atau jurang. Dengan menggunakan Elemental Vessel yang sesuai, pemain dapat melewati rintangan tersebut.
Mekanisme combat semakin diperdalam dengan adanya Ability Seeds. Item ini dapat memberikan bonus pasif maupun aktif pada karakter yang menggunakannya. Pemain nantinya juga bisa mendapatkan skill dari musuh maupun boss yang telah dikalahkan dengan mendapatkan Corestone dan dikonversikan ke dalam Ability Seeds.
Visions of Mana Dari Segi Teknis
Spesifikasi PC yang saya gunakan untuk memainkan Visions of Mana adalah i5-9400F, GeForce RTX 3060, dan RAM 16GB. Awalnya saya merasa PC saya akan underperform ketika menjalankan game ini. Namun ternyata malah tidak ada masalah sama sekali. Dunia open-world yang disajikan di dalam game ternyata tidak membuat berat seperti yang saya khawatirkan.
Pilihan opsi untuk grafis yang dimiliki oleh Visions of Mana tidak terlalu banyak. Hanya ada satu setting untuk mengatur kualitas grafis menjadi high, medium, dan normal, itu saja. Ditambah dukungan fitur upscaling AMD Fidelity.
Kesimpulan
Kesimpulan saya untuk Visions of Mana adalah game ini termasuk game RPG yang bagus di tahun 2024. Saya puas dengan dunia open-world yang disajikan di dalam game ini. Tidak hanya itu, kerja developer dalam menciptakan layout yang luar biasa untuk setiap wilayah juga patut diacungi jempol. Visions of Mana merupakan salah satu game yang bisa membuat pemainnya ikut merasakan dunia fantasi yang ada di dalam game secara nyata.
Itu semua ditambah dengan gameplay cobat yang dipenuhi aksi. Ada sedikit masalah dengan gaya pandang yang kadang mengganggu saat combat berlangsung. Tapi asalkan kalian bisa tetap tenang, masalah ini tidak akan terlalu mengganggu.
Untuk dari segi cerita, Visions of Mana memiliki momen-momen yang membuat saya ikut merasa senang dan sedih. Namun ini jarang terjadi. Justru kebanyakan alur cerita di game ini dibuat standar, bahkan mungkin terlalu standar menurut saya.
Jelang rilis, developer Saber Interactive telah merilis FAQ untuk Warhammer 40.000: Space Marine II. Beberapa pertanyaan yang telah terjawab dalam FAQ ini adalah tentang penggunaan Denuvo yang rupanya tidak digunakan dalam Space Marine II. Software pengaman dari pembajak ini meski membantu developer, tapi justru memberatkan pembeli karena berdampak dengan performa game di PC.
Selain itu dijelaskan juga dalam FAQ bahwa Space Marine II tidak memiliki fitur microtransaction atau in-game shop. Game ini tetapi akan memiliki DLC berupa kostum tambahan yang tidak berdampak dengan gameplay. Space Marine II juga sayangnya tidak mendukung fitur Ray Tracing, Wide Screen, dan Steam Deck ketika rilis.
Buat kalian yang tertarik untuk memainkan Space Marine II di PC, publisher Focus Entertainment juga sudah membagikan spesifikasi PC yang diperlukan. Meski tidak terlalu tinggi, PC yang digunakan wajib menggunakan SSD.
Warhammer 40.000: Space Marine II akan rilis pada tanggal 9 September 2024 di PS5, Xbox Series, dan PC. Bagi yang membeli Gold Edition akan mendapatkan Early Access mulai dari tanggal 4 September 2024.
Game “yang paling drama”, Concord akan segera ditutup bulan ini. Penutupan ini merupakan imbas dari performa Concord yang berada di bawah rata-rata sejak rilis pada tanggal 23 Agustus di PS5 dan PC (Steam dan Epic Games Store). Hanya dalam kurun waktu dua minggu, Concord ditarik dari pasar.
Dilansir dari PlayStation Blog, Ryan Ellis yang merupakan Game Director dari Firewalk Studio menjelaskan alasannya. Menurutnya ia dan timnya mengakui ada beberapa hal yang membuat Concord mengalami kesulitan saat rilis. Oleh karena itu, developer memutuskan menghentikan layanan game sekaligus penjualannya dan mencari solusi baru untuk ke depan.
Concord akan ditutup mulai dari tanggal 6 September 2024 di semua platform. Firewalk Studio juga akan memberikan refund kepada pembeli Concord di semua platform.
Performa Concord sebagai game yang memakan waktu pengembangan selama delapan tahun dan menelan biaya setidaknya USD100 sampai dengan USD200 juta sangatlah mengecewakan. Berdasarkan data SteamDB, jumlah pemain yang online secara bersamaan tertinggi Concord di Steam hanya 697 pemain.
Game sepak bola saingan EA Sports FC, UFL tidak jadi rilis tanggal 12 September 2024. Melalui keterangan di website resminya diumumkan bahwa UFL ditunda perilisannya tiga bulan yaitu sampai dengan tanggal 5 Desember 2024.
Pihak developer yaitu Strikerz beralasan bahwa penundaan tanggal rilis ini disebabkan oleh game yang membutuhkan waktu lebih banyak untuk dipoles ulang. Menurut mereka bisa saja UFL dirilis sesuai dengan jadwal, tapi dikhawatirkan tidak sesuai dengan harapan dari fans.
Proyek UFL diumumkan pertama kali pada tahun 2021. Game ini juga sempat melangsungkan tahap Open Beta di bulan Juni kemarin. UFL dibuat dengan filosofi fair play dimana pemain diperbolehkan untuk membentuk timnya dengan grinding. Filosofi ini berlawanan dengan mode Ultimate Team di EA Sports FC yang memiliki banyak microtransaction. Kalian juga tidak perlu membeli game ini alias F2P. Sayangnya UFL nantinya hanya tersedia di konsol PS5 dan Xbox Series saja.
Dampak dari buruknya performa Suicide Squad: Kill The Justice League telah mulai terlihat. Menurunnya pemasukan akibat game tidak diterima oleh gamer menyebabkan terjadinya PHK di dalam Rocksteady, developer yang mengembangkan game tersebut.
Dilaporkan oleh Eurogamer, telah terjadi PHK dalam beberapa divisi di Rocksteady. Menurut narasumber yang berbicara kepada Eurogamer, divisi yang paling terdampak adalah divisi QA. Divisi ini sudah kehilangan setengah dari timnya sejak bulan lalu.
PHK ini juga terjadi di luar divisi QA, dimana narasumber mengatakan tidak hanya menimpa staf yang berstatus junior, tapi juga staf yang sudah lama bekerja di Rocksteady.
Dengan kondisi yang menimpan Rocksteady, tidak jelas bagaimana nasib dari Suicide Squad: Kill The Justice League ke depannya. Apalagi game ini masih memiliki sisa konten dari roadmap yang harus diselesaikan.
ZTE Mobile Devices telah mengumumkan peluncuran smartphone terbaru mereka, nubia Music dan ZTE Blade A55, yang akan tersedia mulai 5 September. Kedua perangkat ini menawarkan inovasi terbaru yang menggabungkan teknologi mutakhir dan cocok untuk berbagai gaya hidup digital modern, terutama bagi anak muda.
Chen Xinyu, Country Manager ZTE Mobile Indonesia, mengatakan: “Dengan slogan ‘Be Yourself’ nubia Music dirancang bagi kaum muda agar bisa menjadi diri mereka sendiri, menikmati berbagai pengalaman dan gaya hidup digital sembari merasakan pengalaman musik favorit yang imersif dan tak tertandingi. Sedangkan ZTE Blade A55 cocok bagi kaum muda cerdas yang ingin meng-upgrade perangkat mereka ke smartphone yang lebih canggih dengan kamera dan performa luar biasa namun memiliki harga yang terjangkau. Peluncuran kedua smartphone ini adalah wujud komitmen kami untuk terus berinovasi dan menghadirkan teknologi lebih dekat kepada penguna di Indonesia.”
Spesifikasi Nubia Music
Dengan desain yang terinspirasi dari pemutar piringan hitam klasik, dengan garis-garis geometris klasik, holographic optical film yang menawan, nubia Music bukan hanya sebuah smartphone, tetapi juga pemutar musik yang memberikan pengguna pengalaman tak tertandingi dalam menikmati musik favorit.
Perangkat ini sudah diperkuat High Quality Ultra Speaker untuk memperdengarkan volume suara yang 600%, lebih tinggi dari smartphone umumnya. Bukan hanya kencang, kualitas audio yang diperdengarkan pun tinggi, karena didukung oleh AI super volume algorithm, DTS® Ultra, dan dua jack earphone 3.5mm untuk aktivitas berbagi musik dengan teman, keluarga, atau pasangan.
Dengan fitur Dual Musical Light Effects with Melody, pengguna dapat menikmati efek cahaya yang menakjubkan pada speaker dan layar smartphone. Kedua efek cahaya ini dapat berubah secara real-time menurut irama musik yang sedang diperdengarkan, memberikan pengalaman mendengarkan musik yang lebih menyenangkan.
Dibekali baterai besar 5000mAh, pengguna bisa menikmati musik favorit mereka atau melakukan berbagai aktivitas digital mereka dengan lebih lama. Performanya tak perlu diragukan karena perangkat ini sudah menggunakan dynamic RAM hingga 8GB dan internal storage 128GB untuk performa yang lancar.
Tak hanya musik, pengguna juga bisa menikmati berbagai konten di layar seluas 6,6inci HD+ dengan refresh rate 90Hz untuk tampilan yang tajam dan hidup serta smooth. Abadikan berbagai momen-momen terbaik dengan kamera ganda (50MP+AI) di belakang, disertai AI Camera, untuk gambar-gambar dan video yang jernih dan stabil, serta kemampuan merekam 12 scene pemotretan, dari portrait, pemandangan, hingga makanan dan malam.
Nubia Music dibanderol dengan harga Rp1.249.000 dan tersedia dengan harga spesial Rp1.099.000 secara ekslusif di Shop I Tokopedia mulai dari 5 hingga 7 September 2024, dan di seluruh marketplace mulai tanggal 8 September 2024. Untuk setiap pembelian nubia music, pembeli akan mendapatkan free dua wired earphone.
ZTE Blade A55, Smartphone Powerfull dengan Harga Terjangkau
ZTE Blade A55 mendefinisikan ulang segmen smartphone yang terjangkau melalui perpaduan antara style, kinerja, dan kemampuan serbaguna, dalam performa yang luar biasa di kelasnya, baterai awet, kamera canggih, dan desain yang memukau.
Perangkat ini dirancang dengan performa yang powerful mumpuni untuk melakukan berbagai aktivitas digital dan multitasking berkat prosesor octa-core. Kinerjanya ditunjang oleh dynamic RAM yang berkapasitas lebih besar dan berteknologi fusi memori untuk meningkatkan RAM dari 4GB menjadi hingga 12GB, serta internal storage 128GB, untuk penyimpanan yang lebih besar.
Smartphone ini menggunakan layar Hole Punch Display 6.75 inci HD+ dengan refresh rate 90Hz untuk pengalaman visual yang jelas dan smooth. ZTE juga menanamkan baterai masif 5000mAh disertai dengan teknologi penghemat baterai untuk memberikan penggunaan yang lebih lama. Termasuk pula kamera ganda di belakang dengan kamera utama 13MP AI dan kamera depan 8MP untuk merekam foto dan video yang lebih tajam dan terang.
Fitur inovatif Live Island Interactive dan Side Fingerprint ditanamkan pada Blade A55 untuk memberikan kemudahan akses dan keamanan yang lebih baik. Live Island adalah semacam kapsul interaktif yang akan menampilkan berbagai notifikasi penting seperti status baterai, timer, koneksi earbuds; aktivitas real-time; dan pengingat bagi para multitasker. Blade A55 menghadirkan kemampuan untuk membuka kunci layar dengan lebih efisien dan nyaman melalui sensor sidik jari yang dipasang di samping dan dengan adanya fitur pengenalan wajah.
ZTE Blade A55 yang dirancang dengan desain yang ramping dan warna-warna stylish sudah bisa didapatkan dengan harga Rp1.079.000 secara eksklusif di Shopee dari tanggal 5 hingga 7 September 2024, dan akan tersedia di seluruh gerai offline serta marketplace pada 8 September 2024 dengan harga Rp1.149.000.
Bandai Namco akhirnya melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh mereka delapan tahun yang lalu. Franchise Gundam Breaker akhirnya tersedia juga di PC lewat Gundam Breaker 4. Ini memberikan kesempatan bagi saya untuk mencoba game Gundam yang ditujukan bagi yang menyukai model kitnya.
Saya sendiri tidak asing dengan franchise Gundam. Saya menonton beberapa animenya terutama yang masih berkaitan dengan Universal Century. Saya juga memiliki beberapa model kit, meski tidak sampai mengkostumisasinya secara detail. Latar belakang Inil yang akhirnya membuat saya tertarik untuk juga mencoba game Gundam yang salah satunya adalah Gundam Breaker 4.
Kebetulan Bandai Namco memberikan kami kesempatan untuk mereview versi PC Gundam Breaker 4 di PC. Setelah memainkan gamenya lebih dari 20 jam, saya bisa mengerti kenapa fans Gunpla bisa menghabiskan waktu sangat lama dengan game ini.
Cerita Hanya Sekedar Pemanis
Gundam Breaker 4 menyajikan cerita yang sederhana. Anda merupakan salah seorang tester di game GUNPLA Battle Blaze: Beyond Borders atau GB4 yang masih ditahap beta. GB4 dilengkapi fitur AI yang terus berkembang serta dapat dimainkan secara “online”, dimana pemain bisa mengakses dunia virtual dari perangkat sendiri.
Sebagai pemain baru, kalian bakal bertemu teman seperjuangan seperti Tao yang memiliki pengetahuan yang luas mengenai Gunpla, dan Lin yang memiliki semangat juang yang tinggi. Bersama-sama, kalian akan bertemu tempat seperjuangan serta rival dalam perjalanan kalian untuk mengikuti turnamen terbesar yang ada di GB4.
Secara garis besar, kemungkinan kalian sudah bisa menebak arah dari alur cerita game ini yang cukup linear. Dari sisi karakter juga tergolong hambar, dimana hanya Chaos dalam bahasa Japanese menurut saya yang agak memorable karena disuarai oleh Takehito Koyasu yang merupakan voice actor Dio Brando dari anime Stardust Crusaders.
Visual yang Sederhana
Secara visual, Gundam Breaker 4 tergolong biasa saja, Dimana ragam map dan jenis misi yang ada sangat terbatas, serta detail grafis yang cukup standar. Dilain sisi, Gundam Breaker 4 mengadopsi Sebagian besar fitur dari Gundam Breaker 3 yang telah dimodifikasi.
Gameplay Mudah Dimengerti
Gameplay dalam Gundam Breaker 4 cukup sederhana. Kalian memulai di area hub kecil, di mana kalian bisa berbelanja untuk mendapatkan bagian-bagian baru, berinteraksi dengan pemain lain di mode online lobby.
Setelah siap, pemain akan masuk ke dalam misi untuk menguji kemampuan robot milik kalian atau Gunpla dalam melawan gelombang musuh. Perlu diketahui bahwa kalian bisa mendapatkan loot Ketika menghancurkan part Gunpla lawan, kecuali musuh tipe Perfect Grade atau ukuran raksasa. Oleh karena itu, usahakan untuk menghancurkan semua part sebelum mengalahkan target kalian.
Tipe misi yang ada dalam game ini terbagi menjadi lima jenis, yaitu mengalah semua lawan atau target tertentu, melindungi sebuah target, serta mengalahkan musuh yang memiliki ukuran ekstra besar atau bangunan tertentu yang memiliki sistem perisai serta musuh yang terus bermunculan. Kalian akan mendapatkan hadiah tambahan berdasarkan dari skor yang kalian dapatkan, Dimana kalian juga akan mendapatkan item booster Ketika mendapatkan ranking S dalam kategori waktu penyelesaian dan banyaknya part yang kalian hancurkan.
Dalam medan pertempuran, gunplay kalian dilengkapi oleh dua mode yang berbeda yaitu serangan jarak dekat dan jauh. Serangan jarak dekat merupakan kombinasi antara dua senjata tipe melee ditangan kanan dan kiri kalian, sedangkan gunplay kalia akan menggunakan pistol di mode jarak jauh yang memiliki system energy bar.
Selain kedua mode tersebut, kalian juga memiliki total 8 OP skill yang bisa diisi dengan berbagai macam skill menyerang atau bertahan dari gunpla part non senjata serta aksesoris yang digunakan, ditambah lagi 4 EX Skill yang menggunakan EX gauge. Selain itu, kalian nantinya juga bisa mengakses mode awakening yang bakal meningkatkan performa gunpla kalian serta membuka akses untuk skill pamungkas Gunpla kalian.
AI Musuh Bodoh
Tingkat kesulitan musuh yang ada dalam game tergolong agak mengecewakan, dimana sebagain besar musuh yang ada tidak begitu bergerak banyak, sehingga mudah untuk kalian serang dan hancurkan. Menaikkan tingkat kesulitan yang ada akan menaikkan health dan damage musuh, dimana nantinya kalian harus belajar untuk melakukan serangan beruntun agar tidak terkena serangan balik yang bakal langsung menghancurkan gunpla kalian di tingkat kesulitan tertinggi
Jika kalian membutuhkan bantuan dalam misi, Anda juga memiliki opsi untuk bermain dengan hingga tiga pemain dalam tim kooperatif. Selain mode story, terdapat juga mode quest yang merupakan kumpulan misi tambahan, mode bounty hunter yang mengadu kalian dengan gunpla player lain yang dikendalikan AI, serta mode Survival dimana kalian bakal melawan 50 gelombang musuh yang akan bertambah sulit berdasarkan banyaknya gelombang yang sudah kalian taklukan.
Kostumisasi Maksimal
Terdapat lebih dari 250 bagian unik dari berbagai kit yang bisa kalian loot atau beli, yang kemudian dapat dipasang, serta memiliki segudang opsi dalam warna cat, stiker, dan brush. Hal tersebut merupakan alasan utama untuk melakukan grinding dan mengejar drop langka.
Selain mendesain Gunpla untuk bertempur, kalian juga bisa membagikan desain gunplay kalian pada teman maupun anggota klan, serta membuat diorama, dimana kalian bisa memilih sendiri latar belakang, objek, pose, serta efek untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Gundam Breaker 4 Dari Segi Performa
Dari segi performa, Gundam Breaker 4 untuk port PC tergolong ringan dan stabil. Opsi grafis yang dimiliki game ini juga cukup sederhana. Selain itu, terdapat opsi uuntuk mengubah teks menjadi Bahasa Indonesia yang sejauh ini memiliki kualitas yang oke. sayangnya mode online game ini memilih masalah desingkronisasi, sehingga terkadang membuat posisi teman kalian berada ditempat yang tidak semestinya, maupun menyerang sembarangan. Untungnya, damage calculation dalam mode online tidak memiliki masalah, sehingga musuh kalian masih menerima damage dari semua player ketika desinkronisasi terjadi. Spesifikasi PC yang dipakai untuk mereview game Gundam Breaker adalah AMD ryzen 7 2700x, Nvidia 4070ti, ram 32GB dan SSD.
Kesimpulan
Bisa disimpulkan bahwa Gundam Breaker 4 merupakan “power fantasy” bagi para penggemar seri Gundam, dimana kalian bisa mendesain dan menggabungkan berbagai macam part untuk merakit Gunpla yang kuatnya bukan main.
Hal yang saya sayangkan dalam game ini adalah sebagian besar NPC dalam game hanya menjadi samsak bagi gunpla milik kalian. AI musuh sangat bodoh dimana mereka menerima suka rela dipukuli oleh Gunpla saya. Jika dinaikkan ke tingkat kesulitan tertinggi mereka tidak menjadi lebih pintar, tapi hanya HP saja yang tidak ada habisnya.
Secara keseluruhan, saya puas dalam memainkan Gundam Breaker 4. Walau game ini memiliki alur cerita dangkal, gameplay sederhana, serta ragam map dan misi yang terbatas, Gundam Breaker 4 memiliki segudang part, opsi decal, serta kebebasan untuk merakit Gundam diluar nalar. Belum lagi aktivitas tambahan yaitu Diorama yang bisa dengan mudah menghabiskan waktu gamer yang betul-betul menyukai model kit Gundam. Game ini bisa dibilang adalah “Surga” bagi pecinta Gunpla.
Hi teman-teman Playcubic, apa kabar! Kali ini saya mendapat kesempatan untuk mengulas game Shadow of the Ninja Reborn besutan NatsumeAtari dan Tengo Project yang didistribusikan oleh Sega untuk wilayah Jepang dan Asia. Game ini mengingatkan kita pada game retro yang dulu mungkin pernah kalian nikmati, khususnya gamer yang aktif bermain game konsol NES pada tahun 90-an. Shadow of the Ninja Reborn sudah dirilis pada tanggal 29 Agustus 2024 ke Nintendo Switch, PS5, dan PS4. Kebetulan game yang saya ulas adalah versi Nintendo Switch-nya.
Shadow of the Ninja Reborn sejatinya merupakan sebuah remake dari game klasik NES tahun 1990, yang kini hadir di Nintendo Switch dengan sentuhan modern. Game ini berhasil mempertahankan keasliannya, namun dengan tambahan berbagai update yang menarik. Shadow of the Ninja Reborn tidak hanya ditujukan bagi gamer lawas, tetapi juga bagi gamer baru yang ingin merasakan sensasi petualangan ninja yang pastinya tidak mudah.
*klik untuk memperbesar gambar
Singkat cerita game ini mengisahkan tentang dua ninja, Hayate dan Kaede, di tahun 2029 yang memiliki tugas untuk membasmi musuh-musuh yang memiliki beragam ukuran serta kemampuan yang berbeda-beda dengan menggunakan peralatan ninja yang keren.
Shadow of the Ninja Reborn Dari Segi Grafis
Dari segi grafis, Shadow of the Ninja Reborn menghadirkan visualisasi yang enak dipandang mata. Visual yang sudah ditingkatkan ini menurut saya memiliki gaya grafis yang mengingatkan pada era SNES ditambah dengan detail retro modern yang lebih halus. Desain sprite yang hidup dan animasi serangan yang mantap memberikan kesan intens dan penuh warna, terutama saat menghadapi musuh-musuh yang beraneka ragam dan juga boss.
Shadow of the Ninja Reborn Dari Segi Gameplay
Shadow of the Ninja Reborn terdiri dari enam stage platforming yang menantang dan kehadiran musuh yang cukup ramai. Setiap stage dibagi menjadi beberapa bagian, dengan mid-boss dan pertarungan boss utama di setiap akhir level. Gameplay ini sangat menuntut kesabaran dan kemampuan untuk mengenali pola serangan musuh. Jika sudah tahu seperti apa pola serangan musuh, kita akan lebih mudah untuk mengalahkannya.
Jika kalian memilih untuk memainkan game dengan tingkat kesulitan normal, game ini akan berjalan cukup menantang dan tetap setia pada gaya game NES yang terkenal sulit. Namun sekarang sudah terdapat checkpoint periodik dan juga fitur continue tanpa batas. Tentunya ini akan membantu sekali, terutama bagi gamer baru. Bagi mereka yang merasa kurang puas dengan tingkat kesulitan normal, tersedia pula mode hard yang dirancang untuk pemain yang meninginkan tantangan.
Kalian akan menemukan banyak item dan perlengkapan ninja di sudut-sudut level. Peralatan ini akan membantu kalian agar lebih mudah dalam mengalahkan musuh dan untuk mengisi darah yang terkuras. Selain itu ada juga item yang bisa meningkatkan kemampuan tebasan pedang.
*klik untuk memperbesar gambar
Pemain juga bisa memantau posisi peringkat kalian dibandingkan dengan gamer lainnya di fitur Online Rankings ( yang dibandingkan adalah pocket money yang didapat sepanjang stage).
Shadow of the Ninja Reborn Dari Segi Soundtrack
Game ini menampilkan karya Iku Mizutani, komposer terkenal asal Jepang yang membantu menciptakan suara Natsume yang ikonik dan lagu-lagu terkenal untuk berbagai gim NES. Para penggemar Mizutani dan gamer retro di seluruh dunia pastinya akan menemukan kesenangan dalam riff gitarnya yang terkenal dan melodi retro yang berirama cepat.
Shadow of the Ninja Reborn Dari Segi Kontrol
Secara keseluruhan, kontrol dalam Shadow of the Ninja Reborn terasa solid, meskipun ada momen-momen di mana serangan atau pergantian item terasa agak kaku. Hal ini mungkin bisa membuat frustrasi, terutama dalam bagian platforming yang membutuhkan ketepatan dan juga saat menghadapi boss musuh. Meskipun demikian. setelah beberapa jam dan terbiasa dengan kontrolnya, saya lebih menikmati permainan dan mudah untuk menyelesaikan game.
Shadow of the Ninja Reborn Dari Segi Desain Level
Setiap level dalam game ini dilengkapi dengan timer yang waktunya saya rasa cukup banyak. Namun mungkin untuk bagi sebagian gamer, keberadaan timer ini bisa menjadi sumber frustrasi, terutama saat kita sedang merasa terburu-buru untuk menyelesaikan level.
Shadow of the Ninja Reborn Menghadirkan Mode Co-op
Salah satu fitur yang menarik dari Shadow of the Ninja Reborn adalah mode co-op lokal, yang memungkinkan dua pemain untuk bermain bersama. Meskipun ini menambah keseruan, sayangnya kamera yang tetap pada gamer kedua justru malah mengganggu. Desain ini saya rasa mengurangi potensi pengalaman bermain co-op yang seharusnya bisa lebih menyenangkan.
Kesimpulan
Shadow of the Ninja Reborn sukses menghadirkan kembali esensi dari game aslinya dengan update yang menarik di penampakan visual dan gameplay. Meskipun mempertahankan tingkat kesulitan yang tinggi ala NES, yang mungkin akan membuat beberapa gamer merasa frustasi, game ini juga menawarkan pengalaman yang memuaskan bagi kalian yang mencari game platforming dengan tingkat kesulitan di atas medium. Secara keseluruhan, Shadow of the Ninja Reborn adalah sebuah remake yang berhasil, memberikan nilai nostalgia sekaligus menyuguhkan sesuatu yang baru bagi generasi pemain saat ini.
Bagi kalian gamer Nintendo Switch, game ini bisa kalian beli melalui eShop Nintendo ataupun membeli versi fisiknya di toko game kesayangan kalian. Selamat bermain dan selamat bernostalgia!