EA dan Maxis telah mengumumkan DLC baru untuk The Sims 4 yang berjudul Riviera Retreat dan Cozy Bistro. Kedua DLC ini akan menghadirkan pengalaman baru dimana pemain bisa bersantai di pinggir kolam renang atau makan malam romantic di bistro. DLC Riviera Retreat dan Cozy Bistro akan tersedia mulai dari tanggal 30 Mei 2024.
DLC Riviera Retreat akan menghadirkan pemandangan pedesaan yang indah di sekitar oasis terpencil ke dalam game. Pemain akan dapat memasukkan tekstur stuko, lengkungan yang indah, dan air terjun yang berkilauan, perabotan linen yang nyaman, kursi santai anyaman, dan pergola yang ditumbuhi tanaman merambat.
Dalam DLC Cozy Bistro Bistro pemain dapat menciptakan Bistro favoritnya, lengkap dengan suasana antik yang sempurna untuk Sim bergaul dengan teman-temannya atau merencanakan malam romantis. DLC ini akan menghadirkan berbagai ornament yang dapat memperindah Bistro pemain. Dimulai dari kanopi hingga pengaturan furniture dan ornamen klasik.
Detail lebih lengkap tentang DLC Riviera Retreat dan Cozy Bistro bisa dilihat di sini.
Ubisoft tidak main-main dengan franchise Prince of Persia. Pada tahun 2024 ini ada dua game yang diluncurkan sekaligus. Diawali dengan Prince of Persia: The Lost Crow yang bergaya metroidvania dan sekarang ada The Rogue Prince of Persia yang bergenre roguelike.
Kedua game ini bisa dibilang mirip. Prince of Persia: The Lost Crown sudah menggunakan gaya klasik modern yaitu 2D3D. Sedangkan The Rogue Prince of Persia masih setia dengan gaya klasik 2D. Meski dari segi visual agak berbeda, gameplay keduanya justru mirip karena sama-sama memakai gaya side-scrolling. Perbedaan lainnya adalah untuk pengembangan The Rogue Prince of Persia diserahkan kepada developer Evil Empire yang terlibat dalam pengembangan game Dead Cells.
Lantas apa keistimewaan The Rogue Prince of Persia? Kenapa Ubisoft sampai bisa menelurkan dua game Prince of Persia di tahun yang sama dengan gaya yang hampir mirip pula?
Alur Cerita Ala Prince of Persia
Dari segi cerita The Rogue Prince of Persia menawarkan alur yang setipe dengan game Prince of Persia lainnya. Diceritakan bangsa Hun yang dipimpin oleh Nogai menyerang kerajaan Ctesiphon. Pemain akan menjadi The Prince yang berjuang untuk membebaskan kerajaannya dari serangan bangsa Hun.
Untuk melawan para penjajah ini, The Prince akan dibekali oleh kemampuan aneh yaitu dapat mengulang kembali waktu ketika ia hampir mati. Kemampuan ini memberikannya kesempatan kedua agar bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Dari alur ceritanya sudah bisa ditebak bahwa The Rogue Prince of Persia adalah game roguelike.
Selama bermain, kalian juga akan bertemu dengan beragam NPC. Beberapa NPC akan menjadi bagian dari alur cerita, sedangkan yang lainnya berfungsi sebagai penjual item. Misalnya seperti Sukhra dan Paachi yang akan menjual kepada pemain beragam senjata dan trinket.
Kekurangan dari segi cerita The Rogue Prince of Persia adalah setiap karakter termasuk The Prince tidak memiliki Voice Over. Sehingga agak sulit untuk memahami dan mengikuti cerita karena hanya berupa teks tertulis saja. Untuk keunikannya adalah cerita dari The Rogue Prince of Persia akan berkembang ketika pemain mati.
Gaya 2D yang Didominasi Warna Ungu
Dari segi grafis The Rogue Prince of Persia masih menggunakan gaya 2D. Gaya ini mengingatkan saya dengan game yang sebelumnya juga ditangani oleh Evil Empire, yaitu Dead Cells.
Dunia yang diperlihatkan di The Rogue Prince of Persia penuh dengan warna. Level yang di The Rogue of Prince of Persia atau yang disebut dengan Biome, memiliki desain yang berbeda-beda. Total ada 8 Biome yang tersedia dan masing-masing memiliki temanya sendiri. Mulai dari pedesaan sampai dengan saluran air bawah tanah. Tapi saya agak heran dengan karakter manusia di game ini yang anehnya semuanya memiliki kulit berwarna ungu. Apakah memang ada filosofi sendiri dibaliknya ataukah ada alasan lain?
Alasan lain saya mengutarakan hal tersebut adalah karena kadang agak sulit membedakan karakter The Prince dengan musuh. Sebabnya dua-duanya sama-sama berwarna ungu. Kesulitan ini sering muncul ketika saya sedang berada dalam situasi dikeroyok. Karena panik, saya suka salah lihat antara karakter saya dengan musuh.
Untuk mengakalinya developer telah menyematkan kepada The Prince benda ikonik yang menjadi ciri khasnya yaitu selendang berwarna merah. Tapi tetap saja, ketika dalam situasi genting akan sulit bagi pemain untuk terus melacak selendang ini.
Gameplay Brutal Ala Dead Cells
Dari segi gameplay The Rogue Prince of Persia bukanlah untuk gamer lemah yang selalu mengandalkan fitur checkpoint. Bahkan jika dibandingkan dengan kerabatnya yaitu Prince of Persia: The Lost Crown, The Rogue Prince of Persia menurut saya jauh lebih sulit. Setiap kali nyawa dari The Prince habis, kalian harus mengulang kembali gamenya dari awal.
Dalam game bergenre Roguelike, pemain akan dituntut untuk bermain lebih baik dari sebelumnya dengan mengulang-ulang level jika karakternya mati. Bagi gamer yang menyukai game dengan genre seperti ini tentu akan menganggapnya sebagai tantangan. Tapi tidak semua gamer juga menyukainya. Jadi menurut saya apa yang ditawarkan oleh The Rogue Prince of Persia mungkin tidak akan bisa masuk bagi semua gamer.
Untungnya game ini masih memiliki sistem progression artinya tidak semua yang kalian dapatkan hilang begitu saja ketika The Prince mati. Kalian akan dapat membawa mata uang in-game bernama Spirit Glimmers yang nantinya bisa kalian gunakan untuk membeli senjata, tool, dan juga trinket atau medallion ketika mengulang kembali permainan. Fitur ini bisa mempermudah langkah kalian agar tidak mengalami nasib yang sama seperti sebelumnya.
Selama bermain kalian juga bisa bertemu dengan NPC yang berjualan item. Kalian bisa membeli itemnya dengan menggunakan Gold. Saran saya belilah item Health Potion yang menurut saya paling berguna. Karena kalian hanya akan dibekali oleh satu Health Potion saja. Dengan tingkat kesulitan game ini, kalian akan memerlukan lebih dari satu Health Potion.
Hadirnya Beragam Variasi Senjata, Tool, dan Medallion
Total ada 8 jenis senjata, 6 jenis tool, dan 33 medallion yang bisa dipilih oleh pemain untuk mempersenjatai The Prince. Kalian bisa menggunakan dual dagger, royal sword, sampai dengan claw. Lalu untuk tool bisa dipilih dari bow, chackram, grappling hook, dan masih banyak lagi. Setiap senjata dan tool akan memiliki kelebihan dan kekurangan. Semuanya tergantung kepada pemain bagaimana ia bisa menguasainya dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Sayangnya The Prince hanya bisa membawa satu senjata dan satu tool saja, sehingga tidak bisa diganti-ganti selama permainan.
Medallion juga sama seperti senjata dan tool. Setiap jenisnya juga memiliki fungsi yang berbeda-beda. Ada yang berfungsi untuk mempermudah pertarungan misalnya Kick Resin yang dimana ketika pemain menggunakan skill kick, akan memunculkan semacam getah untuk memperlambat gerakan musuh. Lalu ada juga medallion yang memiliki skill pasif seperti Max Health untuk meninggkatkan batas maksimum Health Point dari The Prince setiap digunakan.
Total hanya ada 4 slot medallion yang bisa digunakan oleh The Prince. Artinya pemain harus mengetahui medallion tipe apa yang sesuai dengan gaya bermainnya.
Wall Running Ada, Time Power Absen
Saya kaget ketika melihat The Rogue Prince of Persia memiliki fitur wall running. Fitur ini bisa membuat pemain bergerak dan bermanuver secara bebas. Lebih baik lagi, fitur wall running ini hampir bisa dilakukan di semua biome. Asalkan ada dinding di belakang, pemain bisa membuat The Prince melakukan wall running dimana saja.
Kehadiran wall running selain membantu dari segi gameplay, juga membuat platforming menjadi lebih sulit. Pemain akan sering dihadapkan dengan medan platforming yang intens, dimana untuk melewatinya harus mengkombinasikan semua gerakan parkour milik The Prince. Tidak hanya itu, timingnya juga harus tepat. Untung saja jebakan duri di game ini tidak membuat instant death.
Sayangnya kekuatan mengendalikan waktu atau time power justru tidak tersedia di The Rogue Prince of Persia. Masih ada waktu bagi developer untuk mempertimbangkan kehadiran mekanik ini. Sebabnya mekanik ini juga merupakan salah satu ciri khas dari franchise Prince of Persia.
Rogue Prince of Persia Dari Segi Teknis
Karena masih berstatus Early Access, masih ada beberapa “keganjilan” yang bisa ditemukan di The Rogue Prince of Persia. Tapi mayoritas masalah ini bukanlah game breaking, sehingga menurut saya bukan suatu masalah besar.
Untuk spesifikasi, The Rogue Prince of Persia bisa dibilang enteng dan tidak membutuhkan PC dengan spesifikasi tinggi. Saya sendiri menggunakan PC dengan spesifikasi i5-9400F, GeForce RTX 3060, dan RAM 16GB untuk memainkan game ini dan tidak pernah mengalami masalah.
Kesimpulan
Kesimpulan saya untuk The Rogue Prince of Persia adalah game ini memiliki tingkat kesulitan yang menantang, bahkan melebihi Prince of Persia: The Lost Crown. Keunggulan ini sayangnya mungkin tidak bisa diterima oleh semua gamer. Jadi jika kalian lebih suka game yang casual, kemungkinan besar kalian justru akan frustrasi saat memainkan The Rogue Prince of Persia.
Satu hal yang membuat saya bisa melupakan rasa frustasi saat memainkan game adalah alunan musiknya. Soundtrack yang digunakan sangat enak untuk didengarkan karena memadukan elemen musik ala timur tengah dan efek zaman sekarang.
Selain itu, menurut saya mekanik yang ada di dalam game ini terlihat sangat standard. Mungkin kedepannya developer bisa mempertimbangkan untuk mengimplementasi mekanik-mekanik baru. Tidak hanya membuat permainan menjadi lebih seru, tapi bisa juga untuk mempermudah permainan.
ASUS ROG hari ini mengumumkan kolaborasi terbaru antara ROG SAGA dengan PUBG MOBILE, yang diluncurkan bersamaan dengan game Versi 3.20. Mulai dari 28 Mei – 30 Juni, para gamers dari negara-negara Asia yang terpilih akan secara eksklusif terpilih untuk merasakan kolaborasi ini. Indonesia dikonfirmasi terpilih ikut serta dalam event ini.
Respon dan animo publik terhadap ROG Phone 8 juga sangat baik. Penerimaan hangat ini terlihat dari penjualan pada periode launching, menunjukkan angka yang signifikan dan menjanjikan.
Kolaborasi ini telah menandai pencapaian yang signifikan. Oleh karena itu, para gamers akan mendapatkan konten in-game eksklusif, termasuk ROG Revolution – DBS, OMNI graffiti prop yang menawan, dan skin karakter Horsem4n yang ikonik.
“Kami sangat senang dapat terus berkolaborasi dengan PUBG MOBILE untuk event monumental ini,” kata Shawn Chang, Direktur Penjualan dan Pemasaran Global ASUS dari Unit Bisnis Ponsel. “Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan konten eksklusif untuk para gamers, tetapi juga memperkuat komitmen kami dalam menghadirkan pengalaman bermain game yang tak tertandingi.Kami mengundang para gamers untuk bergabung dengan kami untuk masuk ke arena yang sesungguhnya, dan bersiaplah untuk petualangan luar biasa yang belum pernah ada sebelumnya.”
Sehubungan dengan kolaborasi ini, para gamers dan penggemar teknologi berhak menukarkan merchandise kolaborasi eksklusif selama periode acara, saat pembelian ROG Phone 8 melalui website event. Fans dan pro player PUBG MOBILE juga dapat merasakan kemeriahan event ini karena mereka dapat berpartisipasi dalam giveaway in-game eksklusif, PROJECT RE:VOLUTION. Selama giveaway ini, pemain harus menyelesaikan misi khusus untuk mendapatkan kesempatan memenangkan ROG Phone 8 terbaru, yang dilengkapi dengan chipset Snapdragon 8 Gen 3, sehingga bisa merasakan performa gaming yang tak tertandingi, serta pilihan merchandise ROG.
“Kolaborasi dan partnership bersama ROG selalu menjadi kemitraan yang menyenangkan! Bagi kami, kolaborasi dan kemitraan ini akan membawa pengalaman gaming menjadi semakin naik level untuk membawa para pengguna masuk ke arena yang sesungguhnya! Kolaborasi ini dirancang untuk gamers, baik yang para gamers baru hingga pro-players, agar dapat merasakan performa gaming yang tak tertandingi. Ini akan membuat pengalaman bermain PUBG MOBILE mereka menjadi lebih lancar dan menyenangkan, terutama dengan pembaruan Versi 3.20 terbaru yang memungkinkan hingga 120 fps selama permainan,” kata Oliver Ye, Head of Southeast Asia Publishing and Esports, PUBG MOBILE.
Kemitraan yang strategis antara ROG dengan PUBG Mobile menjadi bagian dari kesuksesan peluncuran ROG Phone 8 Series di Indonesia. Respon dan animo publik terhadap ROG Phone 8 juga sangat baik. Penerimaan hangat ini terlihat dari penjualan pada periode launching, menunjukkan angka yang signifikan dan menjanjikan.
Kalian para gamers! Kalian siap menaklukkan arena pertarungan dan menang di arena bersama para jagoan? Jangan lewatkan update kolaborasi ROG SAGA x PUBG MOBILE, dan masuklah ke arena dengan performa canggih tak tertandingi.
Sony mengumumkan akan menggelar event Days of Play 2024 untuk PlayStation mulai dari tanggal 29 Mei sampai dengan 12 Juni 2024. Selama event ini berlangsung, konsol PS5 dan peripheralnya akan turun harga.
PlayStation VR2 Horizon Call of the Mountain™ bundle
IDR 11,499,000
IDR 9,939,000
DualSense wireless controller
IDR 1,269,000
IDR 989,000
DualSense wireless controller – Midnight Black
IDR 1,269,000
IDR 989,000
DualSense wireless controller – Cosmic Red
IDR 1,359,000
IDR 1,079,000
DualSense wireless controller – Nova Pink
IDR 1,359,000
IDR 1,079,000
DualSense wireless controller – Galactic Purple
IDR 1,359,000
IDR 1,079,000
DualSense wireless controller – Starlight Blue
IDR 1,359,000
IDR 1,079,000
DualSense wireless controller – Gray Camouflage
IDR 1,359,000
IDR 1,079,000
DualSense wireless controller – Volcanic Red
IDR 1,359,000
IDR 1,079,000
DualSense wireless controller – Cobalt Blue
IDR 1,359,000
IDR 1,079,000
DualSense wireless controller – Sterling Silver
IDR 1,359,000
IDR 1,079,000
PS5 Games (Disc Version)
Original SRP
Promotion SRP
PlayStation 5 Gran Turismo 7
IDR 1,029,000
IDR 729,000
PlayStation 5 God of War Ragnarök
IDR 1,029,000
IDR 729,000
PlayStation 5 Marvel’s Spider-Man 2
IDR 1,029,000
IDR 729,000
PlayStation 5 Rise of the Ronin
IDR 1,029,000
IDR 729,000
PlayStation 5 The Last of Us™ Part II Remastered
IDR 729,000
IDR 579,000
Selain promo harga untuk PS5, pada Days of Play 2024 juga akan dilangsungkan berbagai macam aktivitas dan juga giveaway. Mulai dari pembagian avatar dan game gratis bagi pengguna layanan PlayStation Plus, sampai dengan turnamen eSports EA Sports FC 24. Detailnya bisa dilihat di sini.
Berbicara mengenai game Resident Evil memang tidak ada habisnya. Selalu saja ada kabar Capcom sedang menyiapkan game Resident Evil terbaru, bisa berupa versi remake atau memang seri terbaru.
“Orang dalam” yang biasa membocorkan informasi terbaru tentang Resident Evil, Dusk Golem kembali membuat gaduh media sosial dengan mengatakan bahwa Capcom sedang mengerjakan versi remake dari Resident Evil Zero dan Code Veronica.
(4/4) a remake of Resident Evil Zero & Code Veronica in development right now.
I've talked to many others behind the scenes about this at this point, it's something I heard over a year ago, think it was going to get out whether I was the one to say it or not, & that's about it.
— AestheticGamer aka Dusk Golem (@AestheticGamer1) May 27, 2024
Selain itu Dusk Golem juga membahas tentang Resident Evil 9. Ia merevisi perkatannya bahwa Resident Evil 9 akan diungkap dalam waktu dekat dan rencananya akan dirilis pada awal tahun 2025. Dalam cuitan terbarunya ia menyebutkan Capcom belum memiliki rencana untuk mengungkap Resident Evil 9 di musim panas tahun 2024. Sedangkan untuk perilisan game diundur menjadi akhir tahun 2025 sampai ke awal tahun 2026.
(2/4) is further away than this upcoming summer. Sorry for the back-and-forth on that, that's my fault.
RE:1 Remake rumors are bullshit, as far as I know RE:1 is not in any form of development at all right now.
RE:5 is not actively in dev now either. It's been funny seeing this
— AestheticGamer aka Dusk Golem (@AestheticGamer1) May 27, 2024
Dusk Golem juga membantah kabar pengerjaan versi remake game Resident Evil pertama yang menurutnya adalah omong kosong.
Microsoft telah mengkonfirmasi Call of Duty: Black Ops 6 akan tersedia Day One melalui Xbox Game Pass. Detail lebih lengkap akan diungkap dalam acara Xbox Game Showcase pada tanggal 9 Juni 2024.
Akuisisi Activision oleh Microsoft akan berujung dengan adanya kebijakan baru mengenai dimana Call of Duty dijual. Untuk Call of Duty 6 kabarnya game tersebut juga akan tersedia lewat platform Game Pass kepunyaan Microsoft.
Informasi ini diungkap Wall Street Journal (Dilansir dari IGN). Dilaporkan bahwa Microsoft berencana melakukan langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya, yaitu merilis seri terbaru game Call of Duty melalui layanan berlangganan mereka yaitu Game Pass. Kebijakan ini akan diumumkan langsung oleh Microsoft dalam waktu dekat yaitu sekitar bulan depan.
Mengingat Microsoft sudah menjadi pemiliki dari Activision, bisa saja mereka mengimplementasikan kebijakan lain di Call of Duty 6 yang lebih menguntungkan Xbox. Tujuannya adalah agar menarik perhatian dan membuat lebih banyak gamer mau menggunakan Game Pass.
HoYoverse melalui keterangan resminya telah memastikan bahwa Zenless Zone Zero akan rilis pada tanggal 4 Juli 2024 di perangkat mobile (Android dan iOS), PS5, serta PC. HoYoverse juga memastikan bahwa game ini sudah didukung oleh fitur cross-progression dan fitur cross-play saat rilis nanti.
Hari ini juga merupakan hari akhir dari CBT Zenless Zone Zero. HoYoverse mengungkap bahwa jumlah total pra-registrasi dari Zenless Zone Zero telah mencapai angka 35 juta. Pra-registrasi masih bisa dilakukan sekarang di mobile, PS5, maupun PC. Sebagai hadiahnya, pemain akan mendapatkan banyak bonus ketika Zenless Zone Zero rilis. Bonus ini berupa 20 Master Tapes yang bisa digunakan untuk gacha, karakter gratis yaitu Agent Corin, dan masih banyak lagi.
Ubisoft dan studio mitra Evil Empire mengumumkan bahwa The Rogue Prince of Persia telah tersedia secara global dalam bentuk Early Acces di Steam. Dalam tahap ini pemain akan mendapatkan 6 tipe biome, 8 jenis senjata, dan 6 jenis tool, 2 pertarungan boss, serta 30 trinket. Selama 24 jam pertama, The Rogue Prince of Persia akan dijual dengan harga diskon 10% Game ini juga dapat dimainkan melalui layanan GeForce Now.
“Saya sangat senang dapat menunjukkan The Rogue Prince of Persia kepada fans. Game ini bukan hanya milik kami, tetapi juga sebuah proyek antara kami dan komunitas!”, kata Lucie Dewagnier, Direktur Game di Evil Empire.
Kedepannya Evil Empire akan terus mengerjakan The Rogue Prince of Persia sampai pada versi lengkapnya yaitu versi 1.0. Pemain akan dapat mendapatkan lebih banyak konten seperti level baru, boss baru, senjata, musuh, dan masih banyak lagi.
The Rogue Prince of Persia berlatar di Ctesiphon, sebuah kota fiksi yang merupakan ibu kota dari Kekaisaran Persia. Kota ini menghadapi invasi oleh tentara Hun yang dipimpin oleh Nogai. Pemain akan memerankan Sang Pangeran atau The Prince yang memiliki kemampuan mistis yaitu bisa kembali hidup setiap kali ia mati.
The Rogue Prince of Persia akan menghadirkan mekanik khas franchise tersebut seperti wall running dan berbagai macam gaya akrobatik serta parkour. Map di The Rogue Prince of Persia dibagi dalam bentuk biome, dimana setiap biome akan memiliki desain yang berbeda-beda dan beberapa terinspirasi dari arsitekltur Persia.
Soundtrack game dibuat oleh ASADI yang ada seorang producer musik keturunan Amerika-Persia. Soundtrack Original The Rogue Prince of Persia adalah perpaduan antara gaya tradisional dan modern, dengan irama yang mendukung setiap The Prince dalam game.
Like a Dragon: Infinite Wealth adalah salah satu seri dari franchise Yakuza yang terbilang sukses. Game ini berhasil memecahkan rekor untuk angka penjualan secara ketika rilis di bulan Februari. Siapa yang menyangka, franchise Yakuza dulunya sempat ditolak oleh Sega karena dianggap tidak akan laku di pasar.
Fakta tersebut diungkap oleh kreator dari franchise Yakuza, Toshihiro Nagoshi yang sekarang sudah tidak lagi bekerjasama dengan Sega. Dalam acara Weekly Ochiai (Diterjemahkan oleh Automaton), Nagoshi mengatakan bahwa ketika pertama kali memberikan proposal game Yakuza kepada Sega, ide tersebut langsung ditolak.
Menurut Nagoshi alasan Sega menolaknya adalah karena tema yang diangkat oleh Yakuza dianggap tidak sesuai dengan selera publik. Karena menampilkan kekerasan dan juga konten dewasa, Yakuza tidak bisa dimainkan oleh anak-anak, wanita, dan pastinya tidak akan laku jika dipasarkan di luar Jepang. Sega sendiri lebih memilih game yang sesuai dengan selera global untuk mendorong penjualan.
Diperlukan tiga kali dorongan dari Nagoshi sampai akhirnya Sega menyetujui pembuatan game Yakuza. Apa yang dijanjikan oleh Nagoshi juga telah terbukti dengan jadinya Yakuza sebagai salah satu game flagship untuk Sega sampai sekarang.
Melalui media sosial X, Konami telah mengumumkan bahwa pada tanggal 30 Mei 2024 akan dilangsungkan acara Silent Hill Transmission. Acara ini akan membahas tentang update terbaru dari proyek game Silent Hill, lalu tentang film, dan juga merchandise.
Dari semua proyek Silent Hill, satu yang paling ditunggu adalah Silent Hill 2 Remake. Dikerjakan oleh Bloober Team, Silent Hill 2 Remake akan menceritakan kembali perjalanan horor James Suderland menembus kabut di kota Silent Hill dengan teknologi zaman sekarang. Game ini rencananya akan rilis lebih dulu di konsol PS5, baru setelah itu akan rilis di PC.