Home Blog Page 205

Football Manager Umumkan Kerjasama dengan Premiere League

0

Premiere League dan Sports Interactive, studio di balik Football Manager telah mengumumkan kerjasama lisensi untuk durasi empat tahun. Mulai dari musim 2024/25, semua 20 klub Liga Premiere League akan dilisensikan sepenuhnya dalam game Football Manager yang akan datang.

Nantinya gamer dapat menciptakan momen ikonik Premiere League mereka sendiri dan membuat sejarah dalam Football Manager. Apakah mereka akan mencoba mengejar gelar Premiere League, bersaing di kompetisi sepak bola Eropa, atau memaksimalkan promosi ke liga yang paling banyak ditonton di dunia.

“Momen penting ini adalah sesuatu yang selalu kami inginkan sejak awal Football Manager, dan kami sangat senang mengumumkan bahwa akhirnya kami dapat bekerja sama dengan Premiere League,” ujar Miles Jacobson, Studio Director Sports Interactive.

Will Brass, Chief Commercial Officer Premiere League mengatakan: “Football Manager telah menjadi bagian besar dari lanskap olahraga selama beberapa dekade dan dicintai serta dinikmati oleh jutaan penggemar di seluruh dunia. Kami sangat senang bahwa Liga Premier kini akan tampil lebih menonjol dalam game, membantu menyajikan pengalaman yang lebih mendalam dan otentik bagi siapa pun yang mengambil tantangan mengelola klub Liga Premier.”

Bagaimana menurut kalian?

Spesifikasi PC Kunitsu-Gami Path of the Goddess Diungkap

0

Setelah mengumumkan tanggal rilis untuk Kunitsu-Gami Path of the Goddess, Capcom sekarang membagikan spesifikasi PC dari game tersebut di Steam. Selain di PC, Kunitsu-Gami Path of the Goddess nantinya juga akan tersedia di PS5, PS4, Xbox Series, dan Xbox One.

Jika dilihat dari spesifikasinya, Kunitsu-Gami Path of the Goddess tidak membutuhkan PC dengan komponen high end agar dapat dimainkan secara maksimal.

Capcom juga telah merilis video behind the screen Kunitsu-Gami Path of the Goddess yang memperlihatkan bagaimana developer mengembangkan game ini. Selain itu Gamespot juga telah membagikan video gameplay Kunitsu-Gami Path of the Goddess berdurasi panjang. Video ini memperlihatkan hampir semuanya untuk bagian gameplay.

Kunitsu-Gami Path of the Goddess akan rilis pada tanggal 19 Juli 2024.

Visions of Mana Dapat Tanggal Rilis

0

Square Enix telah mengumumkan tanggal rilis untuk Visions of Mana. Game ini akan tersedia mulai dari tanggal 29 Agustus 2024 untuk platform PS5, PS4, Xbox Series, dan PC (Steam dan Epic Games Store).

Dalam trailer terbarunya, kalian bisa melihat seperti Visions of Mana nantinya. Karakter utama game ini adalah Val. Ia adalah seorang Soul Guard yang ditugaskan untuk menjaga peziarah yang dinamakan Alm dalam perjalanannya menuju ke Tree of Mana. Karakter yang menjadi Alm adalah teman masa kecil Val yaitu Hinna.

Dalam perjalanannya Val dan Hinna akan ditemani oleh empat karakter lainnya yaitu Palamena, Morley, Careena, dan Julei. Pemain bisa memilih tiga karakter sebagai anggota utama. Setiap karakter bisa berganti job class dengan menggunakan Elemental Vessels. Sedangkan untuk eksplorasi, Elemental Vessels akan memberikan fungsi Elemental Triggers.

Visions of Mana akan menawarkan dunia semi-open dimana pemain dapat menjelajahi dunia dengan bebas. Dari segi combat, Visions of Mana menawarkan pertarungan multi-dimensi dengan beragam keterampilan menggunakan senjata maupun sihir.

Visions of Mana akan dijual dalam bentuk fisik untuk konsol dan digital. Square Enix juga telah menyiapkan Digital Deluxe Edition yang berisi bonus Mana Superstars Costume Set dan Mana Series BGM Bundle.

Bagaimana menurut kalian?

Review Shin Megami Tensei V: Vengeance (PC): Versi yang Lebih Baik

0

Ketika Atlus mengumumkan akan merilis versi Shin Megami Tensei V: Vengeance, terus terang saya sangat gembira mendengarnya. Sebabnya saya tidak sempat merasakan game RPG turn-based ini ketika dirilis di Nintendo Switch tahun 2021. Saya selalu membayangkan seandainya bisa memainkan game tersebut di PC dan ternyata keinginan ini dapat terwujud.

Sebagai game porting, Atlus tentunya tidak bisa hanya sekedar merilis ulang Shin Megami Tensei V di konsol dan PC. Harus ada penambahan baru yang membuat game ini menjadi fresh dan menggoda gamer untuk mencobanya. Hasilnya adalah Shin Megami Tensei V: Vengeance.

Kebetulan saya mendapatkan kesempatan untuk mencoba versi review Shin Megami Tensei V: Vengeance di PC. Total waktu yang saya habiskan untuk Shin Megami Tensei V: Vengeance adalah lebih dari 20 jam. Sebagai salah satu gamer yang sudah menunggu untuk memainkan Shin Megami Tensei V di PC, ekspektasi saya bisa dibilang cukup besar dengan game ini.

Dua Cerita yang Berbeda

Shin Megami Tensei V: Vengeance akan menghadirkan dua cerita. Cerita pertama adalah Canon of Creation yang adalah cerita original dari Shin Megami Tensei V. Sedangkan cerita kedua adalah Canon of Vengeance yang merupakan cerita baru. Pemain bisa memilih cerita mana dulu yang ingin dimainkan pada bagian awal permainan.

Secara garis besar cerita di Shin Megami Tensei V: Vengeance masih sama dengan game originalnya yaitu tentang karakter utama atau Protagonist yang terjebak di versi lain Tokyo atau Da’at. Ia lalu mendapatkan kekuatan setelah bergabung dengan Aogami dan menjadi entitas baru bernama Nahobino. Canon of Vengeance akan menawarkan sudut pandang yang berbeda dengan cerita original Shin Megami Tensei V.

Selain itu akan ada juga karakter baru Yoko Hiromine. Ia tidak hanya menjadi karakter yang “sekedar numpang” saja. Peran Hiromine di dalam Canon of Vengeance justru sangat besar, dimana ia akan menjadi salah satu dari kunci cerita. Hiromine dan beberapa karakter manusia yang lain juga dapat bergabung sebagai anggota grup Nahobino dan menjadi playable character.

Yoko Hiromine yang disuarakan oleh Erin Yvette (Bahasa Inggris) dan Chiwa Saito (Bahasa Jepang) memiliki kepribadian yang cool. Ia juga tidak segan mengutarakan apa yang ia pikirkan, membuatnya suka mengatakan secara terus terang. Wataknya ini membuat Hiromine pantas untuk menjadi Deuteragonist bersama dengan sang karakter utama Nahobino di Shin Megami Tensei V: Vengeance.

Selain Yoko Hiromine, Canon of Vengeance juga akan menghadirkan musuh baru yaitu The Qadistu. Kelompok ini terdiri dari empat demon wanita yang mengerikan sekaligus menggoda. Mereka adalah Lilith, Namaah, Eisheth Zenunim, dan Agrat Mahlat. Sama seperti Hiromine, The Qadistu juga akan berperan besar dalam cerita Canon of Vengeance.

Buat kalian yang sudah memainkan atau belum memainkan Shin Megami Tensei V, tidak masalah jika langsung memilih Canon of Vengeance. Sebabnya kedua cerita akan menawarkan sudut pandang yang berbeda dan kalian tidak diharuskan untuk menamatkan salah satunya lebih dulu agar dapat mengerti. Jika kurang puas dengan satu cerita, kalian bisa mengulang kembali setelah tamat dengan cerita yang berbeda.

Kualitas Grafis Meningkat

Shin Megami Tensei V: Vengeance sudah mengalami peningkatan dari segi grafis. Visual menjadi terlihat lebih menarik dan fresh karena tambahan special effect seperti shaders. Selain itu game ini juga tidak lagi dibatasi oleh frame rate sehingga membuat permainan menjadi lebih smooth.

Ketika pertama kali tiba di Da’at, saya terkesima dengan pemandangan post-apocalyptic kota Tokyo. Reruntuhan bangunan dan jalanan tertutup oleh padang pasir dan bukit bebatuan. Di langitnya saya melihat semacam cahaya aneh yang selalu menjadi pengingat bahwa Da’at adalah tempat tinggal para demon.

Desain karakter manusia dan juga Demon di Shin Megami Tensei V: Vengeance juga patut diacungi jempol. Character Designer Masayuki Doi tetap menggunakan sumber asli ketika membuat desain dari Demon lalu menyesuaikannya dengan tema dari Shin Megami Tensei V. Kalian bisa melihat contohnya dengan Barong dan Rangda, dua Demon di Shin Megami Tensei V yang berasal dari Indonesia.

Beragam Fitur Baru Untuk Gameplay

Atlus telah menambahkan berbagai jenis fitur baru di bagian gameplay Shin Megami Tensei V: Vengeance. Kehadiran fitur-fitur ini sangat membantu dari segi quality of life.

Misalnya untuk menjelajahi Da’at yang sangat luas dan kadang membingungkan dari segi strukturnya. Untuk melihat lebih jelas sekarang ada fitur bird eye view saat membuka map. Ada juga fitur untuk memberikan ikon sebagai penanda dalam map. Fitur ini memudahkan untuk navigasi sekaligus menemukan tempat-tempat yang tersembunyi.

Fitur baru lainnya untuk eksplorasi adalah Magatsu Rails. Fitur ini mempercepat akses dari dua tempat yang berbeda. Fitur ini membuat pemain tidak perlu lagi melakukan backtrack dengan jalan kaki yang melelahkan dan membuang waktu.

Selain itu pemain juga bisa melakukan save dimana saja tanpa harus berada di dekat Leyline. Fitur ini sangat berguna apalagi jika kalian baru mengenal Shin Megami Tensei seperti saya. Saya sendiri merasa sangat terbantu dengan peningkatan quality of life di Shin Megami Tensei V: Vengeance

Jujur saja, pertarungan di game ini cukup brutal meski saya hanya menggunakan tingkat kesulitan normal. Beberapa kali Nahobino saya tewas hanya karena lengah dan karena lupa melakukan save, saya terpaksa harus mengulang jauh. Mungkin ini karena saya sudah terbiasa dengan fitur auto-save yang ada di game zaman sekarang. Tapi Shin Megami Tensei V bukan jenis game seperti itu. Inilah yang membuat fitur save dimana saja menjadi sangat membantu.

Perubahan juga dilakukan terhadap bagian-bagian lain di Shin Megami Tensei V: Vengeance. Untuk Demon Fusion, sekarang pemain bisa mengkombinasikan Demon yang mereka bawa dengan yang ada di Compendium sehingga lebih efisien. Lalu ada juga fitur auto-battle yang memudahkan untuk farming dan grinding, dan masih banyak lagi. Kalian bisa melihat sendiri fitur-fitur baru apa saja yang dimiliki oleh Shin Megami Tensei V: Vengeance di sini.

Ada 200 Lebih Demon yang Menunggu Untuk Jadi Partner

Apa alasan utama saya memainkan Shin Megami Tensei V: Vengeance? Jelas adalah karena saya ingin membangun tim dengan pasukan Demon yang mempunyai bentuk beraneka ragam. Kabar baiknya Shin Megami Tensei V: Vengeance memiliki jumlah Demon yang lebih banyak dibandingkan Shin Megami Tensei V. Kurang lebih ada 270 Demon (Termasuk dari DLC), belum ditambah dengan jenis Demon baru.

Desain dari Demon yang ada Shin Megami Tensei V: Vengeance juga sangat menarik. Mulai dari yang sederhana seperti Pixie sampai yang menyeramkan seperti Manananggal. Ada juga Demon kontroversial yang desainnya mirip alat kelamin pria sampai Demon tipe malaikat. Kalian bisa bebas memilih mau menggunakan yang mana.

Untuk mendapatkan Demon sebagai anggota tim, kalian bisa membujuk mereka dengan Talk saat battle. Jika bujukan kalian berhasil, maka Demon tersebut akan bergabung sebagai anggota tim. Proses membujuk Demon cukup menarik karena kalian harus menjawab pertanyaan yang diberikan dengan tepat atau mereka akan kabur.

Cara lain untuk mendapatkan Demon adalah dengan melakukan Fusion. Fitur ini bisa kalian temukan dalam World of Shadow yang ada di dalam Leyline. Fusion merupakan cara cepat untuk mendapatkan partner Demon yang kuat.

Karena banyaknya variasi Demon di Shin Megami Tensei V: Vengeance, saya jamin kalian pasti akan kebingungan memilihnya. Seandainya kalian menyukai satu jenis Demon dan ingin mempertahankannya, ini bisa dilakukan. Sebabnya level maksimum Demon di game ini bisa mencapai level 150. Selain itu game ini juga memiliki mekanik Essence Fusion, dimana kalian bisa mendapatkan skill dari Demon yang lain tanpa harus mengubah bentuknya.

Sistem Turn-Based yang Masih Kolot

Meski sama-sama produk dari Atlus dan punya gaya turn-based, Shin Megami Tensei V: Vengeance berbeda dengan Persona. Menurut saya turn-based di game ini masih terbilang kolot dibandingkan Persona yang lebih modern.

Jika Persona punya mode All-Out Attack dimana semua karakter bisa menyerang bersamaan, Shin Megami Tensei V memiliki mekanik Free Action. Cara menggunakannya adalah dengan menyerang musuh dengan elemen kelemahan mereka dan pemain bisa mendapatkan Free Attack yang tidak menghabiskan turn. Tapi hati-hati, karena cara ini juga dapat digunakan oleh musuh untuk menghabisi tim kalian dengan cepat.

Shin Megami Tensei V juga memiliki mekanik Limit Break yang di game ini dinamakan Magatsuhi. Skill ini bisa berupa serangan dengan damage atau efek, bisa juga sebagai buff yang dapat dipakai oleh semua anggota tim atau Demon dari jenis tertentu. Magatsuhi merupakan cara untuk membentu sinergi jika kalian ingin memaksimalkan tim dengan Demon dari jenis tertentu.

Jadi pastikan kalian terus memperhatikan dan memilih Magatsuhi yang tepat. Selain itu selalu utamakan menyerang musuh sesuai dengan elemen kelemahannya. Jika kalian sudah menguasai keduanya, bermain Shin Megami Tensei V: Vengeance akan menjadi lebih mudah.

Ngobrol Bareng di Demon Haunt

Salah satu fitur baru yang menjadi highlight dari Shin Megami Tensei V: Vengeance adalah Demon Haunt. Tempat ini bisa diakses melalui Leyline dan berfungsi sebagai tempat ngobrol dan curhat.

Kalian bisa berbicara dengan Demon yang telah menjadi partner kalian di Demon Haunt. Kadang mereka bisa memberikan kalian item sebagai hadiah atau belajar skill baru. Ketika berada di Demon Haunt kalian juga bisa menggunakan mode free camera. Cocok buat kalian yang ingin mengabadikan Demon favorit kalian dengan screenshot.

Selain berbicara dengan Demon, Nahobino juga dapat berinteraksi dengan Aogami di Demon Haunt. Akan tersedia bangku kosong dimana jika Nahobino duduk, ia akan berpisah dengan Aogami dan keduanya bisa saling berinteraksi.

Kehadiran Demon Haunt ini menurut saya memberikan nilai plus bagi Shin Megami Tensei V: Vengeance. Tapi sepertinya developer kurang memaksimalkan fungsi dari tempat tersebut. Misalnya contoh selain berinteraksi, pemain juga dapat meminta Demon yang ada di Demon Haunt untuk menjalankan side-quest untuk mendapatkan item spesial. Lalu bisa juga ada tambahan fitur dimana pemain bisa meminta Demon untuk melakukan pose tertentu saat akan difoto.

Mengenai side-quest, kalian bisa menemukannya dari Demon ketika berkelana di Da’at. Hadiah dari side-quest kadang bisa berupa essence yang cukup penting untuk Essence Fusion.

Shin Megami Tensei V: Vengeance Dari Segi Teknis

Selama mencoba Shin Megami Tensei V: Vengeance di PC, saya sama sekali tidak pernah mengalami masalah teknis. Dari spesifikasinya yang tertera di Steam, Shin Megami Tensei V: Vengeance bisa dibilang enteng dan tidak memerlukan PC high end untuk bisa menjalankannya secara maksimal. Untuk spesifikasi PC yang saya pakai untuk mereview Shin Megami Tensei V: Vengeance adalah i5-9400F, GeForce RTX 3060, dan RAM 16GB.

Game ini sendiri sudah memiliki pilihan pengaturan grafis untuk game PC zaman sekarang seperti VSync, Motion Blur, Anti-Aliasing, tapi tidak ada fitur upscaling.

Kesimpulan

Kesimpulan yang saya dapatkan untuk Shin Megami Tensei V: Vengeance adalah untuk game porting, kualitas game ini bisa dibilang sangat baik. Ditambah lagi penambahan fitur-fitur baru yang memperbaiki quality of life membuat saya dapat menikmati game ini secara sepenuhnya. Unsur dari game RPG turn-based klasik yang biasanya membuat boring, berhasil ditutupi dengan polesan baru yang membuatnya menjadi fresh.

Tambahan alur cerita baru dengan tambahan karakter baru juga menjadi nilai plus bagi Shin Megami Tensei V: Vengeance. Akan ada alasan bagi gamer yang sudah pernah memainkan game originalnya dan juga yang belum pernah memainkan sama sekali untuk mencoba game ini.

ASUS Pamerkan Hardware PC Terbaru dan Akan Datang di Computex 2024

0

ASUS mengumumkan konsep-konsep inovatif sekaligus desain terbaru seperti PC AI, prototipe motherboard AMD dan Intel, serta pendingin CPU di stan Computex 2024.

Dengan semua aplikasi dan fitur inovatif bertenaga AI yang tersedia saat ini, para enthusiast PC di seluruh dunia masih saja mencari hardware yang dapat menjalankan tool AI di PC AI secara lokal,  sebagai alternatif dari mekanisme langganan berbasis cloud. Di Computex 2024, ASUS memperlihatkan hardware PC yang dapat digunakan untuk menjelajahi masa depan revolusiner ini. PC AI adalah jawaban atas platform untuk fitur AI canggih tersebut yang secara bersamaan merevolusi cara merakit, menyesuaikan, dan menggunakan perangkat sejenis.

Saat ini, pengguna dapat merakit sebuah PC AI. Dalam tiga generasi kartu grafis sebelumnya, NVIDIA® telah menghadirkan kemampuan AI dengan menciptakan tensor core khusus. Di GPU GeForce RTX 40 series terbaru, ASUS juga menghadirkan hardware tercanggih untuk akselerasi AI. Beberapa produk dengan GPU Geforce RTX 40 series tersebut misalnya ASUS Dual GeForce RTX 4060 yang terjangkau hingga ROG Strix GeForce RTX 4090 yang terbaik. Di sisi AMD, ASUS juga mengeluarkan kartu grafis Radeon RX 6000 series atau 7000 seri yang siap digunakan untuk AI.

ASUS telah menciptakan fondasi untuk membuat PC AI dengan merilis beragam motherboard generasi terbaru. Motherboard ASUS Z790 meningkatkan pengalaman pengguna dengan kontrol cerdas yang akan merespon data pemantauan secara real-time untuk memastikan pengguna mendapatkan hasil maksimal dari PC AI mereka setiap saat. Di sisi lain, motherboard ROG Maximus Z790 Dark Hero dibekali berbagai fitur seperti AI Overclocking, DIMM Flex, AI Networking, AI Cooling II, dan Two-Way AI Noise Cancelation untuk menghadirkan performa yang optimal, pendinginan kuat sekaligus senyap, serta komunikasi yang sangat jernih tetapi dengan pengaturan yang minimal. ASUS juga membekali beberapa motherborboard dengan dukungan DDR5 dan PCIe 5.0 untuk memastikan pengguna dapat meningkatkan performa PC AI mereka dengan memori, drive penyimpanan, dan kartu grafis tercepat yang tersedia saat ini serta di masa depan.

DIY PC Mudah dengan Bantuan AI

Saat ini, hardware PC canggih dapat memberikan pengalaman yang memuaskan melalui aplikasi berbasis AI. Selama Computex 2024, ASUS memperlihatkan versi demo dari ASUS AI BuildNavigator, sebuah tool berbasis AI untuk memandu proses perakitan

Dengan antarmuka yang mudah, proses perakitan akan dimulai dengan memilih komponen yang pengguna sukai. Pengguna dapat menggunakan bahasa masing-masing untuk meminta bantuan saat memilih komponen atau mencari alternatif komponen. Nantinya, ASUS AI BuildNavigator akan memberikan saran berdasarkan parameter yang diberikan pengguna. Sepanjang proses ini, ASUS AI BuildNavigator akan memeriksa kompatibilitas komponen-komponen ini secara otomatis. Selanjutnya, ASUS AI BuildNavigator memberikan masukan jika motherboard pengguna tidak cocok dengan chassis yang dipilih, misalnya.

Ketika saatnya merakit, ASUS AI BuildNavigator akan memandu pengguna dengan menampilkan informasi penting dari dokumen yang relevan, sehingga pengguna tidak perlu membuka buku manual.

Tampilan Sekilas Motherboard ASUS Berikutnya

Di Computex 2024, ASUS memamerkan motherboard BTF ROG Maximus Hero BTF generasi terbaru. Motherboard yang akan kompatibel dengan prosesor Intel generasi terbaru seperti lini Arrow Lake ini akan tersedia di paruh kedua tahun 2024. Sebagai motherboard BTF, semua konektornya tersembunyi di bagian belakang board untuk memastikan kabel dan kawat tidak terlihat. Motherboard ini dibekali slot kartu grafis berdaya tinggi sehingga pengguna dapat memasang kartu grafis BTF seperti ROG Strix GeForce RTX 4090 BTF. Motherboard ini juga memiliki fitur ASUS terbaru seperti PCIe Slot Q-Release Slim untuk menyederhanakan proses pembuatan PC. Dengan mekanisme ini, pengguna tidak perlu melepaskan kait yang susah dijangkau atau menekan tombol untuk melepaskan kartu grafis dari slot. Pengguna hanya perlu memiringkan kartu ke arah mekanisme penguncian untuk melepaskannya dari slot PCIe secara otomatis. Metode ini membuat proaea peningkatan dan perawatan kartu grafis menjadi lebih mudah dibandingkan sebelumnya.

ASUS juga memperlihatkan next-gen motherboard X870 yang siap digunakan bersama prosesor desktop AMD Ryzen generasi terbaru. Seperti ekspektasi terhadap motherboard ASUS kelas atas lainnya, motherboard ini siap untuk overclocking CPU dan memori secara langsung. ASUS juga berencana menyediakan dukungan multi-GPU karena revolusi pada PC AI menyuguhkan peningkatkan performa beberapa kartu grafis sekaligus melalui aplikasi baru berbasis AI. Lebih dari itu, ASUS juga akan memaksimalkan motherboard ini dengan konektivitas ultra cepat. Pengguna akan disuguhkan dengan dukungan PCIe 5.0 x16, port Ethernet 2,5 Gbps, berbagai slot M.2 berkecepatan tinggi, dan dukungan USB4 . Selain itu, pengguna juga akan menemukan port USB Type-C dengan bandwidth tinggi di real I/O panel serta header Type-C pada front panel.

ASUS juga sangat senang dapat memperlihatkan compression attached memory module generasi ke dua (CAMM2) hasil kerja sama dengan Kingston Technology dan G.Skill. Kedua mitra tersebut memiliki teknologi manufaktur dan pengujian khusus yang dapat menghasilkan produksi dalam jumlah besar dari produk ini. Oleh karena itu, ASUS sangat bangga dapat mendukung DDR5 CAMM2 meraka.

Berbagai analis telah menunjukkan potensi keunggulan CAMM2 bagi laptop, tetapi modul memori ini juga dapat digunakan pada PC desktop. Pertama, modul ini lebih tipis, sehingga dapat menghemat ruang motherboard untuk komponen lain. Kedua, modul CAMM2 dapat memberikan performa dual-channel yang setara dengan dua DIMM tetapi dalam satu modul. Untuk motherboard small form factor (SFF), hal tersebut dapat menghemat ruang tetapi tidak mengorbankan performa. Terakhir, ASUS terkesan dengan kapasitas CAMM2 yang begitu tinggi dibandingkan dengan SO-DIMM. Dengan chip DRAM 32 Gb generasi terbaru, CAMM2 dapat memiliki kapasitas maksimum sebesar 128 GB per modul. Kini, ASUS sedang mengerjakan konsep motherboard ROG Z790 yang dapat mendukung CAMM2 dengan performa stabil hingga 8000 MHz.

Opsi Baru Untuk Menjaga Prosesor Tetap Dingin

Prosesor kelas atas yang tersedia saat ini membutuhkan daya yang cukup besar untuk menyuguhkan performa yang memukau kepada para enthusiast. Para pengguna ini membutuhkan pendinginan yang mumpuni untuk PC mereka. Cara termudah untuk mendapatkan pendinginan yang mumpuni adalah dengan pendingin CPU cair AIO. Selama Computex 2024, ASUS meluncurkan pendingin AIO terbaru dari lini ProArt dan ROG Strix, Prime LC series terbaru, dan cold plate Asetek terbaru.

Di musim gugur lalu, ASUS meluncurkan pendingin AIO ProArt LC pertama: ProArt LC 420. Sekarang, ASUS menambahkan pendingin ProArt terbaru dengan radiator 360 mm yang lebih populer. ProArt LC 360 dirancang khusus untuk para kreator konten dengan tampilan yang elegan dan kemampuan pendinginan yang kuat. Seperti model yang lebih besar, pendingin ini memiliki pump housing dengan indikator pencahayaan minimalis yang menunjukkan beban sistem, temperatur, dan kecepatan kipas secara real time. Motor tiga fasa yang canggih memberikan kemampuan pendinginan yang sangat baik sekaligus pengoperasian yang lebih senyap. Tiga kipas Alphacool Apex Stealth Metal Power berwarna hitam matte menawarkan performa tinggi hingga 3000 RPM, tingkat kebisingan yang rendah, dan kemampuan pemasangan daisy-chain untuk proses perakitan yang mudah.

Pendingin CPU cair ROG Strix LC III ARGB dan ROG Strix LC III ARGB LCD AIO menaikkan levelnya dengan menghadirkan cold plate terbaru serta pompa Gen7 V2 yang ditenagai motor tangguh untuk menghasilkan performa pendinginan terbaik. Kipas ROG ARGB premium menghadirkan aliran udara yang tinggi, akustik yang optimal, dan teknologi 0dB.

Pengguna dapat memilih salah satu dari dua pilihan tampilan pendingin AIO ini. Model LCD ROG Strix LC III ARGB memiliki pump housing dengan layar yang dapat disesuaikan melalui aplikasi Armoury crate. Layar tersebut dapat menampilkan informasi tentang suhu, kecepatan kipas, voltase, dan sebagainya. Di sisi lain, pendingin ROG Strix LC III ARGB memiliki pump housing dengan logo ROG yang menyala di bagian atasnya. Penutup logo tersebut terpasang secara magnetis sehingga pengguna dapat memutar dengan mudah agar dapat mengarahkan logo sesuai dengan keinginan masing-masing.

ASUS Prime LC series dirancang untuk memberikan tampilan yang serasi pada beragam produk motherboard, case PC, dan kartu grafis Prime. Prime LC 360 ARGB menawarkan kinerja pembuangan panas yang kuat dengan cold plate khusus dan kipas RGB berkinerja tinggi yang sudah terpasang untuk menyederhanakan proses perakitan. Lensa bergaya cermin pada pump housing dapat diubah-ubah untuk memberikan gaya yang menarik. Di sisi lain, LCD Prime LC 360 ARGB dibekali layar  yang menunjukkan pemantauan CPU dan kartu grafis secara real-time. Selain itu, radiatornya dilengkapi dengan kipas daisy-chainable berkinerja tinggi yang memberikan tekanan dan aliran udara yang sangat baik.

Terakhir dan tidak kalah penting, ASUS sangat antusias saat mendemonstrasikan inovasi pendingin terbaru dan menarik di Computex 2024. Asetek belum lama ini mengembangkan cold plate terbaru yang melampaui model unggulan yang tersedia saat ini. Coldpate tersebut telah dipamerkan secara eksklusif di stan ASUS.

Lihat Apa yang Bisa Dilakukan dengan BTF di Computex 2024

Ekosistem komponen PC BTF membuka berbagai kesempatan baru yang menarik kepada pengguna dalam merakit PC berikutnya. BTF merupakan singkatan dari Back-To-the-Future; sebuah desain konektor tersembunyi yang merepresentasikan perubahan paradigma dalam perakitan PC. Di stan ROG, ASUS memamerkan dua konsep baru yang dirancang menggunakan fondasi BTF.

Pertama adalah chassis ROG Z22 ITX. Case dengan konsep unik ini sepenuhnya mengadopsi tampilan ROG Strix GeForce RTX 4090 BTF. Tidak hanya menyuguhkan tampilan rapi sekaligus kemudahan penggantian kartu grafis, Case ini juga didesain dengan kartu grafis dan komponen terpisah yang akan meningkatkan pendinginan. Dengan desain triple-chamber, desain open-frame, dan stand miring, ROG Z22 menawarkan pendinginan yang sangat kuat.

Kedua adalah FF04 Pro MOD, sebuah PC desktop yang dirancang khusus oleh case modder Xikii. Karena kartu grafis BTF tidak memerlukan koneksi terpisah ke power supply, Xikii dapat dapat memasangkan kartu grafis untuk PC ini dengan cara yang berbeda untuk menghasilkan sistem yang ramping. Meskipun memiliki volume 13 liter yang ringkas, PC ini tetap menghadirkan performa yang kuat. FF04 Pro MOD dibekali CPU dan kartu grafis berkinerja tinggi. Di samping itu, perangkat pendingin cair eksternal berukuran 4,8 liter membuat semuanya beroperasi dengan performa memuaskan. Pada perangkat modular ini, radiator 240 mm, pompa air DDC, dan modul flow control beroperasi dengan mulus untuk menghadirkan pembuangan panas yang sangat baik sekaligus pengoperasian yang senyap.

ASUS juga sedang mengerjakan konsep pendingin AIO terbaru yang akan memiliki tampilan yang padu dengan PC BTF. Dengan kabel dan konektor PC yang tidak terlihat, pengguna bisa saja mencari desain pendingin CPU cair AIO yang memiliki tampilan pipa yang minimalis. Modder PC JCustom sebelumnya telah berhasil menggunakan water block CPU Stealth Tubing untuk menyembunyikan pipa pendinginnya. Namun, ada solusi yang lebih praktis untuk pengguna yang lebih luas, yaitu pendingin CPU cair AIO dengan pipa pendek yang langsung menghubungkan pump housing ke radiator di bagian atas.

Di Computex 2024, ASUS telah menyusun sebuah model konsep pendingin CPU cair AIO dengan pipa yang lebih pendek untuk menghadirkan tampilan yang rapi, proses perakitan yang sederhana, dan gaya yang selaras dengan komponen BTF dan rakitan standar. ASUS juga membekali pump housing dengan layar fleksibel berukuran 6,67 inci yang dapat disesuaikan. Terahir, ASUS melengkapi radiator dengan kipas ROG daisy-chainable untuk memberikan kinerja aliran udara yang luar biasa dengan manajemen kabel yang mudah.

Mulai rakit PC BTF dengan Giveaway Ultimate Simplicity

Ekosistem ASUS BTF yang terdiri dari motherboard, kartu grafis, dan case PC mengantarkan era baru perakitan PC. Bagian interior PC tidak lagi dipenuhi kabel yang terlihat rumit dan menjulur ke berbagai arah. Dengan komponen BTF, pengguna dapat menyelipkan kabel tersebut agar tidak terlihat saat proses perakitan. Selain itu, kemitraan dengan berbagai macam produsen chassis PC, seperti Aerocool, be quiet!, Cooler Master, Corsair, DIY APE, InWin, Lian Li, Phanteks, Silverstone, dan Thermaltake membuat pengguna memiliki beragam pilihan komponen untuk rakitan PC BTF mereka.

Untuk membantu pengguna memulai rakiran PC BTF-nya, ASUS mengadakan giveaway dari tanggal 27 Mei hingga 30 Juni 2024. Hadiah giveaway diurutkan dari posisi paling tinggi hingga paling bawah: Satu pemenang yang beruntung dapat membawa pulang ROG Maximus Z790 Hero BTF dan ROG Strix GeForce RTX 4090 BTF Edition dan satu pemenang lagi dapat membawa pulang bundel TUF Gaming BTF dengan TUF Gaming Z790 – BTF WiFi dan  TUF Gaming GeForce RTX™ 4070 Ti SUPER BTF White Edition. Pengguna juga berkesempatan memenangkan kombinasi ROG MAXIMUS  Z790 Hero BTF dan ROG Hyperion GR701 BTF Edition atau  TUF Gaming Z790 – BTF WiFi dan TUF Gaming GT302 ARGB.

Pemenang lain juga berkesempatan mendapatkan kombinasi chassis BTF dari mitra ASUS dan motherboard BTF yang memiliki tampilan serasi, seperti motherboard Corsair 6500X dan ROG Maximus Z790 Hero BTF, Cooler Master MasterBox 600 White dan TUF Gaming Z790 – BTF WiFi, atau InWin D5 (Black) dan TUF Gaming B760M – BTF WiFi.  ASUS juga menawarkan rangkaian keyboard gaming ROG Falchion RX Low Profilemouse gaming ROG Gladius III Wireless AimPoint gaming mice, dan headphone gaming ROG Cetra True Wireless SpeedNova.

Rakitan Faktor Bentuk Kecil Menjadi Mudah

Saat ini, banyak perakit menyukai pengalaman merakit PC tangguh dalam chassis SFF yang sangat ringkas. Panduan ukuran dari NVIDIA bernama SFF-Ready Enthusiast GeForce Cards and Compatible Cases mempermudah pemilihan komponen yang sudah kompatibel untuk rakitan SFF. Case dan kartu grafis yang sesuai dengan pedoman SFF-Ready tersebut pasti kompatibel dan menghadirkan pengalaman membangun yang efisien.

ASUS menawarkan berbagai macam kartu grafis GeForce RTX 40 Series yang sesuai dengan pedoman SFF-Ready. Beberapa kartu grafis GeForce Enthusiast yang telah SFF-Ready adalah ProArt GeForce RTX 4070, ProArt GeForce RTX 4070 SUPER, ProArt GeForce RTX 4070 Ti SUPER, ProArt GeForce RTX 4080 SUPER, Prime GeForce RTX 4070, dan Prime GeForce RTX 4070 SUPER. Selain menawarkan kinerja yang mumpuni, kartu grafis tersebut juga akan mempertahankan temperatur dan kebisingan kipas tetap rendah.

Di Computex 2024, ASUS memamerkan dua rakitan SFF. Satu berpusat pada kartu grafis Prime GeForce RTX 4070 SUPER yang terpasang di dalam case ASUS Prime AP201 Tempered Glass dan satu rakitan lainnya dirancang untuk memaksimalkan motherboard ProArt GeForce RTX 4080 SUPER dalam rakitan Mini-ITX. Di sisi lain, case ProArt yang dibuat oleh modder casing Xikii bernama FF04 berhasil memadukan performa dan gaya ProArt GeForce RTX 4080 SUPER dengan chassis ramping berukuran 9,8 liter. Desain case tersebut menghasilkan aliran udara khusus ke CPU dan kartu grafis secara pintar untuk memberikan performa pendinginan yang optimal. Selain itu, proses instalasi kreatif bernama fusion-style menyederhanakan perakitan dan manajemen kabel melalui penggunaan metode sambungan purus dan lubang (mortise and tenon), rel geser (sliding rail), dan magnetik untuk menghasilkan tampilan mulus tanpa baut.

Game Tentang Semut, Empire of The Ants Dapat Tanggal Rilis

0

Microids telah mengumumkan tanggal rilis untuk game Empire of The Ants. Game ini akan rilis pada tanggal 7 November 2024 di PS5, Xbox Series, dan PC.

Kalian bisa melihat spesifikasi dari game ini di Steam. Jangan kaget jika game ini meminta spesifikasi yang cukup tinggi seperti RAM 16GB dan kartu grafis Radeon RX 6800 atau Nvidia Geforce RTX 3080.

Empire of the Ants diadaptasi dari buku karya Bernard Werber. Game ini menggunakan gaya third-person dari sudut pandang seekor semut. Empire of the Ants dikembangkan oleh Tower Five dan Microids. Game ini dibuat dengan Unreal Engine 5 dan menjanjikan tampilan grafis photo-realistic. Fitur yang tersedia di game ini salah satunya adalah sistem perubahan waktu dan musim yang akan berdampak dengan permainan.

Bagaimana menurut kalian?

Rilis September 2024, Ini Spesifikasi PC Age of Mythology: Retold

0

Xbox Game Studios telah mengumumkan tanggal rilis untuk Age of Mythology: Retold. Game ini akan tersedia pada tanggal 4 September 2024 di platform di konsol Xbox dan PC. Age of Mythology: Retold juga akan tersedia day one lewat layanan Game Pass.

Halaman Steam Age of Mythology: Retold juga telah menampilkan spesifikasi yang diperlukan oleh game ini:

MINIMUM:

  • Requires a 64-bit processor and operating system
  • OS: Windows 10 64bit
  • Processor: Intel® i3-4130 or AMD FX 4350 at 2.4GHZ+ with 2 cores / 4 threads and AVX support
  • Memory: 8 GB RAM
  • Graphics: NVIDIA® GeForce® GTX 645 or AMD Radeon™ Vega 8 or Intel® Iris Graphics 550 or better
  • DirectX: Version 12

RECOMMENDED:

  • Requires a 64-bit processor and operating system
  • OS: Windows 10 64bit
  • Processor: 3.6 Ghz i5 or greater or AMD equivalent and AVX support
  • Memory: 16 GB RAM
  • Graphics: Nvidia® GeForce® GTX 970 or AMD Radeon™ RX 570 or better
  • DirectX: Version 12

Age of Mythology: Retold akan menggabungkan elemen yang merupakan ciri khas dari game ini dengan fitur-fitur game real time strategi zaman sekarang. Pemain bisa memilih untuk menyembah dewa-dewi dari Yunani, Mesir, Norse, dan Atlantis. Beragam monster mitologi seperti Cyclops dan Cerberus juga akan muncul di game.

Age of Mythology akan mengalami peningkatan dari segi grafis dan visual. Age of Mythology: Retold juga akan memiliki multiplayer co-op, Arena of the Gods. Mode ini juga bisa dimainkan singleplayer.

Serial Animasi Upin dan Ipin Diadaptasi Jadi Game

0

Serial animasi terkenal asal Malaysia, Upin dan Ipin akan melebarkan sayapnya ke ranah game. Upin dan Ipin akan diadaptasi ke dalam game yang akan ditujukan untuk platform PS4 dan Nintendo Switch.

Burhanuddin Md Radzi, kepala dari Les’ Copaque Production, mengumumkan melalui Facebook bahwa game Upin dan Ipin sedang dikembangkan. Ia juga membagikan cuplikan video dari ketika game tersebut diperlihatkan kepadanya dan timnya.

Game Upin dan Ipin akan dikerjakan bersama dengan developer Streamline Inc yang berlokasi di Las Vegas, Amerika Serikat. Menurut Burhanuddin, pengembangan game Upin dan Ipin diharapkan selesai pada Oktober 2024 dan akan rilis pada awal tahun 2025.

Game Upin dan Ipin dirancang untuk dimainkan secara co-op yang memungkinkan dua pemain untuk mengendalikan Upin dan Ipin bersamaan. Untuk gameplay, game ini lebih mengarah kepada genre casual dan bisa diterima oleh semua umur.

Bagaimana menurut kalian?

Ubisoft Buat Game Monopoly

0

Ubisoft telah mengumumkan game Monopoly, yang diadaptasi dari permainan board game ikonik. Monoply rencananya akan dirilis pada bulan September 2024 dan tersedia Ubisoft+, Xbox One, Xbox Series, PS4, PS5, Nintendo Switch, serta Windows PC melalui Ubisoft Store, Epic Games Store, dan Steam.

“Karena Monopoly mendekati ulang tahunnya yang ke-90, kami sangat senang bekerja sama dengan Ubisoft untuk menghadirkan versi game dari permainan klasik ini” kata SVP Digital Strategy and Licensing at Hasbro and Wizards of the Coast, Eugene Evans.

Monopoly bisa dimainkan secara online atau bersama enam pemain lain dalam mode lokal. Perlu variasi? Monopoly juga akan memberikan pemain kebebasan dalam memilih dadu dan token, atau dengan membuat aturan sendiri. Monopoly juga sudah dilengkapi oleh fitur untuk mempercepat permainan seperti Fast Mode dan Speed Die.

Bagaimana menurut kalian?

Anno 117: Pax Romana Akan Berlatar di Kekaisaran Romawi

0

Ubisoft telah mengumumkan peluncuran seri terbaru untuk franchise city-builder simulation, Anno. Game ini berjudul Anno 117: Pax Romana yang akan dirilis secara global pada tahun 2025. Platform yang dituju Ubisoft+, PS5, Xbox Series, Amazon Luna, serta Windows PC melalui Ubisoft Store dan Epic Games Store.

Dikembangkan oleh Ubisoft Mainz, studio di balik Anno 1800, Anno 117: Pax Romana akan membawa pemain ke masa kejayaan kekaisaran Romawi. Pemain akan berperan sebagai Gubernur yang bertugas mengelola kota sekaligus mempertahankan perdamaian serta kemakmuran.

Dalam Anno 117: Pax Romana, pemain akan dapat memilih dua provinsi awal yaitu Rawalanda Celtic di Albion, dan jantung Romawi, Latium yang berada dekat dengan pusat kekaisaran yang serakah. Setiap provinsi akan menawarkan tantangan yang berbeda bagi pemain untuk diatasi.

“Kami sangat senang akhirnya bisa mengungkap Anno yang terinspirasi dari kekaisaran Romawi. Ini bukan hanya lompatan waktu terbesar yang pernah kami lakukan, tetapi juga memberikan banyak kemungkinan untuk membawa gameplay Anno ke era baru sambil memperkenalkan banyak konten baru bagi pemain kami untuk dijelajahi,” ujar Creative Director Manuel Reinher.

Bagaimana menurut kalian?