Update versi 3.8 Honkai: Star Rail resmi diumumkan oleh HoYoverse melalui Special Program beberapa waktu lalu. Hal penting yang harus diketahui adalah, update ini akan berlangsung selama delapan minggu, lebih lama dari biasanya.
HoYoverse tidak memberikan penjelasan resmi, namun rumor yang beredar menyebutkan adanya alasan politik di balik keputusan ini. Durasi lebih panjang setidaknya memberi kesempatan pada pemain untuk menikmati konten cerita dan karakter baru dengan lebih santai.
Update Versi 3.8 Honkai: Star Rail: “Memories are the Prelude to Dreams”
Update versi 3.8 diberi judul “Memories are the Prelude to Dreams” dan akan menutup kisah petualangan di Amphoreus. Astral Express akan kembali ke Penacony sebelum melanjutkan perjalanannya ke destinasi selanjutnya. Dalam update ini, pemain juga akan melihat sudut pandang Firefly, mulai dari bagaimana ia memasuki dreamscape, bertemu dengan tim, hingga menghadapi medan pertempuran.
Karakter Baru: The Dahlia
Sebagai bagian penting dari petualangan di Penacony, HoYoverse juga memperkenalkan The Dahlia sebagai karakter baru yang bisa dimainkan. The Dahlia adalah karakter bintang lima dengan path Nihility. Ia sangat efektif bila dipasangkan dengan karakter spesialis Break DMG. Dalam combat, The Dahlia mampu menciptakan efek bernama “Zone”. Selama efek ini aktif, pengurangan Toughness dari rekan tim dapat memicu Super Break DMG bahkan sebelum musuh kehilangan Weakness.
Konami Digital Entertainment Limited (Konami) mengumumkan FIFAe World Cup 2025™ yang memfiturkan eFootball™, akan dimulai dari tanggal 10 Desember di Riyadh, Arab Saudi. Turnamen eSports resmi ini diadakan oleh FIFA® untuk penonton langsung di stadium dan melalui livestream ke seluruh dunia. Tahun ini menandakan edisi kedua turnamen di mana rekor jumlah pemain dari 90 negara dan wilayah yang berpartisipasi mencapai hingga 16,5 juta pemain.
FIFAe World Cup 2025™ adalah kejuaraan dunia eSports resmi yang diselenggarakan bersama oleh Konami Digital Entertainment Limited dan the Fédération Internationale de Football Association (FIFA®), tahun ini 12 perwakilan negara berhasil memenangkan kualifikasi regional dan akan berkompetisi dalam divisi konsol dan mobile untuk meraih penghargaan tertinggi dan dinobatkan sebagai juara dunia.
Untuk divisi konsol, turnamen akan diadakan dalam format 2v2 sementara divisi mobile akan diadakan dalam format 1v1. Kedua divisi akan memfiturkan pemain dari 12 negara berbeda di mana mereka akan bertanding di tahap grup dan eliminasi sebelum masuk ke final.
Untuk merayakan dimulainya turnamen ini, pemain bisa mengikuti kampanye eFootball™ dan mendapatkan item spesial gratis. Log in saat periode kampanye akan menghadiahkan berbagai item berbeda. Selain itu, pemain juga akan mendapatkan satu item setiap harinya dari daftar pemain bola khusus. Para pemain juga bisa mengikuti Squad Challenge Event, yaitu menyelesaikan tantangan dengan aturan tertentu yang akan memberikan berbagai macam hadiah. Periode kampanye dimulai dari tanggal 4 Desember hingga 18 Desember.
Bersamaan dengan kampanye ini, ada juga update game baru yang menyesuaikan game balance dan menambahkan berbagai fitur dan elemen gameplay baru. Salah satu fitur baru tersebut bisa menganalisis kecenderungan pemain dalam game dan menambahkan fitur “Advice” di mana pemain dan pelatih memberikan saran secara real-time yang bisa membantu memperbaiki taktik.
Fitur lainnya adalah “Analysis” yang mengagregasi dan menganalisis hasil dari 10 pertandingan terakhir setiap pemain dan memvisualkan gaya main mereka melalui graf dan data dibandingkan pemain lawan dari Divisi 1 hingga Divisi 4.
Diperkenalkan juga di update ini adalah Ronald Koeman menerima fitur “Link-Up Play”. Ronald Koeman memiliki Link-Up “Aggressive Cross A” di mana “Centrepiece” dalam posesi bola, “Key Man” akan secara aktif lari menuju gol untuk menerima umpan silang. Mengaktifkan Link-Up ini meningkatkan akurasi umpan silang lambung dan datar serta tendangan langsung setelah menerima umpan dari “Centrepiece” ke “Key Man”. Pemain legendaris seperti “Epic: David Beckham” dan “Epic: Jan Koller” memiliki kondisi aktivasi tersebut dan sekarang tersedia dalam game dari 4 Desember – 11 Desember.
Fitur-fitur tambahan dan peningkatan lain termasuk:
“Auto-Control” yang memungkinkan AI untuk mengambil kendali ketika pemain berhenti bermain.
Penyesuaian dalam kecepatan dan akselerasi bagi pemain belakang dengan mengurangi perbedaan tinggi dibandingkan pemain yang cepat.
Akselerasi saat periode akhir pertandingan dengan stamina pemain yang berkurang juga disesuaikan untuk memungkinkan pemain dengan stamina rendah tetap mempertahankan kecepatan reaksinya.
Perubahan parameter “Defensive Awareness” ketika pemain belakang dengan “Defensive Awareness” tinggi sekarang bisa menahan pemain lawan dengan lebih efektif bahkan jika stat “Acceleration” mereka lebih rendah.
Akses livestream resmi ‘eFootball™’ dan tonton siaran turnamen untuk Divisi Konsol dan Mobile untuk mendapatkan hingga 2.500eFootball™ poin.
Konami Digital Entertainment Limited (Konami) mengumumkan perjanjian partnership dengan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) telah ditandatangani. CAF adalah federasi kontinental yang memimpin asosiasi sepak bola di wilayah Afrika, saat ini berisi 56 anggota negara dan wilayah. CAF mengorganisasi berbagai macam turnamen, termasuk Africa Cup of Nations, yang menentukan tim sepak bola terbaik di benua ini, mereka telah berkontribusi secara signifikan ke dalam perkembangan sepak bola di wilayah Afrika.
Dalam beberapa tahun terakhir, sepak bola menjadi sangat populer di Afrika, dengan meningkatnya minat dalam tim nasional dan klub lokal. Ditambah lagi minat dan antusiasme untuk eFootball™ juga semakin meningkat, sehingga membuka jalan bagi penandatanganan perjanjian lisensi baru ini dengan CAF.
Untuk memperingati kemitraan ini, kampanye spesial AFRICA CUP OF NATIONS 25 akan diadakan dalam eFootball™. Event turnamen dan pemain bintang asal Afrika akan hadir dalam game, memberikan para pemain kesempatan untuk merasakan pengalaman turnamen lokal Afrika.
Komentar dari Koji Kobayashi, Senior Executive Officer, Konami Digital Entertainment
“Kami senang untuk mengumumkan kemitraan dengan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF). Kemitraan ini membawakan banyak kemungkinan baru untuk pengalaman gaming bagi para pemain, dan kami tidak sabar untuk menyampaikan semangat dari wilayah Afrika, yang merupakan rumah bagi negara-negara sepak bola terbaik di dunia, kepada para fans dari seluruh dunia melalui eFootball™, dan kemitraan ini tentunya membuka peluang-peluang menarik baru bagi kita. Melalui inisiatif ini, kami juga akan menambahkan pemain bintang Afrika baru dan lisensi turnamen seperti TotalEnergies CAF Africa Cup of Nations, untuk meningkatkan realisme dan mewujudkan semangatnya di eFootball™.”
Komentar dari Véron Mosengo-Omba, General Secretary of the Confederation of African Football (CAF)
“TotalEnergies CAF Africa Cup of Nations Morocco 2025 akan menjadi kompetisi bergengsi yang paling dinantikan para penggemar bola di wilayah ini. Kemitraan kami dengan KONAMI mencerminkan komitmen CAF untuk inovasi, meningkatkan minat fans dari seluruh dunia, dan menciptakan peluang baru bagi anak muda Afrika baik di ruang sepak bola atau di ruang digital.”
Konami Digital Entertainment akan terus memperluas lisensinya dan menyediakan pengalaman sepak bola yang autentik bagi para penggemar di seluruh dunia melalui eFootball™.
Setelah Tzeentch, Khrone, dan Nurgle dimanjakan oleh DLC baru, sekarang gilirang sang pangeran Slaanesh lewat DLC Tides of Torment. Sesuai namanya, DLC ini akan memberikan gelombang konten baru untuk tiga faction di game Total War: Warhammer III, High Elves, Slaanesh, dan sang anak tiri Norsca.
Kenapa kami menyebut Norsca sebagai anak tiri? Sebabnya hanya faction inilah yang kurang mendapatkan perhatian dari developer Creative Assembly. Namun pada DLC ini, Norsca menjelma menjadi keuatan baru yang patut dipertimbangkan di dunia Total War: Warhammer III.
Inilah pengalaman yang kami dapat selama memainkan versi Review DLC Total War: Warhammer III: Tides of Torment.
Perombakan Besar Norsca
DLC Tides of Torment akan menghadirkan tiga Legendary Lord. Mereka adalah Aislinn the Sea Lord dari High Elves, Dechala the Denied One dari Slaanesh, dan Sayl the Faithless dari Norsca.
Sayl menawarkan mode campaign yang penuh intrik dan juga menantang. Bayangkan saja pada awal permainan, ia sudah diapit oleh Vilitch, Zhatan, dan juga tembok Cathay. Jika membuat salah sedikit, permainan bisa tamat lebih cepat.
Disinilah keunikan Sayl terihat melalui mekanisme bernama Manipulations. Sebagai seorang manipulator, Sayl bisa merekrut pasukan Chaos Warriors dan bahkan Greater Daemons. Kehadiran mereka akan membuat kekuatan Sayl yang awalnya lemah, bisa menjadi sangat kuat.
Namun mekanisme ini ibarat pedang bermata dua. Sama seperti semua pihak yang membuat perjanjian dengan Chaos, pada akhirnya pemain sebagai Sayl harus siap membayar utang. Sayl cocok untuk kalian yang menginginkan tantangan lebih.
Selain Sayl, Legendary Lord Norsca lain juga mendapat perhatian. Throgg kini berfokus pada pengumpulan Trollkind untuk merekrut troll tambahan, sementara Wulfrik benar-benar menjadi “world walker” dengan kemampuan teleportasi menggunakan Seafang ke pelabuhan mana pun. Ia bahkan bisa membawa pasukan lain bersamanya, menjadikannya salah satu Lord paling fleksibel untuk campaign global
Selain Sayl, Legendary Lord Norsca yang lain juga mendapatkan peningkatan. Throgg kini bisa memanggil bangsanya atau Trollkind untuk perang besar, sementara Wulfrik benar-benar menjadi seorang “World Walker” yang bukan hanya sekedar gelar. Ia memiliki kemampuan teleportasi menggunakan Seafang ke pelabuhan mana pun. Ia bahkan bisa membawa pasukan lain bersamanya, menjadikannya salah satu Legendary Lord paling fleksibel.
Dari sisi unit, Norsca mendapatkan banyak unit baru. Beberapa hanya berupa peningkatan dari unit sebelumnya seperti Bearmen sebagai infanteri baru, yang merupakan versi upgrade dari Marauders. Kurgan Horsemen yang mengisi posisi sebagai unit cavalry sejati. Tidak lupa tiga monster tipe baru: Curs’d Ettin, Chimera, dan Dreadmaw.
Dari ketiganya, Dreadmaw yang paling menjadi sorotan. Monster berbentuk ular atau cacing raksasa ini bisa bersembunyi dan bergerak di bawah tanah, dan muncul untuk menyemburkan zat asam ke musuh. Kemampuan ini bahkan bisa membuat Dreadmaw menembus rintangan yang seharusnya tidak bisa dilalui, membuatnya unik dan berpotensi menjadi meta baru dalam mode PvP.
Admiral Aislinn
Aislinn akan memimpin Dragonships, kapal laut besar kebanggaan High Elves yang bahkan jauh lebih kuat dibandingkan Black Arks milik Dark Elves. Kapal ini memilliki fungsi seperti markas utama yaitu memiliki slot bangunan untuk membuat unit, meningkatkan atribut, atau mendapatkan kemampuan spesial.
Jika kalian sudah terbiasa dengan Vampire Coast dan Dark Elves, mekanisme yang dimiliki oleh Aislinn bukanlah suatu hal baru. Hanya saja semakin dibuat kompleks.
Dalam mode campaign, Aislinn akan fokus pada penaklukan wilayah pantai dan pembangunan benteng untuk memperkuat dominasi High Elves. Namun, seperti yang kami jelaskan sebelumnya, sistem campaign ini cukup kompleks.
Banyak bangunan yang terkunci dibalik mekanisme Dedication, dimana Aislinn harus mendapatkan simpati dari Legendary Lord High Elves yang lain. Dari simpati ini, pemain baru akan mendapatkan mata uang spesial yang digunakan untuk membangun outpost.
Jika sampai salah memilih, pemain bisa tertinggal dan menyebabkan mekanisme perdagangan dan juga suplai untuk Dragonship menjadi terhambat. Bukannya bebas berlayar menaklukkan lautan, Aislinn justru terkekang oleh birokrasi High Elves yang kompleks .
Untuk lini unit baru, High Elves sekarang memiliki unit monster raksasa Merwyrm. Selain itu, unit chariot Lothern Skycutter yang berupa elang dengan High Elves yang mengendarainya seperti kuda juga wajib dicoba. Unit ini juga memiliki varian yang membawa senjara artillery kepunyaan High Elves, Bolt Thrower.
Review DLC Total War: Warhammer III: Tides of Torment: Dechala, Legendary Lord Imba
Dechala tampil mengerikan dengan badan separuh ular-manusia bertangan enam. Kenapa kami menyebutnya imba? Sebabnya Dechala bisa menggunakan dua senjata sekaligus. Ditambah lagi ia memiliki pergerakan yang sangat cepat, membuatnya menjadi semacam hero killer saat battle.
Dechala akan memiliki mekanisme campaign yang lebih sederhana dibandingkan Aislinn dan Sayl. Ia hanya perlu menaklukkan wilayah untuk membangun Thrall Camps, yang nantinya berkembang menjadi Pleasure Palaces. Dari sini, pemain bisa mendapatkan mata uang khusus bernama Decadence, yang bisa digunakan untuk memperkuat Pleasure Palaces atau membeli item spesial untuk Dechala dan unitnya.
Tempat mulai Dechala dalam mode campaign menurut kami juga paling enak. Ia berada di selatan wilayah Grand Cathay yang relatif aman. Pemain bisa memulai dengan menghancurkan Grand Cathay dari selatan, atau mungkin memilih untuk bepergian lewat laut untuk menyerang wilayah lain.
Untuk unit baru, Slaanesh memiliki satu unit yang sama imbanya dengan Dechala yaitu Champions of Slaanesh. Monster anti-infantry berbentuk manusia setengah ular ini mewarisi semua kemampuan Dechala, hanya saja mereka tidak bisa menggunakan equipment. Slaanesh juga mendapatkan unit monster bernama Preyton yang bisa terbang.
Kelompok Slaanesh juga mendapatkan Legendary Lord tambahan gratis bernama The Masque of Slaanesh.
Kesimpulan Review DLC Total War: Warhammer III: Tides of Torment
Kesimpulan kami untuk review DLC Total War: Warhammer III: Tides of Torment adalah DLC ini berhasil memberikan gairah baru kepada dua kelompok underdog, Slaanesh dan Norsca. Namun dampak yang paling terasa adalah pada Norsca.
Developer tidak hanya menambah Legendary Lord baru, Sayl the Faithless, tetapi juga merombak ulang mekanisme yang sudah usang. Ditambah lagi kehadiran unit baru, terutama Dreadmaw yang membuat strategi perang di Total War: Warhammer III berubah. Ketika berhadapan dengan Norsca, pemain sekarang tidak hanya mengkhawatirkan serangan frontal, tetapi juga serangan bawah tanah mendadak yang bisa membuat kacau-balau strategi.
Trailer baru Warhammer 40k: Dawn of War IV telah diperlihatkan. Trailer ini memperlihatkan kembalinya Captain Cyrus bersama Blood Ravens ke planet Kronus setelah peristiwa Dark Crusade.
Pertarungan sengit dengan Warboss Gorgutz dan pasukan Orks membuka jalan bagi invasi Necron, membuat Imperium berada di ambang kehancuran. Namun semuanya akan berubah dengan kedatangan Dark Angels.
Dawn of War IV Hadirkan Dua Chapter Space Marines
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Dawn of War IV memungkinkan pemain mengendalikan dua chapter Space Marines sekaligus yaitu Blood Ravens dan Dark Angels.
Dalam campaign, pemain bisa bebas memilih misi dari kedua kelompok, lengkap dengan komandan unik seperti Company Master Astoran dan Chaplain Ezrael. Kehadiran Dark Angels membawa gaya bermain berbeda karena mengandalkan kekuatan penuh di medan perang, berlawanan dengan taktik presisi dan stealth milik Blood Ravens.
Puncaknya adalah ketika Lion El’Jonson, Primarch legendaris dari Dark Angels, turun langsung ke medan pertempuran. Ini akan menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya pemain dapat merasakan kekuatan seorang Primarch dalam gameplay.
Selain mode campaign, game ini juga akan menghadirkan berbagai mode permainan lain. Pemain dapat memilih untuk bertarung dalam skirmish, co-op, hingga multiplayer kompetitif. Tidak ketinggalan, mode Last Stand dari Dawn of War II juga akan hadir kembali.
Game ini dijadwalkan rilis di PC pada 2026, meski tanggal pastinya belum diumumkan.
Sega Football Club Champions 2026 telah mendapatkan tanggal rilis global. Game ini akan tersedia pada tanggal 22 Januari 2026 di platform PS5, PS6, iOS, Android, dan PC (Steam), dengan pra-registrasi yang sudah dibuka sejak Desember 2025.
Sebagai game simulator manajemen sepak bola, pemain akan berperan sebagai manajer klub untuk membimbing timnya menuju puncak kejayaan.
Sega Football Club Champions 2026 Hadirkan Lisensi Resmi
Game ini akan menghadirkan pengalaman otentik dengan lisensi penuh dari Meiji Yasuda J.League, mencakup seluruh 60 klub J1 hingga J3. Tidak hanya itu, lebih dari 5.000 pemain nyata dari liga top Eropa, FIFPRO, hingga K League bisa ikut direkrut. Game ini juga menghadirkan kolaborasi spesial dengan Manchester City.
Menjelang perilisan, Sega mengadakan event di akun resmi X (@SFCC20xx) hingga 7 Desember 2025. Fans dapat memilih desain kartu terbaik untuk tiga pemain Manchester City FC: Erling Haaland, Rúben Dias, dan Tijjani Reijnders. Voting dilakukan melalui jumlah likes dan reposts, dan desain terpilih akan digunakan sebagai kartu resmi dalam game.
Nantinya kartu pemain hasil voting akan tersedia melalui Appreciation Login Bonus bagi semua yang ikut melakukan pra-registrasi.
Total War merayakan ulang tahun ke-25 lewat acara spesial yang digelar oleh Sega dan Creative Assembly kemarin. Dalam acara tersebut, mereka mengumumkan sejumlah proyek baru, termasuk ekspansi Total War: Warhammer III – Lords of the End Times yang akan hadir musim panas 2026, serta Total War: Medieval III yang kini masuk dalam tahap pra-produksi.
Total War: Warhammer III – Lords of the End Times
Ekspansi Lords of the End Times akan menghadirkan empat Legendary Lords baru ke dalam mode Immortal Empires. Karakter pertama yang diperkenalkan adalah Nagash, necromancer legendaris yang kembali untuk merebut kekuatan dan menenggelamkan dunia dalam kutukan undead.
Selain itu, update gratis bertajuk End Times akan membawa skenario apokaliptik yang mengubah pengalaman dalam mode campaign menjadi lebih menantang. Creative Assembly juga menegaskan bahwa ini bukan akhir dari Total War: Warhammer, melainkan awal dari babak baru.
Medieval III Kembali ke Akar Sejarah
Medieval III telah diumumkan sebagai proyek besar Creative Assembly berikutnya. Game ini akan menjadi sandbox strategi abad pertengahan dengan detail sejarah yang otentik. Pemain akan diberikan kebebasan penuh untuk membentuk kerajaan dan menulis ulang sejarah.
Warcore Engine
Creative Assembly juga memperkenalkan Warcore Engine. Teknologi ini diklaim sebagai evolusi terbesar, dan akan menghadirkan gameplay yang lebih imersif, dinamis, dan responsif.
Untuk pertama kalinya, franchise ini akan hadir di konsol PlayStation dan Xbox berkat engine baru ini, membuka pintu bagi generasi baru pemain strategi.
Sebagai penutup acara, Creative Assembly menggoda fans dengan teaser untuk judul ketiga yang akan diumumkan secara resmi di ajang The Game Awards pada 12 Desember 2025.
Rusia blokir Roblox dengan tuduhan platform game itu telah menyebarkan materi ekstremis dan juga propaganda LGBT. Keputusan ini baru saja diumumkan oleh Badan Pengawas Komunikasi Roskomnadzor.
Alasan dan Respon Usai Rusia Blokir Roblox
Dikutip dari Reuters, Roskomnadzor menyatakan bahwa Roblox mengandung konten yang dianggap berbahaya bagi anak-anak, salah satunya adalah LGBT. Menurut mereka materi yang beredar di dalam game bisa mempengaruhi perkembangan moral generasi muda.
Berangkat dari tuduhan tersebut, Rusia akhirnya mengambil langkah tegas dengan memblokir akses ke platform tersebut. Langkah Rusia ini menambah daftar negara yang telah melarang Roblox, padahal popularitas platform game tersebut sedang meningkat.
Menanggapi pemblokiran ini, juru bicara Roblox menjelaskan bahwa perusahaan menghormati hukum dan regulasi di setiap negara tempat mereka beroperasi. Roblox juga menekankan komitmen terhadap keamanan pengguna, dengan sistem proaktif untuk mencegah konten berbahaya.
Upaya Roblox Tingkatkan Keamanan
Tercatat rata-rata ada 151,5 juta pengguna aktif harian Roblox pada kuartal ketiga tahun ini. Mayoritas pengguna berada di bawah usia 18 tahun. Inilah yang membuat Roblox menghadapi sorotan terkait keamanan anak.
Dalam setahun terakhir, Roblox telah menambahkan berbagai fitur baru untuk meningkatkan perlindungan terhadap penggunanya. Salah satunya adalah verifikasi usia melalui pemindaian wajah. Langkah ini bertujuan membatasi interaksi antara anak-anak dan orang dewasa, menyusul munculnya laporan tentang kasus eksploitasi anak di platform tersebut.
DLC Elden Ring Nightreign: The Forsaken Hollows sudah tersedia. DLC ini sudah bisa dimainkan di PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, serta PC. Pemain yang memiliki edisi Deluxe atau Collector’s akan secara otomatis menerima DLC ini saat diluncurkan. Sementara itu, pemain yang memiliki edisi Standard dapat membeli DLC ini secara terpisah.
DLC Elden Ring Nightreign ini akan memperkenalkan dua archetype baru: Scholar dan Undertaker. Scholar digambarkan sebagai akademis yang menguasai sihir, memanfaatkan pengetahuan arcane untuk mengendalikan medan pertempuran.
Undertaker adalah sosok yang didorong oleh kepercayaan dan juga kekuatan fisik, ditugaskan oleh biara untuk menaklukkan Nightlord. Keduanya menawarkan gaya bermain berbeda yang memperkaya strategi tim.
Selain itu, pemain juga bisa menjelajahi area baru bernama Limveld, serta menantang dua boss baru yang muncul pada hari ketiga. Elemen unik lain adalah Shifting Earth, mekanisme misterius yang dapat mengubah tata letak peta di kondisi tertentu, membuat permainan menjadi tidak terduga.
Dalam beberapa tahun terakhir, game genre racing simulator sedang surut. Popularitas game ini kalah dengan genre yang sedang tren zaman sekarang, yaitu kombinasi antara arcade racing dengan open world. Jelas alasannya karena keduanya lebih mudah dicerna dibandingkan game simulasi realistis yang lebih kompleks.
Lihat saja contohnya pada seri Project CARS, yang awalnya dikenal sebagai game simulasi hardcore, namun berubah Haluan di seri ketiganya menjadi arcade racing.
Project Motor Racing bisa dibilang adalah penerus spiritual dari Project CARS. Game ini dikembangkan oleh Straight4 Studios yang juga merupakan penerus dari Slightly Mad Studios yang membuat Project CARS. Developer ini masih memiliki mimpi dan ambisi yang sama, yaitu menciptakan game racing simulation murni, dengan fokus kepada detail setiap mobil (Termasuk cara mengendarainya), modifikasi mendalam, dan juga atmosfer balapan yang nyata.
Sebagai gamer yang awam, kami mencoba memainkan versi review Project Motor Racing di PS5. Inilah experience yang kami rasakan selama memainkan gamenya.
Tantangan Bagi Pemain Baru
Berbeda dengan game arcade racing, Project Motor Racing justru fokus kepada elemen tuning. Pemain tidak hanya ditantang untuk bisa mengendari mobilnya dengan baik saat balapan, tapi juga menjadi montir yang handal. Mulai dari profil suspensi hingga pilihan ban, setiap kustomisasi yang dilakukan dapat menentukan hasil balapan menang atau kalah.
Belum lagi developer telah mengimplementasi engine baru bernama Hadron Engine. Sistem ini membuat mobil virtual menjadi terasa seperti hidup, seakan pemain betul-betul berada di dalam sebuah mobil balap.
Sayangnya, game ini akan terasa membingungkan bagi pemain baru atau yang belum terbiasa dengan game racing simulation. Project Motor Racing hanya memiliki tutorial singkat di awal yang tidak cukup untuk menjelaskan mekanisme dan fitur yang ada di dalam game. Seakan pemain dipaksa untuk menguasai semuanya sendiri dengan satu-satunya cara, yaitu mencoba langsung.
Bagi yang sudah paham mungkin ini akan menjadi tantangan, tapi bagi gamer yang baru memulai akan menjadi bencana. Mereka tidak akan mengetahui dampak dari setiap kustomisasi, dan juga rekomendasi setup yang bisa disesuaikan dengan kondisi lintasan.
Akibatnya, Project Motor Racing terasa kurang bersahabat dan tidak ramah bagi pemula, yang ujungnya membuat mereka menyerah sebelum betul-betul memahami gamenya.
Meski kurang ramah, dari sisi presentasinya Project Motor Racing menurut kami sudah sangat baik alias tampil memukau. Mobil dari berbagai kelas melaju dengan detail suara ban dan mesin yang realistis. Lintasan balap juga tampil secara fotorealistik, dan memiliki efek cuaca dan waktu yang dinamis. Kombinasi visual, audio, dan juga handling di game ini membuat pengalaman balap mobil terasa otentik dan mengesankan.
Review Project Motor Racing: Jumlah Mobil dan Lintasan
Project Motor Racing menawarkan 18 lintasan dan 70 mobil dari 13 kelas. Meski jumlahnya lebih sedikit dibandingkan Project CARS, kualitas tiap mobil dan lintasan terasa unik dan otentik. Sirkuit besar seperti Nurburgring dan Daytona hadir di dalam game, begitu juga dengan brand mobil balap terkenal seperti Porsche, BMW, Lamborghini, dan masih banyak lagi.
Kedepannya bukan tidak mungkin developer akan menambah jumlah lintasan dan mobil melalui update gratis, atau DLC berbayar.
Fokus Pada Mode Singleplayer
Mode singleplayer Project Motor Racing yaitu Career Mode akan menjadi pusat pengalaman pemain sebelum masuk ke ranah online mode. Pada mode ini pemain bisa memulai kariernya sebagai pembalap profesional.
Sebelum memulainya, pemain akan diberikan pilihan pengalaman atau tingkat kesulitan bermain. Ada dua opsi yang bisa dipilih yaitu Authentic atau Classic, dengan perbedaan pada opsi restart dan tingkat kesulitan AI. Setelah itu selesai, pemain bisa memulai memilih mobil yang akan digunakan. Pilihan ini tergantung dengan modal awal yang dipilih oleh pemain.
Menariknya, sistem keuangan game sebetulnya ini cukup fleksibel. Jika ingin memulai dari awal alias pemula, sebaiknya pilih modal yang kecil. Tentunya dana yang lebih besar bisa membuat pemain dapat langsung membeli mobil kelas atas.
Payout atau pembayaran juga bisa disesuaikan. Pemain bisa menentukan bagaimana mereka dibayar. Apakah berupa bayaran tetap setiap event, plus bonus kemenangan, atau mungkin skema lain yang lebih mencakup semua, yaitu termasuk menanggung biaya perbaikan dimana sisanya baru menjadi bayaran pemain.
Jika sudah bosan dengan Career Mode, itu artinya pemain siap terjun ke mode yang lain. Jika ingin mengadu kemampuan dengan pemain lainnya bisa mengakses online play, atau mungkin hanya ingin sekedar permainan cepat tanpa perlu mengatur apa-apa bisa menggunakan quick play. Ada juga Endurance Mode bagi yang penasaran dengan waktu tercepat untuk menyelesaikan balapan.
Kesimpulan Review Project Motor Racing
Kesimpulan kami untuk review Project Motor Racing adalah game ini bisa menjadi langkah awal yang menjanjikan untuk mengembalikan kejayaan genre racing simulator. Developer Straight4 Studios sudah paham bagaimana membuat setiap mobil yang melaju di sirkuit akan memiliki handling yang berbeda, serta sistem tune-up yang detail. Berbeda dengan arcade racing yang hanya mengedepankan sensasi balapan saja.
Namun, minimnya tutorial dan panduan membuat game ini kurang ramah bagi pemain baru. Game ini jelas ditujukan hanya bagi fans hardcore yang siap meluangkan waktu untuk memahami setiap detail mobil yang dikendarai. Bagi mereka, mungkin Project Motor Racing bisa menjadi simulasi yang mendekati dunia nyata.