Home Blog Page 192

7 Game yang Gagal Produksi karena Alasan Tidak Biasa

0

Mengembangkan video game adalah proses yang kompleks dan menuntut ketelitian serta kerja keras. Terburu-buru dalam pembuatan atau ketidakpuasan terhadap proyek dapat berakibat fatal, seringkali menyebabkan kegagalan. Kegagalan serius bisa berdampak besar secara finansial pada studio game, menjadikannya sebagai risiko besar bagi mereka.

Keberhasilan atau kegagalan proyek game seringkali menentukan nasib finansial studio. Namun, beberapa studio mengalami kegagalan dalam peluncuran game karena alasan yang tidak biasa. Inilah ulasan mengenai game yang gagal produksi karena alasan tidak biasa. Penasaran? Mari kita ulas satu per satu!

1. Ant Simulator

game yang gagal produksi

Ant Simulator adalah game yang memungkinkan pemain merasakan kehidupan sebagai semut, proyek yang dipimpin oleh Eric Tereshinski dan didanai melalui Kickstarter dengan US$4.400. Namun, awal 2016 membawa kabar buruk ketika Tereshinski mengungkapkan bahwa dua mitra bisnisnya, Tyler Monce dan Devon Staley, telah menyalahgunakan dana.

Menurut Tereshinski, mereka menggunakan sebagian besar dana untuk keperluan pribadi seperti minuman keras, restoran, dan hiburan dewasa. Monce dan Staley membantah tuduhan tersebut dan mempertimbangkan langkah hukum, tetapi produksi Ant Simulator terpaksa dihentikan karena dana telah habis.

2. Castlevania: Ressurection

game yang gagal produksi

Castlevania: Ressurection awalnya dijadwalkan rilis pada Maret 2000 dan menjadi seri Castlevania pertama untuk konsol Dreamcast. Sayangnya, proyek ini dibatalkan secara diam-diam.

Menurut Greg Orduyan, salah satu petinggi proyek, Konami meragukan potensi Dreamcast dan khawatir konsol tersebut tidak akan sukses di pasaran. Setelah pembatalan Castlevania: Resurrection, Dreamcast semakin terpuruk dengan peluncuran PlayStation 2, yang mempercepat kejatuhannya dalam persaingan konsol.

3. Star Wars: Battlefront 3

game yang gagal produksi

Setelah kesuksesan dua game pertama Star Wars: Battlefront pada 2004 dan 2005, muncul harapan untuk game ketiganya pada 2006 atau 2007. LucasArts kemudian menunjuk Free Radical Design untuk melanjutkan pengembangan, menggantikan Pandemic Studios.

Namun, pada 2008, Free Radical mengumumkan kehilangan hak untuk menyelesaikan Battlefront 3 setelah mengerjakannya selama sekitar dua tahun. Steve Ellis, salah satu pendiri Free Radical, mengklaim game tersebut sudah selesai.

LucasArts enggan mengeluarkan biaya pemasaran yang diperlukan dan mengklaim Free Radical tidak memenuhi standar pengembangan dan tenggat waktu. Akibat ketidakcocokan visi antara keduanya, Battlefront 3 akhirnya tidak pernah dirilis.

4. Sonic X-Treme

game yang gagal produksi

Game Sonic X-Treme yang dimulai pengembangannya pada 1994, dirancang untuk menjadi game Sonic the Hedgehog 3D pertama dan juga game Sonic pertama untuk Sega Saturn. Proyek ini sangat ambisius, namun terkendala oleh keterbatasan teknologi dan kesulitan dalam pemrograman 3D.

Untuk memenuhi tenggat waktu yang ketat, programmer Chris Coffin bahkan pindah ke kantor dan bekerja 16-20 jam per hari. Sayangnya, empat bulan sebelum tenggat waktu Desember 1996, Coffin mengalami pneumonia parah, sementara desainer Chris Senn juga mengalami masalah kesehatan akibat kelelahan ekstrem.

Baca Juga: Trailer Baru Dead Rising Deluxe Remaster “Story” Rilis

Kesehatan keduanya sangat memburuk, dengan risiko kematian dalam waktu enam bulan. Akhirnya, dua bulan sebelum tenggat waktu, produser Mike Wallis memutuskan untuk menghentikan proyek, mengingat ketidakmampuan untuk menyelesaikannya, meskipun kedua talenta kunci studio telah bekerja keras. Hal ini mencerminkan betapa parahnya budaya crunch atau lembur yang sudah ada sejak dulu.

5. Animal Wars

game yang gagal produksi

Animal Wars adalah RPG aksi yang dikembangkan oleh Factor 5 dan direncanakan sebagai game eksklusif untuk PlayStation 3, dengan tema hewan antropomorfik dalam The Great War. Namun, fokus utama Factor 5 bergeser ketika Sony meminta mereka untuk mengerjakan proyek lain, yaitu Lair, yang mengalami kesulitan pengembangan.

Untuk mendukung Lair, Sony memotong dana dari Animal Wars dan menyalurkannya ke proyek tersebut. Akibatnya, Animal Wars tidak mendapatkan anggaran yang cukup dan pengembang tidak dapat menangani proyek ini, yang akhirnya menyebabkan pembatalan de facto game tersebut.

6. Six Days In Fallujah

game yang gagal produksi

Six Days In Fallujah dirancang untuk menggambarkan pertempuran yang terjadi di Irak secara realistis. Namun, saat diumumkan, game ini menuai kontroversi besar, dengan banyak pihak di televisi mengecam konsepnya karena dianggap sebagai penulisan ulang perang dalam bentuk game.

Akibatnya, hingga kini, tidak ada gamer yang dapat mencoba Six Days In Fallujah karena Konami sebagai publisher membatalkan pengembangannya segera setelah diumumkan ke publik.

7. Fez 2

game yang gagal produksi

Fez adalah game indie yang sangat sukses dan dirilis pada tahun 2012. Setelah peluncuran game pertamanya, sekuel diumumkan sedang dalam pengembangan. Namun, tiba-tiba Phil Fish, sang pengembang, mengumumkan melalui Twitter bahwa Fez 2 dibatalkan.

Aneh sekali, Fish juga menyatakan pada saat yang sama bahwa ia akan meninggalkan industri game. Meskipun banyak yang mengira pembatalan ini disebabkan oleh tekanan, alasan utama ternyata adalah perseteruan Fish dengan jurnalis Marcus Beer.

itulah daftar game yang gagal produksi karena alasan tidak biasa. Dari tujuh game di atas, mana yang paling ingin kamu coba mainkan?

Spesifikasi PC Monster Hunter Wilds Diungkap

0

Capcom telah mengumumkan spesifikasi PC untuk Monster Hunter Wilds. Spesifikasi ini dibagi menjadi dua yaitu untuk minimum dan recommended. Semuanya sudah mewajibkan penggunaan SSD dan juga memory 16GB. Berikut adalah spesifikasinya sesuai dengan keterangan di website:

Minimum

  • Resolution: 1080p (Upscaled)
  • Frame Rate: 30 fps
  • OS: Windows®10 (64-bit Required)
  • Processor: Intel Core i5-10600, Intel Corei3-12100F. AMD Ryzen 5 3600
  • Memory: 16GB
  • Graphics NVIDIA GeForce GTX 1660 Super, AMD Radeon RX 5600 XT
  • VRAM: 6GB
  • Storage: 140GB SSD

Recommended

  • Resolution: 1080p (FHD)
  • Frame Rate: 60 fps (with Frame Generation enabled)
  • OS: Windows®10 (64-bit Required)
  • Processor: Intel Core i5-11600K, Intel Core i5-12400, AMD Ryzen 5 3600X, AMD Ryzen 5 5500
  • Memory: 16GB
  • Graphics: NVIDIA GeForce RTX 2070 Super, NVIDIA GeForce RTX 4060, AMD Radeon RX 6700XT
  • VRAM: 8GB
  • Storage: 140GB SSD

Monster Hunter Wilds akan tersedia mulai dari tanggal 28 Februari 2025 di PS5, Xbox Series, dan PC (Steam).

Versi PS5 Palworld Ternyata Tidak Tersedia di Jepang

0

Pocketpair telah resmi mengumumkan dalam acara State of Play kemarin, bahwa Palworld sudah tersedia di konsol PS5. Namun anehnya versi PS5 Palworld ini tidak tersedia hanya di satu negara saja yaitu Jepang.

Informasi ini diungkap melalui akun media sosial X Pocketpair. Dalam postingannya tertulis pada Palword bisa diakses lewat PS5 dari 68 negara yang berbeda, kecuali Jepang. Menurut Pocketpair, perilisan versi PS5 Palworld di Jepang belum dapat ditentukan. Alasannya sendiri tidak dijelaskan oleh Pocketpair.

Belum lama ini Nintendo dan The Pokemon Company telah resmi menggugat secara hukum Palworld dan Pocketpair karena masalah pelanggaran paten. Kemungkinan masalah ini yang menjadi penyebab kenapa versi PS5 Palworld di Jepang harus ditunda perilisannya yaitu sampai masalah tersebut selesai.

Bagaimana menurut kalian?

CEO Ubisoft Curhat Soal Star Wars Outlaws dan Assassin’s Creed Shadows

0

CEO dari Ubisoft Yves Guillemot curhat mengenai kondisi perusahaanya saat ini. Dalam laporan finansial Ubisoft, Guillemot mengetahui soal pandangan banyak orang tentang Ubisoft, bahwa publisher sekaligus developer asal Perancis ini mendorong agenda tertentu lewat produknya.

“izinkan saya menanggapi tentang beberapa komentar yang mempolarisasi terkait Ubisoft belakangan ini. Saya ingin menegaskan kembali bahwa kami adalah perusahaan yang fokus pada hiburan, dab menciptakan game untuk konsumen seluas mungkin, dan tujuan kami bukan untuk mendorong agenda tertentu. Kami tetap berkomitmen untuk membuat game untuk para penggemar dan pemain yang bisa dinikmati oleh semua orang,” Kata Guillemot.

Laporan ini juga memuat keterangan tentang diundurnya tanggal rilis Assassin’s Creed Shadows. Selain itu Ubisoft juga akan mengubah strateginya untuk distribusi game edisi digital. Assassin’s Creed Shadows akan menjadi awal bagi Ubisoft untuk merilis game di Steam. Tidak hanya itu, perilisan Assassin’s Creed Shadows di Steam juga akan sama dengan tanggal rilis game tersebut di platform lainnya yaitu 14 Februari 2024.

Star Wars Outlaws yang baru saja rilis bulan lalu juga mendapatkan perhatian dari Ubisoft. Rupanya penjualan dari game yang dibuat oleh Massive Entertainment ini tidak seperti yang diharapkan. Sebagai solusinya tim developer akan mengimplementasikan berbagai macam update ke dalam Star Wars Outlaws yang didapatkan dari masukan fans. Selain itu Ubisoft juga akan merilis Star Wars Outlaws di Steam mulai dari tanggal 21 November 2024.

Bagaimana menurut kalian?

God of War Ragnarok PC Bebas Akun PSN Berkat Mod

0

*Update 26/9/24

Kreator mod yang bisa mengakali akun PSN God of War Ragnarok di PC, iArtorias memutuskan untuk menarik mod buatannya dari website Nexusmod.

Berbicara kepada IGN, iArtorias menjelaskan bahwa ia terpaksa melakukannya karena keberadaan mod buatanya sudah terlalu populer. Ia khawatir popularitas ini akan menarik perhatian dari Sony Interactive Entertainment dan bisa membuatnya mengalami masalah.

========================================================

*Berita Sebelumnya

God of War Ragnarok akhirnya rilis di PC minggu lalu. Sama seperti game porting PlayStation yang lain, God of War Ragnarok sempat menuai kritik karena mengharuskan penggunaan akun PlayStation Network (PSN). Akibat kebijakan ini God of War Ragnarok di PC sempat mendapat review Mixed di Steam. Namun belakangan syarat tersebut sepertinya berhasil diakali.

Modder bernama iArtorias ini berhasil membuat mod di website Nexusmod yang bisa menghilangkan syarat akun PSN untuk game God of War Ragnarok di PC. Artinya gamer PC bisa memainkan game tersebut tanpa harus memiliki akun PSN terlebih dahulu.

Hal yang harus diperhatikan adalah kewajiban memiliki akun PSN untuk memainkan game porting PlayStation di PC tidak hanya sebatas membuat dan mendaftarkan saja. Kebijakan ini juga menyebabkan gamer yang tinggal di negara yang belum terdaftar secara resmi di PlayStation Network, menjadi tidak bisa memainkan gamenya.

Bagaimana menurut kalian?

Berawal Batal Hadir di TGS 2024, Ubisoft Mendadak Undur Assassin’s Creed Shadows

0

Ubisoft telah membuat keputusan yang mengagetkan banyak orang. Pada tanggal 24 September 2024, Ubisoft melalui perwakilannya di Jepang mengatakan bahwa mereka membatalkan kehadirannya di Tokyo Game Show 2024. Padahal Ubisoft dijadwalkan tampil secara online pada hari pertama Tokyo Game Show yaitu 26 September 2024.

Langkah selanjutnya lebih mengejutkan lagi. Kemarin Ubisoft mengumumkan perilisan Assassin’s Creed Shadows diundur menjadi tanggal 14 Februari 2025. Padahal game ini sebelumnya dijadwalkan rilis pada 15 November 2024. Pengunduran tanggal rilis ini kemungkinan juga merupakan alasan kenapa Ubisoft membatalkan kehadirannya di Tokyo Game Show 2024 secara mendadak.

Ubisoft beralasan bahwa pengunduran tanggal rilis Assassin’s Creed Shadows dikarenakan tim developer merasa game tersebut belum siap, dan masih memerlukan waktu lagi untuk disempurnakan. Diluar segi teknis, Assassin’s Creed Shadows juga banyak menuai kontroversi. Seperti pemilihan karakter Yasuo yang dinilai justru melecehkan budaya Jepang dan penggunaan aset di dalam game yang ternyata tidak memiliki izin.

Meski mengecewakan, tidak semua keputusan tentang Assassin’s Creed Shadows merugikan. Ketika rilis pada tanggal 14 Februari 2025, game ini tidak hanya tersedia launcher milik Ubisoft saja, melainkan juga langsung tersedia di Steam.

Bagaimana menurut kalian?

Cukup Rp150 Ribu, Horizon Zero Dawn Dapat Diupgrade ke Versi Remaster

0

Sony Interactive Entertainment akhirnya secara resmi mengumumkan kehadiran Horizon Zero Dawn Remastered. Game ini akan dirilis pada tanggal 31 Oktober 2024 di PS5 dan PC.

Bagi yang sudah memiliki Horizon Zero Dawn biasa dan Complete Edition edisi digital di PlayStation dan PC, nantinya bisa mengupgrade gamenya ke versi remaster. Syaratnya hanya perlu membayar USD9,99 atau sekitar IDR150 ribu.

Dilansir dari PlayStation Blog, Horizon Zero Dawn Remastered akan mendapatkan peningkatan terutama dari segi grafis. Karakter akan medapatkan tampilan visual yang lebih baik, begitu juga dengan dunia Horizon Zero Dawn sendiri yang dapat dinikmati dengan kualitas grafis 4k. Selain itu game ini juga akan mendapatkan peningkatan performa, seperti proses rendering yang lebih cepat dan audio yang lebih jernih.

Bagaimana menurut kalian?

Tanggal Rilis Fantasian Jatuh di Desember 2024

0

Square Enix telah mengumumkan tanggal rilis untuk Fantasian, game RPG yag dikembangkan oleh bapaknya “Final Fantasy” Hironobu Sakaguchi. Fantasian akan rilis pada tanggal 5 Desember 2024 di PS5, PS4, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC (Steam yang baru tersedia tanggal 6 Desember 2024), dalam bentuk digital. Untuk perilisan versi fisik akan diumumkan nanti.

Fantasian menceritakan tentang petualangan seorang pemuda bernama Leo. Ia berusaha menyelamatkan dunia dari wabah mechteria, penyakit yang menghilangkan emosi dari perasaan manusa. Keunikan dari game ini adalah desain yang menggunakan diorama sebaga latarnya dan dikombinasikan dengan gameplay turn-based.

Masa pre-order Fantasian sudah dibuka mulai dari sekarang. Mereka yang melakukan pre-order akan mendapatkan bonus konten yaitu Vibrant Secret Stone yang berfungsi untuk meningkatkan jumlah experience point yang didapat.

Bagaimana menurut kalian?

Logitech Combo Touch Hadir Kembali untuk iPad Air dan iPad Pro Seri Terbaru

0

Logitech telah mengumumkan keyboard case iPad serbaguna – Combo Touch – sekarang sudah tersedia untuk iPad Air dan iPad Pro generasi terbaru. Hadir dengan desain yang lebih ringan dan ramping serta dibuat dengan bahan premium yang ramah lingkungan, tampilan Combo Touch terbaru menjadi yang paling tipis dan paling ringan dibandingkan versi sebelumnya. Tak hanya itu, Combo Touch versi baru juga mengusung portabilitas dan memudahkan penggunanya untuk bisa produktif di mana pun.

Keyboard case untuk iPad Air M2 dan iPad Pro M4 ini menawarkan fleksibilitas luar biasa, papan ketik yang bisa dilepas-pasang dan penyangga fleksibel yang memungkinkan berbagai mode penggunaan – seperti mengetik, menggambar, membaca, dan melihat dengan mudah dari mana saja. Dilengkapi dengan trackpad Multi-Touch yang lebih besar dari seri sebelumnya, sehingga mampu memastikan input dan navigasi yang cepat dan tepat.

“Combo Touch sudah sejak lama memikat para pengguna, dan dengan peluncuran iPad Air M2 dan iPad Pro M4 terbaru, kami juga membawa fitur-fitur penting ke level yang lebih tinggi,” ujar Andi Irawan, Cluster Category Manager Personal Workspace & Music SEA 2.

“Komitmen Logitech untuk meningkatkan pengalaman konsumen, mendorong kami untuk mengembangkan produk Combo Touch yang portabel dan dirancang untuk memadukan kualitas premium dengan fungsionalitas yang menjanjikan. Nikmati kebebasan tanpa akhir untuk bekerja dan bermain di berbagai situasi dengan mudah,” tambahnya.

Combo Touch mendukung produktivitas dari mana saja sekaligus memberikan perlindungan tepat guna untuk iPad Air dan iPad Pro seri terbaru. Fitur keyboard case yang menawarkan backlit keyboard dengan kecerahan lampu latar yang bisa disesuaikan. Sederet tombol khusus untuk iPad OS shortcut, mempermudah penggunaan seperti tombol volume, pemutar media, fitur Do Not Disturb (DND), screenshot, dan lainnya. Combo Touch juga membawa fitur Smart Connector untuk konektivitas yang cepat dan aman, sehingga tidak perlu mengisi daya atau menghubungkan ke jaringan Bluetooth.

Di Indonesia, Logitech secara resmi menunjuk PT Sinar Eka Selaras menjadi distributor resmi untuk produk Combo Touch dan berbagai seri aksesoris iPad lainnya, seperti Slim Folio, Crayon, dan keyboard portabel minimalis terbaru, Keys-To-Go 2.

Harga dan Ketersediaan

Combo Touch terbaru untuk iPad Pro M4 dan iPad Air M2 serta Keys-To-Go 2 sudah resmi dirilis hari ini dan bisa Anda dapatkan segera di Logitech Experience Store PIK 2, iBox, Urban Republic, serta Logitech Official Store di seluruh online marketplace. Combo Touch untuk iPad Pro tersedia dalam warna Graphite dan untuk iPad Air dalam warna Oxford Grey. Sedangkan untuk Keys-To-Go 2 hadir dalam tiga warna yang menawan yaitu graphite, pale grey, dan lilac.

Adapun untuk harga yang disarankan adalah sebagai berikut:

  • Combo Touch untuk iPad Air 11-inci M2: Rp 3,849,000,-
  • Combo Touch untuk iPad Air 13-inci M2: Rp 4,379,000,-
  • Combo Touch untuk iPad Pro 11-inci M4: Rp 4,379,000,-
  • Combo Touch untuk iPad Pro 13-inci M4: Rp 5,019,000,-
  • Keys-To-Go 2: Rp 1,599,000,-

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website Logitech di sini atau kunjungi blog resmi serta laman media sosial Logitech di Facebook, Instagram dan TikTok.

Sekuel Ghost of Tsushima Diumumkan, Rilis di 2025

0

PlayStation Interactive Entertainment dan Sucker Punch telah mengungkap sekuel dari game Ghost of Tsushima yang berjudul Ghost of Yotei. Game ini rencananya akan rilis di tahun 2025 untuk konsol PS5.

Dilansir dari PlayStation Blog, Communications Manager Sucker Punch Andrew Goldfarb, menjelaskan bahwa cerita dari Ghost of Yotei terjadi 300 tahun setelah Ghost of Tsushima. Game ini berlatar Mount Yotei yang berada di wilayah Ezo (Hokkaido di masa kini). Wilayah ini dulunya berada di luar pemerintahan Jepang karena letaknya yang terpisah dari pulau utama.

Dari segi gameplay, Andrew mengatakan bahwa Ghost of Yotei akan tetap mempertahankan konsep dari Ghost of Tsushima. Artinya pemain dapat dengan bebas menjelajahi dunia dalam game yang dibuat oleh developer.

Bagaimana menurut kalian?