Home Blog Page 178

ASUS Umumkan Kehadiran Monitor Gaming ROG Swift OLED PG32UCDP

0

ASUS Republic of Gamers (ROG) mengumumkan kehadiran Swift OLED PG32UCDP, sebuah monitor gaming WOLED 4K 32 inci dengan fitur dual-mode yang membuat pengguna dapat beralih dari visual 4K @ 240 Hz ke FHD @ 480 Hz. PG32UCDP juga dibekali ROG AI Assistant terbaru yang hadir dengan panduan in-game untuk melatih kemampuan para gamer dalam mengincar sasaran sekaligus meningkatkan pengalaman gaming secara keseluruhan. Teknologi ROG OLED dan Micro Lens Array Plus (MLA+) generasi ketiga pada PG32UCDP menampilkan visual 15% lebih terang dibandingkan monitor lain di kelasnya. Selain itu, PG32UCDP memiliki fitur user-friendly seperti teknologi OLED Anti – flicker dan Extreme Low Motion Blur (ELMB), Auto KVM, dan USB – C® dengan Power Delivery 90 W.

Dirancang Untuk Gaming

Fitur dual-mode pada PG32UCDP dapat menampilkan sekaligus beralih antara visual 4K @ 240 Hz atau FHD @ 480 Hz secara cepat melalui hotkey. Oleh karena itu, pengguna akan disuguhkan dengan pengalaman responsivitas yang halus saat memaninkan game FPS super cepat. Pengguna juga dapat menikmati sekaligus hanyut ke dalam game AAA terbaru dengan detail yang menakjubkan.

PG32UCDP dilengkapi AI Assistant, yaitu serangkaian fitur cerdas yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman gaming. Beberapa fitur tersebut di antaranya AI Visual, AI Crosshair, AI Sniper, AI Shadow Boost, dan MOBA Map Helper.

Fitur AI Visual akan mendeteksi kondisi layar dan melakukan penyesuaian untuk memberikan pengaturan monitor default atau preset pengguna terbaik. Di sisi lain, AI Crosshair akan mengganti warna crosshair menjadi lebih kontras dibandingkan latar belakang agar terlihat lebih jelas saat membidik target. AI Sniper akan memperbesar pusat target untuk  memperoleh sasaran yang lebih baik selama sesi latihan. AI Shadow Boost memperjelas area gelap dalam game agar lebih mudah menemukan musuh yang bersembunyi di area gelap dalam peta. Sementara itu, MOBA Map Helper akan memberikan notifikasi kepada gamer MOBA untuk terus mengawasi setiap terjadi group battle.

Keunggulan OLED

Teknologi ROG OLED terbaru memastikan para gamer disuguhi warna hitam paling gelap, kontras yang luar biasa, dan response time 0,03 ms sangat cepat untuk visual bebas blur. Teknologi OLED generasi ketiga pada monitor PG32UCDP memiliki fitur Extreme Low Motion Blur (ELMB) untuk memperjelas gerakan, sedangkan algoritma Clear Pixel Edge membuat teks lebih mudah dibaca. Selain itu, teknologi Anti – flicker OLED eksklusif ROG akan mengurangi flicker selama terjadi fluktuasi frame – rate untuk menghadirkan gameplay yang lebih halus, sedangkan fitur uniform brightness opsional menjaga tingkat pencahayaan tetap konsisten agar nyaman dipandang.

PG32UCDP memiliki desain heatsink kustomisasi dengan saluran aliran udara terintegrasi untuk memastikan manajemen termal tetap optimal sekaligus mengurangi risiko burn-in. Sebagai pelengkap dari desain pendinginan pasif, ASUS OLED Care hadir dengan fitur tambahan yang akan melindungi panel OLED, seperti Pixel Cleaning, Pixel Move, Screen Saver, dan banyak lagi. Lebih dari itu, panel OLED PG32UCDP dilindungi oleh garansi selama tiga tahun.

Kenyamanan dan Fleksibilitas Tiada Banding

PG32UCDP dapat menampilkan visual di beragam aspect ratio, sehingga gamer dapat memilih menggunakan aspect ratio 24,5 inci (mode esports) hingga 27 inci. Lebih dari itu, fitur ASUS DisplayWidget Center memiliki antarmuka intuitif yang membuat pengguna dapat mengakses fungsi OLED Care dan menyesuaikan pengaturan monitor melalui mouse. Monitor ini juga dibekali hotkey untuk mengaktifkan fungsi Auto KVM yang akan mendeteksi sumber input kedua secara otomatis. Auto KVM memungkinkan pengguna beralih dan mengontrol kedua perangkat input melalui satu keyboard dan mouse.

Agar kompatibel dengan beragam perangkat multimedia, PG32UCDP memiliki konektivitas yang melimpah, seperti DisplayPort 1.4 dengan DSC, HDMI® 2.1, USB – C® dengan Power Delivery 90 W, jack headphone, dan soket tripod di bagian atas monitor.

Spesifikasi ROG Swift OLED PG32UCDP

Display Panel size (diagonal) 31.5″ widescreen
Panel backlight / Type WOLED
Display surface Anti-glare
Color saturation DCI-P3 99%
True resolution 3840 x 2160
Refresh rate 240 Hz
Dual mode (Frame Rate Boost) Yes, 4K @ 240 Hz / FHD @ 480 Hz
Pixel pitch 0.182 mm
Brightness 250 cd/m² (100 % APL SDR), 1300 cd/m² (peak, HDR) *
Contrast ratio 1,500,000:1 (Typ.)
Viewing angle (CR≧10) 178° (H) / 178° (V)
Display colors 1073.7 million (10‑bit)
Response time 0.03 ms (Gray‑to‑Gray)
HDR support Yes
Video 

Features

Factory pre-calibration Yes
Uniform brightness Yes
AI Assistant technology Yes
ASUS OLED Care Yes
Adaptive Sync Yes, G-SYNC® compatible and FreeSync Premium Pro
Input / Output 2 x HDMI® (v2.1), 1x DisplayPort (v1.4) with DSC, 3 x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1 x USB-C® (90 W Power Delivery)3, earphone jack, 1 x SPDIF out, 1 x upstream USB 3.2 Type-B
Mechanical Design Swivel  -15°–15°
Tripod socket Yes
Tilt +20°–-5°
Height adjustment 0–80 mm
VESA mount 100 x1100 mm
Special Features DisplayWidget Center, Auto KVM, Aura Sync

 

Review ASUS ROG Harpe Ace dan ROG Hone Ace Aim Lab Edition: Kombinasi yang Sempurna

0

Bagi gamer yang menyukai game kompetitif terutama yang bergenre FPS, mouse merupakan salah satu elemen penting. Permainan yang intens dengan respon secara cepat membutuhkan mouse yang mumpuni.

ASUS telah menjawab keperluan tersebut dengan membuat seperangkat peripheral, yaitu mouse gaming ROG Harpe Ace dan mousepad ROG Hone Ace. Tidak hanya itu, ASUS juga menggandeng Aim Lab, perusahaan yang bergerak dalam pembuatan software untuk membantu dan melatih atlit eSport.

Kebetulan saya mendapatkan kesempatan untuk mencoba kedua peripheral ini. Meski saya bukan gamer yang picky untuk urusan mouse, bisa mencoba mouse dan mousepad yang telah didesain sedemikian rupa adalah sebuah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan.

Dari Segi Desain

Hal yang pertama saya lakukan jelas adalah membuka boks setiap produk. Berikut adalah keterangan apa saja yang ada di dalam boks:

ASUS ROG Harpe Ace Aim Lab Edition:

  • 1 mouse ROG Harpe Ace Aim Lab Edition
  • 1 kabel USB Type C to USB Type A
  • 1 dongle USB
  • 1 buku panduan
  • 1 kartu garansi
  • 1 set sticker ROG x Aim Lab
  • 1 kartu terima kasih

ASUS ROG Hone Ace Aim Lab Edition:

  • 1 mousepad ROG Hone Ace Aim Lab Edition
  • 1 set sticker ROG

Hal pertama yang membuat kagum saya adalah betapa ringannya Mouse ROG Harpe Ace. Berat mouse ini hanya 54 gram dengan dimensi 127,5 x 63,7 x 39,6 mm (P x L x T). Produk yang saya review memiliki warna putih. Otomatis saya harus lebih hati-hati dalam menggunakannya karena rawan akan noda.

Mouse ROG Harpe Ace dirancang dengan desain ambidextrous yang ideal untuk pengguna tangan kanan maupun kidal. Sama seperti mouse pada umumnya, ROG Harpe Ace memiliki dua tombol utama di bagian depan dengan tombol untuk scroll di tengah-tengahnya.

Pada bagian kiri mouse terdapat lagi dua tombol tambahan berwarna biru. Kedua tombol ini sudah disesuaikan letaknya agar pas dengan ibu jari maupun jari manis. Selain itu pada bagian ini juga terdapat tekstur garis diagonal yang membantu memberikan cengkeraman ekstra serta logo Aim Lab yang terlihat cantik di bawah cahaya UV. Untuk logo ASUS terletak di bagian belakang mouse.

Beralih ke bagian bawah mouse terdapat sensor ROG AimPoint yang menghasil 36.000 DPI, tombol untuk mengatur DPI dan pairing, dan sakelar untuk pengaturan mode koneksi mouse. Ada tiga mode koneksi yang bisa dipilih yaitu menggunakan kabel, wireless, atau bluetooth.

USB dongle untuk mode wireless juga terletak di bagian bawah mouse. Bentuk slot penyimpanannya sangat sederhana, efisien, dan mudah untuk ditemukan. Pengguna tidak perlu sampai membongkar mouse untuk menemukan USB wireless dongle.

Fitur pencahayaan RGB dapat diatur dengan menekan tombol DPI dengan tombol lainnya. Pencahayaan di ROG Harpe Ace sangat sederhana karena hanya terlihat pada tombol scroll saja. Saya sendiri lebih menyukai format satu pencahayaan seperti di ROG Harpe Ace, karena tidak terkesan hingar-bingar. Selain itu juga menghemat daya baterai.

Selain mouse ROG Harpe Ace, saya juga mencoba mousepad ROG Hone Ace Aim Lab Edition. Bagian permukaan mouse ini sangat besar dengan ukuran 508 x 480 mm (P x L) dan terbuat dari lapisan hybrid dengan nano pelindung. Kombinasi ini memberikan responsivitas dan presisi tinggi. Logo ROG terletak di bagian kiri atas dan Aim Lab terletak di tepi kanan atas. Logo Aim Lab memiliki warna biru muda yang menambah kesan estetis.

Pada bagian bawah mousepad terdapat garis-garis horizontal yang dapaty membantu pemain melatih kemampuan flicking mereka. Untuk bagian belakang mousepad memiliki lapisan karet setebal 3 mm yang menciptakan pondasi solid dan tidak licin.

Dari Segi Performa

Saya suka dengan ukuran dari ROG Harpe Ace. Ukuran mouse ini ideal untuk orang yang memiliki tangan berukuran sedang dan besar. Selama mencoba saya selalu merasa nyaman ketika menggenggam mouse ini, baik saat digunakan untuk daily driver maupun saat bermain game. Body dari ROG Harpe Ace yang terbuat dari plastik dengan tekstur matte membuat mouse ini tetap nyaman meski ketika tangan dalam keadaan berkeringat.

Kerjasama dengan Aim Lab memungkinkan pengguna Harpe Ace untuk mengoptimalkan pengaturan mouse mereka melalui Aim Lab Settings Optimize. Fitur ini menawarkan pilihan baru yang berbeda dibandingkan dengan mouse gaming lainnya. Salah satunya adalah kedalaman kustomisasi terhadap mouse yang dapat dilakukan tanpa menggunakan software Armoury Crate.

Sensitivitas dapat diatur langsung dengan menggunakan tombol DPI di bagian bawah mouse. Fitur ini memudahkan saya dalam pengaturan mouse. Jika ingin memainkan game FPS, saya bisa menggunakan setting DPI tertinggi. Sedangkan untuk daily driver cukup memakai yang dibawahnya.

Pengaturan secara manual juga dapat diterapkan untuk hal-hal yang lebih kompleks, misalnya polling rate, lift-off distance, bahkan reset hardware secara cepat. Untuk kostumisasi yang lebih detail, pengguna bisa tetap menggunakan aplikasi Armoury Crate.

Karena beratnya yang sangat ringan, ROG Harpe Ace juga enak untuk dibawa kemana-mana. Mouse ini tetap dapat bekerja secara optimsl berkat beragam pilihan mode konektivitas. Saat bekerja di luar rumah dengan menggunakan laptop, saya biasanya memilih mode wireless karena mouse ini tetap dapat berfungsi di beragam permukaan.

Ketika ROG Harpe Ace dikombinasikan mousepad ROG Hone Ace maka akan menjadi sempurna. Kedua peripheral ini saling mendukung satu sama lainnya. Kombinasi keduanya akan memberikan pengalaman gaming yang superior dengan kenyamanan dan juga presisi tinggi.

Selama mencoba mouse ROG Harpe Ace dengan mousepad ROG Hone Ace, saya merasakan mouse ini meluncur dengan mulus tanpa adanya delay. Ukuran mousepad yang luas membuat pengguna lebih nyaman ketika menggunakan mouse untuk gaming, baik itu FPS atau game dengan genre lainnya. ROG Hone Ace juga meminimalisir gesekan pada pergelangan tangan setelah sesi gaming yang panjang.

Dari segi baterai, ASUS mengklaim bahwa daya tahan baterai ROG Harpe Ace bisa mencapai 90 jam dengan RGB dimatikan, dan 79 jam dengan RGB dinyalakan. Saya sendiri mengujinya dengan fitur RGB dimatikan dan berhasil mendapatkan sama seperti yang diklaim oleh ASUS. Hal yang perlu jadi catatan adalah lampu indikator untuk baterai agak sulit untuk dikenali. Sebabnya mouse ini hanya memiliki satu pencahayaan saja.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, mouse ASUS ROG Harpe Ace Aim Lab Edition berhasil melakukan pekerjaan yang baik. Bagi kalian yang menyukai game FPS, ROG Harpe Ace telah menyajikan fitur-fitur yang solid. Ukurannya yang ringan ditambah bentuk dan desain yang membuatnya tetap nyaman saat digenggam dalam sesi gaming yang lama. Mouse ini juga membantu dalam melatih keterampilan membidik.

Dengan menggabungkan mouse ini dengan mousepad Hone Ace Aim Lab Edition, kalian akan mendapatkan pengalaman dan manfaat yang lebih lengkap. Kedua peripheral ini dijual secara terpisah. ASUS ROG Harpe Ace Aim Lab Edition dijual dengan harga sekitar IDR1.900.000 sedangkan ASUS ROG Hone Ace Aim Lab Edition dijual dengan harga sekitar IDR540.000.

Sambut Ulang Tahun ke-10! Moonton Adakan Giveaway Terbesar Sepanjang Sejarah Mobile Legends: Bang Bang

0

Merayakan ulang tahun ke-10 dari Moonton Games, pengembang sekaligus penerbit dari game Mobile Legends: Bang Bang ini akan mengadakan event yang sangat spektakuler dengan memberikan banyak hadiah, mulai dari skin epic hingga skin collector bagi para pemainnya pada bulan Agustus nanti.

Mengusung slogan “Giveaway Terbesar Sepanjang Sejarah Mobile Legends: Bang Bang” pemain bisa mendapatkan banyak hadiah menarik, Skin Collector Baru | Natalia “Warrioress Paragon” | Mobile Legends: Bang Bang, hanya dengan menyelesaikan misi di dalam game.

@mobilelegends_id Rayakan ulang tahun Moonton yang ke-10! Giveaway terbesar sepanjang sejarah sudah hadir! Jangan lewatkan Skin Collector terbaru dan 4 Skin Epic GRATIS! #MobileLegendsBangBang #MLBBSkinGifts ♬ original sound – Mobile Legends Indonesia

Event ini akan berlangsung mulai dari 31 Juli hingga 31 Agustus 2024, dengan menghadirkan 5 event penting.

  1. Cuma Login Bisa Dapat Skin Epic (28 Juli – 4 Agustus 2024)

Moonton Games akan memberikan skin epic secara gratis kepada pemain, hanya dengan login ke dalam game dalam periode 28 Juli – 4 Agustus 2024. Caranya, para pemain hanya cukup masuk ke dalam game dan melakukan klaim di tab event untuk mendapatkan hadiah skin epic.

  1. Skin Collector Gratis (31 Juli – 31 Agustus 2024)

Skin Collector merupakan Grand Prize dari giveaway ini. Pemain bisa mendapatkan skin dengan tag Collector ini hanya dengan menyelesaikan misi yang diberikan serta mengumpulkan item untuk ditukarkan dengan skin Collector.

Misi akan refresh setiap hari dan ada beberapa misi yang bersifat kumulatif, seperti mainkan pertandingan, dapatkan gold medal, dapatkan MVP, serta login berturut-turut selama beberapa hari.

  1. Selesaikan Misi, Dapatkan 2 Skin Epic (2 – 15 Agustus 2024 & 9 – 22 Agustus 2024)

Pada event ini, pemain akan memperoleh item yang bisa ditukarkan skin epic gratis, hanya dengan menyelesaikan berbagai misi di Mobile Legends: Bang Bang. Misi yang harus diselesaikan terdiri dari  login harian dan menyelesaikan pertandingan.

  1. Coba 125 Skin Keren Gratis Selama Weekend (2 – 4 Agustus 2024 & 9 – 11 Agustus 2024)

Event ini adalah kesempatan langka bagi para pemain untuk merasakan sensasi menggunakan berbagai skin tanpa harus membelinya terlebih dahulu. Dengan 125 skin yang tersedia, pemain bisa bereksperimen dengan berbagai tampilan hero favorit mereka dan menemukan skin yang paling sesuai dengan gaya bermain masing-masing.

  1. Ajak Teman Main Lagi, Dapatkan Skin Epic Impianmu (31 Juli – 31 Agustus 2024)

Selama periode event, pemain yang dapat mengajak teman mereka untuk kembali bermain Mobile Legends: Bang Bang akan berkesempatan untuk mendapatkan skin epic impian.

“Sebagai game MOBA terbesar di Indonesia dan game yang besar karena para pengguna setia dan komunitasnya. Kami berupaya memberikan apresiasi dan rasa terima kasih terbesar kami melalui event Giveaway Terbesar Sepanjang Sejarah Mobile Legends: Bang Bang ini. Kami menyelenggarakan ini dalam rangka memperingati ulang tahun Moonton ke-10 dan juga memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-79,” ungkap Adhitya Pratama, Moonton Senior Marketing Manager Indonesia.

Event ini sendiri diadakan Moonton pastinya untuk mengapresiasi pemain setia dari Mobile Legends: Bang-Bang yang selalu mendukung serta memberikan masukan berarti bagi game yang mereka mainkan hingga bertahan hingga saat ini.

Rasakan keseruan dari Mobile Legends: Bang Bang bersama teman-teman! Download sekarang, gratis di Google Play dan App Store!

Olimpiade Paris 2024 Lebih Pilih NFT Ketimbang Mario dan Sonic

0

Mungkin kalian tidak memperhatikan jika Olimpiade tahun ini yang berlangsung di Paris tidak didampingi oleh game Mario dan Sonic. Biasanya setiap kali event Olimpiade diselenggarakan, pasti akan ada game Mario dan Sonic yang mendampinginya. Rupanya ini ada alasannya.

Dikutip dari Eurogamer, Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah memutuskan untuk menghentikan kemitraan mereka dengan Nintendo dan Sega dalam membuat game Mario & Sonic at the Olympic Games. Keputusan ini diambil untuk mengeksplorasi peluang kerjasama dengan mitra baru, yaitu di bidang eSport dan NFT. Ini adalah pertama kalinya dalam kurun waktu hampir dua dekade tidak ada Mario dan Sonic di Olimpiade.

Narasumber yang berbicara kepada Eurogamer, Lee Cocker mengatakan bahwa IOC memilih untuk tidak memperpanjang kontrak lisensi dengan Nintendo dan Sega sejak tahun 2020. Menurutnya alasan kenapa IOC memilih untuk bekerjasama dengan eSport dan NFT adalah untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan karena bisa dikelola secara internal.

Contoh dari game yang dibuat untuk mendampingi Olimpiade Paris 2024 adalah Olympics Go! Paris 2024. Game mobile dan PC ini dikembangkan oleh developer nWay yang berbasis di San Francisco dan Seoul. Dalam game ini pemain dapat mengikuti12 cabang olahraga Olimpiade, seperti panahan, senam, lari 100m, renang, golf, dan masih banyak lagi. Game ini juga pastinya sudah memiliki fitur NFT.

Bagaimana menurut kalian?

Spesifikasi PC Harry Potter: Quidditch Champions Diungkap

0

Warner Bros. Games, Unbroken Studio, dan Portkey Games telah mengungkap spesifikasi PC untuk game Harry Potter: Quidditch Champions.

Dari spesifikasinya, game ini tidak memerlukan PC high end untuk dapat dimainkan dalam setting recommended. Berikut adalah detailnya dari Steam.

Harry Potter: Quidditch Champions adalah game multiplayer dimana kalian akan memainkan olahraga paling favorit di dunia sihir, Quidditch. Pemain bisa memilih posisi sebagai Chaser, Seeker, Keeper, atau Beater dan bertanding melawan penyihir lainnya di stadion Quidditch dalam franchise Harry Potter.

Harry Potter: Quidditch Champions akan rilis pada tanggal 4 September 2024 di platform PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, dan PC (Steam dan Epic Games Store). Untuk versi Nintendo Switch menyusul.

Demo Visions of Mana Sudah Tersedia

0

Square Enix telah mengumumkan demo untuk game Visions of Mana sudah tersedia gratis di berbagai platform, yaitu di PS5, Xbox Series, dan PC (Steam). Dalam versi demo ini kalian bisa mencoba Chapter 1 dari Visions of Mana yang diawali dari Rime Falls sampai berhadapan dengan final boss Chapter 1, Kraken.

Versi demo Visions of Mana juga mengizinkan pemain untuk menggunakan Val, Careena, dan Morley serta mencoba job class Wind dan Moon. Jika kalian bisa menyelesaikan demo ini, kalian akan mendapatkan bonus hadiah ketika gamenya rilis nanti. Bonus ini berupa senjata Gladius, Falx, dan Horn Lance untuk Val.

Visions of Mana akan menawarkan dunia semi-open dimana pemain dapat menjelajahi dunia dengan bebas. Dari segi combat, Visions of Mana menawarkan pertarungan multi-dimensi dengan beragam keterampilan menggunakan senjata maupun sihir.

Karakter utama game ini adalah Val. Ia adalah seorang Soul Guard yang ditugaskan untuk menjaga peziarah yang dinamakan Alm dalam perjalanannya menuju ke Tree of Mana. Karakter yang menjadi Alm adalah teman masa kecil Val yaitu Hinna.

Dalam perjalanannya Val dan Hinna akan ditemani oleh empat karakter lainnya yaitu Palamena, Morley, Careena, dan Julei. Pemain bisa memilih tiga karakter sebagai anggota utama. Setiap karakter bisa berganti job class dengan menggunakan Elemental Vessels. Sedangkan untuk eksplorasi, Elemental Vessels akan memberikan fungsi Elemental Triggers.

Visions of Mana akan rilis pada tanggal 29 Agustus 2024 untuk PS5, PS4, dan Xbox Series. Untuk versi PC (Steam) menyusul di tanggal 30 Agustus 2024.

Fans Minta Developer Lost Soul Aside Segera Umumkan Tanggal Rilis

0

Pada event ChinaJoy 2024 barusan, Ultizero Games kembali membagikan video untuk game Lost Soul Aside. Video ini memperlihatkan cuplikan dari bagian Training dan juga Boss Fight. Bahkan developer original Lost Soul Aside, Yang Bing ikut hadir di acara tersebut dan memberikan penjelasan. Namun sayangnya tidak ada penjelasan tentang kapan Lost Soul Aside rilis.

Berikut adalah videonya yang diambil oleh GamersPrey:

Ketiadaan tanggal rilis ini dipertanyakan oleh fans yang sudah menunggu-nunggu Lost Soul Aside. Pada halaman media sosial X dan Facebook game tersebut, banyak gamer yang mempertanyakan kapan Ultizero Games berterus terang dengan mengumumkan tanggal rilis. Jika developer masih belum yakin, maka fans berharap setidaknya ada versi demo yang bisa dicoba lebih dulu.

Lost Soul Aside menceritakan tentang karakter utama game yang bernama Kazer. Ia memiliki kekuatan setelah bergabung dengan symbiont bernama Arena. Combat system dalam Lost Soul Aside bisa dibilang mirip dengan Devil May Cry, yang menggabungkan elemen action dengan playstyle beragam dan stylish.

Yang Bing awalnya mengembangkan Lost Soul Aside sendirian sampai akhirnya mendapatkan bantuan dari Sony dan membuat studionya sendiri, Ultizero Games. Sudah 8 tahun semenjak Lost Soul Aside diumumkan dan sampai sekarang masih belum ada keterangan mengenai kapan game ini dirilis. Akankah Lost Soul Aside hanya sekedar menjadi tech demo?

Lost Soul Aside jika rilis nanti, akan tersedia di PS5, PS4. dan kemungkinan juga di PC.

Mode Rush di EA Sports FC 25 Perkenalkan Blue Card

0

EA telah merilis video baru untuk EA Sports FC 25 yang menjelaskan tentang mode permainan Rush. Mode ini bisa dimainkan oleh lima pemain, dimana empat pemain akan dibantu oleh kipper yang dijalankan oleh AI.

Salah satu keunikan dari mode Rush adalah kehadiran kartu Blue Card. Pemain yang mendapatkan Blue Card akan diusir dari lapangan untuk sementara waktu, sampai lawan berhasil mencetak gol dan pemain tersebut bisa bergabung kembali. Jika permainan berakhir seri, maka akan dilanjutkan dengan Golden Goal dan Penalty Shootout.

Rush dapat dimainkan melalui berbagai macam mode, mulai dari Club, Ultimate Team, hingga Career. Dalam mode ini juga akan diperkenalkan stadion baru yaitu Nike Air Zoom Arena. Detail lebih lengkap tentang mode Rush bisa dilihat di sini.

EA Sports FC 25 akan rilis pada tanggal 27 September 2024 di PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, Nintendo Switch, dan PC (Via Steam dan Epic Games Store).

Ngobrol dengan Developer Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics: Berharap Dapat Kesempatan Lagi

0

Salah satu kejutan yang dilakukan oleh Capcom di tahun 2024 adalah mengumumkan Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics, kompilasi dari tujuh judul game fighting klasik Marvel vs. Capcom. Dimulai dari X-Men: Children of Atom sampai dengan Marvel vs. Capcom 2: New Age of Heroes.

Kehadiran game ini dianggap sebagai sebuah pertanda dari fans jika Capcom memang memiliki ketertarikan untuk melanjutkan franchise Marvel vs. Capcom. Apalagi game terakhir dari franchise ini yaitu Marvel vs. Capcom: Infinite yang rilis pada tahun 2017.

Belum lagi franchise ini juga harus bersaing dengan kompetitornya yang berada di dalam satu perusahaan yaitu Street Fighter. Ketika Marvel vs. Capcom “tertidur”, Street Fighter justru tetap aktif dengan terus mengeluarkan seri baru.

Kebetulan kami mendapatkan kesempatan untuk berbicara langsung dengan Producer Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics, Shuhei Matsumoto. Namanya dalam kancah game fighting bukanlah nama baru. Sebabnya ia juga yang bertanggung jawab dalam pengembangan game Street Fighter. Apalagi Street Fighter baru saja menelurkan seri terbarunya yaitu Street Fighter 6.

P (Playcubic): Senang bisa bertemu dengan anda. Ada beberapa hal yang ingin kami tanyakan tentang Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics.

Shuhei Matsumoto (SM): Sama-sama. Apa yang anda ingin tanyakan?

P: Kami sudah sudah melihat hands-off Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics, dan video yang kami lihat memiliki framerate 60 FPS. Apakah ini akan sesuai dengan produk akhirnya nanti atau akan ada fitur untuk mengubah framerate di dalam game?

SM: Apa yang anda lihat akan terdapat di produk akhir juga. Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics akan memiliki 60 FPS dan ini tidak bisa diubah di dalam game.

P: Game fighting zaman sekarang selalu memiliki mode online. Pertanyaannya adalah apakah tipe network yang digunakan untuk Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics?

SM: Kami menggunakan rollback netcode. Cara ini juga sebelumnya sudah kami gunakan untuk Capcom Fighting Collection dan berfungsi dengan baik dan diterima oleh fans. Jadi kami memutuskan untuk menggunakannya lagi di Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics.

P: Lalu bagaimana dengan setting untuk grafis? Apakah setiap judul yang ada di dalam Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics akan memilikinya masing-masing atau diatur melalui satu menu?

SM: Anda nantinya bisa mengatur setting untuk grafis dan semuanya berada di dalam satu menu. Jadi anda tidak perlu mengubah secara satu per satu.

P: Baiklah lalu apakah Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics sudah didukung fitur accessibility? Seperti colorblind misalnya.

SM: Game ini sudah memiliki light stimulation reduction, controller setting, dan juga one-button special move. Semua ini dapat diatur melalui menu option di setiap judul yang ada di dalam game Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics.

P: Apakah game ini memiliki konten tersembunyi yang harus dibuka sendiri oleh pemain melalui progression? Ataukah konten-konten ini sudah tersedia dari awal?

SM: Anda bisa langsung mengakses fitur gallery untuk mendengarkan musik atau melihat art yang dibuat oleh developer. Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics memiliki collection feature yang berhubungan achievement dalam platform Fighter Award.

P: Terima kasih untuk jawabannya Matsumoto-san. Untuk pertanyaan terakhir adalah untuk kedepannya apakah anda dan tim memiliki rencana untuk membuat game Marvel vs. Capcom selanjutnya?

SM: Jujur saja saya sangat senang sekali jika diberikan kesempatan untuk membuat game baru Marvel vs. Capcom. Tapi sayangnya untuk saat ini cukup sulit. Sebabnya kami harus mengatur waktu terlebih dahulu dengan pengembangan game lainnya. Jadi untuk saat ini kami lebih memilih untuk mengambil langkah secara perlahan dan memanfaatkan yang bisa dilakukan.

P: Terima kasih banyak untuk waktunya Matsumoto-san. Saya sangat menantikan perilisan Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics.

SM: Sama-sama. Semoga anda dan semua fans akan menyukai game ini.

Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics direncanakan rilis tahun 2024, namun belum ada kejelasan mengenai tanggal pastinya. Platform yang dituju oleh game ini adalah PS4, Nintendo Switch, dan PC (Via Steam).

Buat kalian yang penasaran dengan video hands-off Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics, bisa menonton previewnya yang dibuat oleh content creator partner Solusi Radikal.

Heavenly Sword Online Segera Hadir di Indonesia! Closed Beta Kedua Siap Dimulai

0

Heavenly Sword Online, game PC terbaru Heavenly Sword Online siap hadir dan manjakan para penggemar di Indonesia. Game yang mengusung genre Open-World MMORPG ini berlatar pada dunia persilatan era dinasti di Tiongkok. Setelah sukses dengan Closed Beta (CBT) tahap pertama, Heavenly Sword Online kini telah mengumumkan tanggal resmi untuk CBT tahap kedua, yaitu mulai 30 Juli 2024.

Heavenly Sword Online menawarkan pengalaman bermain yang menggabungkan elemen klasik dan modern, antara lain fitur auto-quest yang memudahkan pemain dalam menyelesaikan quest, auto-ride untuk berkelana dengan jarak yang jauh, gliding dan double hingga triple jump untuk menjelajahi area yang ekstrim.

Bebas Pilih Class dan Gaya Bertarung

Salah satu nilai jual dari Heavenly Sword Online adalah sistem pertempurannya yang bebas dan kompleks, pemain dapat memilih berbagai Class yang memiliki senjata dan skill berbeda-beda yang dapat membuat pertarungan makin menantang sehingga pemain dapat mengatur sendiri kombo sesuai keinginan, dengan bantuan kombo dasar sebagai acuan.

Sebuah hal unik yang membedakan game ini dengan MMORPG lain adalah peningkatan karakter di Heavenly Sword Online mengandalkan Experience Point untuk menaikan Mastery dari level skill yang dimiliki. Sehingga, mengalahkan pemain dengan level yang lebih tinggi bukanlah hal yang sulit, karena level karakter tidak menjadi penentu utama dalam meraih kemenangan.

Ada banyak fitur pertempuran yang akan membuat game ini semakin seru, seperti Bloody Battle yang di reset setiap hari, Faction Invasion yang menyuguhkan pertarungan antar faksi (Blade Wolf dan Sword Army), lalu terdapat fitur lain seperti Cultivation Training, Equipment Enhancement, auto-navigation, dan mount yang akan memudahkan pemain dalam mengembangkan karakternya.

Masuki dunia persilatan yang kaya dengan budaya dan seni bela diri, pilih Class favorit, asah keterampilan untuk menjadi pendekar terkuat sepanjang sejarah, dan rasakan cerita epik peperangan antara kebaikan dan kejahatan yang akan memberikan pengalaman bermain penuh keseruan untuk para pemain!

Jadilah yang pertama dalam merasakan petualangan seru di Heavenly Sword Online dengan mendaftarkan diri pada CBT Tahap Kedua:

Spesifikasi perangkat untuk memainkan Heavenly Sword Online bisa dilihat di bawah ini.

 

  Minimum Requirements Recommended Requirements
CPU i3 atau setara dengan speed  2.6GHz i3 setara, dengan speed 3.2GHz atau lebih tinggi
Hard Drive 10GB 15 GB
RAM 4GB 8GB atau lebih
GPU nVidia GTX 460 / AMD R7
Support DX9
atau setara
nVidia GTX 660 / AMD RX 460
Support DX11
Setara atau lebih tinggi
OS Win 7 64bit Win 10 64bit atau lebih baru
Network Broadband 5MBps Broadband 10MBps