Tidak ada kata terlambat sepertinya cocok diberikan kepada Sega, RGG Studio, dan Yakuza. Dalam acara Nintendo Direct barusan, Sega telah mengumumkan bahwa akhirnya game Yakuza akan dirilis di Nintendo Switch. Kedatangan franchise ini akan diawali dengan Yakuza Kiwami yang akan tersedia pada tanggal 25 Oktober 2024.
Yakuza Kiwami akan menceritakan tentang awal kisah dari Kazuma Kiryu. Setelah dipenjara selama satu dekade, Kiryu akhirnya kembali ke Kamurocho yang sudah tidak ia kenal. Situasi Kiryu semakin gawat setelah terlibat dalam konflik antara Klan Tojo dengan seorang gadis kecil bernama Haruka.
Perilisan Yakuza Kiwami di Nintendo Switch bersamaan dengan dimulai tayangnya serial televisi Like a Dragon: Yakuza. Film ini bisa mulai ditonton melalui Amazon Prime tanggal 25 Oktober 2024 untuk bagian pertama, disusul bagian kedua pada tanggal 1 November 2024.
Capcom telah mengumumkan tanggal rilis untuk Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics. Game ini akan tersedia mulai dari tanggal 12 September 2024 untuk versi digital. Sedangkan versi fisik akan menyusul pada 22 November 2024. Untuk pre-order dari Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics untuk versi digital Nintendo Switch dan PC (Steam) sudah dibuka mulai dari sekarang.
Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics berisi tujuh game fighting klasik Marvel vs. Capcom:
X-Men: Children of the Atom
Marvel Super Heroes
Marvel vs. Capcom: Clash of Super Heroes
Marvel vs. Capcom 2: New Age of Heroes
Marvel Super Heroes vs. Street Fighter
X-Men vs. Street Fighter
The Punisher
Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics sudah dilengkapi oleh mode Online Match dengan fitur Ranked maupun Casual. Lalu ada Training dan juga Spectator Mode untuk melihat sesi permainan milik pemain lainnya.
Jika kalian penasaran dengan gamenya bisa membaca preview yang sudah dilakukan oleh tim Playcubic. Kami juga sempat berbincang-bincang dengan producer Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics Shuhei Matsumoto.
Capcom telah mengumumkan Capcom Fighting Collection 2 yang berisi beragam judul game fighting klasik. Salah satunya adalah Project Justice yang merupakan sekuel dari game Rival School. Capcom Fighting Collection 2 rencananya akan rilis di tahun 2025.
Total ada delapan judul game yang termasuk di dalam Capcom Fighting Collection 2:
Capcom vs. SNK: Millennium Fight 2000 Pro
Capcom vs. SNK 2: Mark of the Millennium 2001
Capcom Fighting Evolution
Street Fighter Alpha 3 UPPER
Project Justice
Power Stone
Power Stone 2
Plasma Sword: Nightmaer of Bilstein
Capcom Fighting Collection 2 sudah didukung oleh online battle dengan berbagai pilihan mode, yaitu casual match, ranked match, dan custom match. Selain itu juga akan ada High Score Challenge dimana pemain di seluruh dunia bisa saling berlomba untuk mendapatkan skor tertinggi.
Capcom Fighting Collection 2 juga sudah memiliki fitur One-Button Special Moves untuk memudahkan pemain dalam menggunakan special attack. Fitur ini juga dapat dikostumisasi sesuai dengan selera pemain. Selain itu game ini juga sudah memiliki Training Mode sebagai sarana untuk berlatih dan berbagai macam pilihan screen filter.
Untuk pemain yang ingin melihat concept art atau mendengarkan soundtrack game bisa mengakses fitur Gallery. Fighter Awards berisi berbagai macam achievement yang bisa didapatkan oleh pemain dengan memainkan berbagai judul di dalam game.
Capcom Fighting Collection 2 nantinya akan dirilis untuk konsol PS4, Nintendo Switch, dan PC (Steam).
Koei Tecmo dan Gust telah merilis trailer perdana untuk game Fairy Tail 2. Video ini memperlihatkan cerita dari game yang mengangkat Alvarez saga, dimana Fairy Tail bersama guild penyihir lainnya dari Ishgar menahan invasi dari Alvarez Empire yang dipimpin oleh Zeref.
Fairy Tail 2 masih menggunakan elemen RPG yang dimiliki oleh game pertamanya, tapi dengan perubahan yaitu hadirnya mekanisme real-time. Selain itu beberapa karakter di Fairy Tail 2 akan memiliki fitur mode change dan dapat mengubah gaya permainan secara instan.
Fairy Tail 2 akan rilis pada tanggal 13 Desember 2024 di PS5, PS4, Nintendo Switch, dan PC (Via Steam).
Paramount Pictures telah merilis trailer perdana untuk film Sonic the Hedgehog 3. Trailer ini memperlihatkan bagaimana Sonic, Tails, dan Knuckles berhadapan dengan rival utama mereka, Shadow the Hedgehog yang diperankan oleh Keanu Reeves.
Kejutan lainnya di trailer Sonic the Hedgehog 3 adalah kembalinya Dr. Robotnik yang masih diperankan oleh komedian Jim Carey. Dalam trailer Dr. Robotnik terlihat memiliki perut buncit yang menjadi ciri khasnya. Sonic dan teman-temannya bahkan terpaksa harus bekerjasama dengan Dr. Robotnik untuk melawan Shadow.
Film Sonic the Hedgehog 3 akan mulai ditayangkan di bioskop pada tanggal 20 Desember 2024.
Setelah debut globalnya pada awal Agustus lalu, kini Infinix XPAD telah resmi hadir di Indonesia. Tablet ini menawarkan spesifikasi unggulan yang dirancang khusus untuk para gamer dan pelajar.
Infinix XPAD dilengkapi dengan layar 11” FHD+ Bright Display, chipset Helio G99, serta asisten cerdas Folax yang sudah didukung oleh ChatGPT. Infinix XPAD akan tersedia mulai 28 Agustus dengan harga spesial Rp 1.799.000 (4/128GB) dan Rp 1.999.000 (4/256GB) selama sesi first sale.
Sergio Ticoalu, Head of Marketing Infinix Indonesia, mengatakan, “Infinix XPAD sebagai tablet pertama kami dirancang untuk memenuhi kebutuhan produktivitas mobile serta
memberikan pengalaman gaming dan hiburan yang optimal di kelasnya. Dengan layar luas
beresolusi tinggi dan performa yang tangguh, XPAD menjadi produk teknologi pelengkap dari Infinix yang ditujukan bagi XFans dengan gaya hidup aktif dan kebutuhan multitasking yang lancar.”
Layar Jernih yang Luas
Infinix XPAD hadir dengan layar 11 inci FHD+ Bright Display yang memberikan pengalaman
visual yang imersif. Dengan rasio layar ke bodi sebesar 83%, pengguna akan mendapatkan
sudut pandang yang lebih luas, terutama saat menonton konten atau bermain game. Refresh rate 90Hz memastikan pengalaman scrolling yang lebih halus, sementara tingkat kecerahan 440 nits memungkinkan layar tetap terlihat jelas meski digunakan di luar ruangan.
XPAD juga dilengkapi dengan desain metal unibody dengan tekstur berbintang yang meningkatkan kesan ramping dan stylish, tersedia dalam tiga pilihan warna: Titan Gold, Stellar Grey, dan Frost Blue.
Peluncuran Infinix XPAD juga dimeriahkan oleh kolaborasi eksklusif dengan partner ternama. Bersama dengan Garena Free Fire, tim R&D Infinix telah mengoptimalkan perangkat agar XPAD dapat mendukung aktivitas gaming, terutama saat bermain Free Fire.
Push Rank Bebas Lag dengan Infinix XPAD
Diperkuat oleh chipset Mediatek Helio G99 dengan fabrikasi 6nm yang efisien, Infinix XPAD
menawarkan performa yang lebih mulus melalui pengelolaan sumber daya yang optimal,
menjaga frame rate tetap stabil. Untuk pengalaman gaming yang lebih baik, Infinix XPAD juga menyediakan XArena Game Space yang memungkinkan pengguna untuk memblokir panggilan atau mengubah mode performa selama bermain game, sehingga dapat memaksimalkan pengalaman ketika bermain game.
Maksimalkan Kebutuhan Entertainment dan Dukungan Asisten Cerdas Folax
Untuk mendukung kebutuhan edukasi, Infinix XPAD dilengkapi dengan asisten cerdas Folax
yang didukung oleh ChatGPT. Dengan perintah sederhana “Hey Folax,” pengguna dapat
memberikan instruksi kepada XPAD untuk mengirim pesan singkat atau mencari informasi.
Infinix XPAD juga mendukung kebutuhan hiburan dengan empat speaker stereo yang
ditempatkan di setiap sisi body, meningkatkan pengalaman audio pengguna. Sistem operasi XOS 14 berbasis Android 14 pada tablet ini dirancang untuk multitasking yang lebih mulus, serta dilengkapi dengan jaminan security patch selama dua tahun untuk menjaga keamanan perangkat.
Harga dan Ketersediaan
Infinix XPAD akan tersedia dengan harga spesial selama flash sale pada 28 Agustus 2024.
Varian 4/128GB dibanderol Rp 1.799.000 (harga normal Rp 1.899.000) dan tersedia di seluruh Infinix Official Shop di platform e-commerce seperti Shopee, Lazada, TikTok Shop, Tokopedia, Akulaku, dan Blibli. Varian 4/256GB ditawarkan seharga Rp 1.999.000 (harga normal Rp 2.099.000) dan dijual secara eksklusif di Shopee. Konsumen juga bisa mendapatkan voucher cashback, gratis ongkir ke seluruh Indonesia, serta cicilan 0% selama 3 bulan dengan SPayLater di Shopee.
“Melengkapi XPAD Wi-Fi edition, Kami juga akan menghadirkan Infinix XPAD 4G LTE edition
mulai September mendatang, dengan banyak benefit sebagai bagian dari kolaborasi Infinix
dengan Telkomsel sebagai Official Telco Partner untuk Infinix XPAD di Indonesia,” tambah
Sergio.
Informasi baru untuk Metal Gear Solid Delta: Snake Eater telah terungkap setelah acara preview yang digelar oleh Konami beberapa waktu lalu dan dihadiri oleh media. Salah satu media game yang mengulas preview game ini yaitu IGN mengungkap bahwa Metal Gear Solid Delta: Snake Eater masih memiliki loading screen setiap berganti map.
Berbicara kepada IGN, Producer Noriaki Okamura beralasan bahwa desain tersebut tidak diubah karena mereka ingin Metal Gear Solid Delta: Snake Eater tetap setia dan akurat dengan game originalnya. Ia juga mengakui bahwa awalnya sempat ada perdebatan untuk membuat Metal Gear Solid Delta: Snake Eater menjadi game open-world. Namun ide ini tidak dapat dilaksanakan karena dikhawatirkan bakal mengubah game tersebut secara keseluruhan.
Metal Gear Solid Delta: Snake Eater saat ini masih dalam tahap pengembangan. Game ini nantinya akan dirilis di konsol PS5, Xbox Series, dan PC (Steam).
Ketika Ubisoft pertama kali mengumumkan Star Wars Outlaws, game ini disebut akan mengedepankan segi cerita. Saya yang sudah terbiasa dengan game Star Wars yang lebih condong ke arah gameplay jadi penasaran.
Apalagi ketika cerita dari Star Wars Outlaws akan mengadaptasi gaya hidup Scroundel yang identik dengan Han Solo. Saya menjadi semakin penasaran. Karena sepengetahuan saya belum ada game Star Wars dengan konsep seperti ini. Belum lagi yang mengerjakan Star Wars Outlaws adalah Massive Entertainment yang sudah dikenal sepak terjangnya lewat game shooter The Division.
Kebetulan saya mendapatkan kesempatan dari Ubisoft untuk mereview Star Wars Outlaws di PC. Setelah memainkan gamenya lebih dari 10 jam, saya paham kenapa game ini menjadi salah satu proyek ambisius dari Ubisoft, Massive Entertainment, dan juga Lucasfilm Games
Inilah Rasanya Menjadi Seorang Scroundel
Penasaran seperti apa kehidupan dari Han Solo jika diadaptasi menjadi game? Star Wars Outlaws mengadaptasikannya dari sudut pandang Kay Vess, seorang wanita yang bermimpi mendapatkan “pekerjaan” terbesar di galaksi. Tanpa ia sadari, pekerjaan ini jugalah membuatnya terlibat masalah dengan salah satu organisasi kriminal atau Syndicate yang paling berbahaya.
Pemain akan memulai cerita Star Wars Outlaws di Cantonica yang terkenal dengan kasino Canto Bight. Pada planet ini Kay akan memulai langkah pertamanya dengan merampok Sliro, pemimpin dari organisasi kriminal yang sedang naik daun. Aksi perdana Kay ini sayangnya tidak berhasil seperti yang direncanakan. Meski berhasil melarikan diri, Sliro menjadikan Kay sebagai target untuk pemburu hadiah. Sliro menjanjikan uang banyak bagi mereka yang bisa membawa Kay kembali dalam keadaan hidup atau mati.
Satu-satunya jalan keluar yang dimiliki Kay adalah mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya dan menghilang. Untuk mendapatkannya, Kay harus bekerjasama dengan berbagai Syndicate di galaksi meski nyawanya sendiri dijadikan sebagai taruhan. Selama perjalanan Kay akan ditemani oleh partner setianya, Nix.
Untuk membuat Kay Vess menjadi lebih hidup, developer Massive Entertainment menggunakan aktris Humberly Gonzales sebagai pengisi suara sekaligus motion capture. Menurut saya kontribusi dari Gonzales berhasil membuat Kay Vess menjadi karakter utama yang sempurna untuk Star Wars Outlaws.
Kay Vess selalu berusaha untuk selalu tampil percaya diri dan ceroboh. Kay juga banyak bicara dan langsung mengingatkan saya kepada sosok Han Solo. Dalam film, Han dikenal bisa mengeluarkan dirinya dari masalah hanya dengan berbicara. Sifat yang sama juga dimiliki oleh Kay.
Berkenalan dengan Organisasi Kriminal Galaksi
Ada empat Syndicate yang bisa diajak bekerjasama oleh Kay Vess. Mereka adalah Pykes, Crimson Dawn, Hutt Cartel, dan Ashiga Clan.
Setiap Syndicate memiliki reputasi. Jika Kay sering menjalankan misi dari organisasi tertentu dan tetap setia, maka reputasinya akan naik. Efeknya adalah Kay bisa mendapatkan akses untuk membeli item spesial dari organisasi tersebut dan tidak diserang jika memasuki wilayah mereka. Sebaliknya, jika reputasi Kay rendah maka ia akan mendapatkan status Deathmark dan menjadi sasaran tembak.
Keunikan dari mekanik ini adalah ketika menaikkan reputasi organisasi tertentu, pasti akan menyebabkan yang lainnya turun. Jadi pemain harus bisa pintar-pintar mengatur yang mana harus dijadikan proritas dan mana yang tidak. Beberapa misi yang berhubungan dengan Syndicate juga akan memberikan opsi pilihan. Apakah Kay akan tetap menjalankan misi sesuai dengan diperintahkan atau justru ingkar janji.
Selain main story quest, Star Wars Outlaws juga memiliki beragam side quest. Semua side quest ini telah didesain dengan baik, dalam artian memiliki dialog lengkap dengan voiceover. Beberapa bahkan memiliki cutscene.
Eksotisme Dunia Star Wars yang Tidak Pernah Hilang
Dari segi grafis dan visual, Star Wars Outlaws tampil sangat menawan. Dibuat dengan engine Snow Drop, dunia Star Wars Outlaws yang eksotis berhasil ditampilkan di layar kaca.
Developer juga sangat teliti dari segi detail. Misalnya ketika berkunjung ke Cantina atau bar, kalian bisa melihat detail visual berbentuk asap tipis yang juga kerap diperlihatkan di dalam film. Pada setiap sudut Cantina terdapat bilik-bilik yang diisi oleh “tamu” khusus yaitu anggota dari salah satu Syndicate. Cantina juga merupakan tempat bermain untuk mini-game Sabacc. Tidak lengkap rasanya jika seorang Scroundel tidak bermain kartu untuk mendapatkan Credit lebih.
Star Wars Outlaws menyediakan lima biome yang bisa dijelajahi oleh pemain. Ada planet Toshara dengan padang rumputnya yang luas dan bisa dieksplorasi secara free roam oleh pemain. Lalu ada Akiva yang memiliki ekosistem hutan yang dipenuhi berbagai jenis tanaman dan hewan buas. Dunia dalam Star Wars Outlaws bisa dijelajahi secara seamless tanpa loading.
Grafis dan visual di Star Wars Outlaws juga didukung oleh beragam special effect. Salah satu yang paling kentara adalah ray-tracing. Pada game ini tidak hanya ada satu ray-tracing saja, melainkan ada lima tipe. Kalian bisa mengatur tipe mana yang akan dipakai dan yang tidak dipakai. Sekedar mengingatkan, kalian tidak bisa mematikan ray-tracing secara total di game ini.
Pilihan Dua Transportasi
Developer memberikan pemain dua moda transportasi di Star Wars Outlaws, yaitu berkendara dengan speeder atau terbang dengan memakai starship. Keduanya memegang peranan penting di dalam game.
Speeder merupakan transportasi utama di darat selain fast travel. Selama saya memainkan Star Wars Outlaws, saya sudah menjumpai dua planet yang memiliki wilayah besar dan bisa dijelajahi dengan menggunakan speeder yaitu Toshara dan Akiva. Sambil menjelajah, pemain juga bisa sesekali berlomba adu cepat dengan pengendara speeder lain.
Starship digunakan oleh pemain untuk menjelajahi luar angkasa. Pesawat milik Kay Vess yang dinamakan Trailblazer tidak hanya berfungsi hanya untuk mengantarkan saja, tapi juga untuk space combat. Trailblazer sudah dilengkapi oleh berbagai macam senjata, mulai dari laser cannon, torpedo sampai dengan turbolaser.
Baik speeder maupun Trailblazer bisa dimodifikasi oleh pemain. Modifikasi ini bisa berupa kosmetik atau upgrade yang berdampak langsung ke permainan. Jika dibandingkan dengan speeder, saya lebih menyukai eksplorasi dengan menggunakan starship. Gameplay space combat di Star Wars Outlaws menurut saya cukup menyenangkan meski tidak kompleks.
Nix Adalah Kunci di Gameplay
Keunikan dari gameplay Star Wars Outlaws adalah bagaimana Kay Vess bekerjasama dengan partnernya, Nix. Kay sendiri bukanlah seorang Jedi atau Sith yang bisa menjadi one-man-army. Ia adalah seorang Scroundel yang harus mengandalkan kejeliannya untuk bisa keluar dari masalah. Disinilah peran Nix menjadi vital bagi Kay Vess.
Pemain sebagai Kay Vess bisa memberikan berbagai macam perintah kepada Nix. Mulai dari memberikan celah kepada Kay dengan mengalihkan perhatian musuh, mengambil barang, membukakan akses pintu, sampai mencopet. Nix juga dapat berfungsi sebagai radar untuk mengetahui lokasi musuh di sekitar Kay. Pemain juga bisa memerintahkan Nix untuk menyerang musuh, memberikan Kay kesempatan untuk mendekat dan melakukan Coup de Grace.
Kerjasama antara Kay Vess dan Nix ini membuat gameplay menjadi menantang dan bervariasi. Satu hal yang agak kurang sesuai menurut saya adalah ketika pemain meminta Nix untuk mencopet. Jika berhasil, Nix akan berlari ke Kay untuk memberikan barang yang diambil. Masalahnya saya pernah melakukan hal ini tepat di depan NPC yang menjadi korban, dan mereka tidak menuduh Kay sebagai pelaku. Jika ingin lebih realistis, developer seharusnya memberikan semacam jarak aman. Jika masih dalam radius tertentu, NPC bisa langsung menuduh Kay sebagai pencuri karena melihat Nix memberikan barang yang dicuri kepadanya.
Jika NPC bisa berlagak masa bodoh, beda halnya dengan NPC penjaga. Para NPC ini memliki tingkat kewaspadaan yang kadang bisa di luar batas normal. Mereka bisa melihat Kay Vess ketika sedang bersembunyi, atau mendadak memiliki pendengaran super. Beberapa kali misi infiltration saya gagal akibat hal ini, dan jujur itu agak membuat saya frustasi.
Gameplay yang Tidak Konsisten
Ketika Kay Vess menjalankan misi, pemain biasanya akan diberikan dua opsi untuk menyelesaikannya. Cara pertama adalah secara diam-diam karena Kay harus menyusup ke daerah musuh untuk mendapatkan apa yang dicari. Cara kedua adalah dengan gun blazing tanpa perlu ngumpet-ngumpet. Sayangnya developer Massive Entertainment kelihatannya kurang konsisten dalam mendesain kedua gameplay tersebut. Akibatnya adalah hasil akhir yang didapatkan terkesan half-bake.
Salah satu misi di dalam game meminta Kay Vess untuk menyusup ke dalam markas Empire. Sayangnya karena Kay tidak memiliki kemampuan stealth yang memadai, ditambah NPC penjaga yang super waspada membuat sesi ini menjadi tidak menyenangkan. Karena kesal akhirnya saya memutuskan untuk tidak lagi main sembunyi-sembunyi. Tapi cara inipun tidak berhasil dan justru membuat saya menjadi buronan Empire.
Tahukah kalian jika total ada lebih dari 10 senjata yang bisa dipakai oleh Kay Vess. Sayangnya semua senjata ini tidak bisa dimiliki selamanya dan akan menghilang secara otomatis begitu Kay keluar dari area misi. Satu-satunya senjata yang bisa disimpan selamanya oleh Kay adalah blaster pistol.
Fitur Aim assist di game ini juga kurang akurat. Saya sering mengalaminya saat akan menembak musuh karena banyak yang meleset. Padahal sebagai developer The Division, Massive Entertainment seharusnya bisa menghadirkan gameplay tembak-tembakan yang mantap.
Setelah berhasil keluar dari markas Empire, saya lalu kabur dengan menggunakan Speeder. Namun Empire tidak berhenti sampai disitu. Mereka mengirim pasukan untuk mengejar Kay. Kalian tahu apa yang terjadi selanjutnya? Saya tidak bisa membuat Kay menembak ketika ia sedang mengendari speeder. Hanya ada satu cara untuk membuat Kay menembak, yaitu dengan menggunakan special attack. Tapi diperlukan waktu untuk mengisi energinya sebelum bisa digunakan.
Tetap Ada Inovasi Baru
Terlepas dari gameplay yang tidak konsisten, Massive Entertainment juga mengimplementasi berbagai mekanik unik yang saya sukai. Misalnya Slicing yang digunakan untuk membuka pintu terkunci. Agar berhasil pemain harus mengikuti ritme dan menekan tombol sesuai dengan irama. Sambil mencoba membuka, pemain juga bisa menengok ke berbagai arah, memastikan tidak ada yang datang dan memergoki Kay yang ia sedang mencoba membuka pintu.
Skill lainnya milik Kay Vess yang menurut saya inovatif adalah Fast Talk. Ketika musuh berhasil memergoki Kay, pemain bisa membuatnya pura-pura menyerah untuk mengulur waktu sambil memutuskan langkah apa yang diambil selanjutnya. Skill ini sulit untuk dipakai karena memerlukan momen yang tepat, tapi sangat menghibur jika berhasil dieksekusi.
Cara untuk mempelajari skill baru di Star Wars Outlaws juga cukup unik. Pemain tidak bisa hanya mendapatkan skill poin dan memakainya untuk membuka kemampuan yang diinginkan. Pada game ini pemain harus lebih dulu menemukan mentor yang bisa mengajarkan kemampuan baru untuk Key. Setelah itu untuk mempelajarinya skillnya, pemain harus mengumpulkan item tertentu atau melakukan berbagai macam challenge.
Modifikasi dan Kustomisasi
Selain speeder dan starship, pemain juga dapat memodifikasi blaster pistol yang digunakan oleh Kay Vess. Melalui modifikasi, pemain bisa membuka jenis serangan baru sepert Ion yang bisa digunakan untuk menstun musuh atau Power yang berfungsi seperti charge shot dan dapat melontarkan musuh yang terkena tembak.
Kustomisasi dapat dilakukan pada penampilan Kay Vess. Kalian bisa mengganti-ganti jacket, pants, dan belt yang ia gunakan. Setiap tipenya akan memiliki desain yang berbeda-beda. Selain untuk murni kosmetik, ada beberapa yang juga akan memberikan efek tertentu kepada Kay.
Star Wars Outlaws Dari Segi Teknis
Saya memainkan versi review Star Wars Outlaws di PC dengan spesifikasi CPU Ryzen 7 2700X, VGA GeForce RTX 4070 Ti, RAM 32GB dan SSD. Setting yang saya pakai adalah rata kanan dengan mengaktifkan semua fitur ray-tracing. Saya juga menggunakan NVIDIA DLSS dengan pilihan quality.
Hasilnya saya mendapatkan masalah dari segi performa. CPU PC saya menjadi bekerja secara berlebihan sedangkan GPU justru seperti tidak bekerja sama sekali. Seakan semua beban dan proses dilimpahkan semuanya kepada CPU. Saya mencoba memperbaiki masalah ini dengan melakukan update driver NVIDIA dan menurunkan tingkat grafis, tapi masalah ini tetap muncul. Baru setelah saya melakukan modifikasi melalui NVIDIA Control Panel, masalah ini dapat diatasi.
Hampir semua game akan merilis Day One Patch ketika rilis. Semoga saja developer Massive Entertainment juga sudah menyiapkan solusi untuk mengatasi masalah ini ketika Star Wars Outlaws rilis.
Kesimpulan
Selama ini game Star Wars selalui didominasi oleh action dan shooter. Star Wars Outlaws mencoba formula baru yang agak berbeda. Developer Massive Entertainment mengadaptasi gaya hidup Han Solo ke dalam game. Hasilnya menurut saya sudah bagus tapi tidak cukup baik.
Kekurangan utama dari Star Wars Outlaws adalah gameplay yang tidak konsisten. Terlalu banyak limitasi yang dibuat oleh developer dan membuat gameplay jadi kurang menyenangkan. Ingin mencoba stealth tapi mekaniknya kurang mendukung. Sama juga ketika ingin tembak-tembakkan. Tapi jika kalian hanya ingin menikmati cerita maka Star Wars Outlaws sudah cukup baik.
Totalitas dari Massive Entertainment dan Ubisoft dalam mempekerjakan talenta voice actor membawa kehidupan ke dalam Star Wars Outlaws. Mereka membuat karakter di dalam game menjadi hidup, sekaligus memberikan daya tarik kepada pemain untuk mau mengikuti ceritanya sampai tamat. Ditambah lagi kualitas grafis, visual, dan detail yang sudah dikerjakan dengan sangat baik, membuat game menjadi imersif.
Valve sepertinya sudah lelah dengan ulah hacker yang membocorkan game terbarunya, Deadlock. Perusahaan milik Gabe Newell ini akhirnya memutuskan untuk mengungkap langsung gamenya di Steam, namun dengan informasi yang sangat terbatas.
Dilansir dari halaman Steamnya, Deadlock dideskripsikan sebagai game multiplayer yang masih dalam tahap pengembangan. Gameplay dari Deadlock menurut Valve masih berupa eksperimen dan akan terus berubah sampai hasil akhirnya. Valve juga mengakui bahwa Deadlock sudah tersedia secara terbatas bagi tester. Tidak dijelaskan kapan Deadlock akan dirilis.
Menurut bocoran yang beredar di internet, Deadlock menghadirkan mode 6v6 dalam map besar yang memiliki 4 lane dan juga tower. Pemain bisa menggunakan skill dan juga item. Deadlock juga banyak mengambil inspirasi dari DOTA 2.
ASUS Republic of Gamers (ROG) mengadakan acara eksklusif bertema Ahead of the Game selama Gamescom 2024 berlangsung. Di acara tersebut, ASUS akan meluncurkan serangkaian produk gaming terbaru baik dari ASUS maupun ROG. Beberapa produk tersebut di antaranya: motherboard AMD X870E/X870 cross-series Advanced AI PC, peningkatan pendingin AIO, perangkat gaming terbaru, dua monitor gaming OLED QHD 26,5 inci, berbagai solusi jaringan WiFi 7, dan dua power supply premium.
Motherboard: Board X870E/X870 Advanced AI PC-ready Untuk Setiap Kebutuhan
Gamer berpengalaman dapat menikmati serangkaian fitur canggih di seluruh jajaran produk tersebut. Inovasi ini memberikan peningkatan penyesuaian kinerja, pendinginan yang efisien, konektivitas yang lebih baik, dan instalasi yang user-friendly. Kami juga telah mengintegrasikan fitur AI Overclocking di setiap model ROG, ROG Strix, TUF Gaming, dan ProArt untuk mengoptimalkan kinerja CPU melalui pemantauan efisiensi pendingin dan perubahan lingkungan. Di sisi lain, fitur Switcher OC Dinamis dan Core Flex pada model ROG, ROG Strix, TUF Gaming, dan ProArt akan mendorong prosesor Ryzen ke performa puncak di beragam beban kerja. Teknologi NitroPath DRAM yang dihadirkan pada ROG CROSSHAIR X870E Hero dan ROG Strix X870E – E WiFi mengoptimalkan jalur sinyal DRAM untuk peningkatan stabilitas dan overclocking, sehingga kinerja sistem akan meningkat secara keseluruhan. Fitur ASUS Enhanced Memory Profile (AEMP) juga dihadirkan di setiap model untuk mengoptimalkan pengaturan memori, sedangkan USB4®,PCIe 5.0®, dan WiFi 7 menawarkan konektivitas I/O terbaru. Selain itu, sejumlah solusi EZ PC DIY menghadirkan proses perakitan yang lebih mudah dibandingkan sebelumnya.
Fitur AI Cooling II tersedia di semua seri untuk menyuguhkan aliran udara yang efisien serta pengoperasian yang senyap. AI Networking II menawarkan beberapa fitur seperti GamesFirst (untuk ROG & ROG Strix), CreationFirst (untuk ProArt) yang mengoptimalkan pengaturan jaringan untuk kebutuhan gaming dan kreasi konten. Di samping itu terdapat pula fitur optimasi kinerja jaringan seperti Direction Finder, Fast Check, dan Traffic Monitor (fitur terbaru untuk melacak dan mengelola penggunaan saluran WiFi). Dengan kombinasi WiFi 7 dan ASUS WiFi Q – Antena, motherboard ini menyediakan koneksi nirkabel yang lancar.
Salah satu inisiasi DIY EZ PC populer yaitu inovasi Q – Design yang menyederhanakan proses perakitan PC. Motherboard ROG, ROG Strix, dan ProArt dibekali PCIe Slot Q – Release Slim yang memoermudah pelepasan GPU dengan cara menghilangkan kait dan tombol yang rumit. Di sisi lain, M.2 Q – Release dan M.2 Q – Slide menyederhanakan pemasangan SSD, sedangkan M.2 Q – Latch terbaru menyederhanakan proses. Q – Dashboard di UEFI BIOS menampilkan konektor motherboard dan informasi perangkat yang diinstal, sehingga proses penyesuaian lebih mudah diakses.
Singkatnya, motherboard ASUS X870E/ X870 menghadirkan fitur – fitur canggih serta desain user-friendly yang mendukung para enthusiast performa tinggi dan DIY. Pelajari lebih lanjut di tautan ini.
Pendinginan AIO: ROG Ryujin III 360 ARGB Extreme
ROG Ryujin III 360 ARGB Extreme AIO CPU Cooler merepresentasikan semangat ROG dalam mendorong batas dengan meningkatkan efisiensi pendinginan, kinerja kebisingan, dan opsi penyesuaian. Meskipun terdapat peningkatan dari Pump Asetek Generasi ke-8 ke Pump Asetek Emma Gen8 V2, AIO CPU Cooler ini masih mempertahankan kipas VRM tertanam untuk membantu mendinginkan VRM motherboard. Pengaturan tersebut mengoptimalkan kinerja sekaligus membuka potensi overclocking yang tidak terbatas pada CPU AMD terbaru.
Selain itu, kipas ARGB ROG Daisy-Chainable terbaru menghadirkan koneksi yang mulus untuk pencahayaan ARGB dan kontrol kipas dari tiga kipas yang ada melalui satu kabel. Kipas ini memiliki rancangan motor yang efisien dengan ketebalan yang telah ditingkatkan menjadi 30 mm untuk memastikan aliran udara stabil dan kinerja kebisingan tetap optimal.
Selain itu, ROG Ryujin III 360 ARGB Extreme menawarkan layar LCD 3,5 inci yang telah ditingkatkan dengan refresh rate 60 Hz dan resolusi 640 x 480. Layar tersebut dapat diatur melalui aplikasi Armoury Crate untuk menampilkan wallpaper ROG yang bergerak, konten yang dipersonalisasi, atau informasi sistem secara real-time.
Gaming Gear: Periferal Penting Untuk Meraih Kemenangan
Di acara ini, ASUS juga meluncurkan keyboard gaming, mouse gaming, dan headset gaming koleksi terbaru. Semua perangkat tersebut dirancang untuk menghadirkan kenyamanan, kinerja, dan keunggulan gaming yang maksimal.
Keyboard gaming analog ROG Falchion Ace HFX hadir dengan tata letak 65% yang ringkas dalam bingkai 60%, lengkap dengan tombol navigasi dan panah. Keyboard ini dibekali dengan ROG HFX Magnetic Switch premium yang terkesan solid serta aktuasi dalam rentang 0,1 – 4,0 mm untuk memberikan keystroke yang instan Pengguna dapat memperoleh respons ketik dan key repeat rate tercepat dengan nyaman melalui Rapid Trigger toggle. Selain itu, keyboard ini dibekali dengan mode Speed Tap yang akan memprioritaskan input terakhir dan mengubah input sebelumnya secara otomatis untuk menghilangkan jeda waktu saat melakukan serangan balik, sekaligus memastikan sasaran yang akurat terutama dalam game FPS. Falchion Ace HFX juga memiliki polling rate 8000 Hz dan response time 0,125 ms yang membuatnya lebih cepat hingga delapan kali lipat dibandingkan keyboard kompetitor. Pengguna juga akan merasakan peningkatan pengalaman mengetik karena ROG Falchion Ace HFX memiliki lima lapis peredam suara terintegrasi serta desain gasket mount silikon yang menyerap dengung dan memberikan kesan mengetik yang empuk. Tombol multifungsi dan touch panel interaktif hadirkan kontrol intuitif kepada pengguna untuk mengatur titik aktuasi, jeda/pemutaran media, penyesuaian volume, dan pencahayaan keyboard. Keyboard ini dilengkapi port USB – C® ganda untuk fleksibilitas pemasangan port, sehingga pengguna dapat mengatur keyboard dengan lebih rapi sekaligus dapat beralih di antara dua PC dengan cepat. Selain itu, bundel penutup keyboard berfungsi untuk melindungi Falchion Ace HFX dari debu saat tidak digunakan.
Keyboard gaming ROG Strix Scope II 96 RX Wireless hadir dengan tata letak 96% dengan mempertahankan semua tombol fungsi dan angka dalam form factor yang efisien. Ukuran ini hanya 1 cm lebih lebar dari keyboard TKL standar, sehingga sangat mengoptimalkan ruang meja. Keyboard ini menggunakan ROG RX optical switch berpelumas yang memastikan keystroke terasa konsisten dan stabil dengan tingkat debounce delay mendekati nol. Keyboard juga dibekali dengan tambahan keycaps ABS bertema ROG dan berlapis UV untuk memberikan tampilan unik serta mendukung ROG Polling Rate Booster[i] untuk menjangkau polling rate 8000 Hz dan response time 0,125 ms. Dengan konektivitas tri-mode, pengguna dapat menghubungkan hingga 3 perangkat Bluetooth®, nirkabel 2,4 GHz dengan teknologi ROG SpeedNova, atau koneksi USB kabel Busa peredam suara menyerap suara dengung untuk meningkatkan akustik. Terakhir, keyboard ini dilengkapi dengan tombol pintas Xbox Game Bar dan perekaman, tombol multifungsi dan multi-wheel untuk kontrol intuitif, serta desain ergonomis dengan tiga posisi kemiringan dan wrist rest yang dapat dilepas.
Mouse gaming ROG Harpe Ace Mini terbaru mewarisi DNA desain Harpe Ace standar dalam form factor semi-simetris yang lebih kecil untuk mendukung berbagai ukuran tangan dan gaya pegangan yang beragam. Mouse ini memiliki lapisan matte halus yang terkesan premim, bahkan saat digunakan dalam sesi gaming yang intens. Lapisan tersebut mencegah keringat dan minyak secara efektif agar menghadirkan genggaman yang kokoh dan kontrol yang akurat. Dengan bobot 49 gram yang ringan, mouse ini terbuat dari nilon bio-based yang inovatif Mouse ini menunjukkan kinerja yang luar biasa dengan sensor optik ROG AimPoint Pro 42.000 dpi yang memiliki teknologi Track-on-Glass untuk memastikan performa pelacakan tetap tepat dan konsisten di hampir semua permukaan. ROG Optical Micro Switch memberikan aktuasi instan dan masa pakai sebanyak 100 juta klik. Selain itu, mouse ini dibekali dengan teknologi nirkabel ROG SpeedNova yang dioptimalkan dan disiapkan untuk mencapai kecepatan dan keandalan maksimal, bahkan di lingkungan nirkabel yang paling ramai. Hal ini menjadikan ROG SpeedNova sebagai solusi yang dipercaya oleh para pemain esports. Kompatibilitas dengan ROG Polling Rate Booster (dijual terpisah) membuat mouse ini dapat menjangkau polling rate hingga true 8000 Hz dalam mode nirkabel dan kabel. Terakhir, mouse ini juga hadir dengan beragam fitur tambahan, seperti ROG Omni Receiver untuk konektivitas dengan mouse dan keyboard secara bersamaan, set mouse feet 100% PTFE, grip tape mouse ROG, serta kontrol onboard untuk pengaturan penyesuaian secara langsung melalui kombinasi tombol mouse.
Di acara ini, ASUS ROG juga mengungkap mouse gaming ROG Strix Impact III Wireless versi Moonlight White terbaru. Mouse ini hadir dengan konektivitas nirkabel ganda; yaitu teknologi nirkabel ROG SpeedNova 2.4 GHz ultra-cepat dan mode Bluetooth yang dapat terhubung dengan tiga perangkat. Mouse ini memiliki daya tahan baterai yang memukau, yaitu dapat bertahan hingga 618 jam penggunaan melalui mode Bluetooth adan 450 jam penggunaan dalam mode 2,4 GHz. Soket Switch Push-Fit pada mouse ini memudahkan pengguna dalam melakukan tukar-pasang switch untuk memadukan beragam variasi gaya klik.
Untuk bidang audio, ASUS ROG meluncurkan ROG Pelta Gaming Headset terbaru sebagai headset tri-mode multifungsi untuk semua gamer. Headset ini hadir dengan desain earcup oval terbaru yang dibekali kontrol earcup intuitif untuk kemudahan penyesuaian pengaturan saat bermain game. ROG Pelta juga berbobot hanya 309g yang ringan dengan headband berbahan kain elastis berpori yang memiliki tiga tingkat penyesuaian untuk mengurangi tekanan agar ideal digunakan saat sesi gaming yang intens. Headset dapat terhubung melalui Bluetooth, RF 2,4 GHz latensi ultra-rendah dengan teknologi nirkabel ROG SpeedNova, dan koneksi USB – C kabel. Headset ini juga kompatibel dengan berbagai platform, seperti PC, Mac, Nintendo Switch™, PlayStation ® 4 & 5, dan perangkat seluler. ROG Pelta juga dilengkapi dengan ROG Titanium-Plated Diaphragm Driver 50 mm yang memastikan suara terasa begitu mewah dan detail pada frekuensi 20 Hz -20 kHz yang lebar. Selain itu mikrofon boom super-wideband 10 mm menghadirkan komunikasi suara yang detail, bahkan di saat sesi gaming yang intens sekalipun. Dengan masa pakai baterai hingga 60 jam[ii] dalam mode 2,4 GHz serta hingga tiga jam penggunaan dalam 15 menit pengisian cepat, para gamer tidak perlu khawatir mengenai ketahanan baterai, meskipun pada gameplay yang kompetitif.
Duta periferal ROG BARU
Pada ajang Gamescom 2024, ROG juga mengumumkan bahwa Demon1 (Max Mazanov) sebagai pemenang VALORANT Champions 2023 akan menjadi duta periferal ROG yang baru. Demon1 yang dikenal sebagai salah satu talenta game paling cerdas dengan penampilan apiknya selama VCT 2023: Tokyo Masters and VALORANT Champions 2023 sekarang menjadi bagian dari Team ROG dan akan didukung dengan rangkaian lengkap periferal game ROG. Demon1 juga berperan menguji periferal ROG terbaru serta memberikan saran terhadap desain dan fiturnya. Menunjuk Demon1 di Team ROG sangat berharga untuk pengembangan produk kami ,” ungkap Kris Huang, General Manager unit bisnis ASUS Gaming Gear and Accessory. “Keahlian dan saran profesionalnya membantu mendorong ROG agar terus menciptakan produk papan atas yang mengandung nilai-nilai inti yang dicari komunitas game .”
“Saya senang menjadi duta produk untuk periferal ASUS ROG ,” ujar Demon1.
“Dalam esports, kami terus berupaya untuk meningkatkan dan mengatasi tantangan yang lebih berat setiap harinya, jadi sangat bagus dapat bermitra dengan merek yang memiliki dedikasi yang sama dalam memberikan perangkat terbaik bagi gamer kompetitif seperti saya. Komitmen ini membuat mereka sangat cocok untuk perjalanan esports saya .” Tambahnya.
Dua Pilihan Monitor Untuk Refresh Rate yang Belum Pernah Ada Sebelumnya
Pada acara ROG, ASUS ROG juga mengungkap dua monitor gaming OLED 26,5 inci (2560 x 1440) yang inovatif. Dua monitor ini hadir dengan refresh rate yang belum pernah ada bagi gamer untuk menampilkan visual game yang sangat halus dan imersif, dengan pilihan panel anti-glare dan glossy. ROG Swift OLED PG27AQDP adalah monitor OLED 1440P 480Hz pertama di dunia berukuran 26,5 inci yang dibekali dengan permukaan anti-glare, konektivitas DisplayPort™ 1.4 (DSC), dan HDMI® 2.1. Monitor ini juga dilengkapi teknologi ROG AI Assistant yang mencakup AI Shadow Boost, AI Crosshair, AI Visual, AI Sniper, dan MOBA Map Helper untuk meningkatkan pengalaman gaming. Di sisi lain, ROG Strix OLED XG27ACDNG adalah monitor gaming QD-OLED 360 Hz berukuran 26,5 inci dengan panel anti pantulan serta dilengkapi DisplayPort 1.4 (DSC), HDMI 2.1, dan USB – C dengan Power Delivery 90 W. Selain refresh rate ultra cepat, kedua model tersebut menawarkan response time GTG 0,03 ms untuk memastikan visual yang sangat halus dan cepat.
Selain garansi tiga tahun, kedua monitor ini dibekali dengan fitur OLED Care+ terbaru yang menawarkan penyesuaian pengaturan OLED lebih canggih kepada pengguna, seperti Taskbar detection, Outer dimming control, dan Global dimming control untuk melindungi panel OLED. Selain itu, monitor tersebut juga dilengkapi dengan DisplayWidget Center untuk mempermudah penyesuaian pengaturan OLED dan AI Visual terbaru. Fitur ini juga dapat digunakan untuk melakukan pengaturan tanpa melalui menu OSD, membuat profil kustom dan shortcut keyboard untuk akses cepat ke pengaturan favorit, serta mengoptimalkan tampilan Anda untuk konten yang berbeda. Lebih dari itu, pengguna dapat menentukan mode tampilan untuk aplikasi tertentu melalui App Tweaker.
Teknologi Anti-flicker OLED eksklusif dari ROG meminimalisir kedipan layar saat refresh-rate mengalami fluktuasi, sedangkan teknologi Extreme Low Motion Blur (ELMB) menghasilkan gerakan yang lebih tajam dan lebih jelas pada game yang bergerak cepat. Kedua monitor ini juga mempermudah gamer untuk menyesuaikan kecerahan, color temperature, dan sebagainya dalam mode HDR.
Power supply: Ciptakan Standar
Acara ini juga menjadi ajang untuk mengungkap dan menampilkan dua PSU terbaru yang menunjukkan penawaran perangkat gaming yang komprehensif dan menyeluruh dari ASUS.
ROG Thor 1200W Platinum III hadir dengan GaN MOSFET untuk memberikan efisiensi energi tertinggi, dengan layar OLED magnetik untuk memantau daya secara real-time di instalasi fan-up atau fan-down. PSU ini juga dilengkapi dengan fitur GPU-First voltage sensing dan patented intelligent voltage stabilizer untuk menghadirkan kinerja yang stabil, selain TURBO Mode untuk overclocking, ROG heatsink untuk pendinginan superior, dan garansi selama 10 tahun[iii]. PSU juga telah PCIe 5.0-ready, sesuai dengan ATX 3.1, dan bersertifikat 80 Plus Platinum.
Di sisi lain, model Platinum ROG Strix 1000W hadir dengan GaN MOSFET untuk memberikan efisiensi energi yang superior, patented GPU-First voltage stabilizer untuk kinerja yang stabil, serta heatsink besar ROG untuk mengurangi suhu dan kebisingan. PSU ini juga dilengkapi dengan dual ball fan bearing untuk menghadirkan daya tahan, teknologi 0dB untuk pengoperasian yang senyap, serta siap untuk ATX 3.1 dan PCIe 5.0. Di samping telah bersertifikat 80 Plus Platinum, PSU ini juga dilindungi dengan garansi selama 10 tahun.