Home Blog Page 163

Final Fantasy XVI Versi PC Akan Rilis Dalam Dua Edisi

0

Square Enix sepertinya akan menggunakan formula bisnis yang berbeda ketika merilis Final Fantasy XVI di PC (Steam dan Epic Games Store) pada tanggal 17 September nanti. Game ini akan dibagi menjadi dua edisi yaitu standard edition dan complete edition. Padahal di seri Final Fantasy sebelumnya yaitu Final Fantasy XV dan Final Fantasy VII Remake, semuanya dirilis dalam satu bundle yang sudah termasuk dengan DLC.

Standard edition hanya berisi base game Final Fantasy XVI. Sedangkan complete edition berisi base game sekaligus dua DLC yaitu Echoes of the Fallen dan Rising Tide. Dua DLC ini kelihatannya juga bisa dibeli secara terpisah atau satu paket melalui ekspansion pass bagi pemilik standard edition. Bagi yang melakukan pre-order untuk standard edition dan complete edition akan mendapatkan bonus yaitu Brave Blade weapon, Caith Sith charm, dan Sixteen Bells Orchestrion Roll.

Demo dari Final Fantasy XVI versi PC sudah tersedia sekarang dan bisa dimainkan secara gratis. Ini bisa jadi solusi untuk mengetes PC kalian apakah kuat atau tidak untuk memainkan game ini. Spesifikasi detailnya bisa kalian lihat di sini.

Bagaimana menurut kalian?

Warner Bros. Sebut Sekuel Hogwarts Legacy Menjadi Prioritas Utama

0

Fans Harry Potter tidak perlu khawatir dengan masa depan dari game Hogwarts Legacy. Warner Bros. sudah memastikan bahwa sekuel dari game tersebut akan menjadi prioritas utama.

Berbicara kepada Variety, Warner Bros. Chief Financial Officer Gunnar Wiedenfels menjelaskan bahwa industri game cukup berdampak kepada perkembangan bisnis milik Warner Bros. sehingga masuk ke dalam strategi ke depan. Hogwarts Legacy masuk ke dalam daftar bahkan menjadi prioritas dikarenakan kesuksesan yang diraih.

Bayangkan saja, game buatan Avalanche Studio ini berhasil terjual 22 juta kopi hanya dalam kurun waktu setahun.

Bagaimana menurut kalian?

Film Minecraft Live-Action Akan Tayang Tahun Depan

0

Warner Bros. telah menayangkan trailer perdana dari film live-action Minecraft. Berjudul A Minecraft Movie, film ini akan mulai ditayangkan di bioskop pada tanggal 4 April 2025.

A Minecraft Movie menceritakan tentang empat orang yang masuk ke dalam dunia Minecraft melalui portal ajaib. Keempat orang ini adalah Garrett “The Garbage Man” Garrison (Jason Momoa), Henry (Sebastian Eugene Hansen), Natalie (Emma Myers), dan Dawn (Danielle Brooks). Film ini juga menampilkan Jack Black sebagai Steve. A Minecraft Movie dikerjakan oleh sutradara Jared Hess.

Bagaimana menurut kalian?

Review Umamusume: Pretty Derby – Party Dash (Nintendo Switch): Main Bareng Karakter Cantik dan Imut!

0

Kali ini saya kedapatan untuk mengulas game yang pastinya sudah ditunggu oleh para penggemar waralaba Umamusume, Umamusume: Pretty Derby – Party Dash. Game yang saya ulas adalah versi Nintendo Switch-nya. Jika kalian tidak memiliki konsol Nintendo Switch, kalian masih bisa memainkan game ini di platform lain karena selain di Switch game ini juga hadir untuk PS4 dan PC (lewat Steam). Oh iya sebelum membahasnya lebih lanjut, perlu diketahui bahwa game ini dikembangkan oleh Cygames dan diterbitkan oleh Sega untuk kawasan Jepang dan Asia.

Umamusume: Pretty Derby – Party Dash adalah sebuah game yang diadaptasi dari serial anime populer Umamusume: Pretty Derby dan dirilis untuk konsol dan PC. Game ini menghadirkan pengalaman bermain yang seru serta menghibur dengan elemen-elemen unik yang menggabungkan genre balap dan bermain dalam sebuah tim.

Pemain dapat memilih satu dari total 25 karakter Umamusume yang dapat dimainkan, semuanya dihadirkan kedalam balutan grafis piksel yang imut dan penuh warna. Setiap tim terdiri dari lima Umamusume, dan ada empat tim yang bersaing untuk meraih medali emas dalam berbagai event.

Gameplay Umamusume: Pretty Derby – Party Dash

Umamusume: Pretty Derby – Party Dash adalah game yang menggabungkan elemen balapan dengan party-game alias tim. Pemain dapat memilih karakter dari roster Umamusume yang merupakan personifikasi kuda balap terkenal dalam wujud karakter cewek imut. Setiap karakter memiliki kemampuan dan kepribadian unik yang memengaruhi performa mereka di stage.

Saat pertama melihat trailer game ini sebenarnya saya langsung teringat seri game lawas NES yaitu seri game Kunio-kun. Di Kunio-kun ada salah satu event dimana kita harus berlari-lari mencapai garis finish dengan berbagai macam cara, selain itu ada pula varian event olahraga dalam game tersebut.

Pada Umamusume: Pretty Derby – Party Dash pemain berpartisipasi dalam berbagai perlombaan yang penuh dengan tantangan dan rintanganl. Kontrol permainan cukup mudah dipelajari, menjadikannya mudah dimainkan bagi pemain dari berbagai usia. Mekanisme balapan sangat cepat, tetapi tetap menuntut ketepatan dan strategi untuk memenangkan setiap lomba. Selain itu, game ini menawarkan mode multiplayer yang memungkinkan pemain untuk bersaing dengan pemain lainnya, dan ini tentu saja menambah keseruan bermain.

Kalian bisa melihat bagaimana serunya saya memainkan game dalam mode multiplayer online lewat video di bawah ini :

Fitur lain yang menonjol adalah mini-game yang tersebar di antara perlombaan. Mini-game ini bervariasi, mulai dari tantangan sederhana hingga yang lebih kompleks, dan semuanya dirancang untuk memberikan variasi serta menjaga agar pengalaman bermain tetap segar dan menarik. Fitur ini sangat penting untuk menjaga tempo permainan.

Model permainan yang ada di dalam Slapdash Grand Prix cukup bervariasi, termasuk Hurtling Hurdles (berlari dan melompat rintangan), Blazing Baskets (melempar bola ke dalam keranjang yang terbakar), Dodgeball Demolition (permainan dodgeball dengan aturan yang tak terduga), dan Gourmet Gauntlet (makan secepat mungkin sambil berlari).

Pemain harus memilih karakter dari tim mereka untuk berpartisipasi di setiap event, di mana setiap karakter memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Keseruan game ini terletak pada kejutan dan kekacauan yang terjadi selama bermain, aturan bisa berubah sewaktu-waktu, menambah tingkat kesulitan namun justru makin seru.

Selain mode utama Slapdash Grand Prix, game ini juga menawarkan beberapa mode permainan lainnya yang menambah daya tarik. Terdapat Story Mode di mana pemain dapat mengeksplorasi latar belakang dan kepribadian setiap tim Umamusume. Mode ini memberikan kedalaman naratif yang bisa dinikmati oleh fans, karena bisa lebih mengenal karakter-karakter favorit mereka.

Untuk pemain yang lebih suka bermain solo, game ini menyediakan Roguelike Mode yang disebut Grand Adventure with Gold Ship. Dalam mode ini, pemain akan mengontrol karakter Gold Ship yang berpetualang dalam misi untuk menyelamatkan temannya dari pasukan robot jahat. Mode ini menambah variasi gameplay dengan elemen yang lebih intens dan tantangan yang terus meningkat. Pemain harus bertahan hidup selama mungkin sambil mengumpulkan loot langka.

Namun tetap bagi saya pribadi yang paling asik dalam game ini malah mini games-nya. Kalian bisa melihat salah satunya lewat video gameplay saya di bawah :

Grafis Umamusume: Pretty Derby – Party Dash

Dari segi grafis, Umamusume: Pretty Derby – Party Dash menampilkan visual pixel-art yang cerah dan penuh warna, sejalan dengan estetika animenya. Desain karakter dibuat dengan detail yang memikat, mempertahankan pesona dan daya tarik dari versi animenya. Animasi dalam game ini juga cukup halus, terutama dalam adegan balapan.

Meskipun tidak terlalu kompleks lingkungan dalam game dirancang dengan baik untuk mendukung gameplay yang cepat. Setiap lintasan balap memiliki tema unik yang terinspirasi dari lokasi-lokasi balap kuda yang terkenal, memberikan variasi visual yang menyenangkan. Secara keseluruhan, grafis game ini berhasil menangkap esensi dari franchise Umamusume dan menyajikannya dengan cara yang menarik bagi pemain.

Audio Umamusume: Pretty Derby – Party Dash

Audio dalam Umamusume: Pretty Derby – Party Dash juga merupakan salah satu aspek yang menonjol. Musik latar yang energik dan ceria sesuai dengan tema permainan. Efek suara saat balapan dan saat memenangkan lomba menambah intensitas dan membuat pemain lebih terlibat dalam permainan.

Selain itu, pengisi suara karakter dalam game ini dilakukan oleh aktor suara yang sama dari serial animenya, memberikan nuansa otentik bagi penggemar berat Umamusume. Dialog dan suara-suara khas setiap karakter memberikan kedalaman tambahan pada pengalaman bermain, membuat pemain merasa lebih dekat dengan karakter favorit mereka.

Daya Tarik Untuk Fans Garis Keras dan Pemain Baru

Salah satu daya tarik utama dari Umamusume: Pretty Derby – Party Dash adalah kemampuannya untuk menarik baik penggemar setia maupun pemain baru. Bagi penggemar anime, game ini memberikan kesempatan untuk berinteraksi lebih dekat dengan karakter favorit mereka dalam konteks yang baru. Selain itu, adanya elemen-elemen yang mengacu pada cerita dan dunia Umamusume membuat game ini terasa seperti perpanjangan alami dari serial animenya.

Bagi pemain baru, terutama mereka yang tidak terlalu akrab dengan waralaba ini, Umamusume: Pretty Derby – Party Dash tetap menawarkan pengalaman bermain yang menyenangkan dan tidak terlalu membingungkan. Mekanisme permainan yang sederhana dan variasi dalam gameplay memungkinkan game ini dinikmati oleh berbagai kalangan, bahkan oleh mereka yang hanya mencari ringan yang menghibur tanpa terikat pada cerita atau karakter dari anime.

Kesimpulan

Umamusume: Pretty Derby – Party Dash adalah game yang menawarkan pengalaman bermain yang seru dan penuh warna, baik untuk penggemar berat waralaba Umamusume maupun untuk pemain baru yang tengah mencari game ringan dan menyenangkan. Dengan mode permainan yang bervariasi, fitur multiplayer yang asik, dan gaya visual serta audio yang mantap, game ini mampu memberikan pengalaman bermain yang berkualitas.

Meskipun mungkin akan lebih menarik bagi mereka yang sudah mengenal dunia Umamusume, menurut saya yang awam ini “Party Dash” tetap dapat dinikmati oleh semua kalangan, terutama mereka yang mencari game yang unik dan jenaka. Kalian yang sedang mencari game Nintendo Switch baru, Umamusume: Pretty Derby – Party Dash layak dipertimbangkan untuk dimainkan bersama teman-teman atau bahkan saat sendirian.

Selain membeli game versi fisik, kalian juga bisa membeli game Umamusume: Pretty Derby – Party Dash versi digital melalui eShop Nintendo.

Selamat bermain dan selamat balapan!

Video Gameplay Panjang Dragon Age: The Veilguard Rilis

0

Developer BioWare bersama dengan IGN telah merilis video gameplay untuk Dragon Age: The Veilguard. Video ini dipandu oleh Game Director Corinne Busche dan Creative Director John Epler. Karena dihadiri langsung oleh developer banyak bagian yang dikupas secara tuntas, mulai dari mekanisme gameplay sampai dengan alur cerita.

Dragon Age: The Veilguard akan membawa pemain ke dunia fantasi Thedas. Sebagai Rook, tugas pemain adalah untuk mengagalkan rencana penguasan dunia oleh dua entitas berbahaya yang tidak sengaja terlepas akibat ulah dewa Trickster Elf bernama Solas.

Sebagai game action RPG, Dragon Age: The Veilguard akan memberikan kebebasan kepada pemain untuk kostumisasi karakter, mulai dari penampilan sampai pilihan dari job class. Game ini juga akan menghadirkan companion dan masing-masing dapat di-romance oleh karakter pemain.

Dragon Age: The Veilguard akan rilis tanggal tanggal 31 Oktober 2024 di PS5, Xbox Series, dan PC (Steam dan Epic Games Store).

Atlus Ungkap Soundtrack Persona 3 Reload Episode Aigis, Disconnected

0

Atlus telah merilis trailer baru untuk DLC Persona 3 Reload, Episode Aigis. Video ini memperlihatkan bagian opening sekaligus memperdengarkan soundtrack DLC tersebut yang berjudul Disconnected. Soundtrack ini dibuat oleh Ryota Kozuka dari Atlus Sound Team.

Episode Aigis tergabung di dalam Persona 3 Reload Expansion Pass. Ekspansi ini berisi tiga DLC yaitu BGM set, Costume set, dan yang terakhir Episode Aigis. Ketiga konten ini akan dirilis secara berurutan dimulai dari BGM set, dan Costum set yang sudah rilis, lalu berakhir dengan Episode Aigis yang baru akan tersedia di tanggal 10 September 2024.

Review Visions of Mana (PC): Dunia Fantasi Jadi Nyata

0

Visions of Mana menurut saya adalah percobaan bagi Square Enix bersama dengan NetEase dan Ouka Studio untuk mengikuti formula open-world RPG milik Genshin Impact. Ditambah lagi Visions of Mana merupakan kelanjutan (Bukan spin-off atau remake) dari seri game Mana setelah 15 tahun. Ini membuat harapan fans sangat besar dengan Visions of Mana.

Saya sendiri baru mengenal franchise game Mana dari Legend of Mana di PSOne. Ketika pada zamannya dulu, Legend of Mana termasuk ke dalam game action RPG terbaik dari segi gameplay dan juga ceritanya. Setelah itu saya terputus dari seri game ini dan baru masuk kembali di Visions of Mana. Ketika melihat trailer perdananya saya sangat terkesan dan ingin mencoba game ini.

Kebetulan Square Enix memberikan kami kesempatan untuk mereview Visions of Mana versi PC. Ketika mencobanya apa yang saya lihat di dalam trailer ternyata betul-betul terealisasi dalam game, tapi tidak semuanya “indah”. Berikut adalah review saya untuk Visions of Mana setelah memainkannya lebih dari 10 jam.

Cerita Bertema Pengorbanan yang Santuy

Cerita Visions of Mana berlatar di dunia Fa’diel. Setiap empat tahun sekali, delapan Alm harus melakukan perjalanan suci menuju Tree of Mana untuk menyerahkan jiwa mereka. Jika ritual ini tidak dilakukan maka akan terjadi bencana yang akan menimpa tempat tinggal mereka. Untuk memastikan para Alm mencapai tujuannya, mereka akan didampingi oleh Soul Guard.

Pemain akan menjadi Val, seorang warrior muda yang ditugaskan sebagai Soul Guard. Kebetulan salah satu Alm yang terpilih adalah Hinna, teman masa kecil Val. Hubungan mereka berdua bisa dibilang seperti TTM (Teman Tapi Mesra) dan lucu dilihatnya.

Karaker Val sendiri digambarkan sebagai sosok yang ceria dan penuh dengan rasa optimisme, sangat kontradiksi dengan sifat yang biasanya dimiliki oleh karakter bertipe penjaga. Sama juga halnya dengan Hinna. Ia tidak meratapi nasibnya yang akan dijadikan sebagai korban, melainkan justru merasa terhormat karena terpilih dan sangat bersemangat dalam menjalani perjalanan sucinya.

Meski begitu, Hinna sering menekankan bahwa ia senang dapat bertualang bersama Val dan berharap itu bisa terjadi untuk selamanya. Mungkin di dalam hatinya Hinna juga merasa takut tentang masa depannya yang menjadi korban.

Sepanjang perjalanan, Val dan Hinna juga akan bertemu dengan korban-korban eh maksudnya anggota party lain yang memiliki kepribadian berbeda-beda. Misalnya Careena yang berani dan cepat naik darah, dan Morely yang merupakan karakter dengan masa lalu terburuk, tapi sayangnya kurang dieksekusi dengan baik. Visions of Mana akan memperlihatkan perkembangan dari setiap karakter ini, dimana mereka akan tumbuh dan berhasil menghadapi kelemahannya secara langsung.

Desain Karakter yang Seperti Plastik

Sayangnya desain dari karakter Visions of Mana menurut saya terlihat seperti plastik, apalagi bagian wajahnya ketika di dalam cutscene. Ini menurut saya cukup menganggu, padahal cutscenenya sendiri sedang menceritakan hal yang serius. Tapi ada juga beberapa cutscene yang menghadirkan dialog yang bagus disertai animasi karakter yang sesuai.

Dunia Fantasi

Menurut saya kualitas grafis dan visual Visions of Mana bukan datang dari karakternya, melainkan desain dunianya yang masif. Pemain akan diajak untuk mengeksplorasi dunia open-world (Developer menyebut semi open-world) dengan beragam bentang alam, mulai dari hutan yang subur, tundra bersalju, pesisir pantai, dan masih banyak lagi. Setiap wilayah akan terasa unik karena memperlihatkan desain yang memukau dan juga penuh warna. Seakan kalian sedang melihat sesuatu yang keluar dari buku cerita fantasi.

Setiap kali berpindah wilayah, saya selalu terpana dengan pemandangan yang tersaji. Sangat disayangkan game ini tidak memiliki photo mode. Karena bagi beberapa gamer seperti saya misalnya, ingin mengabadikan momen seperti itu dengan screenshot yang sesuai.

Jangan Hanya Memandangi, Eksplorasi Juga

Setiap wilayah juga akan memiliki peti tersembunyi dan collectible yang akan membuat pemain mau menjelajahi setiap sudutnya. Grizzly Syrup dan Niccolo Coins yang tersebar di setiap wilayah dapat ditukar melalui Dudbear dan Niccolo untuk mendapatkan item spesial. Developer juga dengan baik hati memperlihatkan petunjuk lokasi peti sehingga memudahkan pencarian.

Untuk memudahkan eksplorasi, developer sudah mengimplementasikan fitur seperti sprint untuk berlari cepat, double jump, dan juga dash yang bahkan bisa dilakukan di udara. Pada pertengahan game, pemain akan mendapatkan akses untuk menaiki Pikul, hewan berbentuk anjing yang berfungsi sebagai tunggangan dan memungkinkan bergerak lebih cepat.

Hal lainnya yang bisa dilakukan adalah mengambil side quest. NPC yang memberikan quest biasanya bisa ditemui di dalam kota atau bahkan di world map. Tapi jangan berharap mendapatkan side quest yang menarik, karena semuanya memiliki variasi serupa yaitu “Tolong ambil barang ini di A” atau “Pergi ke B dan kalahkan musuh ini”.

Mekanik Combat yang Cepat dan Bervariasi

Visions of Mana menghadirkan sistem combat action yang berlangsung secara cepat. Pemain dapat langsung menyerang musuh yang ditemui untuk memulai combat.

Mekanisme combat di Visions of Mana kurang lebih sama dengan game action RPG lain. Pemain akan dibekali oleh kemampuan serangan standar dan spesial, kemampuan untuk dodge, dan juga mengeluarkan magic seperti bola api atau sambaran petir.

Total ada delapan elemen di Visions of Mana yaitu Fire, Water, Earth, Wind, Wood, Moon, Light, dan Darkness. Setiap elemen akan memiliki kelemahan terhadap elemen yang lain dan bisa dimanfaatkan oleh pemain dalam combat. Sayangnya deskripsi mengenai mekanisme ini kurang begitu dijelaskan di dalam game. Saya awalnya juga sempat terkecoh karena hanya melihat penjelasannya dalam bentuk pop-up.

Pemain juga bisa berganti-ganti karakter saat combat berlangsung. Setiap karakter juga dapat diatur tindakannya dan memiliki Class Strike atau semacam serangan Limit Break yang memiliki damage besar. Untuk menggunakan Class Strike, pemain harus mengisi barnya terlebih dahulu dengan menyerang, menerima damage, atau menggunakan gerakan tertentu. Saya biasanya baru menggunakan Class Strike saat berhadapan dengan musuh yang kuat atau ketika sedang dikeroyok supaya combat bisa cepat selesai.

Mekanik Job Class Alias Elemental Vessel

Visions of Mana juga memiliki mekanisme yang dinamakan Elemental Vessel. Item ini dijelaskan sebagai semacam artefak dimana ketika karakter menggunakannya, maka akan mendapatkan kekuatan baru berdasarkan elemennya. Gampangnya Elemental Vessel ini bisa diibaratkan sebagai Job Class.

Contohnya Elemental Vessel untuk elemen Moon yaitu Luna Globe akan mengubah Job Class Val menjadi Aegis jika digunakan. Peran dari Aegis dalam combat juga berbeda yaitu menjadi tipe tank yang menggunakan senjata tombak dan perisai. Pemain juga dapat membuka banyak kemampuan baru untuk setiap Elemental Vessel melalui Elemental Plot. Untuk beberapa skill yang didapatkan melalui Elemental Plot dapat dibawa selamanya meski karakternya berganti Job Class.

Sebagai icing-on-the-cake, developer juga memberikan animasi spesial ketika karakter berganti Job Class. Jika diibaratkan kurang lebih seperti Henshin di Super Sentai atau transformasi di Sailor Moon.

Elemental Vessel juga bisa digunakan dalam eksplorasi. Ada beberapa lokasi yang tidak dapat diakses karena terhalang air atau jurang. Dengan menggunakan Elemental Vessel yang sesuai, pemain dapat melewati rintangan tersebut.

Mekanisme combat semakin diperdalam dengan adanya Ability Seeds. Item ini dapat memberikan bonus pasif maupun aktif pada karakter yang menggunakannya. Pemain nantinya juga bisa mendapatkan skill dari musuh maupun boss yang telah dikalahkan dengan mendapatkan Corestone dan dikonversikan ke dalam Ability Seeds.

Visions of Mana Dari Segi Teknis

Spesifikasi PC yang saya gunakan untuk memainkan Visions of Mana adalah i5-9400F, GeForce RTX 3060, dan RAM 16GB. Awalnya saya merasa PC saya akan underperform ketika menjalankan game ini. Namun ternyata malah tidak ada masalah sama sekali. Dunia open-world yang disajikan di dalam game ternyata tidak membuat berat seperti yang saya khawatirkan.

Pilihan opsi untuk grafis yang dimiliki oleh Visions of Mana tidak terlalu banyak. Hanya ada satu setting untuk mengatur kualitas grafis menjadi high, medium, dan normal, itu saja. Ditambah dukungan fitur upscaling AMD Fidelity.

Kesimpulan

Kesimpulan saya untuk Visions of Mana adalah game ini termasuk game RPG yang bagus di tahun 2024. Saya puas dengan dunia open-world yang disajikan di dalam game ini. Tidak hanya itu, kerja developer dalam menciptakan layout yang luar biasa untuk setiap wilayah juga patut diacungi jempol. Visions of Mana merupakan salah satu game yang bisa membuat pemainnya ikut merasakan dunia fantasi yang ada di dalam game secara nyata.

Itu semua ditambah dengan gameplay cobat yang dipenuhi aksi. Ada sedikit masalah dengan gaya pandang yang kadang mengganggu saat combat berlangsung. Tapi asalkan kalian bisa tetap tenang, masalah ini tidak akan terlalu mengganggu.

Untuk dari segi cerita, Visions of Mana memiliki momen-momen yang membuat saya ikut merasa senang dan sedih. Namun ini jarang terjadi. Justru kebanyakan alur cerita di game ini dibuat standar, bahkan mungkin terlalu standar menurut saya.

Space Marine II Tidak Menggunakan Denuvo, Tidak Punya Microtransaction

0

Jelang rilis, developer Saber Interactive telah merilis FAQ untuk Warhammer 40.000: Space Marine II. Beberapa pertanyaan yang telah terjawab dalam FAQ ini adalah tentang penggunaan Denuvo yang rupanya tidak digunakan dalam Space Marine II. Software pengaman dari pembajak ini meski membantu developer, tapi justru memberatkan pembeli karena berdampak dengan performa game di PC.

Selain itu dijelaskan juga dalam FAQ bahwa Space Marine II tidak memiliki fitur microtransaction atau in-game shop. Game ini tetapi akan memiliki DLC berupa kostum tambahan yang tidak berdampak dengan gameplay. Space Marine II juga sayangnya tidak mendukung fitur Ray Tracing, Wide Screen, dan Steam Deck ketika rilis.

Buat kalian yang tertarik untuk memainkan Space Marine II di PC, publisher Focus Entertainment juga sudah membagikan spesifikasi PC yang diperlukan. Meski tidak terlalu tinggi, PC yang digunakan wajib menggunakan SSD.

Warhammer 40.000: Space Marine II akan rilis pada tanggal 9 September 2024 di PS5, Xbox Series, dan PC. Bagi yang membeli Gold Edition akan mendapatkan Early Access mulai dari tanggal 4 September 2024.

Concord Ditutup, Developer Akan Cari Solusi Baru

0

Game “yang paling drama”, Concord akan segera ditutup bulan ini. Penutupan ini merupakan imbas dari performa Concord yang berada di bawah rata-rata sejak rilis pada tanggal 23 Agustus di PS5 dan PC (Steam dan Epic Games Store). Hanya dalam kurun waktu dua minggu, Concord ditarik dari pasar.

Dilansir dari PlayStation Blog, Ryan Ellis yang merupakan Game Director dari Firewalk Studio menjelaskan alasannya. Menurutnya ia dan timnya mengakui ada beberapa hal yang membuat Concord mengalami kesulitan saat rilis. Oleh karena itu, developer memutuskan menghentikan layanan game sekaligus penjualannya dan mencari solusi baru untuk ke depan.

Concord akan ditutup mulai dari tanggal 6 September 2024 di semua platform. Firewalk Studio juga akan memberikan refund kepada pembeli Concord di semua platform.

Performa Concord sebagai game yang memakan waktu pengembangan selama delapan tahun dan menelan biaya setidaknya USD100 sampai dengan USD200 juta sangatlah mengecewakan. Berdasarkan data SteamDB, jumlah pemain yang online secara bersamaan tertinggi Concord di Steam hanya 697 pemain.

Bagaimana menurut kalian?

UFL Tidak Jadi Rilis Bulan Ini

0

Game sepak bola saingan EA Sports FC, UFL tidak jadi rilis tanggal 12 September 2024. Melalui keterangan di website resminya diumumkan bahwa UFL ditunda perilisannya tiga bulan yaitu sampai dengan tanggal 5 Desember 2024.

Pihak developer yaitu Strikerz beralasan bahwa penundaan tanggal rilis ini disebabkan oleh game yang membutuhkan waktu lebih banyak untuk dipoles ulang. Menurut mereka bisa saja UFL dirilis sesuai dengan jadwal, tapi dikhawatirkan tidak sesuai dengan harapan dari fans.

Proyek UFL diumumkan pertama kali pada tahun 2021. Game ini juga sempat melangsungkan tahap Open Beta di bulan Juni kemarin. UFL dibuat dengan filosofi fair play dimana pemain diperbolehkan untuk membentuk timnya dengan grinding. Filosofi ini berlawanan dengan mode Ultimate Team di EA Sports FC yang memiliki banyak microtransaction. Kalian juga tidak perlu membeli game ini alias F2P. Sayangnya UFL nantinya hanya tersedia di konsol PS5 dan Xbox Series saja.

Bagaimana menurut kalian?