Home Blog Page 143

Demo Game Acts of Blood Sudah Dirilis di Steam, Simak Video Gameplay-nya di Sini

0

Eksil Team, studio game asal Indonesia ini baru saja merilis demo game terbaru mereka berjudul Acts of Blood yang sudah bisa kalian unduh gratis melalui Steam. Acts of Blood sendiri mengusung genre Beat ‘em up, Action, dan 3rd person yang memberikan sensasi berantem yang luwes. Dalam demo-nya ini, kalian diberikan akses untuk menyelesaikan satu misi (di sebuah pabrik) dan juga menjajal kustomisasi pakaian karakter .

Selain itu, kalian juga bisa memilih opsi untuk memilih full bahasa Indonesia, mulai dari menu sampai suara karakternya. Dengan System Requirements PC yang tidak terlalu tinggi, sepertinya game ini bisa menjangkau gamer PC lebih luas. Dari pada penasaran kalian bisa mengunduh demo-nya langsung di sini.

Simak pula bagaimana serunya saya menyelesaikan demo game pada video di atas. Oh iya, yang menurut saya cukup keren dan sedikit mengagetkan adalah umpatan-umpatan yang sangar dan cocok untuk game bergenre seperti ini. Selamat berakhir pekan dan selamat bermain!

Back Then: Game Naratif Mendalam tentang Alzheimer Kini Hadir di PS5 dan PC

0

Studio pengembang asal Portugal, Octopus Embrace, dengan bangga merilis Back Then, sebuah game petualangan naratif mendalam yang mengangkat tema Alzheimer. Game ini kini tersedia di PlayStation 5 dengan harga €14,99 dan juga sudah dirilis sebelumnya di PC. Back Then menawarkan pengalaman emosional yang bertujuan untuk menyentuh hati para pemain sekaligus meningkatkan kesadaran tentang Alzheimer. Selain itu, soundtrack resmi game ini juga telah dirilis di berbagai platform musik streaming.

Jelajahi Pikiran Thomas Eilian, Penulis Lansia yang Menghadapi Alzheimer

Back Then mengajak pemain memasuki dunia pikiran Thomas Eilian, seorang penulis lansia yang tengah menghadapi kenyataan pahit Alzheimer. Dalam game ini, pemain akan menemukan pengalaman hidup Thomas melalui eksplorasi investigatif dan teka-teki, mengungkap kisah keluarga dan kenangan yang mulai pudar. Setiap langkah membawa pemain melalui lorong waktu antara masa lalu dan masa kini, membuka area baru, koleksi, dan tantangan yang menggugah emosi serta memberikan pengalaman yang menggugah pemikiran.

Sebuah Pengalaman Game yang Penuh Makna

Mengangkat tema Alzheimer bukanlah hal yang biasa dalam dunia game, namun Octopus Embrace dengan apik membangun atmosfer yang intim dan penuh makna. Back Then bukan hanya sekadar game, melainkan pengalaman yang membawa pemain merenungkan kehidupan, kenangan, dan ketakutan akan kehilangan identitas. Dengan pendekatan naratif dan eksplorasi yang mendalam, game ini diharapkan dapat menarik perhatian berbagai kalangan, khususnya mereka yang mencari cerita yang unik dan penuh makna.

Game ini juga menawarkan beberapa elemen kreatif yang menghubungkan pemain dengan tema Alzheimer. Melalui teka-teki yang menguji ingatan dan kemampuan investigatif, pemain dihadapkan pada tantangan yang merefleksikan kehilangan ingatan dan keterbatasan yang dialami oleh penderita Alzheimer. Inspirasi dari pengalaman pribadi tim pengembang dengan keluarga yang terdampak Alzheimer menambah keaslian serta kedalaman emosional dari game ini.

Perjalanan Panjang dan Penghargaan yang Diraih

Dikembangkan oleh Octopus Embrace sejak ide awalnya pada Global Game Jam tahun 2019, Back Then telah melewati perjalanan yang penuh tantangan. Game ini terinspirasi dari pengalaman pribadi para pengembang dengan orang-orang terdekat mereka yang mengalami Alzheimer. Selama masa pengembangannya, tim ini meraih berbagai penghargaan, termasuk ‘People’s Choice Award’ di IndieX 2019 dan dua penghargaan dalam PlayStation Talents 2020 yaitu ‘Games 4 Good’ dan ‘Best Game’.

Rilis awal Back Then untuk PC pada Desember 2023 mendapat sambutan hangat, dan kini, dengan dukungan program PlayStation Talents, game ini berhasil hadir di PS5, memperluas jangkauan cerita emosional ini ke lebih banyak pemain di seluruh dunia.

Surat dari Sang Produser

Calebe Motta, salah satu pendiri Octopus Embrace dan produser Back Then, menyampaikan surat yang menyentuh mengenai proses kreatif yang menginspirasi game ini. Ia berbagi perjalanan hidupnya dan bagaimana pengalaman pribadi dengan keluarganya memengaruhi karakter Thomas. Melalui kata-kata yang menyentuh, Calebe menyampaikan rasa terima kasih kepada tim, para pemain, dan semua orang yang pernah terhubung dengan mereka yang terdampak Alzheimer.

“Setiap pengalaman selama proses pengembangan telah membentuk tidak hanya game ini, tetapi juga siapa kami hari ini. Kami berharap kisah ini dapat menyentuh lebih banyak hati dan membawa sedikit kenyamanan bagi mereka yang keluarganya juga telah berhadapan dengan Alzheimer.”

Unduh dan Rasakan Back Then

Kini tersedia di PS Store, Steam, Epic Games, GOG, dan Humble Bundle, Back Then menawarkan pengalaman yang langka dan menggugah hati di dunia game. Jika kalian mencari game yang lebih dari sekadar hiburan, tetapi juga mengajak kalian merenungkan nilai kehidupan, Back Then adalah pilihan yang layak dicoba. Selami perjalanan Thomas, dan temukan keindahan serta kepedihan yang ada di setiap kenangan yang ia coba pertahankan.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs resmi Back Then dan ikuti kisah yang penuh makna ini.

Yu-Gi-Oh! MASTER DUEL Hadirkan Event Perayaan 1000 Hari Perilisan!

0

Konami Digital Entertainment Limited (KONAMI) telah mengumumkan Event 1000 Days of Service, untuk merayakan 1000 hari sejak perilisan global Yu-Gi-Oh! MASTER DUEL dengan berbagai event seru dan konten baru sepanjang tahun ini.

Sejak dirilis pada Februari 2022, Yu-Gi-Oh! MASTER DUEL telah berhasil menyuguhkan Duel lintas platform yang menegangkan, dengan grafis menakjubkan yang membuat kartu menjadi realistis, serta event dan turnamen baru yang menarik setiap bulannya. Kini telah resmi jadi bagian dari Yu-Gi-Oh! World Championship, Yu-Gi-Oh! MASTER DUEL adalah pilihan terbaik untuk memainkan permainan kartu populer di platform game modern.

Dalam rangka merayakan pencapaian terbarunya, Yu-Gi-Oh! MASTER DUEL siap memberikan 1000 Gems secara gratis kepada pemain yang melakukan login pada saat periode event berlangsung, serta tambahan Pack Ticket yang dapat ditukar dengan ‘Geas of Light’ Pack di dalam game. Tak hanya itu, para pemain yang login juga bisa menikmati konten game yang menarik, seperti Anniversary Set yang berisi aksesoris bertema khusus, Duel Field edisi khusus, Crad Protector, Card Case, Profile Icon, dan masih banyak lagi.

Para penggemar permainan kartu Yu-Gi-Oh!, terutama yang telah menyaksikan animasi Yu-Gi-Oh! CARD GAME THE CHRONICLES, akan sangat senang melihat ilustrasi alternatif dari kartu Evil★Twin yang hadir di Yu-Gi-Oh! MASTER DUEL. Tersedia dalam Secret Pack ‘Electron Illusions’, tema Evil Twin ini terdiri dari monster Fiend dengan elemen DARK dan LIGHT yang berfokus pada kartu Evil★Twin Ki-sikil dan Evil★Twin Lil-la yang dapat dikombinasikan untuk menciptakan kombo pamungkas.

Dan untuk pemain yang ingin mendapatkan Gems tambahan, ada promosi terbaru yang hadir pada menu Store dalam game. Promosi Gems dan hadiah login akan tersedia hingga 9 Januari 2025.

Informasi lebih lanjut tentang Yu-Gi-Oh! MASTER DUEL, kunjungi:
www.konami.com/yugioh/masterduel

Ongkos Produksi Besar, Arcane Jadi Film Animasi Termahal yang Pernah Ada

0

Tidak lama lagi fans League of Legends akan dapat menyaksikan season 2 Arcane di Netflix. Melihat dari desain dan juga segi marketing, pernahkah kalian membayangkan berapa besar uang yang dikeluarkan oleh Riot Games untuk memproduksi Arcane?

Dilaporkan oleh Variety, Riot Games harus mengeluarkan banyak uang untuk membuat Arcane. Total pengeluaran Riot adalah sekitar $250 juta untuk pembuatan 2 season, atau 18 episode. Angka tersebut sudah termasuk untuk promosi. Jumlah ini menjadikan Arcane sebagai film animasi seri termahal yang tayang di televisi.

Merespon berita yang dilaporkan oleh Variety, Co-Founder Riot Mark Merrill menolak untuk mengkomentari lebih jauh. Namun ia mengatakan Riot tidak memiliki masalah untuk mengeluarkan banyak uang demi memuaskan fansnya.

Informasi lainnya yang diungkap oleh Variety adalah Riot ternyata sempat bekerjasama dengan Anthony dan Joe Russo, produser dari film Marvel The Avengers. Keduanya ditugaskan untuk membuat film yang mengangkat cerita dari dunia League of Legends. Sayangnya proyek ini tidak berhasil.

Season 2 Arcane akan mulai tayang pada tanggal 9 November 2024 untuk ACT 1, lalu diikuti ACT 2 di tanggal 16 November 2024, dan ACT 3 pada tanggal 23 November 2024.

Pengisi Suara Eva di Metal Gear Solid 3 Ternyata Ariel the Little Mermaid

0

Konami telah mengungkap misteri yang selama ini belum terpecahkan dari franchise Metal Gear. Misteri ini tentang voice actor yang mengisi suara dari karakter Eva di Metal Gear Solid 3: Snake Eater. Rupanya ia adalah Suzetta Miñet yang juga merupakan pengisi suara dari film Disney, Ariel the Little Mermaid. Baik Konami maupun Miñet terus merahasikan ini selama 20 tahun.

Dalam video Metal Gear Solid Legacy Part 3, Miñet menjelaskan alasan kenapa ia harus merahasiakan perannya sebagai Eva. Rupanya ini berhubungan dengan peran Miñet sebagai Ariel the little Mermaid yang merupakan film kartun untuk anak-anak. Peran ini sangat berbeda dengan Eva yang tampil menggoda dan memiliki banyak rahasia. Miñet bersama dengan David Hayter nantinya akan kembali tampil di Metal Gear Solid Delta Snake Eater sebagai Eva dan Naked Snake,

Metal Gear Solid Delta Snake Eater belum memiliki tanggal rilis. Game remake ini nantinya akan rilis di platform PS5, Xbox Series, dan juga PC.

Blizzard Akan Remaster Warcraft II?

0

Menjelang ulang tahun ke-30 Warcraft yang akan jatuh pada tanggal 13 Nobember, muncul kabar bahwa Blizzard akan meremaster game Warcraft II. Gambar banner maupun logo dari game ini berhasil ditemukan server internal Blizzard dan akhirnya disebar ke media sosial.

Jika rumor ini benar, Blizzard kemungkinan akan mengungkapnya pada acara ulang tahun Warcraft. Karena Blizzard juga akan membuat acara livestream yang menayangkan konser dan juga presentasi untuk masa depan dari franchise Warcraft.

Warcraft II: Tide of Darkness dirilis pada tahun 1995 di PC dan Mac. Game ini masih melanjutkan cerita dari pertama tentang bagaimana perang antara pasukan invasi orc yang masuk ke Azeroth melalui Dark Portal melawan manusia. Warcraft II juga memiliki andil dalam menciptakan alur cerita “legendaris” yang terjadi di game selanjutnya, Warcraft III: Frozen Throne.

Bagaimana menurut kalian?

Sega Akan Hidupkan Kembali Virtua Fighter

0

Sega dilaporkan sedang mengembangkan franchise Virtua Fighter baru. Rencana ini merupakan bagian dari program milik Sega untuk menghidupkan kembali IP lama mereka. Informasi ini diungkap oleh pimpinan dari Global Transmedia Group, Justin Scarpone ketika berbicara dengan VGC.

Ia menjelaskan bahwa Sega memiliki demografi yang berbeda umur, yaitu mereka yang sudah mengenal Sega sejak masa kecilnya dulu dan gamer masa kini. Untuk mendapatkan itu semua Sega memulai rencana untuk revitalisasi IP lamanya seperti Crazy Taxi, Jet Set Radio, Streets of Rage, Shinobi (akan diadaptasi menjadi film), dan Virtua Fighter. Scarpone bahkan telah mengkonformasi bahwa saat Sega sudah mengembangkan Virtua Fighter. Namun ia tidak menjelaskan medianya, apakah game atau film.

Seri game Virtua Fighter yang dirilis oleh Sega adalah Virtua Fighter 5 di tahun 2007. Setelah itu Sega tidak lagi memproduksi franchise tersebut. Virtua Fighter juga merupakan game fighting legendaris yang mengawali tren desain 3D untuk genre tersebut. Jika Sega betul-betul sedang membuat game Virtua Fighter, maka fans yang dulu memainkannya Sega Saturn dan Arcade pasti akan menunggu perilisan game tersebut.

Bagaimana menurut kalian?

Garena Bawa Delta Force ke Indonesia, Akan Gelar Open Beta

0

Garena resmi mengumumkan akan merilis Delta Force, game tactical first-person shooter (FPS) terbaru di Asia Tenggara, Taiwan, Amerika Tengah dan Amerika Latin, Brasil, serta Timur Tengah dan Afrika Utara. Game ini akan dirilis di iOS, Android, dan PC.

Delta Force versi PC akan hadir tanggal 5 Desember 2024. Mulai sekarang, pemain sudah bisa melakukan pra-registrasi Open Beta game Delta Force versi PC melalui laman resmi Garena Delta Force. Garena akan membagikan hadiah eksklusif serta skin senjata spesial untuk pemain yang menggunakan PC Client Pack Garena untuk Delta Force. Tak hanya itu, PC Client Pack dari Garena akan dilengkapi fitur cross-progression dengan versi mobile, sehingga progres permainan pemain di PC akan berlanjut ketika versi mobile Delta Force rilis pada awal 2025. Garena juga memastikan bahwa Matchmaking untuk pemain PC dan Mobile tidak akan tumpang tindih.

Delta Force hadir dengan peran Operator beragam dengan kemampuan berbeda. Dengan peta dan medan tempur yang beragam, Delta Force akan mengharuskan pemain saling bekerja sama untuk menguasai medan pertempuran dengan menggunakan persenjataan dan kendaraan yang tersedia. Game ini juga memberi keleluasaan kustomisasi pilihan senjata yang bisa disesuaikan dengan strategi serangan pemain.

Dikembangkan oleh Team Jade dari TiMi Studio Group, Delta Force memiliki fitur grafis realistis serta mode gameplay beragam untuk menghadirkan pengalaman bermain yang imersif bagi pencinta game bergenre shooter.

Adapun, dua mode Player versus Player (PvP) yang akan dirilis di Delta Force adalah sebagai berikut:

  1. Warfare

Mode Warfare adalah mode pertempuran berskala besar dengan melibatkan hingga 64 pemain dalam waktu bersamaan. Pemain akan berpartisipasi dalam pertarungan 32 vs 32 yang masif di medan pertempuran darat, udara, dan air. Setiap kubu pemain akan dibagi kembali ke dalam skuad berisi empat orang untuk bekerja dan berstrategi bersama untuk memenangkan pertandingan. Pemain harus memilih operator dengan persenjataan dan taktik berbeda yang tersedia, mulai dari smoke cover, penghancur kendaraan, hingga penyembuhan.

  1. Operations

Dalam mode shooter ekstrasi ini, pemain akan bergabung regu berisi tiga orang untuk mengeksplorasi map, mengumpulkan suplai, dan mencapai poin ekstraksi dalam waktu yang ditentukan. Item yang dikumpulkan bisa dijual untuk mendapatkan alat tukar di dalam game (in-game currency). Pemain juga bisa menggunakan items tersebut dalam pertandingan, tapi mereka bisa kehilangan semuanya jika kalah di pertandingan itu. Sebaliknya, jika menang, pemain bisa merebut semua resources dari tim lawan.

Mode ini juga hadir dengan misi spesial, area terlarang, hingga ‘boss’ yang akan memberikan hadiah berharga. Tak hanya itu, pemain bisa mendapatkan item ‘MandelBrick’ yang dibutuhkan untuk mendapatkan skin eksklusif. Namun, mendapatkan ‘MandelBrick’ tidak akan mudah karena lokasi keberadaannya akan disampaikan kepada semua pemain, membuat semua pemain saling bertarung untuk mendapatkannya.

Informasi lebih jelas tentang Delta Force bisa dilihat di sini.

PS5 Pro Dipastikan Bakal Lebih Kuat Dari Versi Standarnya

0

Sony Interactive Entertainment memang sudah mengungkap spesifikasi untuk PS5 Pro, tapi secara umum. Sekarang spesifikasi yang lebih detail dari konsol tersebut telah diungkap oleh Digital Foundry dari buku panduan yang ada di dalam boks PS5 Pro untuk review.

PS5 Pro telah dipastikan memiliki peningkatan signifikan dibandingkan versi standarnya. Konsol ini dilengkapi prosesor AMD Ryzen Zen 2 dengan 8 core dan 16 thread, serta mesin grafis berbasis RDNA yang mampu menghasilkan performa komputasi GPU sebesar 16,7 teraflops. Hasil ini lebih tinggi dari PS5 biasa yang memiliki 10,23 teraflops.

PS5 Pro juga membawa peningkatan di sisi memori dan penyimpanan. Konsol ini memiliki 16GB memori GDDR6, ditambah 2GB memori DDR5 berkecepatan lebih rendah yang didedikasikan untuk pekerjaan “non-gaming”. Selain itu, kapasitas penyimpanan PS5 Pro ditingkatkan dengan SSD kustom sebesar 2TB. Peningkatan performa ini akan berdampak pada konsumsi daya yang diperkirakan mencapai mencapai 390W. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan versi slim dan PS5 Digital Edition yang mengkonsumsi 340W.

Sony Interactive Entertainment juga baru saja membagikan daftar 55 game yang akan hadir di PS5 Pro dan mendapatkan peningkatan dari teknologi yang ada di konsol tersebut:

  • Alan Wake 2
  • Albatroz
  • Apex Legends
  • Arma Reforger
  • Assassin’s Creed Mirage
  • Baldur’s Gate 3
  • Call of Duty: Black Ops 6
  • EA Sports College Football 25
  • Dead Island 2
  • Demon’s Souls
  • Diablo IV
  • Dragon Age: The Veilguard
  • Dragon’s Dogma 2
  • Dying Light 2 Reloaded Edition
  • EA Sports FC 25
  • Enlisted
  • F1 24
  • Final Fantasy VII Rebirth
  • Fortnite
  • God of War Ragnarök
  • Hogwarts Legacy
  • Horizon Forbidden West
  • Horizon Zero Dawn Remastered
  • Kayak VR: Mirage
  • Lies of P
  • Madden NFL 25
  • Marvel’s Spider-Man Remastered
  • Marvel’s Spider-Man: Miles Morales
  • Marvel’s Spider-Man 2
  • Naraka: Bladepoint
  • NBA2K 25
  • No Man’s Sky
  • Palworld
  • Paladin’s Passage
  • Planet Coaster 2
  • Professional Spirits Baseball 2024-2025
  • Ratchet & Clank: Rift Apart
  • Resident Evil 4
  • Resident Evil Village
  • Rise of the Ronin
  • Rogue Flight
  • Star Wars: Jedi Survivor
  • Star Wars: Outlaws
  • Stellar Blade
  • Test Drive Unlimited: Solar Crown
  • The Callisto Protocol
  • The Crew Motorfest
  • The Finals
  • The First Descendant
  • The Last of Us Part I
  • The Last of Us Part II Remastered
  • Until Dawn
  • War Thunder
  • Warframe
  • World of Warships: Legends

PS5 Pro akan mulai dijual pada tanggal 7 November 2024 dengan harga USD699. Sayangnya konsol ini dipastikan belum tersedia di Indonesia pada tanggal tersebut. Dilansir dari Liputan 6, alasan Sony belum merilis PS5 Pro di Indonesia adalah karena belum tersedianya jaringan WiFi 7.

Bagaimana menurut anda?

5 Musisi Top Indonesia yang Doyan Main Game

0

Bermain game memang bisa menjadi hobi bagi siapa saja di seluruh dunia. Baik dari segi usia maupun profesi, game tetap menjadi pilihan populer untuk mengatasi stres atau menyalurkan hobi. Salah satu contohnya adalah musisi yang menjadikan video game sebagai bagian dari kehidupan mereka.

Berbicara tentang musisi dan game, terdapat beberapa musisi terkenal di Indonesia yang sangat menyukai dan hobi bermain game. Ingin tahu siapa saja musisi terkenal Indonesia yang sangat hobi bermain game? Berikut adalah ulasan lengkapnya.

1. Isyana Sarasvati

Bagi pengikut laman Instagramnya, tidak mengejutkan mengetahui bahwa pelantun IL SOGNO ini adalah seorang gamer. Di berbagai kesempatan, ia sering membagikan pengalaman bermain Ragnarok X. Selain itu, Isyana juga menikmati bermain PlayStation saat memiliki waktu luang.

Kecintaannya terhadap konsol PlayStation bahkan membawanya tampil di YouTube PlayStation Asia pada 22 Januari 2021, di mana ia berbagi berbagai pengalaman tentang permainan konsol tersebut.

2. Ariel Noah

Ariel, yang dikenal sebagai vokalis utama grup band NOAH, ternyata juga sangat menyukai bermain game. Dalam beberapa kesempatan, ia berbagi cara dan pengalaman tentang merakit PC high-end dengan spesifikasi yang mengesankan. Selain itu, kecintaannya pada PUBG Mobile membawanya terjun ke dunia esports.

Ia memiliki grup esports bernama The Pillars yang diluncurkannya beberapa tahun lalu, yang terdiri dari berbagai divisi. Di samping itu, musisi yang menggemari action figure ini juga menikmati bermain Genshin Impact.

3. Coki Bollemeyer

Musisi yang bernama asli Christopher Bollemeyer ini adalah gitaris dari band NTRL dan Darksovl, yang memiliki beragam hobi. Dalam berbagai kesempatan, ia mengungkapkan kecintaannya pada permainan drone dan video game.

Terkait game, Coki bahkan pernah membuat vlog gaming di YouTube pribadinya saat memainkan Call of Duty. Ia menggarap vlog tersebut layaknya seorang YouTuber gaming biasa. Selain itu, di channel YouTube What The Noise, Coki juga pernah menyebutkan bahwa ia sering masuk ke game online, meskipun terkadang hanya untuk bersenang-senang dan bercanda dengan teman-teman sesama gamernya.

4. Reza Oktovian

Reza Oktovian, yang lebih dikenal sebagai Reza Arap, adalah sosok yang berbeda dari tiga musisi sebelumnya. Sementara Coki, Isyana, dan Ariel lebih dahulu dikenal sebagai musisi, Reza justru memulai kariernya sebagai gamer. Ia adalah YouTuber gaming yang berhasil mempopulerkan vlog lets play di Indonesia.

Sebagai seorang gamer, Reza lebih dulu mendapatkan popularitas sebagai pemain game. Namun, beberapa tahun setelah merintis kariernya di YouTube, ia beralih ke dunia musik bersama Gerald Liu dan Eka Gustiwana di Weird Genius.

Meskipun ia mengaku tidak bisa membaca nada, bakatnya berkontribusi besar terhadap kesuksesan Weird Genius. Meski tidak bisa membaca chord, peran dan kontribusinya sebagai anggota WG membuat Reza layak diakui sebagai seorang musisi.

5. Qorygore

Seperti Reza Oktovian, Qorygore juga awalnya lebih dikenal sebagai seorang gamer. Namun, sejak awal berkarier di YouTube, ia juga mengunggah beberapa video drum cover. Meskipun namanya terkenal di dunia gaming, Qorygore sering menyatakan bahwa tujuannya adalah menjadi musisi.

Ia telah merilis berbagai karya musik dalam genre Hip Hop, yang diakui banyak penggemar sebagai musik berkualitas tinggi. Meskipun lebih fokus pada musik, ia masih sering melakukan streaming video game di saluran YouTube-nya.

Itulah 5 musisi top Indonesia yang ketahuan suka memainkan game. Apakah salah satunya adalah favorit kalian?