Home Blog Page 141

Guerilla Games Selesai dengan Killzone, Lebih Pilih Horizon

0

Gamer PlayStation pasti sudah tidak asing lagi dengan Killzone. Game shooter ini memiliki daya tariknya sendiri, salah satunya adalah cerita yaitu tentang dunia futuristik yang penuh dengan peperangan antara Interplanetary Strategic Alliance (ISA) dan Helghan Empire. Sayangnya developer Guerilla Games sudah tutup buku dengan franchise tersebut.

Berbicara kepada Washington Post (Dikutip dari VGC), Art Director Roy Postma mengatakan bahwa Guerilla Games sudah selesai dengan Killzone. Ia mengatakan bahwa timnya harus memulai awalan yang baru dan kebetulan temanya berbeda dengan Killzone. Menurutnya saat ini Guerilla Games lebih menyukai tema yang universal dan bisa diterima oleh semua kalangan. Inilah alasannya studio tersebut sekarang lebih memilih untuk mengerjakan franchise Horizon.

Game Killzone terakhir yang dirilis oleh Guerilla Games adalah Killzone Shadow Fall yang dirilis untuk PS4 di tahun 2013. Jika keputusan developer sudah bulat, maka kedepannya sudah tidak ada lagi penerus dari Franchise Killzone kedepannya.

Bagaimana menurut kalian?

Sonic X Shadow Generations Akan Menghadirkan “Musuh Lama”

0

Sega telah mengungkap informasi baru untuk Sonic X Shadow Generations. Informasi ini adalah tentang stage yang akan hadir di Sonic X Shadow Generations serta kemunculan Mephiles. Musuh bebuyutan dari Shadow ini pertama kali muncul di Sonic the Hedgehog (2006).

Untuk stage, Sega telah mengungkap beberapa yang akan muncul di Sonic X Shadow Generations. Dimulai dari Sunset Heights yang diserang Death Egg Robot, Radical Highway yang memiliki jembatan tinggi, Rooftop Run dimana Sonic akan berlari di berloncatan di atap rumah, Seaside Hill yang berada di pinggir pantai, dan City Escape yang memiliki tema urban.

Sonic x Shadow Generations akan memiliki dua cerita. Untuk Shadow diawali oleh kebangkitan musuh besarnya, Black Doom. Untuk melawannya, Shadow harus menjelajahi Space Colony ARK. Shadow akan memiliki kekuatan bernama Chaos Control, dimana ia bisa bergerak cepat atau menghentikan waktu sementara.

Sedangkan cerita dari Sonic diawali oleh kemunculan monster bernama Time Eater. Monster ini mengacaukan waktu dan membuat Sonic harus bekerjasama dengan versi masa lalunya untuk mengalahkannya. Ketika memainkan sebagai Sonic, kalian bisa memilih untuk menggunakan versi modern atau versi klasik. Sonic modern akan menggunakan gaya dan gameplay 3D, sedangkan Sonic klasik menggunakan 2D.

Sonic X Shadow Generations dijadwalkan rilis pada 25 Oktober 2024 di PS5, PS4, Nintendo Switch, Xbox Series, Xbox One, dan PC (Steam dan Epic Games Store).

Kreator Super Smash Bros. Goda Fans dengan Teaser Game Baru

0

Kreator dari Super Smash Bros. Masahiro Sakurai telah mengumumkan bahwa ia sedang mengerjakan game baru. Informasi ini diungkap setelah ia menamatkan video episode yang ia buat di YouTube.

Ia menjelaskan bahwa proposal dari game baru ini ia kerjakan di Oktober 2021, setelah ia menyelesaikan kewajibannya di Super Smash Bros. dengan merilis karakter Sora. Menurutnya proposal tersebut sudah disetujui dan ia harus mengumpulkan tim sampai dengan tengat waktu April 2022. Sambil menunggu Sakurai memutuskan untuk membuat channel YouTube yang tidak ia sangka akan sukses sampai sekarang di episode terakhirnya.

Mengenai game baru yang ia kerjakan, Sakurai mengatakan bahwa ia tidak bisa mengungkapnya sekarang. Ia menjanjikan bahwa akan ada pengumuman yang lebih jelas dalam waktu dekat, namun Sakurai tidak mengatakan kapan.

Ada anggapan bahwa game yang dimaksud oleh Sakurai nantinya akan dirilis di Nintendo Switch 2. Sebabnya Super Smash Bros. selalu memiliki versi baru yang mengikuti perkembangan platform Nintendo. Game Super Smahs Bros. yang terakhir dikerjakan olehnya adalah Super Smash Bros. Ultimate yang rilis di 2018 untuk Nintendo Switch 2.

Bagaimana menurut kalian?

Slitterhead Punya Karakter Mirip Emak-Emak TKW

0

Bokeh Game Studio telah membagikan informasi baru untuk game Slitterhead. Informasi ini adalah perkenalan karakter-karakter yang akan muncul di dalam game. Salah satu karakter ini menarik perhatian karena desainnya mirip dengan emak-emak. Ia juga memiliki nama yang familiar dengan nama Indonesia yaitu Tri.

Dalam deskripsinya, Tri adalah seorang asisten rumah tangga yang datang ke Kowlong untuk bekerja dari luar negeri. Ia sangat terampil dalam semua pekerjaan rumah tangga, terutama memasak, dan memiliki intuisi tajam. Jika dirasuki, pemain bisa menggunakan Tri untuk mengeluarkan kemampuan unik seperti Sentry Thorns dan Bloody Knuckles.

Slitterhead menceritakan tentang Hyoki, entitas yang tidak memiliki tubuh dan harus merasuki mahluk hidup agar dapat berinteraksi. Lawan dari Hyoki adalah monster bernama Slitterhead yang menyamar dengan mengambil wujud sebagai manusia.

Hyoki dapat memanfaatkan bagian tubuh manusia sebagai senjata, misalnya seperti darah. Hyoki juga dapat meloncat dari satu tubuh ke tubuh yang lain. Beberapa manusia yang memiliki tingkat kompabilitas tinggi atau Rarities, Hyoki bisa menggunkan kemampuan yang lebih kuat dibandingkan dengan manusia biasa.

Slitterhead akan tersedia mulai dari tanggal 8 November 2024 di PS5, PS4, Xbox Series, dan PC (Steam dan Epic Games Store).

Early Access Assassin’s Creed Shadows Dibatalkan Ubisoft

0

Penundaan Assassin’s Creed Shadows ini membawa dampak besar bagi para penggemarnya, terutama bagi mereka yang sudah memesan collector’s edition. Sebelumnya, pembeli edisi ini dijanjikan bakal mendapatkan akses lebih awal untuk memainkan game ini. Namun akibat ditundanya Assassin’s Creed Shadows, Ubisoft memutuskan untuk membatalkan rencana tersebut.

Dikutip sesi Q&A di Discord (Dikutip dari Insider Gaming), Ubisoft telah mengkonfirmasi pembatalan early access. Selain itu Ubisoft juga membatalkan penerapan season pass untuk game tersebut.

Harga dari collector’s edition juga diturunkan, yaitu dari USD280 menjadi USD230. Meski begitu, collector’s edition masih tetap memiliki item eksklusif seperti steelbook, artbook, dan barang-barang bonus lainnya. Jika ada perubahan lebih lanjut akan diumumkan oleh Ubisoft.

Ubisoft beralasan bahwa pengunduran tanggal rilis Assassin’s Creed Shadows dikarenakan tim developer merasa game tersebut belum siap, dan masih memerlukan waktu lagi untuk disempurnakan. Diluar segi teknis, Assassin’s Creed Shadows juga banyak menuai kontroversi. Seperti pemilihan karakter Yasuo yang dinilai justru melecehkan budaya Jepang dan penggunaan aset di dalam game yang ternyata tidak memiliki izin.

Assassin’s Creed Shadows akan dirilis pada tanggal 14 Februari 2025 di PS5, Xbox Series, dan PC. Versi PC game ini juga akan tersedia di Steam pada saat rilis nanti.

Logitech Rilis Mouse Nirkabel Bluetooth M196

0

Logitech telah merilis M196, mouse Bluetooth  baru yang simple, terjangkau, dan nirkabel untuk mendukung pekerjaan sehari-hari. Dapat terhubung dengan cepat dan tepat dalam sekejap melalui konektivitas Bluetooth serta didesain untuk pemakaian jangka panjang. Bagian plastik dari produk ini juga terbuat dari plastik daur ulang pasca-pemakaian. M196 dapat membantu pengguna untuk bekerja lebih efisien dan nyaman.

“Kebutuhan akan produk yang bisa diandalkan dan bisa terintegrasi ke dalam kehidupan sehari-hari semakin meningkat di dunia digital,” ujar Andi Irawan, Cluster Category Manager Personal Workspace and Music SEA 2.

“M196 adalah mouse nyaman dan terjangkau yang dapat mempermudah pekerjaan pengguna dalam lanskap digital dan fokus pada kebutuhan,” Tambahnya.

Mouse Nirkabel dengan Bluetooth

M196 dapat terhubung dalam sekejap melalui Bluetooth® ke perangkat komputer, dan terintegrasi dengan mudah ke dalam pekerjaan pengguna. Navigasi mudah dan kontrol yang presisi memberikan pengguna fleksibilitas tinggi untuk scroll dokumen per baris dan bisa digunakan dalam berbagai bidang permukaan.

Tersedia dalam warna graphite, off-white, dan rose, mouse ini didesain secara dinamis untuk berbagai mode. Tak hanya itu, mouse ini memiliki daya tahan baterai hingga 12 bulan, dengan penggunaan 1 buah baterai AA. Selain compact, mouse ini juga didesain umum untuk tangan kanan dan kiri (ambidextrous) serta dengan mudah dapat dibawa ke mana saja. Tidak perlu khawatir untuk bekerja nyaman di mana saja.

Mendukung Keberlanjutan

Logitech terus berkomitmen untuk membuat lebih banyak produk yang fungsional sambil tetap menjaga lingkungan serta secara aktif mengurangi emisi karbon. Semua produk Logitech sudah tersertifikasi zero-carbon dan menggunakan energi berkelanjutan. Bagian plastik dari M196 ini terbuat dari plastik daur ulang pasca-pemakaian yang memberikan kesempatan kedua bagi plastik barang elektronik — 67% untuk warna graphite dan 66% untuk warna off-white–rose.

Harga dan Ketersediaan

Logitech M196 Bluetooth® Mouse tersedia dalam tiga varian warna, yaitu graphite, off-white dan rose dan dibanderol dengan harga Rp 239,000,-. Para pengguna bisa mendapatkannya di toko-toko elektronik terdekat, atau melalui Logitech Official Store di seluruh Online Marketplace, serta toko Logitech Experience Store di PIK 2.

Yu-Gi-Oh! Early Days Collection Dapat Tanggal Rilis

0

Konami telah mengumumkan tanggal rilis untuk Yu-Gi-Oh! EARLY DAYS COLLECTION. Game ini akan tersedia mulai dari tanggal 27 Februari 2025 di Nintendo Switch dan PC (Steam). Yu-Gi-Oh! EARLY DAYS COLLECTION merupakan kompilasi dari TCG Yu-Gi-Oh! klasik tahun 1990-an sampai dengan 2000-an. Berikut adalah daftar dari judul gamenya:

  • Yu-Gi-Oh! Duel Monsters (Game Boy)
  • Yu-Gi-Oh! Duel Monsters II: Dark Duel Stories (Game Boy dan Game Boy Color)
  • Yu-Gi-Oh! Dark Duel Stories (Game Boy Color)
  • Yu-Gi-Oh! Duel Monsters 4: Battle of Great Duelist (Game Boy Color / termasuk Online Battles)
  • Yu-Gi-Oh Duel Monsters 6, Expert 2 (Game Boy Advance)
  • Yu-Gi-Oh! The Eternal Duelist Soul (Game Boy Advance)
  • Yu-Gi-Oh! The Sacred Cards (Game Boy Advance)
  • Yu-Gi-Oh! Reshef of Destruction (Game Boy Advance)

Semua game Yu-Gi-Oh! di dalam Yu-Gi-Oh! EARLY DAYS COLLECTION akan dilengkapi oleh fitur-fitur baru yang tidak dimiliki oleh game originalnya dulu. Salah satunya adalah fitur save dan load, serta kustomisasi tombol layout dan background.

Bagaimana menurut kalian?

Ada Tanaman Padi di Farming Simulator 25

0

Giants Software dan Sega telah mengumumkan informasi tentang jenis tanaman yang bisa ditanam di Farming Simulator 25. Tanaman ini adalah padi dan kacang polong. Padi merupakan bahan makanan pokok di wilayah Asia, termasuk Indonesia. Pemain juga nantinya bisa memilihi jenis padi yang akan ditaman, long grain atau short grain.

Dalam acara Tokyo Game Show 2024, Giant Software merilis trailer Farming Simulator 25 yang memperlihatkan wilayah bernama Hutan Pantei. Wilayah ini terinspirasi dari negara di Asia, mulai dari kehadiran tanaman padi, kerbau, dan juga alat-alat pertanian yang masih tradisional.

Farming Simulator 25 akan tersedia pada tanggal 12 November 2024 di PS5, Xbox Series, dan PC (Steam, Epic Games, dan Windows Store).

Konten Endgame Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven Diungkap

0

Square Enix telah mengungkap informasi baru untuk Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven. Hal yang diungkap adalah tentang konten endgame yang bisa diakses setelah pemain menyelesaikan main story dari Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven.

Pertama adalah munculnya dungeon baru bernama Dreadhome. Dalam dungeon ini pemain bisa melawan “Echoes of the Seven Heroes” yang dari tingkat kesulitan, lebih sulit dibandingkan Seven Heroes yang dilawan di main story. Jika dapat mengalahkan mereka, pemain bisa memperoleh equipment spesial yang berisi skill dari Seven Heroes.

Selain melawan Echoes of the Seven Heroes, pemain juga dapat menantang musuh bernama Dread Queen setelah menyelesaikan main story. Dread Queen merupakan pemimpin dari Termites, ras serangga berbahaya yang hidup di wilayah Savannah. Jika berhasil mengalahkan Dread Queen, pemain dapat membuka tingkat kesulitan baru yaitu Expert dan Romancing. Square Enix juga memastikan adanya mode New Game+.

Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven akan dirilis pada tanggal 24 Oktober 2024 di platform PS5, PS4, dan Nintendo Switch. Versi PC (Steam) menyusul di 25 Oktober 2024.

Star Citizen Squadron 42 Disiapkan untuk Rilis di 2026

0

Informasi baru yang berkaitan dengan Star Citizen telah diungkap oleh Cloud Imperium Games. Pimpinan Cloud Imperium Games, Chris Roberts dalam acara CitizenCon yang digelar di beberapa waktu mengatakan bahwa Squadron 42 dipersiapkan untuk rilis di 2026.

Buat kalian yang belum tahu, Squadron 42 merupakan game standalone dari Star Citizen. Berbeda dengan “induknya” yang adalah game simulation bertema luar angkasa, Squadron 42 adalah game singleplayer yang memiliki alur cerita.

Dilansir dari IGN, Chris Roberts mengatakan Squadron 42 akan memiliki durasi permainan 30 hingga 40 jam. Ia dan timnya juga yakin bisa menyelesaikan Squadron 42 dengan kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan. Sebabnya dalam acara CitizenCon, demo dari Squadron 42 mengalami masalah teknis yang bisa dibilang cukup memalukan.

“Terima kasih telah mendukung kami dan memungkinkan kami untuk membangun game yang begitu ambisius. Terlepas dari masalah crash, mungkin tidak ada game lain yang memiliki bagian prologue dengan begitu banyak adegan action,” Kata Chris Roberts.

Star Citizen merupakan salah satu proyek game paling ambisius yang pernah ada. Dimulai dengan dana crowdfunding di 2012, game ini berhasil mengumpulkan dana sampai dengan ratusan juta dollar. Namun sampai sekarang game ini tidak pernah keluar dari tahap alpha. Ditambah lagi kehadiran Squadron 42 yang mengikutsertakan bintang film Hollywood seperti Gillian Anderson, Henry Cavill, Gary Oldman, dan Mark Strong.

Bagaimana menurut kalian?