Home Blog Page 136

Review Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven (PC): Remake yang Ideal

0

Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven adalah salah satu usaha dari Square Enix untuk kembali mempopulerkan franchisenya yang tertidur lama. Game ini sebetulnya sudah berusia setidaknya 31 tahun karena dirilis pada tahun 1993. Tidak hanya itu, Romancing SaGa 2 dulu juga hanya tersedia di Jepang saja.

Jadi bagaimana Square Enix memperlakukan game yang umurnya sudah lebih dari tiga dekade? Square Enix menunjuk Shinichi Tatsuke sebagai producer mengingat pengalamannya yang berhasil me-remake Trials of Mana. Proses pengerjaan berlangsung dari tahun 2021 dan sekarang di 2024, Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven rilis dalam format 3D.

Kebetulan Playcubic mendapatkan kesempatan untuk memainkan versi review Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven di PC. Jujur saja, ini adalah game SaGa pertama saya dan harapannya adalah game ini berhasil meyakinkan saya untuk menyukai franchise ini. Apakah bisa?

Pahlawan Menjadi Monster

Apa jadinya jika pahlawan yang dianggap sebagai panutan dan pelindung, justru malah menjadi ancaman utama? Inilah tema cerita yang diangkat oleh Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven. Diceritakan tujuh pahlawan legendaris atau Seven Heroes telah kembali, namun wujud dan kepribadian mereka sudah rusak. Kehadiran mereka membawa kekacauan yang membuat dunia Varennes tenggelam ke dalam kegelapan.

Dimulai dari kekaisaran Avalon, dimana Emperor Leon dengan putranya, Gerard harus berhadapan dengan salah satu dari ketujuh pahlawa yaitu Kzinssie. Ia melakukan dosa yang tak terampuni yaitu menyerang Avalon dan membunuh saudara Gerard yang bernama Victor.

Saat mempersiapkan serangan balik, Leon bertemu dengan seorang wanita misterius bernama Orieve. Pertemuan tersebut rupanya memiliki tujuan tertentu. Leon akhirnya gugur dalam pertempuran melawan Kzinsse yang menggunakan sihir Soulstealer, meninggalkan Gerard sendirian.

Pada momen inilah Orieve muncul dan menemui Gerard. Ia menjelaskan tujuan kedatangannya pada waktu bertemu Leon, yaitu memberikan kekuatan sihir bernama pewarisan atau inheritance kepada garis keturunan kekaisaran Avalon. Gerard akhirnya mengetahui bahwa ayahnya sengaja mengorbankan diri saat bertempur dengan Kzinsse untuk mendapatkan cara menangkal sihir Soulstealer. Pengetahuan ini lalu ia wariskan kepada Gerard dengan sihir Inheritance yang membuatnya bisa mengalahkan Kzinsse.

Begitulah awal cerita dari Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven. Sihir inheritance menjadi elemen utama dalam susunan cerita sekaligus mekanisme sentral. Pemain sebagai Emperor dari Avalon akan mewariskan pengetahuan dan kemampuan ke penerus berikutnya untuk melawan Seven Heroes yang tak terkalahkan.

Menurut saya untuk bagian prologue tentang Leon dan Gerard, cerita yang dibangun sudah cukup baik. Sayangnya setelah generasi mereka berakhir dan beralih ke penerus selanjutnya, alur cerita justru seperti terputus tengah jalan. Saya malah disuguhi cerita lain yang kurang menarik, meski masih berhubungan dengan ancaman dari Seven Heroes. Game juga tidak memberikan kesempatan bagi saya untuk mengenal lebih jauh siapakah karakter ini, tidak seperti Leon dan Gerard.

Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven juga memiliki fitur bernama Memories. Melalui fitur ini pemain bisa melihat potongan dari kehidupan masa lalu Seven Heroes. Fitur ini memberikan pemain informasi untuk mengetahui seperti apa karakter asli dari Seven Heroes, bagaimana mereka menjadi terkenal, dan akhirnya berubah menjadi penghancur.

Remake Grafis dan Visual

Sebagai game remake, satu pembaruan yang sangat kentara dari Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven adalah dari segi presentasi grafis dan visual. Varennes sekarang sudah dibuat dalam bentuk 3D sepenuhnya, memperluas skala setiap lokasi di dunia tersebut. Setiap kota dibuat secara detail, memiliki bangunan yang dapat dimasuki, lengkap dengan NPC yang dapat diajak bicara.

Developer juga memperhatikan secara teliti detail untuk model karakter. Desain karakter klasik yang bergaya sprite, beralih dengan mulus menjadi 3D dengan gaya anime. Hal ini juga diterapkan dalam desain monster, dimana monster yang dulunya sangat sederhana sekarang sudah memiliki kerangka 3D. Sosok monster dari Seven Heroes menurut saya adalah contoh desain dari monster yang patut diacungi jempol.

Untuk membuat Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven menjadi lebih imersif, karakter juga sudah memiliki voice actor. Ditambah lagi musik yang diaransemen ulang oleh Kenji Ito, membuatnya memiliki tema orkestra yang megah.

Tampilan Luar Berubah, Core Tetap Sama

Meski sudah dipoles ulang habis-habisan, developer tetap mempertahankan mekanik inti franchise SaGa. Sistem combat masih berbasis turn-based, peningkatan level karakter khas game RPG dihilangkan dan diganti menjadi technique dan weapon proficiency, kehadiran Glimmer yang membuat pemain dapat memperolah tehnik baru secara random dalam combat, dan poin LP yang dapat mengakibatkan karakter mati permanan jika habis.

Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven juga menghadirkan berbagai job class yang bisa dipilih, mulai dari yang sederhana seperti Archer sampai kompleks seperti Nereid. Setiap job class juga akan memiliki skill pasif yang dapat memberikan bonus tambahan untuk karakter yang menggunakannya. Mekanik Ini memberikan kebebasan kepada pemain uintuk membangun karakter favoritnya.

Timeline Adalah Kunci Dalam Combat

Dalam combat Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven berpegang pada dua mekanik, yaitu timeline dan United Attacks. Giliran untuk pemain dan musuh sekarang ditempatkan di bar untuk timeline. Kalian bisa melihat siapa yang bisa jalan lebih dulu. Jika ternyata itu adalah musuh, kalian bisa melakukan hal tertentu yang mempengaruhi giliran mereka. Misalnya melakukan serangan dengan efek Stun yang bisa membatalkan giliran musuh dalam satu putaran.

Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven juga memiliki mekanisme weakness. Setiap musuh akan memiliki setidaknya empat weakness yang pada awalnya tersembunyi dan harus diungkap oleh pemain. Jika berhasil mengeksploitasi kelemahan musuh, pemain dapat mengisi overdrive bar. Ketika bar ini penuh, pemain bisa melakukan serangan kombinasi atau United Attacks.

Ketika menggunakan United Attacks, karakter dapat menyerang tanpa memperhatikan posisi mereka di timeline. United Attacks bisa menghasilkan damage yang besar, namun penggunaannya juga membuat pemain rentan terhadap serangan balik musuh. Sekedar mengingatkan, combat di game ini bisa agak lama. Jadi jangan pernah menahan-nahan United Attacks. Ketika barnya penuh langsung gunakan supaya combat cepat selesai.

Developer juga menyempurnakan mekanisme yang sudah ada. Misalnya sekarang terdapat ikon lampu kecil di sebelah ability. Ikon ini merupakan pertanda jika ability tersebut berpeluang besar untuk memunculkan Glimmer. Fitur ini membuat pemain tidak perlu menebak-nebak lagi ketika ingin mempelajari skill baru.

Perluas dan Kembangkan Kekaisaran

Sebagai seorang kaisar, salah satu tugas pemain selain melawan Seven Heroes adalah mengembangkan kekaisaran. Ada dua hal yang akan pemain lakukan yaitu ekspansi dan pengembangan. Pemain dapat berkeliling ke seluruh wilayah Varennes untuk menyelesaikan masalah yang dialami oleh negara lain. Sebagai imbalannya, negara yang dibantu nantinya akan bergabung dengan kekaisaran.

Ekspansi ini juga merupakan bagian dari progress untuk melanjutkan main story. Pemain akan diberikan beberapa pilihan negara yang dapat bergabung dengan kekaisaran dan bebas menyelesaikannya dalam urutan yang diinginkan. Pemilihan ini juga akan berdampak dengan peristiwa yang bisa terjadi atau tidak, tergantung dengan urutan yang diambil.

Sambil berkeliling Varennes, pemain juga bisa menjalankan berbagai macam side-quest. Cerita sampingan ini dibuat dengan cukup baik karena memperkaya dunia di game. Misalnya, ada side-quest yang melibatkan putri duyung di mana pemain harus mengumpulkan bahan untuk membuat Mermaid Potion. Nantinya potion ini dapat digunakan untuk bernapas di bawah air, dimana pemain bisa menemukan dungeon rahasia berbentuk kapal karam.

Untuk pengembangan, di Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven pemain bisa membangun berbagai macam fasilitas di Avalon. Fasilitas ini adalah Smithy, Incantations Lab, Avalon Garden, dan Imperial University. Setiap fasilitas memiliki fungsi masing-masing. Misalnya di Imperial University pemain bisa mengikuti tes pengetahun tentang dunia di Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven. Jika berhasil, pemain bisa mendapatkan uang dan juga bahan-bahan untuk upgrade.

Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven Dari Segi Teknis

Saya memainkan Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven di PC dengan spesifikasi i5-9400F, GeForce RTX 3060, dan RAM 16GB. Selama memainkan gamenya, saya tidak pernah mengalami masalah teknis. Meski semua yang ada di dunia game sudah dirender dalam bentuk 3D, game ini tetap terbilang ringan. Mungkin karena Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven tidak menyajikan dunia open-world yang membutuhkan performa tinggi untuk memprosesnya.

Kesimpulan

Kesimpulan saya adalah Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven merupakan game remake yang ideal. Square Enix berhasil tidak hanya memperindah, tapi juga memperluas cakupan dari game dengan memanfaatkan teknologi zaman sekarang.

Struktur cerita yang terbuka memberikan kebebasan bagi pemain untuk menentukan nasib dari sang karakter utama. Sayangnya sistem ini juga menjadi kelemahan karena tidak semua karakter utama memiliki cerita yang engaging seperti bagian Leon dan Gerard. Mekanik Glimmer bagi saya juga memberikan kesenangan tersendiri, meski bagian combat secara keseluruhan masih kurang memuaskan dan cenderung monoton.

Untuk pemain baru seperti saya, Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven merupakan entry yang tepat untuk berkenalan dengan franchise SaGa. Kedepannya jika Square Enix berniat untuk melanjut franchise ini, mereka hanya tinggal menyempurnakan lagi apa yang sudah ada dari game ini.

Spesifikasi PC Dynasty Warriors: Origins Diungkap

0

Koei Tecmo dan Omega Force telah membagikan spesifikasi PC untuk memainkan Dynasty Warriors: Origins. Spesifikasi ini dibagi menjadi dua, recommended dan minimum. Untuk ukuran storage, game ini disebut hanya memakan 50GB saja. Tapi tidak ada keterangan apakah harus memakai SSD atau tidak. Detailnya bisa kalian lihat di sini.

Dynasty Warriors: Origins akan menghadirkan format yang berbeda dengan game Dynasty Warriors sebelumnya. Dalam game ini pemain akan bermain sebagai karakter original, yaitu seorang ahli bela diri yang mengalami amnesia. Dalam perjalanannya, pemain akan bertemu dengan Guan Yu dan Zhang Jiao yang mengawali cerita dari Dynasty Warriors: Origins. Developer menjanjikan bahwa Dynasty Warriors: Origins akan lebih imersif dalam segi cerita.

Dari gameplay Dynasty Warriors: Origins akan tetap mempertahankan format original Dynasty Warriors. Karakter pemain akan berhadapan dengan jumlah musuh yang sangat banyak. Dalam kondisi tertentu, pemain juga dapat menggunakan karakter pendamping yang ikut dalam pertempuran. Pemain juga dapat memilih pertarungan mana yang ingin diikuti dengan membuka Continental Map.

Dynasty Warriors: Origins akan rilis tanggal 17 Januari 2025 di platform PS5, Xbox Series, dan PC (Steam).

Game Power Rangers: Rita’s Rewind Dapat Tanggal Rilis

0

Game Power Rangers: Rita’s Rewind telah mendapatkan tanggal rilis. Game ini akan tersedia di platform PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, Nintendo Switch, dan PC (Steam) pada tanggal 10 Desember 2024. Selain itu developer Digital Eclipse juga telah merilis trailer baru yang menampilkan Ranger hijau.

Power Rangers: Rita’s Rewind akan menggunakan gaya game retro beat’em up dan bisa dimainkan dalam mode multiplayer co-op. Game ini juga memiliki mode permainan dengan gaya arcade shooter, dimana pemain bisa mengendalikan Megazord dengan sudut pandang dari dalam robotnya.

Cerita dari Power Rangers: Rita’s Rewind adalah Robot-Rita, musuh bebuyutan Power Rangers yang membuat portal waktu untuk menemui dirinya di masa lalu. Keduanya akan bekerjasama agar dapat mengalahkan tim Power Rangers untuk selamanya.

Bagaimana menurut kalian?

Diprotes Gamer PC Karena Masalah Grafis, Capcom Janji Perbaiki Monster Hunter Wilds

0

Meski hypenya luar biasa, tidak semua gamer dapat menikmati tahap beta Monster Hunter Wilds. Beberapa gamer PC melaporkan mereka menemukan masalah teknis atau glitch yang membuat grafis full 3D game tersebut, merosot menjadi kotak-kotak alias polygonal. Masalah ini juga tidak hanya ditemui oleh satu atau dua orang, melainkan banyak orang.

Masalah glitch ini ramai dibagikan di media sosial seperti X dan juga Reddit. Kemunculan masalah ini membuat gamer PC khawatir apakah akan dibawa juga ke versi full game saat rilis tanggal 28 Februari 2025 nanti.

Merespon komentar-komentar tersebut, Capcom pun angkat bicara. Melalui halaman di Steam, Capcom menjelaskan bahwa permasalahan tersebut muncul akibat Frame Generation. Capcom juga berjanji bahwa masalah ini akan dibetulkan saat versi full game Monster Hunter Wilds rilis. Selain membahas masalah ini, Capcom juga mengungkap masalah-masalah teknis lainnya yang muncul di tahap beta.

Selain PC (Steam), Monster Hunter Wilds nantinya juga akan rilis di platform PS5 dan Xbox Series.

Lebih Dari 700.000 Pemain Bergabung di Hari Peluncuran Cabal: Infinite Combo

0

Kembalinya Cabal: Infinite Combo ke Asia Tenggara telah disambut dengan baik oleh para gamer. Tercatat ada lebih dari 1 juta pemain pada hari peluncuran. Total lebih dari 700.000 pemain bergabung di hari pertama, dan periode pra-registrasi angkanya bertambah dengan kehadiran 500.000 pemain lainnya.

Dunia Cabal: Infinite Combo juga diwarnai dengan dukungan para presenter terkenal seperti Rocco, Myrtle, dan Dyland telah merilis foto eksklusifnya. Kehadiran cosplayer, aktor, dan streamer terkenal ini merupakan bentuk merayakan dari kembalinya MMORPG legendaris ini.

Cabal: Infinite Combo menghadirkan kembali fitur ikonik yang membuatnya begitu disukai oleh gamer MMORPG:

  • Pertempuran PvP intens: Mission War 100 vs. 100, di mana pemain se-Asia Tenggara bertempur demi supremasi!
  • Memiliki 9 job class unik & level cap 110
  • Marketplace & SGuild:
  • Challenging dungeon uintuk konten PvE

Untuk merayakan peluncuran, Cabal: Infinite Combo menawarkan berbagai event spesial:

  • Daily Login Rewards: Login setiap hari untuk mengumpulkan item eksklusif.
  • Beginning of Journey Event: Buru monster di dungeon, kumpulkan huruf, dan tukarkan dengan kostum dan mount langka.

Bagi kalian yang sudah mendownload sekarang, bisa mendapatkan hadiah dengan redeem gift code ini: MEAKOLNS. Gift code berlaku sampai dengan tanggal 30 November 2024.

Detail lebih lengkap untuk Cabal: Infinite Combo bisa dilihat di sini.

DRAGON QUEST III HD-2D Remake Siap Hadir Dengan Grafis Yang Mantap ke PC dan Konsol!

0

Square Enix telah merilis trailer peluncuran untuk DRAGON QUEST III HD-2D Remake, sebuah remake dari game RPG klasik yang memanfaatkan gaya visual HD-2D. Game ini akan tersedia pada 14 November 2024 untuk Nintendo Switch, PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan Microsoft Store di Windows, sementara versi Steam akan menyusul pada 15 November 2024.

DRAGON QUEST III HD-2D Remake membawa para pemain kembali ke kisah heroik dalam dunia Dragon Quest, mengisahkan perjalanan anak dari Ortega, seorang pahlawan yang gugur dalam perjuangannya melawan Archfiend Baramos. Pemain akan memulai petualangan epik bersama karakter utama yang diberi misi penting oleh Raja Aliahan untuk melanjutkan perjuangan Ortega demi menyelamatkan dunia dari ancaman Baramos.

Sebagai pembuka dari trilogi legendaris Erdrick, game ini menjadi pintu masuk yang sempurna bagi para penggemar baru yang ingin mengenal seri Dragon Quest, serta menawarkan pengalaman nostalgia yang segar bagi penggemar lama. Square Enix juga telah mengonfirmasi bahwa dua game berikutnya dalam trilogi ini, DRAGON QUEST I & II HD-2D Remake, akan dirilis pada 2025.

Penggunaan teknologi HD-2D dalam remake ini membawa visual game klasik ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan kombinasi antara seni piksel retro dan grafis 3D yang modern, DRAGON QUEST III HD-2D Remake memberikan nuansa yang imersif sekaligus mempertahankan estetika klasik dari game aslinya. Visualnya yang menggabungkan kedalaman 3D dengan detail piksel membuat setiap sudut dunia Dragon Quest terasa hidup, dari kota-kota yang ramai hingga medan pertempuran yang epik. UI dan elemen kualitas hidup lainnya juga telah diperbarui untuk memberikan pengalaman bermain yang lebih nyaman.

Bagi pemain yang melakukan pembelian awal versi fisik, Square Enix menawarkan bonus berupa “Original Card Holder”. Bonus ini dapat diperoleh di toko-toko tertentu dengan ketersediaan yang terbatas, sehingga penggemar disarankan untuk segera membelinya sebelum kehabisan.

Bonus

Sebagai salah satu waralaba RPG paling berpengaruh dalam sejarah video game, Dragon Quest yang dikembangkan oleh Yuji Horii dan didesain oleh Akira Toriyama, telah menjadi ikon di Jepang dan internasional. Seri ini pertama kali diperkenalkan pada 1986 dan terus berkembang dengan berbagai spin-off, anime, novel, dan lainnya. Dengan lebih dari 85 juta unit yang terjual di seluruh dunia, Dragon Quest merayakan ulang tahunnya yang ke-38 tahun ini dan tetap menjadi salah satu RPG Jepang terpopuler sepanjang masa.

Melalui DRAGON QUEST III HD-2D Remake, Square Enix menghadirkan kembali kejayaan klasik RPG ini ke generasi modern. Bagi para penggemar RPG yang menginginkan petualangan penuh strategi dengan kisah yang mendalam, game ini menawarkan pengalaman yang kaya dan visual yang memanjakan mata.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs resmi Dragon Quest III HD-2D Remake dan saksikan trailer peluncurannya pada video di bawah ini.

TRIANGLE STRATEGY Hadir di Meta Quest: Jelajahi Dunia Norzelia!

0

SQUARE ENIX resmi meluncurkan game taktik RPG TRIANGLE STRATEGY™ untuk platform Meta Quest hari ini, memberikan pengalaman baru yang menggabungkan dunia virtual dan realitas pemain. Kini, para penggemar game taktis dapat menjelajahi dunia penuh konflik Norzelia melalui teknologi mixed reality pada perangkat Meta Quest 2, Meta Quest 3, dan Meta Quest Pro.

TRIANGLE STRATEGY membawa pemain ke dalam konflik epik antara tiga kerajaan: Glenbrook, Aesfrost, dan Hyzante. Pemain akan memandu protagonis, Serenoa Wolffort, bersama sahabatnya, Pangeran Roland, tunangannya, Putri Frederica Aesfrost, dan Benedict, pelayan setia Keluarga Wolffort, untuk menghadapi konflik yang penuh intrik ini. Setiap keputusan pemain memengaruhi nasib karakter dan perkembangan cerita, membuat game ini bukan hanya soal pertempuran, tapi juga pilihan yang menentukan masa depan Norzelia.

TRIANGLE STRATEGY di Meta Quest menghadirkan pengalaman unik dengan teknologi Pass-through dari Meta Quest yang memungkinkan pemain menyaksikan dunia Norzelia seakan-akan berada di sekitar mereka. Pemain bisa menyaksikan dampak perang dalam mixed reality, menampilkan medan perang dalam warna greyscale pada Meta Quest 2 atau dengan grafis penuh di Meta Quest Pro, tergantung perangkat yang digunakan.

Dalam pertarungan taktik yang intuitif ini, pemain memiliki kebebasan mengatur sudut pandang hingga 360 derajat dan menempatkan karakter sesuai strategi mereka. Dengan kontrol yang intuitif, pemain dapat menavigasi dan merancang formasi dengan lebih mendalam, menjadikan setiap langkah dalam pertempuran sebagai keputusan krusial yang memengaruhi jalannya cerita.

TRIANGLE STRATEGY kini tersedia di Meta Quest Store dengan harga yang dapat dilihat di toko regional masing-masing. Sebagai kolaborasi antara tim Square Enix dan Frima, peluncuran ini membawa salah satu game RPG taktik paling dicintai ke platform VR, membuka babak baru dalam genre RPG taktis untuk para pemain di seluruh dunia.

Bagi kalian yang tertarik merasakan strategi mendalam dan dunia fantasi yang hidup, TRIANGLE STRATEGY di Meta Quest adalah kesempatan langka untuk terjun langsung dalam dunia taktik yang penuh pilihan. Saksikan trailer peluncurannya dan kunjungi situs resmi untuk detail lebih lanjut.

Selamat bertempur dan menentukan nasib Norzelia!

Video Wawancara dengan Noah Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii Rilis

0

Sega dan RGG Studios telah merilis video wawancara dengan salah satu voice actor di game Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii. Video ini menampilkan First Summer Uika yang merupakan pengisi suara dari Noah di dalam game.

Noah adalah karakter pertama yang ditemui oleh Goro Majima saat terdampar di pulau. Menurutnya memerankan Noah sangat berbeda dengan karakter yang ia perankan sebelumnya di Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name, Akame. Memerankan Akame lebih mudah karena desainer juga menggunakan wajah Summer sebagai model untuk karakter. Sedangkan untuk Noah ia hanya meminjamkan suaranya saja.

Selain itu Sega dan RGG Studios juga menayangkan video yang membedah isi Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii Complete Edition. Edisi ini berisi berbagai macam bonus dan merchandise, termasuk Goro Majima Pop-Up Pirate Jr.

Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii akan tersedia tanggal 21 Februari 2025 di platform PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, dan PC (Steam).

Game Dating Simulator Dead or Alive Dapat Tanggal Rilis

0

Koei Tecmo telah mengumumkan tanggal rilis untuk Venus Vacation PRISM – DEAD OR ALIVE Xtreme. Game dating simulator ini akan rilis pada tanggal 6 Maret 2025 di PS5, PS4, dan PC (Steam).

Total ada 6 gadis yang akan mewarnai Venus Vacation PRISM – DEAD OR ALIVE Xtreme. Mereka adalah Misaki, Fiona, Elise, Tamaki, Honoka, dan Nanami. Setiap gadis akan memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda-beda.

Setiap pilihan yang dibuat oleh pemain nantinya akan memberikan konsekuensi. Artinya game ini akan memiliki lebih dari satu ending. Venus Vacation PRISM – DEAD OR ALIVE Xtreme juga akan memiliki fitur photo, dimana pemain bisa mengabadikan gadis pilihannya atau momen yang paling berkesan.

Bagaimana menurut kalian?

Dragon Age: The Veilguard Selesai, Bioware Langsung Kerjakan Mass Effect 5

0

Dragon Age: The Veilguard telah rilis Jumat kemarin. Bukannya beristirahat, developer BioWare akan langsung mengerjakan proyek selanjutnya yaiu Mass Effect 5. Tidak hanya itu, BioWare juga tidak memiliki rencana membuat DLC untuk Dragon Age: The Veilguard, agar bisa fokus dalam mengembangkan Mass Effect 5.

Menurut laporan dari Rollingstone, BioWare saat ini sudah mengalihkan perhatiannya ke game Mass Effect selanjutnya. Tetapi BioWare tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai detail rencana tersebut.

Menurut data dari SteamDB, Dragon Age: The Veilguard memang tampil lebih baik dibandingkan game AAA EA sebelumnya yaitu Star Wars Jedi: Survivor. Game buatan Respawn ini memiliki jumlah pemain tertinggi 67.855 di Steam, kalah dengan BioWare dan Dragon Age: The Veilguard yang mencatatkan angka 77.465 pemain.

Bagaimana menurut kalian?