Home Blog Page 130

Paramount Pastikan Bakal Buat Film Sonic the Hedgehog 4

0

Paramount Pictures telah mengumumkan keputusan yang cukup mengagetkan soal film Sonic the Hedgehog. Tergiur dengan kesuksesan franchise tersebut, Paramount telah memastikan akan membuat film Sonic the Hedgehog 4.

Sonic Berlari ke 2027

Dilansir dari Variety, Paramount menargetkan film Sonic the Hedgehog 4 tayang di tahun 2027. Keputusan ini dibuat karena proyeksi pendapatan box office yang didapatkan oleh Paramount setelah menayangkan Sonic the Hedgehog 3.

Diperkirakan pendapatan yang didapat dari Sonic the Hedgehog 3 adalah $55 juta (sekitar Rp852,5 miliar) hingga $60 juta (sekitar Rp930 miliar) dari 3.800 layar bioskop di wilayah Amerika Utara. Pendapatan ini akan bertambah setelah film tersebut tayang di 52 negara menjelang Natal. Belum lagi kritik yang didapatkan juga sangat baik.

Kemunculan Shadow

Sonic the Hedgehog 3 akan menampilkan secara perdana Shadow, bersama dengan dua Robotnik, yaitu Ivo dan Gerald. Kedua Robotnik akan diperankan oleh aktor Jim Carey.

Sonic the Hedgehog 3 akan mulai tayang di bioskop Indonesia tanggal 21 Desember 2024.

Bagaimana menurut kalian?

Zentry Akan Bawa Ragnarok Landverse ke Ronin di Q1 2025

0

Sky Mavis dan Zentry mengumumkan kerja sama untuk menghadirkan Ragnarok Landverse ke Ronin, menggabungkan karya perintis Zentry dalam game berbasis Web3 dengan distribusi Ronin yang tak tertandingi dalam dunia game.

Ragnarok Landverse melanjutkan warisan MMORPG klasik yang telah menarik lebih dari 100 juta pemain di seluruh dunia sejak awal dan menghasilkan lebih dari $2 miliar pendapatan seumur hidup selama dua dekade terakhir.

Dengan tetap setia pada  gameplay yang imersif sekaligus menawarkan peluang baru bagi pemain untuk menghasilkan dan memiliki, kehadiran Ragnarok on-chain akan membuka jalan bagi jutaan gamer untuk memasuki ekosistem Web3, menjembatani gameplay klasik dengan kepemilikan digital yang revolusioner dan keterlibatan komunitas.

Zentri adalah perusahaan yang membangun ekosistem metagame untuk Play Economy terpadu, dan studio teknologi game andalannya, Maxion, memiliki kemitraan resmi dengan Gravity, penerbit Ragnarok. Ragnarok Landverse adalah versi Web3 versi klasik yang kesayangan yang terkenal karena gameplaynya yang mendalam untuk mengundang pemain memulai misi epik, menghadapi monster yang kuat, dan terhubung dengan komunitas online yang dinamis. Dengan peluncuran awal yang telah memikat lebih dari 400,000 pemain dan menghasilkan pendapatan $15 juta dari item dalam game dan penjualan NFT dalam setahun, game ini berada di posisi yang tepat untuk menyatukan basis penggemar globalnya yang berdedikasi sambil mengundang pemain generasi baru ke dalam dunianya yang terus berkembang.

Rekam jejak Ronin yang terbukti sebagai blockchain game dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dikombinasikan dengan ekosistem judul Web3 ikonik seperti Axie Infinity dan Pixels, menjadikannya rumah yang sempurna bagi Ragnarok Landverse untuk menjangkau komunitas yang terlibat. Dengan lebih dari 4,7 juta pengguna aktif bulanan dan 3 juta transaksi harian, Ronin memastikan integrasi gameplay dan fitur blockchain yang mulus untuk mendukung visi Zentry dalam merangkul jutaan pemain di dunia.

“Kemitraan kami dengan Sky Mavis lebih dari sekadar meluncurkan Ragnarok Landverse di Ronin. Bersama-sama, kami membuka jalan bagi IP gaming terbesar di masa depan untuk bertransisi ke Web3. Dengan berfokus pada gameplay yang menarik, aksesibilitas global, dan kepemilikan aset yang didukung blockchain—tanpa bergantung pada insentif seperti token—Ragnarok Landverse menunjukkan bahwa kesuksesan game Web3 dapat dicapai melalui kualitas saja. Kami berkomitmen penuh untuk mewujudkan visi kami untuk memasukkan 50 juta pengguna global ke game Web3 menjadi kenyataan,” kata Jarindr Thitadilaka, Pendiri & CEO Zentry.

“Sebagai pemain Ragnarok, saya memahami nostalgia mendalam dan koneksi yang ditimbulkan oleh game ini dalam komunitas globalnya. Ragnarok Landverse dari Zentry—dengan basis pemainnya yang besar dan penjualan NFT senilai $15 juta—membuktikan bahwa game Web3 adalah tentang menciptakan pengalaman yang benar-benar disukai para pemain, memungkinkan pemain untuk memperoleh dan mengumpulkan. Dengan rekam jejak Ronin yang terbukti dalam mendukung kesuksesan Web3 dan misi kami untuk memberikan kebebasan ekonomi kepada semua orang, dimulai dengan para gamer, kami sangat senang dapat membantu memperluas Ragnarok Landverse ke audiens yang lebih besar dan lebih terlibat,” kata Trung Nguyen, Co-Founder dan CEO Sky Mavis.

Kemitraan antara Zentry dan Ronin tidak hanya di Ragnarok Landverse, termasuk Zentry menjadi validator node di jaringan Ronin. Selain itu, Zentry baru-baru ini secara eksklusif memasukkan Ronin ke dalam Nexus Season 1, portal pemain Zentry untuk manusia dan agen AI untuk membantu meningkatkan komunitas game.

Para pemain dapat melakukan pra-registrasi untuk akses Ragnarok Landverse mulai hari ini dan bergabung dengan petualangan pada Q1 2025. Nantikan informasi lebih lanjut dan pembaruan komunitas di sini.

Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii Punya Karakter Berprofesi Bintang Film Dewasa

0

Sega dan RGG Studios telah membagikan informasi baru untuk Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii, yaitu tentang fitur dimana Goro Majima bisa berpesta dengan wanita-wanita cantik. Sega dan RGG Studios tidak menjelaskan lebih lanjut apakah fitur ini akan sama dengan Cabaret Club atau lebih ke arah fitur dating.

Kehadiran Lima Wanita Cantik

Fitur pesta di Pirate Yakuza akan menampilkan lima wanita cantik, dimana setiap wanita memiliki karakter yang berbeda-beda. Mereka adalah Ena yang merupakan seorang cosplayer, Kaho seorang publisher, juru bicara acara balap yang bernama Seiko, streamer Misoshii, dan yang paling mengejutkan  adalah Ai yang merupakan Bintang dari film dewasa.

Berbagai Macam Mini-Game

Pirate Yakuza seperti game buatan RGG Studios lainnya juga akan memiliki berbagai macam mini-game yang bisa dimainkan oleh pemain. Beberapa game seperti Dragon Kart, Crazy Delivery, Karaoke, dan juga berbagai game klasik Sega yang bisa dimainkan di game center, akan hadir kembali di game ini.

Side Quest Unik

Pirate Yakuza juga memiliki beragam side quest. Misalnya side quest f I Weren’t An Idol yang menceritakan bagaimana Majima menolong seorang fans untuk ikut serta dalam Idol Bus Tour. Lalu ada juga side quest dimana Majima harus menjadi konsultan bagi kapten bajak laut yang gagal dalam profesinya.

Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii akan tersedia tanggal 21 Februari 2025 di platform PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, dan PC (Steam).

ASUS ROG dan RRQ Gelar Acara MaBar Keliling Sekolah

0

ASUS ROG berkolaborasi bersama RRQ menghadirkan acara bertajuk MaBar Keliling Sekolah bertemakan AI & Gaming Showdown. Acara ini dirancang untuk memperkenalkan teknologi gaming dan kecerdasan buatan (AI) kepada generasi muda, sekaligus mengajarkan pemanfaatannya untuk hal-hal positif. Dengan mengunjungi beberapa sekolah di Jabodetabek, kegiatan ini membawa pengalaman gaming interaktif yang memadukan edukasi dan hiburan.

Dalam setiap kunjungannya, ROG x RRQ MaBar Keliling Sekolah menghadirkan serangkaian acara menarik, mulai dari workshop tentang penerapan AI hingga sesi talkshow bersama ahli industri gaming. Acara ini dipandu oleh tim ASUS Indonesia serta para profesional esports seperti RRQ Nabsky dan RRQ AllyC. Dengan berbagi pengalaman mereka, para siswa diajak untuk memahami bahwa AI dan gaming dapat menjadi alat kreatif yang mendukung pendidikan dan pengembangan diri.

Acara ini juga menampilkan keseruan bertajuk Valorant Challenge, sebuah kompetisi yang mendorong sportifitas antar siswa. Semua aktivitas berlangsung menggunakan perangkat gaming terbaik dari ROG dan TUF Gaming, seperti TUF Gaming A14 dan ROG Ally. Keduanya dirancang untuk memberikan pengalaman gaming maksimal, baik untuk kompetisi maupun penggunaan sehari-hari.

Adapun sekolah yang dikunjungi kali ini adalah SMA PSKD 1, Jakarta Pusat, SMAK 2, Jakarta Pusat, dan SMAS Marsudirini, Bekasi.

Tentang MaBar Keliling Sekolah

ROG x RRQ MaBar Keliling Sekolah merupakan sebuah inisiatif ROG dan RRQ untuk memperkenalkan teknologi, gaming, dan AI ke generasi muda. Melalui acara MaBar Keliling Sekolah, ASUS Indonesia ingin menyampaikan pesan penting bahwa teknologi, termasuk AI dan gaming, dapat memberikan manfaat besar jika digunakan secara bijak.

Tidak hanya memperkenalkan perangkat gaming, ROG dan RRQ juga mengadakan digital activity yang mengajak para siswa untuk memamerkan kreativitas mereka melalui video dokumentasi acara. Aktivitas ini bertujuan untuk menggali potensi generasi muda sekaligus memotivasi mereka untuk menggunakan teknologi secara positif.

Kesuksesan acara di beberapa sekolah menjadi bukti nyata antusiasme siswa dalam mempelajari teknologi dan gaming. ROG x RRQ MaBar Keliling Sekolah tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Apakah kamu juga mau sekolahmu menjadi salah satu yang dikunjungi oleh ASUS ROG Indonesia?

Review Indiana Jones and the Great Circle (PC): Sebuah Penghormatan

0

Indiana Jones adalah franchise ikonik yang menjadi simbol dari “petualangan”. Karakter utamanya yang biasa dipanggil Indy, bahkan telah menginspirasi banyak orang untuk mengikuti jejaknya sebagai Arekolog dan berburu harta karun, meski pada kenyataannya tidak seindah yang dibayangkan.

Namun, reputasi Indiana Jones dalam beberapa tahun terakhir agak menurun. Dua film terakhir Indiana Jones kurang memuaskan. Begitu juga dengan gamenya, dimana game terakhirnya rilis di 2008 dan berbentuk Lego. Ketidakpuasan dan kehampaan ini berhasil dimanfaatkan oleh Bethesda dan MachineGames dengan membuat Indiana Jones and The Great Circle.

Playcubic mendapatkan kesempatan dari Bethesda dan MachineGames untuk mereview Indiana Jones and The Great Circle versi PC. Sebagai salah satu fans dari Indy, bisa memainkan game Indiana Jones berkelas next-gen adalah mimpi menjadi nyata. Selain itu, saya juga ingin melihat bagaimana MachineGames yang membuat Wolfenstein, menginkorporasikan fitur-fitur terbaik dari franchise tersebut ke dalam Indiana Jones and The Great Circle.

Petualangan Keliling Dunia

Dari segi cerita, MachineGames tampaknya memahami betul esensi dari kisah dan nada yang melekat pada Indiana Jones. Mereka memutuskan untuk bermain aman sekaligus mencoba untuk langsung memikat hati para fans Indiana Jones, langsung pada awal permainan.

Bagian prologue Indiana Jones and The Great Circle adalah versi adaptasi game dari Raiders of the Lost Ark. Selain sebagai tutorial atau perkenalan dengan mekanik yang ada di dalam game, bagian ini juga memperlihatkan bagaimana developer mengapresiasi franchise ini. Saya jamin, fans Indiana Jones akan sangat menyukai bagian prologue di game ini.

Cerita Indiana Jones and The Great Circle terjadi di antara Raiders of the Lost Ark dan The Last Crusade. Timeline ini menjadikannya sebagai bagian alami dari alur cerita Indiana Jones.

Semuanya berawal dari sosok raksasa misterius bernama Locus yang mencuri artefak berbentuk mumi kucing. Ia juga merusak museum tempat artefak tersebut disimpan, yaitu Marshall College. Locus sendiri diperankan oleh mendiang Tony Todd yang mencuri perhatian dengan gaya suara khasnya.

Peristiwa tersebut ternyata tidak membuat takut Indy. Ia justru memutuskan untuk mengejar Locus dengan melakukan perjalanan keliling dunia. Game ini membawa pemain menjelajahi berbagai tempat ikonik dunia yang dibuat ulang ke dalam game dengan visual mempesona, mulai dari Piramida Agung di Mesir, kapal perang Nazi di atas pegunungan Himalaya, kota suci Vatikan, dan lain-lain

Serba Detail

Mungkin alasan kenapa MachineGames mengimplementasikan gaya first person di Indiana Jones and The Great Circle adalah agar pemain dapat mengapresiasi bagaimana detailnya dunia di dalam game ini. Semua lokasi yang didatangi oleh Indy di dalam game dirancang dengan sangat baik dan penuh detail sampai yang terkecil.

Saya akan mengambil contoh museum di Marshall College. Selayaknya museum, kalian bisa melihat panel berisi penjelasan secara detail dari berbagai koleksi yang dipamerkan. Salah satu koleksi bahkan berasal dari Indonesia. Sebagai orang yang tertarik dengan sejarah, saya menghabiskan waktu cukup lama di tempat ini dengan melihat dan membaca satu per satu informasi dari setiap koleksi.

Pada perjalanan selanjutnya yaitu ketika Indy tiba di kota suci Vatikan, saya kembali dibuat kagum dengan bagaimana MachineGames mendesainnya. Arsitektur Vatikan terlihat megah dengan berbagai ornamen yang menunjukkan kesuciannya, berlanjut dengan reruntuhan kuno Sukhothai yang seakan tenggelam di Tengah-tengah hutan lebat, hingga situs penggalian Nazi di dekat Piramida Agung yang mengintimidasi.

Kualitas grafis dan visual yang disajikan dalam game ini sangat memukau, ditambah efek pencahayaan ray-tracing yang luar biasa. Developer juga berhasil memadukan elemen fiksi dan sejarah dengan baik, membuat pemain yang memainkannya bisa mengikuti dengan nyaman.

Penghormatan Terhadap Franchise Aslinya

Tidak hanya visual saja, MachineGames juga berhasil mereplikasi nuansa dan atmosfir dari Indiana Jones ke dalam games. Para pengisi suara telah bekerja dengan baik untuk membuat karakter di dalam game terlihat otentik, mirip dengan tokoh di filmnya.

Pujian menurut saya patut diberikan kepada Troy Baker, yang memberikan performa suara dan gerakan sangat mirip dengan Harrison Ford muda sebagai Indy. Dialog dan karakternya sangat menonjolkan rasa humor, pesonanya, dan juga kecintaan Indy terhadap sejarah.

Musuh utama dalam game, Emmerich Voss (Marios Gavrilis) yang merupakan arkeolog Nazi justru memiliki kebalikan dengan sifat yang dimiliki Indy. Keduany sama-sama memiliki rasa keingintahuan yang tinggi akan sejarah, tapi dengan metode yang berbeda. Bisa dibilang Voss adalah cerminan gelap dari sifat obsesi yang dimiliki Indy.

Teman baik Indy, Marcus Broody (David Shaughnessy) yang juga merupakan karakter ikonik dari film Indiana Jones juga hadir di dalam game. Akan ada juga tokoh-tokoh baru di dalam game seperti Gina Lombardi (Alessandra Mastronardi), jurnalis sekaligus sidekick dari Indy. Pertemuan awal mereka hingga

Atmosfir yang imersif di dalam game juga tidak bisa terwujud tanpa musik yang mengiringnya. Gordy Haab yang mengerjakan bagian musik di Indiana Jones and The Great Circle berhasil menangkap esensi dari karya aslinya buatan John Williams, dan menuangkannya ke dalam game.

Merasakan Bagaimana Hidup Sebagai Indy

Indiana Jones the Great Circle menawarkan pengalaman bermain yang mendalam. Gaya first person yang disajikan membuat pemain bisa merasakan apa yang dialami oleh Indy di dalam game, sangat imersif menurut saya.

Ketika membuka peta, Indiana Jones the Great Circle akan menghadirkannya dengan cara yang tidak biasa. Indy akan memegang sebuah peta fisik ketika kalian membuka peta. Peta ini juga akan dilengkapi oleh berbagai jenis memo, foto, atau berbagai petunjuk lainnya yang ditemukan selama eksplorasi. Ketika membuka peta, game juga tidak berada dalam mode pause sehingga kalian bisa berjalan-jalan sambil dalam keadaan membuka peta.

Contoh lainnya bagaimana imersif game ini adalah ketika membuka pintu yang terkunci harus memutar kuncinya dulu, baru pintu bisa terbuka. Senjata melee di game ini juga memiliki durabilitas dan bisa rusak jika dipakai terus-terusan.

Indiana Jones the Great Circle juga memiliki side quest, atau yang game ini disebut sebagai Fieldwork. Side quest yang ditawarkan di game ini cukup menarik dan beberapa bahkan berhubungan dengan cerita utama. Ada juga side quest yang lebih ke arah mendapatkan item tertentu dengan jumlah yang sudah ditentukan. Lokasi yang luas juga memberikan kebebasan dari segi eksplorasi dan menggunakan berbagai cara untuk menyelesaikan misi yang diberikan.

Puzzle bisa dibilang adalah elemen utama di Indiana Jones the Great Circle. Selama permainan, kalian akan dihadapkan dengan berbagai macam tipe puzzle. Ada yang sederhana dan bisa diselesaikan dengan pengamatan pemain saja. Ada juga yang membuat pusing. Contohnya adalah puzzle buku di Vatikan dimana kalian harus mengurutkannya berdasarkan peristiwa sejarah yang disukai oleh pembuatnya. Bayangkan itu.

Biasanya petunjuk dari puzzle bisa ditemukan dalam note ketika sedang eksplorasi, dan bisa dilihat dalam jurnal.  Jika kalian mengalami kesulitan dalam memecahkan puzzle, kalian juga bisa mengatur tingkat kesulitannya. Ini sangat memudahkan bagi gamer yang mungkin kurang suka dengan puzzle dan hanya ingin mengikuti ceritanya saja.

Gameplay yang “Menghibur”

Indiana Jones the Great Circle menghadirkan elemen gameplay yang juga setia dengan gaya dari Indy di film. Kalian akan diberikan kebebasan dalam mengambil tindakan saat berhadapan dengan musuh. Bisa itu dengan menyelinap secara diam-diam, menaiki dan bergelantungan di objek yang tinggi, atau menggunakan penyamaran. Kalian juga bisa memilih untuk jalan kekerasan.

Meski Indy selalu dibekali dengan senapan revolvernya, tembak-menembak bukanlah fokus utama game ini. Sebaliknya, pemain justru lebih didorong memakai kreativitasnya untuk menghindari musuh. Jika Indy sampai ketahuan, pertempuran dengan tangan kosong bisa menjadi opsi utama.

Pukulan Indy terasa berat dan sangat memuaskan, terutama dari suara hantamannya. Begitu juga parry yang cukup mudah untuk dilakukan. Kalian juga bisa menggunakan cambuk untuk menarik musuh dan Indy kesempatan melakukan pukulan KO. Selain sebagai senjata, cambuk milik Indy juga akan banyak digunakan dalam bagian platforming dan traversal. Semua ini bisa dilakukan asalkan stamina Indy mencukupi. Kalian bisa mengisi stamina ini dengan memakan buah atau roti.

MachineGames juga memberikan fitur dimana Indy bisa menggunakan segala sesuatu disekitarnya sebagai senjata. Salah satu lokasi yang saya paling suka di game ini adalah situs penggalian. Karena banyak peralatan yang bisa digunakan sebagai senjata, seperti palu, sekop, bahkan wajan yang digunakan untuk memasak pun juga bisa.

Senjata dadakan ini juga satu-satunya cara bagi Indy untuk menggunakan stealth takedown. Kalian hanya perlu membuat Indy berada di belakang musuh tanpa sepengetahuan mereka dan boom! Musuh akan pingsan tanpa melawan. Hal yang perlu kalian ketahui adalah senjata di game ini memiliki durabilitas dan bisa hancur jika digunakan terus-terusan.  Lalu satu lagi adalah AI musuh di game ini tidak konsisten. Musuh bisa menjadi sangat bodoh atau justru memiliki indra ketujuh karena bisa melihat Indy yang sedang bersembunyi.

Inilah yang menyebabkan segi combat di Indiana Jones the Great Circle terasa kurang menantang dan malah terkesan dangkal. Bayangkan kalian melihat musuh yang mendekat secara bergantian padahal Indy sedang dalam posisi menggunakan senjata api. Ini sudah pernah terjadi kepada saya. Atau Indy melakukan silent takedown tepat disamping musuh lain, tapi mereka tidak bereaksi apa-apa. Ini juga sudah saya alami.

Saya berpikir “kelucuan” ini mungkin memang disengaja oleh developer, karena mereka ingin tetap otentik dengan gaya film Indiana Jones yang juga terkesan goofy.

Indiana Jones the Great Circle juga memiliki sistem progression yang terbilang sederhana. MachineGames tidak menggunakan mekanisme skill tree seperti dalam game action adventure lain, tapi cukup dengan membaca buku saja.

Jadi kalian bisa meningkatkan kemampuan Indy melalui buku-buku yang ditemukan sepanjang permainan. Kemampuan yang ditawarkan biasanya hanya berupa penambahan atribut atau bonus skill yang pasif, seperti meningkatkan stamina sehingga membuat Indy bisa lebih lama melakukan platforming atau memperkuat pukulan Indy. Untuk mendapatkan skill-skill tersebut, kalian harus membelanjakan skill point yang bisa didapat dari menyelesaikan side quest atau memfoto vista yang ada di dalam game.

Indiana Jones and the Great Circle Dari Segi Teknis

Selama memainkan Indiana Jones the Great Circle di PC, saya hampir tidak pernah mengalami masalah teknis. Satu masalah yang saya temui adalah ketika pada bagian cutscene setelah Indy menemukan catacomb di bawah Vatikan. Entah kenapa, mendadak suhu PC saya meningkat dengan cepat secara mendadak. Namun setelah cutscene itu selesai, PC kembali ke dalam kondisi biasa.

Saya menggunakan PC dengan spesifikasi CPU i5-14400F, GPU RTX 3060, RAM 32GB, dan SSD. Setting grafis yang saya gunakan adalah High dengan menggunakan Nvidia DLSS di Quality. Dari segi spesifikasi, Indiana Jones the Great Circle adalah game yang cukup demanding. Saya juga tidak menyarankan untuk memainkan game ini dengan spesifikasi yang rendah, karena rasa imersifnya akan hilang.

Kesimpulan

Indiana Jones the Great Circle adalah game Indiana Jones yang sempurna. Mulai dari desain levelnya yang indah, karakternya yang sudah sesuai, eksplorasi yang bebas, elemen platforming, dan juga unsur puzzle, game ini berhasil menangkap semua esensi yang ada di film. Ya, ini adalah game adaptasi film Indiana Jones yang kemiripannya sudah 1 banding 1.

Tapi jika dilihat dari segi action, Indiana Jones the Great Circle akan terasa kurang. Kekurangan ini disebabkan oleh kurangnya developer dalam mendesain kecerdasan AI musuh. Rasa imersif dalam game sering hilang karena musuh yang bertingkah secara tidak masuk akal. Padahal mekanisme penggunaan senjata yang bisa didapat dari benda di sekitar sudah sangat baik.

MachineGames telah membuktikan bahwa mereka memahami dan menghormati franchise Indiana Jones. Game ini telah menghadirkan petualangan baru Indy yang setara dengan versi filmnya, dan dapat memuaskan tidak hanya penggemar lama, tetapi juga bagi orang baru yang mungkin baru mengenal franchise ini.

Spesifikasi PC Game Multiplayer Co-op Split Fiction Diungkap

0

Spesifikasi PC game baru buatan Hazelight Studios, Split Fiction telah terungkap di Steam. Secara keseluruhan, game ini membutuhkan PC dengan spesifikasi yang lumayan untuk dimainkan sesuai dengan rekomendasi:

RECOMMENDED:

Requires a 64-bit processor and operating system

OS: 64 bit Windows 10/11

Processor: Intel Core i7-11700k or AMD Ryzen 7 5800X

Memory: 16 GB RAM

Graphics: NVIDIA GeForce RTX 3070 – 8GB or AMD Radeon 6700 XT – 12GB

DirectX: Version 12

Network: Broadband Internet connection

Storage: 85 GB available space

Additional Notes: Resolution: 2560×1440 Native FPS: 60 Graphics Settings Preset: High

MINIMUM:

Requires a 64-bit processor and operating system

OS: 64 bit Windows 10/11

Processor: Intel Core i5-6600K or AMD Ryzen 5 2600X

Memory: 8 GB RAM

Graphics: NVIDIA GeForce GTX 970 – 4GB or Radeon RX 470 – 4GB

DirectX: Version 12

Network: Broadband Internet connection

Storage: 85 GB available space

Additional Notes: Resolution: 1920×1080 Native FPS: 30 Graphics Settings Preset: Low

Cerita dan Gameplay Split Fiction

Split Fiction menceritakan tentang dua penulis naskah, Mio dan Zoe. Entah bagaimana caranya, keduanya terjebak di dalam cerita mereka sendiri. Padahal Mio dan Zoe memiliki perbedaan dari tipe cerita yang disukai. Satu menyukai fantasy, satunya lagi sci-fi.

Masih sama dengan game buatan Hazelight Studios yang, Split Fiction adalah game multiplayer co-op split screen. Game ini juga sudah didukung oleh fitur crossplay.

Split Fiction akan rilis pada tanggal 6 Maret 2025 di PS5, Xbox Series, dan PC (Steam).

Life is Strange: Double Exposure Versi Fisik Kini Hadir di Nintendo Switch

0

SQUARE ENIX dengan bangga mengumumkan bahwa versi fisik dari Life is Strange: Double Exposure kini telah tersedia untuk Nintendo Switch. Game petualangan populer ini sebelumnya dirilis di berbagai platform seperti PlayStation 5, Steam, Xbox Series X|S, dan Windows, dan kini penggemar di Nintendo Switch bisa menikmati sensasi petualangan penuh misteri dalam bentuk fisik.

Tonton Trailer Terbaru Life is Strange: Double Exposure
Alur Cerita: Misteri Supernatural dengan Dua Dimensi Waktu

Di Life is Strange: Double Exposure, pemain akan kembali menghidupkan sosok Max Caulfield, seorang fotografer berbakat yang kini berada di Caledon University. Kehidupan Max berubah drastis ketika ia menemukan sahabat barunya, Safi, tewas di tengah salju.

Dalam upaya untuk menggunakan kembali kekuatannya untuk Rewind waktu, Max malah membuka jalan ke dimensi paralel di mana Safi masih hidup, tetapi tetap dalam bahaya. Dengan ancaman pembunuh yang akan menyerang di kedua versi realitas, Max harus mengandalkan kemampuan barunya untuk Shift antara dua garis waktu guna menyelesaikan dan mencegah pembunuhan yang sama.

Fitur Utama Game
  1. Kemampuan Shift Antar Garis Waktu
    Max dapat berpindah antara dua dimensi waktu untuk memecahkan misteri, menghadapi musuh, dan membuat keputusan yang memengaruhi kedua realitas.
  2. Fitur Supernatural “Pulse”
    Teknologi Pulse memungkinkan Max untuk mengintip ke timeline alternatif sebelum benar-benar melompat ke sana. Ia juga dapat mendengar percakapan yang terjadi di sisi lain, memberikan keunggulan dalam penyelidikan.
  3. Pilihan yang Mengubah Jalannya Cerita
    Dengan gameplay berbasis narasi, setiap keputusan yang dibuat oleh pemain akan memengaruhi kedua timeline, menciptakan pengalaman yang unik dan penuh emosi.
  4. Dukungan Bahasa
    Voice-over tersedia dalam bahasa Jepang dan Inggris, sementara teks dapat diakses dalam kedua bahasa tersebut, memungkinkan pengalaman lebih mendalam bagi pemain dari berbagai latar belakang.
Kenapa Memilih Versi Fisik di Nintendo Switch?

Versi fisik dari Life is Strange: Double Exposure memberikan pengalaman lebih bagi kolektor dan penggemar yang ingin memiliki game ini secara tangible. Nintendo Switch juga menghadirkan fleksibilitas untuk bermain di mana saja, sehingga menjadikannya pilihan ideal untuk mereka yang menyukai kebebasan bermain sambil berpetualang.

Tentang Pengembang

Game ini dikembangkan oleh Deck Nine Games, studio yang dikenal dengan pendekatan inovatifnya terhadap game narasi. Dengan alur cerita emosional dan elemen supernatural yang khas, Life is Strange: Double Exposure melanjutkan tradisi seri ini sebagai salah satu game petualangan terbaik.

Jelajahi Dunia Life is Strange

Dengan narasi yang memukau, kemampuan supernatural yang unik, dan pilihan yang menentukan, Life is Strange: Double Exposure menjanjikan pengalaman bermain yang tak terlupakan. Kini dengan versi fisik di Nintendo Switch, petualangan Max Caulfield menjadi lebih dekat dan personal.

Arungi Medan Perang Point Blank dengan Battle Pass Baru Combat Diver Hanya 9.000 PB Cash

0

Point Blank Indonesia menutup tahun 2024 dengan membuka pre-order untuk Battle Pass baru, Combat Diver.  Mengusung tema penyelam dasar lautan, Battle Pass Combat Diver: The Ocean’s Wrathful Navy menyediakan berbagai koleksi permanen seperti dua karakter penyelam berwarna biru dan cokelat, dua weapon, dan dua Name Card dan satu Spray. Tidak hanya item permanen, berbagai item gratis juga bisa didapatkan melalui Battle Pass ini hanya dengan 9.000 PB Cash saja atau senilai kurang lebih Rp 75.000.

Pada Battle Pass kali ini, pemain bisa menikmati weapon permanen SMG yang bernama APC9 Combat Diver. APC9 adalah salah satu weapon SMG yang menjadi favorit pemain Point Blank atau Troopers karena memiliki akurasi dan fire speed yang tinggi. Selain APC9, pemain juga bisa mendapatkan weapon melee Combat Machete Combat Diver permanen yang tidak kalah menarik. Untuk dua karakter permanen, pemain akan mendapatkan karakter pria yang bernama Caiman Grey yang termasuk dalam Free Rebels dan juga Wolf dari CT-Force.

Selain mendapatkan beragam item permanen, pemain juga akan mendapatkan segudang bonus item senilai jutaan rupiah seperti weapon AUG A3 dan Kriss S.V, hingga aksesoris seperti headgear. Jika pemain mengikuti pre-order yang dimulai pada 18 hingga 23 Desember 2024, pemain bisa mendapatkan tambahan eksklusif berupa Season EXP +1000, di mana tambahan EXP ini akan membantu pemain untuk langsung meningkatkan level Battle Pass hingga level 17.

Battle Pass Combat Diver: The Ocean’s Wrathful Navy akan menjadi Battle Pass terakhir yang dirilis oleh Point Blank di tahun 2024. Tentunya, Point Blank akan menyiapkan lebih banyak Battle Pass dan update luar biasa lainnya di tahun-tahun mendatang. Pastikan untuk mengoleksi setiap Battle Pass Point Blank dengan melakukan pre-order Battle Pass Combat Diver sekarang dan nikmati berbagai keuntungan bernilai jutaan rupiah.

Nantikan informasi terkait event dan update terbaru Point Blank setiap harinya melalui situs pointblank.id dan juga sosial media resmi Point Blank Zepetto Indonesia di Facebook, Instagram, TikTok, dan juga YouTube.

Lost Soul Aside Tuju PS5 dan PC di 2025

0

Game Lost Soul Aside yang sempat membuat heboh karena dikerjakan oleh satu orang, telah mendapatkan perkiraan rilis. Game ini rencananya mulai tersedia di tahun 2025, tapi tanpa tanggal yang jelas. Platform yang dituju nantinya adalah PS5 dan PC (Steam).

Dibuat Sejak 2016

Pengembangan Lost Soul Aside sudah memakan waktu yang sangat lama. Game ini diumumkan pertama kali di 2016. Keteguhan developer Yang Bing yang mengerjakan game ini sendirian mendapat perhatian dari Sony Interactive Entertainment. Proyek Lost Soul Aside lalu mendapatkan dukungan dari Sony, dan Yang Bing membentuk studio Ultizero Games untuk pengembangan.

Kombinasi Devil May Cry dan Final Fantasy XV

Karakter utama Lost Soul Aside bernama Kazer. Ia memiliki kekuatan setelah bergabung dengan symbiont bernama Arena. Dalam trailer diperlihatkan Kazent memiliki partner wanita yang belum diketahui namanya.

Dari desain karakter, Lost Soul Aside kelihatannya terinspirasi dari Final Fantasy XV, terutama Noctis. Untuk segi combat, game ini menggunakan gaya action stylish dengan  beragam playstyle yang bisa disesuaikan dengan gaya permainan. Mirip dengan Devil May Cry.

Bagaimana menurut kalian?

The First Berserker: Khazan Dapat Tanggal Rilis

0

Nexon telah mengumumkan tanggal rilis untuk game The First Berserker: Khazan. Game ini akan tersedia pada tanggal 27 Maret 2025 di PS5, Xbox Series. dan PC (Steam). Selain itu mulai dari tanggal 16 Januari 2025, gamer bisa mencoba demo game ini di PlayStation, Xbox, dan Steam.

Cerita dan Gameplay The First Berserker: Khazan

The First Berserker: Khazan menceritakan tentang pahlawan legendaris dari Pelos Empire Bernama Khazan. Gelar tersebut ia dapatkan karena berhasil mengalahkan invasi Berserk Dragon Hismar dan pasukannya. Setelah itu Khazan justru dikhianati dan diusir dari kerajaan yang dulu dibelanya.

The First Berserker: Khazan yang dikerjakan oleh Neople ini bergenre action RPG hack-n-slash. Game ini akan menghadirkan banyak mekanisme yang pastinya sudah dikenal oleh fans soulslike, seperti fitur stamina, dan kemampuan untuk dodge dan block.

Spesifikasi PC The First Berserker: Khazan

Halaman Steam The First Berserker: Khazan sudah menampilkan spesifikasi yang diperlukan untuk memainkan game ini:

MINIMUM:

  • Requires a 64-bit processor and operating system
  • OS: Windows 10 64bit
  • Processor: Intel Core i3-6300 or AMD Ryzen 3 1200
  • Memory: 12 GB RAM
  • Graphics: GeForce GTX 970 or Radeon RX 580 or Arc A580
  • DirectX: Version 11
  • Storage: 70 GB available space
  • Additional Notes: Requires SSD, 1080p resolution 30fps with low graphics options

RECOMMENDED:

  • Requires a 64-bit processor and operating system
  • OS: Window 11
  • Processor: Intel Core i7-6700K or AMD Ryzen 5 3600
  • Memory: 16 GB RAM
  • Graphics: GeForce RTX 2070 or Radeon RX 5700XT or Arc A750
  • DirectX: Version 12
  • Storage: 70 GB available space
  • Additional Notes: Requires SSD, 1080p resolution 60fps with high graphics options

Bagaimana menurut kalian?