Tanggal rilis The Witcher 4 sepertinya belum akan terjadi dalam waktu dekat. Meski proyek ini sudah memasuki tahap produksi yang paling intensif, developer CD Projekt Red memastikan bahwa game action RPG ini tidak akan siap dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Informasi ini terungkap dalam sesi laporan keuangan terbaru perusahaan, yang ditujukan untuk para investor.
Tanggal Rilis The Witcher 4 Kapan?
Dalam sesi ini, Chief Financial Officer CD Projekt Red, Piotr Nielubowicz, menegaskan bahwa pihaknya belum siap mengumumkan tanggal rilis The Witcher 4 secara spesifik. Namun, ia memberi sedikit gambaran dengan mengatakan bahwa game ini tidak akan rilis di tahun 2026, atau lebih tepatnya sebelum program insentif perusahaan berakhir pada 31 Desember 2026. Jadi, bisa saja The Witcher 4 baru akan rilis di 2027.
Bagi gamer yang sudah menunggu-nunggu The Witcher 4, informasi ini bisa jadi cukup mengecewakan. Jika dilihat dari judul-judul gamenya yang sudah, CD Projekt Red memang dikenal perfeksionis dalam menggarap game mereka. Mereka tidak mau mengulangi pengalaman pahit yang terjadi saat peluncuran Cyberpunk 2077.
Tidak Ada AI dalam Pengembangan The Witcher 4
Selain soal tanggal rilis The Witcher 4, ada hal menarik lainnya yang diungkap dalam laporan tersebut. CD Projekt Red menyatakan bahwa mereka tidak akan menggunakan teknologi generative AI dalam pengembangan game ini. Alasannya berkaitan dengan aspek legalitas.
Joint CEO CD Projekt Red, Michał Nowakowski, menjelaskan bahwa penggunaan AI generative adalah ranah yang cukup rumit, terutama terkait kepemilikan intelektual dan aspek hukum lainnya. Karena itulah, hingga saat ini belum ada rencana untuk mengimplementasikan teknologi AI dalam pengembangan The Witcher 4 maupun proyek lainnya.
Trailer perdana The Witcher 4 diungkap dalam acara The Game Awards 2024. Game ini tidak lagi menggunakan Geralt of Rivia sebagai karakter protagonis, melainkan Ciri. Dalam trailer, Ciri terlihat dewasa dan sudah sepenuhnya menjadi seorang Witcher yang memburu monster.
Bleach adalah salah satu judul yang kehadirannya paling dinanti. Baik itu versi manga maupun anime, Bleach selalu bisa mendapatkan tempat spesial. Tidak terkecuali gamenya.
Ketika Bandai Namco mengumumkan game Bleach: Rebirth of Souls yang dikerjakan oleh Tamsoft, fans termasuk saya kaget mendengarnya. Apalagi game ini ditujukan untuk konsol next-gen yaitu PS5 dan Xbox Series. Membayangkan bisa bermain sebagai Ichigo atau Aizen dalam game dengan menggunakan teknologi zaman sekarang, membuat saya semakin tidak sabar untuk memainkannya.
Tapi, hal yang menghantui saya adalah dari semua game adaptasi anime yang sudah dibuat saat ini, tidak semuanya bisa sesuai dengan ekspektasi.
Kebetulan Playcubic mendapatkan kesempatan dari Bandai Namco untuk melakukan review Bleach Rebirth of Souls PS5. Ini adalah momen bagi saya untuk mengetahui apakah game ini akan seperti DRAGON BALL: Sparking! ZERO yang sukses, atau justru seperti Jujutsu Kaisen Cursed Clash yang mengecewakan.
Berikut adalah pengalaman yang saya dapatkan setelah memainkan Bleach Rebirth of Souls lebih dari 20 jam:
Cerita Menjanjikan, Tapi Kurang Menggigit
Bleach Rebirth of Souls memiliki dua mode cerita utama, yaitu Main Story dan Secret Story. Main Story mencakup alur yang sudah dikenal oleh fans. Dimulai dari awal Kurosaki Ichigo yang menjadi pengganti Shinigami hingga pertarungan final melawan Aizen di arc Arrancar. Game ini adalah kesempatan untuk mengunjungi kembali cerita ikonik Bleach, atau menjadi entry level bagi mereka yang belum mengenalnya.
Sayangnya, penyampaian cerita terasa datar dan kurang berjiwa. Penyebabnya adalah karena animasi yang terkesan kaku. Beberapa momen ikonik justru tidak terasa, karena sinematiknya kurang diarahkan. Ini adalah sebuah ironi. Apalagi mengingat para pengisi suara asli dari anime Bleach sudah mau meminjamkan suaranya ke dalam game.
Saya berikan contoh, yaitu adegan saat Ichigo menerima kekuatan dari Rukia untuk pertama kalinya. Momen yang menjadi titik emosional penting ini seharusnya diperlihatkan dengan sinematografi yang epik. Tapi nyatanya malah terasa hambar karena gerakan karakternya kaku.
Kekurangan lain dari Main Story adalah kurangnya aktivitas yang bisa dilakukan oleh pemain. Kalian hanya perlu memencet tombol untuk melanjutkan dialog, dan sesekali bertarung.
Untungnya ada beberapa musuh yang hanya bisa dijumpai dalam Main Story. Misalnya para Hollow yang ada di arc pertama Bleach. Lalu ada juga Arancar yang tidak termasuk dalam roster utama. Sayangnya ketika dikalahkan, mereka tidak menjadi playable character.
Secret Story sesuai namanya adalah cerita tambahan yang menjadi bagian dari cerita utama Bleach. Cerita ini bisa diibaratkan seperti fan service, karena diambil dari karakter-karakte Bleach selain Ichigo. Contohnya cerita dari Nelliel dari bagaimana ia kehilangan kekuatannya dan bisa bertemu dengan Ichigo.
Cerita sampingan ini menyuguhkan beberapa skenario alternatif yang menarik. Sayangnya sama seperti Main Story, animasi dan sinematografinya kurang. Terlebih lagi untuk mengakses mode ini, kalian harus lebih dulu melewati Main Story yang membosankan.
Visual yang Menawan
Dari segi grafis, Bleach Rebirth of Souls memiliki kualitas model karakter yang detail. Ichigo, Rukia, dan karakter lainnya tampil luar biasa. Selain itu developer juga tidak lupa membuat karakter ekspresif.
Ada lebih dari 30 karakter dalam roster. Semua karakter terlihat seperti versi anime dan manganya. Ketika kalian menggunakannya, mereka akan menunjukkan luka-luka kecil dan juga ekspresi kelelahan saat bertarung. Detail ini mencerminkan intensitas pertarungan khas Bleach, yang pastinya membuat fans puas.
Arena yang menjadi lokasi pertarungan juga sudah dibuat dengan baik. Beberapa tempat seperti Hueco Mundo terlihat menakjubkan. Namun, ada juga arena yang kualitas visualnya masih terasa kurang tajam. Tekstur yang digunakan masih terlihat kasar. Ditambah lagi efek blur serta pencahayaan yang kadang justru mengganggu.
Review Bleach Rebirth of Souls PS5: Roster Karakter Banyak
Review Bleach Rebirth of Souls PS5 tidak lengkap tanpa membahas roster karakternya. Seperti yang sudah saya jelaskan, total ada lebih dari 30 karakter yang bisa digunakan. Jumlah ini bisa saja bertambah jika developer memutuskan untuk menambah beberapa karakter dari arc Thousand Year-Blood War.
Menurut saya jumlah karakter sekarang di Bleach Rebirth of Souls sudah cukup banyak. Kalian tidak akan bosan memainkan setiap karakter, karena masing-masing memiliki gaya bermain yang berbeda. Dari segi jumlah karakter, Bleach Rebirth of Souls mungkin belum bisa mengalahkan game lain di genre yang sama. Tapi keragaman gaya bertarungnya memberikan nilai lebih.
Setiap karakter di game ini benar-benar terasa unik. Tidak ada rasa “karakter copy-paste” dari karakter lain. Bahkan di game ini ada karakter yang didesain sedemikian rupa untuk serangan jarak jauh. Ya, saya berbicara tentang Ishida yang menggunakan busur dan panah saat bertarung.
Ichigo sebagai karakter utama Bleach mendapatkan kehormatan untuk memiliki lebih dari 1 varian. Kalian bisa menggunakan Ichigo ketika ia baru pertama kali mengenal kekuatan Shinigami, dan Ichigo yang sudah bisa mengeluarkan kekuatan Hollow. Aizen juga termasuk dalam karakter yang unik karena memiliki mekanisme Hogyoku, dimana ia bisa bertransformasi dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya.
Hal kecil yang perlu kalian ketahui adalah jika kalian menggunakan karakter yang memiliki hubungan dengan karakter lawan, akan ada interaksi kecil antar keduanya. Sayangnya interaksi ini tidak dibarengi animasi.
Review Bleach Rebirth of Souls PS5: Mekanisme Combat yang Berlapis
Bleach Rebirth of Souls mempunyai sistem combat berbasis arena 3D. Karakter kalian secara otomatis akan terkunci terkunci ke lawan. Setiap karakter juga akan dibekali oleh berbagai tipe serangan, mulai dari quick, flash, sampai dengan signature, yang semuanya bisa dikombinasikan menjadi combo.
Pertarungan di Bleach Rebirth of Souls mengingatkan saya dengan game Super Smash Bros., dimana ada mekanik health poin berlapis. Untuk memberikan sentuhan spiritual khas Bleach, setiap lapisan ini dinamai Konpaku. Tugas kalian adalah menghabiskan Konpaku lawan dengan cara mengurangi terus Reishi sampai 0% untuk bisa menang.
Setiap kali berhasil diturunkan sampai sekitar 5%, kalian bisa mengeksekusi lawan dengan beragam ultimate attack atau Kikon Move sesuai dengan karakternya.
Mekanik combat yang menjadi favorit fans termasuk saya adalah Awakening. Dengan mengkonsumsi Evolution Gauge, karakter bisa berubah wujud menjadi lebih kuat. Untuk Shinigami adalah Bankai dan Arancar adalah Resurreccion. Setiap Awakening juga akan disertai oleh sinematik yang luar biasa dan otentik.
Selain untuk memanjakan dari segi visual, Awakening juga membuat gameplay karakter menjadi berbeda. Misalnya Ketika Abarai Renji menggunakan Bankai, maka karakternya tidak dapat bergerak. Kalian justru akan mengendalikan Bankai milik Renji yang berbentuk ular, Soo Zabimaru.
Ichigo juga memiliki Awakening yang unik, dimana ketika kalah, ia justru berubah menjadi Hollow sepenuhnya seperti saat sedang bertarung dengan Ulqiora. Cara mengeksekusi Awakening ini juga berbeda dengan karakter lainnya.
Untuk lebih memperdalam mekanisme, game ini juga memiliki sistem seperti Reverse Gauge, Spiritual Pressure, Hakugeki, dan masih banyak lagi. Skill ini tidak bisa digunakan secara instan, melainkan mengkonsumsi energi. Beberapa juga baru efektif jika digunakan kepada lawan yang sedang melakukan Guard. Beragam skill ini menambah kedalaman untuk strategi permainan, dan juga pastinya memberikan tantangan lebih.
Fitur Soul Talismans dan Soul Crystals
Untuk menambah variasi dalam pertempuran, Bleach Rebirth of Souls juga memperkenalkan fitur Soul Talismans dan Soul Crystals. Keduanya akan memberikan semacam buff atau peningkatan pada atribut tertentu pada karakter yang menggunakannya. Ada juga yang baru aktif ketika sedang dalam kondisi tertentu. Misalnya meningkatkan damage saat hanya memiliki dua Konpaku tersisa.
Fitur ini membuat permainan menjadi lebih taktis. Sayangnya kurang berguna jika digunakan melawan AI. Untuk memaksimalkan kedua fitur ini, kalian harus berhadapan dengan pemain lain dalam mode online.
Tidak Ada Ranked Mode dan Ada Karakter “Imba”
Mode online sayangnya tidak memiliki ranked mode, jadi hanya terasa seperti mode versus casual saja. Tidak adanya ranked mode juga membuat potensi dari segi kompetitif game ini menjadi sangat berkurang.
Ranked mode bukan hanya sekadar hak untuk bragging soal peringkat, tapi juga soal matchmaking yang adil. Selain itu juga memberikan insentif bagi pemain untuk terus berkembang. Tanpa ini, pengalaman online di Bleach Rebirth of Souls menjadi terasa hampa dan membosankan.
Ditambah lagi game ini tidak memiliki fitur crossplay dan rollback netcode. Jika kalian berhadapan dengan pemain lain yang memiliki koneksi lebih baik, maka tamat sudah riwayat kalian.
Hal lain yang perlu dicatat ketika saya melakukan review Bleach Rebirth of Souls PS5 adalah soal balancing karakter. Ada beberapa karakter yang memang didesain jauh lebih kuat dibandingkan karakter yang lain. Saya tidak perlu menyebutkan namanya, karena saya rasa anda sudah tahu siapa.
Faktor imbalance ini membuat permainan menjadi tidak adil, apalagi jika pemain yang menggunakannya sudah mengetahui celahnya. Bisa jadi developer sengaja membuatnya secara demikian demi mempertahankan keaslian cerita. Tapi, dari segi kompetitif ini bisa menjadi masalah.
Review Bleach Rebirth of Souls PS5: Jangan Remehkan Musiknya
Bleach identik dengan musiknya. Ada yang membuat jadi semangat saat mendengarnya. Ada juga yang ikut mengajak pendengarnya merasa sedih. Developer berhasil membawa keunggulan ini ke dalam game.
Bleach Rebirth of Souls memiliki deretan soundtrack yang enak untuk didengar. Saat combat, soundtrack juga akan berubah ketika karakter kalian melakukan Awakening. Namun hal ini perlu menjadi perhatian bagi kalian yang suka melakukan live streaming. Karena bisa saja kalian dikenai copyright strike karena lupa me-mute musik dari game Bleach Rebirth of Souls saat sedang live.
Kesimpulan
Inilah kesimpulan saya dari review Bleach Rebirth of Souls PS5. Game ini jelas ditujukan bagi para fans Bleach, karena elemen nostalgia dan fan service didalamnya. Kapan lagi fans bisa melihat Ichigo dan Byakuya bertarung lengkap dengan segala elemen dari anime dan manganya. Kekurangannya hanya terletak dari animasi yang kaku dan membuat nostalgia menjadi membosankan.
Jumlah roster yang tersedia juga menjadi nilai plus. Ditambah setiap karakter memiliki gaya bermain yang berbeda. Mekanisme yang ada di dalam combat juga sudah cukup baik dalam memberikan tantangan, dan juga memperdalam strategi permainan.
Jika kalian hanya ingin menikmati pertarungan antar karakter favorit dari Bleach dan tidak terlalu peduli dengan cerita atau mode kompetisi onlinenya, maka game ini adalah pilihan yang tepat. Tapi, untuk kalian yang mencari pengalaman kompetitif yang solid, kalian mungkin akan merasa kurang puas dengan game ini.
Bleach Rebirth of Souls sudah tersedia di PS5, PS4, Xbox Series, dan PC (Steam).
Konami Digital Entertainment Limited (KONAMI) hari ini mengumumkan EDENS ZERO akan dirilis pada tanggal 15 Juli untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC (Steam/Windows). Memfiturkan Shiki, Rebecca, Weisz, Homura, dan karakter kesayangan lainnya dari manga, RPG penuh aksi ini sekarang tersedia untuk di pre-order dengan berbagai bonus berbeda tergantung platform yang digunakan.
Di EDENS ZERO, pemain menyentuh kekuatan inti karakter dan menggunakannya melalui Ether Gear selagi mereka menghidupi kembali momen-momen utama dari kisah original serial ini. Shiki tinggal di kerajaan impian Granbell, dikelilingi oleh mesin ketika dia bertemu dengan pengunjung pertama di planet itu dalam waktu 100 tahun, seorang streamer bernama Rebecca dan kucing birunya, Happy. Sekumpulan kawan baru ini sekarang memulai petualangan mereka untuk mencari “Mother”.
Trailer Game :
Petualangan mereka akan termasuk mengalahkan musuh berbahaya, membuat teman baru, dan mengeksplor alam semesta naik pesawat luar angkasa Edens Zero yang ditinggalkan oleh mesin bernama Ziggy, yang berperan sebagai Ayahnya dan juga dikenal sebagai ‘Demon King’. Jalani kisah yang seru ini dengan semua aksi hebatnya!
Bonus pembelian awal/Pre-order termasuk Pakaian Pino “Hunter Attire” dan aksesoris yang berbeda tergantung platform-nya. Bagi yang membeli Deluxe Edition kalian akan mendapatkan 72 jam Early Access sebagai bonus Pre-order dan set Lascrima, Starter Item pack, Gaming Equipment Set (Male) dan Cyber Equipment Set (Female).
*Deluxe Edition hanya tersedia sebagai versi yang di download.
Developer independen Leonard Menchiari (sutradara Trek to Yomi) dan publisher Abonico Game Works resmi mengumumkan bahwa game Path of Fury: Episode I – Tetsuo’s Tower kini mendukung perangkat haptic bHaptics. Dengan dukungan ini, pemain bisa merasakan setiap pukulan dan serangan dalam permainan melalui bHaptics Vest, Arms, dan Visor, menghadirkan pengalaman bertarung yang lebih imersif dan realistis dalam dunia VR Kung-Fu arcade thriller ini.
“Implementasi fitur bHaptics benar-benar memberikan nilai tambah. Kami bekerja sama langsung dengan tim bHaptics untuk memastikan efeknya terasa realistis, responsif, dan memuaskan. Hasilnya sungguh luar biasa,” ungkap Leonard Menchiari, selaku sutradara game ini.
Tantangan Kompetitif dengan Hadiah Tunai
Selain dukungan bHaptics, komunitas Path of Fury juga dapat mengikuti dua tantangan baru dengan hadiah menarik:
Kompetisi Kill Count: Pemain dengan jumlah eliminasi tertinggi di mode arena endless bisa memenangkan hadiah total $350. Kompetisi ini berlangsung hingga 20 April 2025.
Project Zenith Challenge: Tantangan yang bekerja sama dengan platform berbagi video VR Rival ini menawarkan total hadiah $2.500 dan akan berlangsung hingga 27 April 2025.
Pemain yang tertarik bisa bergabung melalui Path of Fury Discord server: discord.gg/U8Q63SnNs7.
Masuki Pertarungan Paling Brutal dalam VR
Dalam Path of Fury, kalian berperan sebagai seorang petarung jalanan yang harus bertahan hidup dan menaklukkan menara penuh bahaya. Terinspirasi dari Kowloon Walled City serta film aksi Kung-Fu klasik tahun 90-an, game ini menghadirkan pertempuran sengit yang menguji keterampilan serta refleks pemain.
Kenapa Harus Main Path of Fury?
• Wing Chun-Inspired Combat – Rasakan pertarungan Kung-Fu autentik yang bahkan bisa diaplikasikan di dunia nyata. • VR Imersif – Setiap pukulan, blok, dan gerakan terasa nyata dalam lingkungan yang mendalam. • Menara Penuh Tantangan – Setiap lantai menyimpan rahasia, musuh baru, dan tantangan yang menguji batas kemampuan pemain.
Tersedia di Meta Quest Store
Path of Fury: Episode I – Tetsuo’s Tower kini tersedia dengan harga €8.99 | $9.99 di Meta Quest Store, dan bisa dimainkan di Meta Quest 2, 3, dan Pro.
Fitur Utama Path of Fury
• Sistem Pertarungan Kung-Fu yang Autentik – Semakin sering bermain, semakin cepat refleks dan serangan kalian. • Pengalaman Linear yang Dinamis – Walau berbasis cerita, setiap sesi permainan terasa berbeda dengan elemen kejutan. • Alat Latihan yang Efektif – Setiap musuh memiliki kelemahan yang bisa dieksploitasi dengan latihan yang tepat.
Game ini terinspirasi dari film-film Kung-Fu klasik seperti The Raid Redemption dan Time Crisis, serta arcade legendaris Fist of the North Star.
Kenali Musuh Besar: Tetsuo
Tetsuo adalah penguasa wilayah tempat kalian bertarung. Ia mengendalikan ekonomi hitam, memonopoli bisnis narkotika, dan membiarkan kekacauan merajalela di jalanan. Sementara di menaranya, pasukan petarung terbaik dilatih tanpa henti untuk melindungi Tetsuo dari ancaman apapun.
Namun, kejahatannya tak akan bertahan selamanya. Mampukah kalian menembus menara dan mengalahkan Tetsuo?
Jangan sampai ketinggalan aksi brutal Path of Fury! Segera beli dan buktikan kehebatan kalian dalam pertarungan VR Kung-Fu paling intens tahun ini!
Kehadiran Grand Theft Auto ViI atau GTA VI tampaknya tidak hanya dinantikan oleh gamer, tetapi juga mendapatkan perhatian serius bagi para pesaingnya. Dalam acara podcast The Game Business, muncul informasi bahwa ada tiga publisher besar yang sedang mempertimbangkan untuk menunda perilisan game mereka demi menghindari game ini.
Disebutkan bahwa analis pasar sepakat GTA VI akan menjadi rilis terbesar di tahun 2025. Tidak hanya itu, game ini juga akan menjadi magnet yang menarik perhatian publik. Setiap kali Rockstar merilis game baru, mereka tidak hanya mendapatkan banyak uang tetapi juga waktu. Inilah yang membuat beberapa publisher tidak ingin gamenya berada di waktu yang sama.
Distrupsi GTA VI Bagi Perilisan Game Lainnya
Salah satu narasumber di acara juga mengungkap kekhawatiran khusus jika GTA VI rilis pada akhir Oktober atau awal November. Alasannya, jadwal tersebut berada di antara dua momen penting industri: yaitu jadwal rilis game utama di musim gugur dan periode diskon besar seperti Black Friday.
Menurutnya jika game dirilis sebelumnya, bisa jadi akan kehilangan momentum. Tetapi jika rilis setelahnya juga bisa malah tenggelam. Jadi solusinya bagi beberapa publisher adalah memilih mundur atau justru dimajukan ke musim panas.
Game Live Service Juga Terkena Imbas
Bukan hanya game baru saja yang akan terpengaruh. Peluncuran GTA VI juga akan berdampak kepada game live service. Sebabnya developer harus menyesuaikan jadwal update mereka agar tidak bertabrakan.
Narasumeber di acara podcast bahkan menyebut game ini sebagai “meteor besar” yang akan mengguncang pasar. Menurutnya ada beberapa developer yang menggeser jadwal update gamenya tiga minggu ke depan atau belakang. Masalahnya, semua orang aakan berpikir hal yang sama, dan itu bisa menciptakan masalah lain.
GTA VI Ditargetkan Rilis di Musim Gugur 2025
Take-Two Interactive, Induk perusahaan dari developer Rockstar yang mengerjakan GTA VI, telah mengkonfirmasi bahwa game tersebut masih dijadwalkan rilis pada musim gugur 2025.
Informasi ini diumumkan dalam laporan presentasi untuk investor yang membahas pendapatan kuartal ketiga tahun fiskal 2025. Take-Two optimis bahwa tahun 2025 akan menjadi titik balik penting bagi perusahaan.
Jika rencana ini tetap berjalan, kelihatannya akhir tahun 2025 akan menjadi mimpi buruk bagi publisher dan developer game lain, selain Rockstar.
Update baru Monster Hunter Wilds telah diumumkan dan akan mulai tersedia pada tanggal 4 April 2025. Disampaikan langsung oleh produser Ryozo Tsujimoto pada acara Monster Hunter Wilds Showcase, update ini akan menghadirkan berbagai konten baru ke dalam game. Update ini gratis bagi semua pemilik Monster Hunter Wilds.
Mizutsune Kembali di Update Baru Monster Hunter Wilds
Mizutsune siap menguji kemampuan pemain di update terbaru Monster Hunter Wilds. Leviathan ini bisa diburu oleh pemain yang telah mencapai Hunter Rank 21. Jangan anggap remeh monster ini, karena buih-buih licin dan serangan lincah Mizutsune bisa membuat misi gagal dalam sekejap. Bagi pemain dengan Hunter Rank 41 ke atas, maka bisa menantang versi Tempered dari Mizutsune.
Update ini juga memperkenalkan Arch-tempered Rey Dau lewat Event Quest eksklusif untuk pemain dengan Hunter Rank 50 ke atas. Kemenangan atas Rey Dau akan membuka akses untuk membuat armor set Rey Dau Gamma.
Selain itu, Zoh Shia juga kembali hadir sebagai bagian dari Wyvern’s Wakening. Pemain akan mendapatkan kesempatan lagi untuk memburu monster ini untuk mendapatkan material langka yang digunakan untuk armor dan senjata.
Hadirnya Grand Hub
Tidak hanya monster baru, update terbaru Monster Hunter Wilds juga membuka akses ke Grand Hub, area sosial baru yang luas di mana para pemain bisa berkumpul, bermain mini game seperti Barrell Bowling, dan mengatur Squad dengan lebih mudah. Lokasi ini juga akan menjadi pusat perayaan musiman, dimulai dengan Festival of Accord: Blossomdance yang akan digelar pada 23 April hingga 7 Mei 2025.
Dalam Grand Hub, pemain bisa menyaksikan tradisi desa Suja, termasuk penampilan vokal dari Diva saat malam hari. Fitur lain yang tak kalah menarik adalah Arena Quest dan Challenge Quest yang kini hadir secara global. Rekor waktu tercepat dari misi Arena juga akan dipajang melalui Expedition Record Board.
Bagi pemain yang menyukai fashion, update ini juga membawa berbagai konten kosmetik gratis dan berbayar, termasuk set pakaian untuk handler Alma, Palico, serta opsi kustomisasi baru untuk Pop-Up Camp.
Kejutan lainnya adalah rencana Capcom untuk update di musim panas nanti. Monster Hunter Wilds akan kedatangan flagship dari Monster Hunter Tri, yaitu Lagiacrus. Monster ini akhirnya akan kembali dan fans sudah sangat menantikannya.
Saat ini InZoi adalah game yang paling banyak ditunggu kehadirannya oleh gamer di Steam, padahal game life simulation yang dibuat oleh Krafton dan InZoi Studio baru saja akan dirilis lewat early access pada tanggal 28 Maret 2025 nanti.
Nah daripada penasaran, Playcubic mencoba demo-nya dulu di Steam. Kalian bisa menyaksikan bagaimana performa game ini di Steam lewat video di atas.
Top-up murah GOGOGO sedang jadi perbincangan hangat di kalangan gamer Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) dan Free Fire. Menjelang event Revenant of Roses yang digelar mulai 22 Maret hingga 22 April 2025, banyak pemain yang mencari alternatif top-up hemat. Salah satu solusinya adala dengan GOGOGO.
Dengan harga Weekly Diamond Pass (WDP) yang hanya Rp25 ribuan serta diskon Free Fire hingga 5%, platform ini jadi pilihan utama bagi mereka yang ingin tetap gacor tanpa bikin kantong bolong.
Bukan hanya harga murah yang ditawarkan, tetapi juga kemudahan dalam proses transaksi. Pengguna cukup memilih game yang ingin di-top-up, memasukkan detail akun, memilih nominal, lalu menyelesaikan pembayaran. Ada juga promo tambahan seperti diskon WDP dengan menggunakan kode GOGOWDP, atau cashback 50% via Flip menggunakan kode promo DTNGOGO.
Top-Up Murah GOGOGO Disambut Antusias Gamer
Popularitas top-up murah GOGOGO tidak lepas dari dorongan komunitas gamer itu sendiri. Salah satu cuitan viral dari akun @dzafa29 menyebut bahwa GOGOGO adalah tempat top-up anti dark system, lengkap dengan harga final yang jujur dan proses cepat. Komentar serupa juga datang dari pengguna lain yang mengaku sudah sering menggunakan platform ini karena kepraktisannya.
Tak hanya Mobile Legends, para pengguna GOGOGO juga aktif memanfaatkan promo untuk Free Fire, PUBG Mobile, Valorant, hingga Honor of Kings. Dengan ratusan judul game yang tersedia, GOGOGO memberi keleluasaan bagi para gamer untuk menyesuaikan kebutuhan top-up mereka.
Untuk melakukan topup, pilih dulu game atau produk yang ingin di top up. Setelah mengisi detail dari game atau produk, pilih jumlah dan paket yang hendak di topup. Lalu, pilih metode pembayaran dan masukkan kode promo. Setelah klik ‘beli’, pengguna bisa dapat kode bayar. Jika sudah selesai, pengguna bisa dapat detail transaksi yang dikirim ke akun atau email.
Kenapa Banyak yang Beralih ke GOGOGO?
Kepercayaan terhadap GOGOGO dibangun lewat konsistensi layanan. Banyak pengguna lama yang membagikan pengalaman positif mereka, mulai dari transaksi cepat, harga bersaing, hingga promo yang terus diperbarui. Kombinasi inilah yang menjadikan GOGOGO semakin dikenal, terutama menjelang event besar game seperti Mystery Shop dan kolaborasi spesial lainnya.
Bagi kalian yang ingin hemat dan tetap kompetitif dalam game, GOGOGO bisa menjadi solusinya. Untuk detail lengkapnya bisa diakses lewat halaman resminya.
Coba tebak game Steam paling ditunggu saat ini apa? Jawabannya adalah InZoi, game life simulation yang dibuat oleh Krafton dan InZoi Studio. Meski baru rilis dalam early access pada tanggal 28 Maret 2025, InZoi telah mencuri perhatian gamer global lebih dulu
Status InZoi sebagai game Steam paling ditunggu atau wishlist bisa dilihat dari posisinya yang kini berada pada posisi nomor satu. Game ini bahkan mengalahkan judul-judul besar seperti Hollow Knight: Silksong, Deadlock, dan juga Elden Ring: Nightreign.
Status Game Steam Paling Ditunggu
Naiknya InZoi sebagai game Steam paling ditunggu bukan terjadi tanpa alasan. Developer memang menjanjikan insentif unik para pemain yang memasukkan InZoi ke dalam daftar wishlist. Salah satunya adalah akses eksklusif ke InZoi: Creative Studio. Melalui mode terpisah ini, pemain bisa menjajal fitur character creation dan juga build mode.
InZoi: Creative Studio sudah bisa dimainkan sekarang melalui Steam.
Pertanyaan Besar Untuk InZoi
Pertanyaan terbesar yang sudah banyak didiskusikan oleh gamer adalah: apakah InZoi nantinya bisa menandingi dominasi The Sims? Sampai saat ini, The Sims kepunyaan EA adalah raja dari genre game life simulation dan belum ada yang bisa menantang dominasinya.
Hal yang perlu kalian tahu adalah sutradara game Hyung-Jun Kim, ternyata memiliki motivasi tersendiri dalam membuat InZoi. Dilansir dari The Gamer, Ia mengatakan bahwa ide InZoi muncul karena permintaan anaknya yang ingin melihat pesaing serius untuk The Sims.
Kalian tertarik untuk memainkan early access InZoi? Pastikan dulu spesifikasi PC kalian sudah sesuai. Setidaknya kalian membutuhkan PC dengan GPU NVIDIA RTX 2060 hingga 4080 (Atau yang setara) untuk bisa memainkan inZOI. Game ini juga membutuhkan koneksi internet. Krafton juga menyarankan penggunaan SSD untuk lebih mempercepat proses dan membuat game menjadi lebih smooth.
Ada empat pengaturan yang disediakan, yaitu Minimum, Medium, Recommended, dan High. Pemain dapat memilih salah satunya yang sesuai dengan spesifikasi PC masing-masing. Selain itu, ada juga delapan preset opsi grafis yang lebih fleksibel untuk spesifikasi PC lengkap inZOI. Detailnya bisa dilihat di sini.
Spesifikasi PC The Last of Us Part II Remastered telah diumumkan menjelang perilisan pada tanggal 3 April 2025. Dikembangkan langsung oleh Naughty Dog bersama dengan Nixxes Software dan Iron Galaxy, versi remastered ini menghadirkan kualitas grafis dan visual yang lebih baik.
Versi PC akan mencakup seluruh fitur yang sebelumnya diperkenalkan di PlayStation 5, termasuk mode roguelike No Return dan Guitar Free Play.
Dua karakter tambahan yaitu Bill dan Marlene akan diperkenalkan ke dalam mode No Return. Keduanya memiliki gaya bermain yang unik. Tidak hanya itu, empat map baru juga ditambahkan, yaitu Overlook, School, Streets, dan Nest. Update ini nantinya juga akan tersedia di versi PS5.
Spesifikasi PC The Last of Us Part II Remastered
Untuk mendukung grafis yang lebih baik, spesifikasi PC The Last of Us Part II sudah didukung dengan teknologi terkini seperti Nvidia DLSS 3 dan AMD FSR 3.1/4 untuk peningkatan resolusi dan frame generation. Game ini juga mendukung DirectStorage dan memberikan opsi untuk mengatur VSync, framerate cap, serta opsi framerate tanpa batas.
Kalian juga bisa menyesuaikan kualitas tekstur, bayangan, refleksi, ambient occlusion, serta volumetric lighting. Game ini sudah mendukung monitor ultra-wide hingga 48:9 untuk pengguna triple-monitor setup.
Versi PC The Last of Us Part II juga memungkinkan pengalaman bermain yang fleksibel berkat dukungan penuh untuk keyboard, mouse, dan berbagai jenis controller termasuk DualSense. Kontrol bisa dikustomisasi secara penuh, termasuk fitur kombinasi input keyboard dan controller.
PlayStation Network Opsional
Kabar baiknya adalah versi PC The Last of Part II Remastered tidak lagi membutuhkan akun PlayStation Network alias opsional. Jika kalian sudah memiliki akun PlayStation Network dan login akan mendapatkan akses ke berbagai macam fitur dan bonus. Misalnya overlay, trophy PSN, serta 50 poin in-game dan skin eksklusif Ellie yang terinspirasi dari game terbaru Naughty Dog, Intergalactic: The Heretic Prophet.