Home Blog Page 1097

Review Firewatch

0

Ketika pertama kali melihat trailer Firewatch Playcubic berpikir pasti karakter utama dalam game ini memiliki hubungan atau justru berprofesi sebagai pengawas kebakaran hutan. Tebakan Playcubic ternyata tidak salah tapi ketika memainkan gamenya, ternyata Firewatch ini jauh melebihi ekspektasi yang diharapkan.

Firewatch dibuat oleh studio indie Campo Santo. Dikembangkan semenjak tahun 2013 lalu, Firewatch menceritakan kisah dari seorang pengawas kebakaran bernama Henry. Lokasi dari game Firewatch adalah taman nasional Shoshone yang berada di wilayah Wyoming. Cerita dalam game Firewatch terjadi pada tahun 1989 tepat setelah peristiwa nyata Yellowstone Fires yang terjadi pada tahun 1988. Trailer perdana dari game Firewatch pada event E3 2015 kemarin bisa kalian lihat dibawah:

Tampilan yang Luar Biasa untuk Ukuran Game Indie

Sebelum memulai review Playcubic akan menegaskan bahwa Firewatch adalah buatan studio game indie. Jadi apabila kalian mengharapkan efek spesial yang luar biasa atau aktor/aktris terkenal dalam game ini maka ekspektasi kalian terlalu berlebihan. Firewatch adalah game dengan konsep sederhana yaitu tema eksplorasi yang dikombinasi storytelling. Kalian akan diajak untuk menikmati pemandangan alam dari taman nasional Shoshone yang memang merupakan taman nasional asli di Amerika Serikat.

Usaha dari Campo Santo untuk menciptakan ulang taman nasional Shoshone dalam dunia virtual game Firewatch layak diacungi jempol. Tidak percaya? Kalian bisa melihat beberapa screenshot dibawah yang Playcubic ambil ketika berjalan-jalan di taman nasional Shoshone.

review_firewatch_2 review_firewatch_3 review_firewatch_4

Screenshot diatas merupakan bagian dari bentang alam digital yang ada dalam game Firewatch. Mengagumkan bukan, seakan-akan ada nuansa tersendiri yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Untuk menjelajahi wilayah-wilayah diatas Henry juga akan menemukan berbagai macam alat yang biasa digunakan untuk bernavigasi seperti peta dan kompas, kampak untuk menebang kayu atau peralatan panjat gunung.

review_firewatch_5

review_firewatch_6

Pemain juga dapat menemukan kamera polaroid yang bisa digunakan oleh Henry untuk mengambil foto. Bagi pemain yang ingin memiliki merchandise unik dari game Firewatch ini maka Campo Santo telah mempersiapkan layanan cetak foto hasil jepretan kamera polaroid tersebut. Tidak hanya itu. Foto-foto ini dapat dicetak dan hasilnya akan dikirim langsung ke rumah pemain. Untuk lebih jelasnya mengenai fitur spesial ini, kalian bisa membacanya disini.

Meskipun tampilan taman nasional Shoshone dalam game Firewatch ini benar-benar memuaskan, Playcubic tetap merasa ada yang kurang yaitu tidak adanya hewan liar. Hanya ada dua binatang saja yang dimunculkan dalam game ini yaitu seekor rusa yang menghilang entah kemana serta kura-kura yang dapat dijadikan sebagai binatang peliharaan. Meskipun kelihatannya bukan masalah besar, menurut Playcubic keberadaan hewan-hewan liar ini penting agar pemain dapat lebih merasakan feel-nya.

review_firewatch_7

Storyline yang Kompleks

Storyline yang menjadi latar game Firewatch juga patut diperhitungkan. Dibuat oleh dua mantan creative director dari Telltale Jane Rodkin dan Sean Vanaman, storyline game Firewatch ternyata jauh lebih dalam daripada yang diduga. Selain berusaha beradaptasi dengan pekerjaanya sebagai pengawas kebakaran hutan, Henry juga memiliki masalah keluarga yang harus ia hadapi. Seperti game The Walking Dead, dalam game Firewatch kalian juga harus terus membuat keputusan entah keputusan tersebut menguntungkan atau merugikan.

review_firewatch_8

Perbincangan antara Henry dengan rekannya Delillah juga menarik untuk disimak. Obrolan antar keduanya sangat natural seakan-akan semuanya benar-benar terjadi dan bukan rekayasa. Sayangnya klimaks dari storyline game Firewatch ini kurang menggigit. Build up yang Playcubic rasakan mulai dari bagian awal game serasa menghilang ketika mendekati bagian akhir. Masih banyak misteri yang belum terjawab dalam Firewatch namun Campo Santo seakan-akan  melupakannya secara sengaja. Menurut Playcubic Firewatch akan lebih menarik jika memiliki sistem branching storyline yang disesuaikan dengan keputusan yang diambil oleh Henry.

review_firewatch_9

Kesimpulan Playcubic

Overall Firewatch adalah game yang bagus untuk kategori game indie. Sayangnya eksekusi pada bagian akhir game masih sangat kurang sehingga membuat endingnya kurang menggigit. Apabila kalian adalah penggemar game indie yang gemar memainkan game yang out-of-the-box maka Firewatch boleh dijadikan pilihan.

Firewatch yang Playcubic mainkan yaitu versi PC tersedia di Steam. Game ini juga dapat dimainkan di konsol PS4.

Pros:

+ Pemandangan alam yang luar biasa
+ Storyline tidak hanya sebatas pelengkap saja
+ Bisa dimainkan dengan gamepad

Cons:

– Taman nasional Shoshone tampak kurang hidup
– Ending yang mengecewakan
– Tidak ada replay value

Inilah Daftar Para Pemenang DICE Award 2016

0

Penghargaan awal tahun untuk industri game DICE Award 2016 telah selesai. Event yang diselenggarakan pada tanggal 18 Februari 2016 kemarin menghadirkan berbagai ragam nominasi seperti Game of the Year, Family Game of the Year, DICE Sprite Award dan juga Lifetime Achievement Award. Berikut adalah daftar nominasi yang diperlombakan dalam DICE Award 2016 serta para pemenangnya:

Game of the Year

  • Fallout 4
  • Bloodborne
  • Ori and the Blind Forest
  • Rise of the Tomb Raider
  • The Witcher 3: Wild Hunt

Outsanding Achievement in Game Direction

  • Fallout 4
  • Life is Strange
  • Rise of the Tomb Raider
  • The Witcher 3: Wild Hunt
  • Undertale

Adventure Game of the Year

  • Metal Gear Solid V: The Phantom Pain
  • Batman: Arkham Knight
  • Life is Strange
  • Ori and the Blind Forest
  • Rise of the Tomb Raider

Action Game of the Year

  • Star Wars Battlefront
  • Destiny: The Taken King
  • Helldivers
  • Just Cause 3
  • Splatoon

Mobile Game of the Year

  • Fallout Shelter
  • Dominations
  • Lara Croft GO
  • Pac-Man 256
  • The Room Three

DICE Sprite Award

  • Rocket League
  • Her Story
  • Galak-Z
  • Kerbal Space Program
  • Rocket League
  • Undertale

Outstanding Achievement in Animation

  • Ori and the Blind Forest
  • Assassin’s Creed Syndicate
  • Batman: Arkham Knight
  • Ori and the Blind Forest
  • Rise of the Tomb Raider
  • The Order: 1886

Outstanding Achievement in Direction

  • Ori and the Blind Forest
  • Lara Croft Go
  • Rise of the Tomb Raider
  • The Order: 1886
  • Star Wars Battlefront

Outstanding Achievement in Character

  • Lara Croft (Rise of the Tomb Raider)
  • Evie Frye (Assassin’s Creed Syndicate)
  • Hannah Smith (Her Story)
  • Max (Life is Strange)
  • Geralt of Rivia (The Witcher 3: Wild Hunt)

Outstanding Achievement in Original Music Composition

  • Ori and the Blind Forest
  • Batman: Arkham Knight
  • Everybody’s Gone To The Rapture
  • Starcraft II: Legacy Of The Void
  • The Witcher 3: Wild Hunt

Outstanding Achievement in Sound Design

  • Star Wars Battlefront
  • Destiny: The Taken King
  • Ori and the Blind Forest
  • Rise of the Tomb Raider
  • The Order: 1886

Outstanding Achievement in Story

  • The Witcher 3: Wild Hunt
  • Fallout 4
  • Her Story
  • Tales from the Borderlands: A Telltale Game Series
  • Rise of the Tomb Raider

Outstanding Technical Achievement

  • The Witcher 3: Wild Hunt
  • Just Cause 3
  • Rise of the Tomb Raider
  • Star Wars Battlefront
  • The Order: 1886

Family Game of the Year

  • Super Mario Maker
  • Guitar Hero Live
  • Lego Dimensions
  • Rock Band 4
  • Tearaway Unfolded

Fighting Game of the year/

  • Mortal Kombat X
  • Dead or Alive 5 Last Round
  • Rising Thunder

Racing Game of the Year

  • Forza Motorsport 6
  • Need for Speed
  • Project Cars

Role-Playing/Massively Multiplayer Game of the Year

  • Fallout 4
  • Bloodborne
  • Pillars of Eternity
  • The Witcher 3: Wild Hunt
  • Undertale

Sports Game of the Year

  • Rocket League
  • FIFA 2016
  • Madden NFL 2016
  • MLB 15 The Show
  • NBA 2K16

Strategy/Simulation Game of the Year

  • Heroes of the Storm
  • Cities: Skylines
  • Fallout Shelter
  • Grey Goo
  • Kerbal Space Program

Handheld Game of the Year

  • Helldiver
  • Earth Defense Force 2: Invaders from Planet Space
  • Pokemon: Super Mystery Dungeon
  • Yo-Kai Watch

Outstanding Achievement in Online Gameplay

  • Rocket League
  • Destiny: The Taken King
  • Halo 5: Guardians
  • Hearthstone: Heroes of Warcraft
  • Splatoon

Outstanding Achievement in Game Design

  • The Witcher 3: Wild Hunt
  • Fallout 4
  • Her Story
  • Lara Croft Go
  • Massive Chalice

Lifetime Achievement Award:

  • Shigeru Miyamoto

dice_awards_2016_kojima

Acara lain yang dilangsungkan dalam DICE Award 2016 ini adalah pelantikan Hideo Kojima sebagai anggota kehormatan Hall of Fame. Dalam sesi diskusi bersama dengan rekan sekaligus teman baiknya Guillermo del Torro, Kojima membeberkan sedikit mengenai rencananya kedepan. Ia berniat untuk menciptakan suatu terobosan terbaru dalam industri game yaitu menciptakan satu universe tersendiri. “Proyek saya bersama dengan Sony akan sangat besar karena saya ingin game ini memiliki pengaruh ke film, anime atau komik” Ucap Kojima. Del Torro yang ikut mendampingi sesi wawancaranya juga mengatakan siap untuk berkolaborasi kembali dengan Kojima. “Apa yang ia mau akan saya lakukan” Ucap Del Torro.

Sepertinya tahun 2016 ini akan menjadi tahun yang paling ditunggu-tunggu dalam industri game yaitu melihat hasil karya dari Hideo Kojima yang terbaru.

Bandung Studios Rilis Game Sadis Berjudul “Kadek”

0

Bandung Studios, sebuah studio game mobile asal tanah air yang berbasis di kota Bandung ini baru saja merilis game terbaru mereka yang berjudul Kadek ke Play Store.

Dalam bahas Sunda, Kadek memiliki arti tebas atau menebas, terdengar sadis banget yah guys? Hehehe. Game bergenre endless run ini menceritakan tentang kisah seorang anak bernama Septyan Gunardi atau yang biasa dipanggil Iyan. Iyan adalah seorang vegetarian yang juga sangat suka dan menyayangi binatang peliharaannya. Dalam kebunnya yang luas, dia memelihara beberapa unggas seperi bebek, ayam dan hewan lainnya.

Pada suatu hari sepulang dari sekolahnya, Iyan mendapati sekelompok pemuda dari kampung tetangga sudah berada di dalam kebun rumahnya dan menjadikan unggas-unggas pelihraannya sebagai santapan mereka. Ditengah keterkejutannya, Iyan kecil merasa marah dan sangat kesal akan hal itu. Tanpa menghiraukan keselamatannya kemudian dia menerjang pemuda-pemuda tersebut. Tetapi dikarenakan pemuda-pemuda tersebut badannya lebih besar, Iyan kecil malah menjadi bulan-bulanan mereka.

kadek_2

Setelah puas menghajar Iyan, mereka lalu meninggalkan Iyan yang penuh luka. Disaat itu Iyan melihat kampak yang bersandar di sebuah pohon, tanpa berpikir panjang Iyan kecil lalu mengambil kampak dan mulai menyerang para pemuda tersebut yang sedang lengah. Ditengah kemarahannya Iyan kecil akhirnya membunuh para pemuda tersebut dan membawa dendam para hewan peliharaannya sampai dewasa.

Dalam game ini gamers akan memainkan karakter Iyan Kadek sebagai seorang pembunuh massal dengan masa lalu penuh dendam karena peristiwa yang dia alami pada waktu dia masih kecil. Game dimulai ketika Kadek mendatangi acara Food Fest di kotanya dan mulai membantai para pedagang yang menjual daging dan para pengunjung dengan senjata berupa kampak tukang kayu yang dia temukan pada saat dia masih kecil. Tugas gamers adalah menggerakan karakter Kadek dengan mengarungi jalanan yang dia lewati untuk membunuh orang-orang yang sedang menghadiri Food Fest. Selain itu gamers juga harus berhadapan dengan para polisi dan tentara yang berusaha menghentikan aksi seorang Kadek. Salah satu hal yang unik dalam game ini adalah gamers bisa menikmati beragam konten lokal khususnya bahasa sunda yang tersebar di penjuru game.

Bandung Studios adalah sebuah game developer yang bertempat di Cisitu Bandung yang juga mempunyai visi misi lain sebagai publisher untuk game studio lainnya di Indonesia. Kehadiran Bandung Studios di Bandung menambah daftar game developer lokal yang berkualitas dengan menitik beratkan kepada perkembangan industri game lokal di Indonesia dengan target market berskala internasional.

kadek_3

Penasaran dengan game ini? Unduh sekarang juga Kadek di Play Store.

Sumber: kadekgame

10 Soundtrack Games Terbaik Versi PlayCubic

0

Games tanpa musik tentu saja terasa kurang asik, nah dari situ terbesit keinginan PlayCubic untuk bertanya, soundtrack games apa saja sih yang kalian suka hingga detik ini?

Sebelum menjawab, tentu saja tidak ada salahnya jika PlayCubic duluan yang membeberkan soundtrack games terbaik versi kami. Nah… berikut ini adalahnya daftarnya:

10soundtrackterbaik_2

  1. Super Mario Bros. – Main Theme & Overworld
  2. Ragnarok Online – title
  3. Rayman Origins – Gourmand Land (Frozen Paradise)
  4. Super Mario Bros 3 – Water Land
  5. Double Dragon (NES) – Title Theme
  6. Harvest Moon : Back to Nature – OST – Title Theme
  7. Final Fantasy VII – The Prelude
  8. Suikoden 2 – Name Entry
  9. L.A Noire – Main Theme
  10. Bioshock Infinite – Will the Circle be Unbroken

Sekarang bagaimana dengan kalian, apakah ada satu dari sepuluh daftar tersebut yang kalian suka?

10soundtrackterbaik_1

League of Legends World Championship 2016 akan Dilangsungkan di Amerika Serikat

0

Setelah tiga tahun lamanya turnamen bergengsi League of Legends World Championship 2016 akan kembali dilangsungkan di Amerika Serikat. Turnamen yang kerap disebut sebagai The World ini rencananya akan berlangsung dari bulan September sampai dengan Oktober tahun ini.

Setidaknya akan ada empat kota yang akan dijadikan arena pertandingan pada The World 2016 ini. Keempat tempat ini adalah San Fransisco, Chicago, New York dan Los Angeles. Babak 16 besar akan dilangsungkan di San Fransisco yaitu pada Bill Graham Civic Auditorium sedangkan babak 8 besar akan dimainkan di Chicago Center yang berlokasi di Chicago. Madison Square Garden di kota New York akan menjadi lokasi untuk pertandingan 4 besar. Untuk babak grand final Riot memilih Staples Center, Los Angeles.

Masih belum diketahui berapa jumlah uang hadiah yang dipersiapkan untuk turnamen The World 2016 ini. Hal yang pasti adalah event eSports raksasa ini pasti akan kembali menjadi highlight media-media besar di dunia.

Inilah BrolyLegs, Pro Gamer Street Fighter yang Bermain dengan Mulutnya

0

Tidak semua gamer memainkan game dengan cara yang normal. Contohnya adalah pro gamer Street Fighter bernama BrolyLegs. Alih-alih menggunakan kedua tangannya BrolyLegs justru menggunakan mulutnya untuk bermain game Street Fighter. Baru-baru ini Capcom telah memasukkan BrolyLegs kedalam video dokumenter yang menceritakan kisah dari para pro gamer Street Fighter.

Pemain bernama asli Mike Begum ini telah menderita cacat sejak lahir yang dinamakan arthrogryposis. Karena penyakit ini Mike atau yang biasa dipanggil Broly atau Legs ini tidak bisa menggerakkan kaki dan serta beberapa bagian tangannya. Akhirnya Mike terpaksa harus mengandalkan mulutnya termasuk ketika sedang memainkan game kesayangannya Street Fighters. Tidak hanya itu, BrolyLegs ternyata tidak menggunakan gamepad spesial melainkan gamepad biasa.

Meskipun berstatus sebagai penyandang disabilitas, prestasi BrolyLegs sebagai pro gamer tidak bisa dipandang sebelah mata. Kemampuannya ketika memainkan karakter Chun-Li tidak kalah hebat dengan pro gamer fighting lainnya. BrolyLegs bahkan sempat menduduki posisi satu dalam ranking game Ultra Street Fighter IV untuk karakter Chun-Li (Online). Saat ini posisi BrolyLegs dalam world rankings yang tercantum dalam website Shoryuken adalah 687.

Turnamen yang pernah diikuti oleh BrolyLegs adalah Texas Showdown 2012-2014 dan yang baru-baru ini adalah Absolute Battle 6 yang mempertandingkan game Ultra Street Fighter IV. Pada turnamen tersebut BrolyLegs sukses menduduki ranking kelima. Ia juga sempat bertanding melawan jagoan Street Fighter seperti Daigo Umehara dan Masato “Bonchan” Takahashi dalam turnamen bergengsi Evolution.

Selain memainkan Street Fighter, BrolyLegs ternyata juga menekuni game Super Smash Bros.

Kisah BrolyLegs ini mungkin bisa menjadi bahan kacaan bagi kalian yang sering menyalahkan gamepad ketika kalah dalam permainan game fighting. Kepada BrolyLegs, hanya satu kata yang bisa kami berikan pada anda yaitu SALUT!

Maret Ini, ASTA: The War of Tears Masuki Open Beta

0

Webzen baru saja mengumumkan jadwal open beta untuk game MMORPG bertema Asia, ASTA: The War of Tears and Winds. ASTA berlatar di dunia yang luas dan berwarna yang diinspirasi oleh mitos dan legenda dari Asia.

Pemain bisa memilih dua faksi, tiga ras dan total lima class yang berbeda. Tiap faksi memiliki tujuh area yang dapat dieksplorasi yang berisi musuh yang menantang dengan alur cerita yang menarik dan quest yang kooperatif.

Open beta untuk ASTA: The War of Tears and Winds akan dibuka pada 2 Maret 2016. Kalian yang tertarik untuk mencoba game ini, bisa langsung mendaftarkan diri melalui situs resminya di sini.

Kembali ke 16-Bit dengan Konsol Coleco Chameleon

0

Bosan dengan game next gen? Mungkin solusi yang diberikan oleh Retro VGS ini bisa menjadi jawabannya. Konsol Coleco Chameleon buatan Retro VGS akan mengajak gamer untuk kembali ke era keemasan video game cartridge.

Tidak hanya konsolnya saja, Retro VGS juga akan mengajak developer indie untuk membuat kembali video game dengan konsep cartridge agar dapat dimainkan dengan konsol Coleco Chameleon. Agar lebih lengkap,Retro VGS juga telah mempersiapkan gamepad khusus yang terinspirasi dari gamepad Sega dengan Xbox.

coleco_chameloeon_2

coleco_chameloeon_4 coleco_chameloeon_3

Bentuk casing dari konsol Coleco Chameleon ini akan menyerupai konsol legendaris Atari Jaguar. Bagian depan konsol ini memiliki empat slot USB yang dapat digunakan untuk gamepad ataupun keyboard. Pada bagian belakang konsol Coleco Chameleon dilengkapi oleh output untuk berbagai macam televisi yaitu HDMI, RCA dan 9-Pin Mini-DIN. Berikut adalah demo dari konsol Coleco Chameleon pada festival New York Toy Fair 2016:

Tahap Kickstarter Konsol Coleco Chameleon akan dimulai dari tanggal 26 Februari 2016 mendatang. Bagaimana menurut kalian? Apakah Coleco Chameleon nantinya bisa menjadi trend terbaru di industri video game saat ini.

Perusahaan Mobile Vodafone Resmi Menjadi Sponsor Tim League of Legends asal Spanyol

0
Perusahaan Mobile Vodafone Resmi Menjadi Sponsor Tim League of Legends asal Spanyol

Ramainya kancah eSports saat ini sepertinya berhasil menarik perhatian perusahaan mobile Vodafone. Perusahaan asal Inggris ini baru saja menjalin kerjasama dengan tim League of Legends asal Spanyol G2. Pengumuman ini diumumkan secara langsung melalui press release yang diterbitkan oleh G2 eSports (Kalian bisa membacanya di sini).

Tim G2 nantinya akan berlaga pada kompetisi League of Legends untuk wilayah Spanyol. Tim yang sekarang memiliki nama G2 Vodafone ini terdiri dari Rosendo “Sendo” Fuentes, Kevin “Inkos” Alpire, Ismael “Miniduke” Martinez, Guillermo “Sou” Velasco and Jesús “Falco” Perez. Selain berpartisipasi dalam kompetisi lokal, G2 eSports juga akan berpartisipasi dalam turnamen bergengsi ESL Expo Barcelona.

Langkah Vodafone ini mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan mobile lainnya. Salah satu contoh suksesnya adalah Samsung yang merupakan sponsor dari tim League of Legends asal Korea Samsung Blue dan White. Kedua tim ini berhasil berpartisipasi dalam turnamen League of Legends World Championship 2014 lalu. Tidak hanya itu, Samsung White juga berhasil menjadi juara pertama dalam turnamen tersebut.

Sekarang hanya tinggal menunggu saja apakah G2 Vodafone bisa menjadi tim unggulan untuk kedepannya nanti atau justru sebaliknya.

World of Gaming eSports Series 1.2 Hadir di Semarang

0

KAIROS Event Management dengan bangga mempersembahkan World of Gaming (WOG) eSports Series 1.2 di kota Semarang, Jawa Tengah, yang akan diselenggarakan pada tanggal 20-21 Februari, bertempat di SETOS, Jalan Petempen, Gajah Mada. Acara ini merupakan kelanjutan dari WOG eSports Series 1.1 yang sukses diselenggarakan di Jakarta pada Oktober 2015 yang lalu.

Semarang akan dihebohkan dengan kompetisi gaming tingkat nasional yang bertemakan eSports dan kehadiran bintang tamu Cherrybelle dan Tennebelle. KAIROS Event Management mengundang seluruh penggemar eSports dari seluruh Indonesia untuk hadir di Semarang, berkompetisi dan memenangkan banyak hadiah menarik serta kesempatan untuk menjadi juara di tingkat nasional.

Setelah sukses dengan tiga acara sebelumnya, WOG akan hadir di Semarang dalam kompetisi antara lain: DOTA 2, Ayodance, PES 2013 dan Vainglory. Para pemenang pertama dan kedua kompetisi di Semarang ini secara otomatis akan menjadi perwakilan yang membanggakan keluarga saat nanti berkompetisi di acara Grand Final WOG 2016 di Jakarta, yang akan diumumkan pada kesempatan berikut.

KAIROS Event Management atas dukungan para sponsor telah menyiapkan hadiah uang tunai hingga Rp 23,5 juta. Para pemenang akan mendapatkan hadiah sebagai berikut:

DOTA 2

  1. Juara 1 (Uang Tunai Rp 5 juta, keyboard Logitech G310x5, emblem dan plakat WOG)
  2. Juara 2 (Uang Tunai Rp 3 juta, mouse Logitech G302x5, emblem dan plakat WOG)
  3. Juara 3 (Uang Tunai Rp 2 juta, jaket Logitech Gx5, emblem dan plakat WOG)

Seluruh pemenang akan mendapatkan penyerahan hadiah secara simbolik dari WOG.

Ayodance

Juara 1 mendapatkan Uang Tunai Rp 1,5 juta, Juara 2 mendapatkan Uang Tunai Rp 1 juta dan Juara 3 mendapatkan Uang Tunai Rp 500 ribu.

Seluruh pemenang akan mendapatkan penyerahan hadiah secara simbolik dari WOG.

PES 2013

Juara 1 mendapatkan Uang Tunai Rp 1,5 juta, Juara 2 mendapatkan Uang Tunai Rp 1 juta dan Juara 3 mendapatkan Uang Tunai Rp 500 ribu.

Seluruh pemenang akan mendapatkan penyerahan hadiah secara simbolik dari WOG.

Costreet Competition

Juara 1, 2 dan 3 masing-masing secara berurutan mendapatkan Uang Tunai Rp 750 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 250 ribu.

Seluruh pemenang akan mendapatkan penyerahan hadiah secara simbolik dari WOG.

Cosplay Single Competition

Juara 1 mendapatkan Uang Tunai Rp 2 juta dan plakat WOG. Juara 2 mendapatkan Uang Tunai Rp 1,5 juta dan Juara 3 mendapatkan Uang Tunai Rp 1 juta.

Seluruh pemenang akan mendapatkan penyerahan hadiah secara simbolik dari WOG

Untuk memeriahkan acara WOG eSports Series 1.2 di Semarang, panitia menyediakan rangkaian acara yang sangat menarik. Cherrybelle akan menghibur seluruh pengunjung SETOS dan peserta kompetisi dengan formasi yang baru, ditemani oleh Tennebelle, yang merupakan sister dari Cherrybelle. Selain akan menghibur pengunjung melalui penampilan mereka di panggung, Cherrybelle dan Tennebelle juga akan menghadiri acara meet & greet dan main bersama di Plaplay. WOG kali ini juga akan dihadiri oleh penampilan khusus dari Pinky Lu Xun, Yukitora Keiji, Prince Ingga dan Donna Visca, yang memiliki fanbase yang sangat banyak, terbukti dari kehadiran ratusan fans saat event yang sama diselenggarakan di Jakarta beberapa waktu lalu. Keempatnya juga merupakan Cosplayer internasional yang ternama. Selain menghadiri acara meet & greet, Pinky, Yukitora dan Prince Ingga juga akan menjadi juri kompetisi Cosplay yang akan menilai kesempurnaan peserta cosplay dan menentukan siapa yang layak menjadi juara. Stage performance dari Female DJ Tania Tan dan Cosplay Dance Show juga akan mengisi rangkaian acara selama dua hari di SETOS.

WOG eSports Series 1.2 bertempat di Semarang dengan bangga disponsori oleh SETOS, Logitech G, MyRepublic, LG Monitor, Acer, dan Kopi Good Day.

wog_esport_series_poster1 wog_esport_series_poster2