Tencent hari ini akhirnya mengungkap game shooter fiksi ilmiahnya melalui perhelatan tahunan Tencent UP 2016. Game ini diberi judul Rising Fire dan dikembangkan oleh Yingpei Games, sebuah studio Epic Games di wilayah China. Yingpei Games juga merupakan studio pengembang dari Zombies Monsters Robot.
Rising Fire bercerita mengenai perang antara manusia melawan ras alien yang ingin menguasai bumi. Game yang dibangun menggunakan Unreal Engine 3 ini akan menawarkan empat class yakni: Hunter, Ranger, Bouncer dan Cyborg.
Publisher spesialis game graphic novels Sekai Project telah mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan game buatan anak bangsa pada tahun 2016 ini. Game tersebut adalah Just Deserts yang dikembangkan oleh developer Vifth Floor. Pengumuman ini diumumkan pada festival Sakura Con akhir minggu kemarin. Berikut adalah trailer dari game Just Deserts:
Untuk para gamer pecinta game bergender graphic novels nama Just Deserts mungkin sudah tidak asing lagi. Game ini sudah beredar di Steam Greenlight mulai dari bulan Desember 2015 kemarin. Just Desert akan menggunakan konsep dating sim dimana kalian akan berperan sebagai seorang prajurit. Selain bertugas melawan serangan alien, kalian juga harus menarik perhatian satu dari lima gadis cantik. Masing-masing gadis akan memiliki kepribadian dan kesenangan yang berbeda. Just Deserts akan memiliki tiga bahasa yaitu Inggris, Jepang dan Indonesia. Game ini nantinya akan tersedia untuk PC, Mac dan Linux melalui Steam. Untuk lebih jelasnya mengenai game Just Deserts kalian bisa mengunjungi website Steam Greenlightnya di sini.
Selain Just Deserts, Sekai Project juga mengumumkan game-game visual novel lain yaitu Companion, Still, I Miss Her, Maitetsu, A Clockwork Ley-Line: The Borderline of Dusk. Untuk saat ini baru Still, I Miss Her, A Clockwork Ley Line: The Borderline of Dusk serta Just Deserts yang dipersiapkan untuk rilis tahun 2016 ini. Baik Companion maupun Maitetsu belum memiliki jadwal rilis. Berikut adalah masing-masing trailer dari game-game tersebut:
Companion
Still, I Miss Her
Maitetsu
A Clockwork Ley Line: The Borderline of Dusk
Sekkai Project juga mengumumkan bahwa salah satu gamenya yaitu Sakura Spirit akan dibuat versi manga. Sayangnya Sekai Project masih belum menyebutkan kapan manga Sakura Spirit akan mulai diterbitkan.
Game yang telah dikembangkan sejak Agustus 2012 oleh Hangame, Soul Worker pada akhir bulan Maret ini. Sebuah trailer juga dirilis untuk mengenalkan para karakter yang nantinya akan dapat dimainkan oleh gamer.
Rencananya open beta akan dimulai pada 30 Maret ini dengan peluncuran resmi pada 6 April 2016. Tentunya seperti game dari wilayah Jepang lainnya, akan ada IP block. Masih belum diumumkan apakah game ini akan dirilis di luar wilayah Jepang atau tidak.
Untuk informasi lebih lengkapnya kalian bisa mengakses situs resminya di sini.
Kabar baik datang dari wilayah China, Tencent Games rencananya akan segera merilis closed beta pertama MapleStory 2 di wilayah tersebut. Saat ini tim pengembang sedang mengerjakan konten baru dan menerjemahan bahasa.
Pada beta test perdana ini, pemain bisa merasakan map ekslusif untuk wilayah tersebut yakni tembok besar China. Bagi kalian yang tertarik untuk mendaftarkan diri, kalian bisa langsung mengakses situs resminya di sini.
Closed beta pertama akan dijadwalkan pada 18 April 2016.
Menurut informasi yang didapat dari episode terbaru Gathering at the Pokemon House, footage pertama dari game Pokemon Sun dan Pokemon Moon akan diumumkan pada tanggal 3 April 2016.
Director seri game Pokemon Junichi Masuda, battle director Shigeki Morimoto dan juga game director Shigeru Ohmori akan muncul memberikan informasi detil mengenai game tersebut di episode Gathering at the Pokemon House pada tanggal 3 April 2016. Game Pokemon Sun dan Moon sendiri dijadwalkan rilis pada musim liburan akhir tahun ini.
Game Resident Evil akan kembali menuju layar lebar. Kali studio animasi asal Jepang bernama Marza Anmation Planet. Melalui website resminya, Marza Animation Planet telah mengumumkan judul dari film CGI Resident Evil tersebut. Film ini akan diberi judul Resident Evil: Vendetta dan akan dibintangi oleh Leon S. Kenedy. Berikut adalah screenshot perdana dari film Resident Evil: Vendetta.
Resident Evil: Vendetta akan dikerjakan oleh Takashi Shimizu (Executive Producer), Takanori Tsujimoto (Director), Makoto Fukami (Writer), Kenji Kawai (Music) dan Hiroyuki Kobayashi (Capcom Executive Producer). Film ini nantinya juga akan menampilkan sepeda motor terbaru XDiavel yang merupakan hasil kerjasama dengan Ducati.
Untuk saat ini masih belum diketahui kapan film CGI Resident Evil: Vendetta ini akan mulai ditayangkan di bioskop.
Kabar gembira untuk kalian yang menggemari game klasik Contra. MMOCulture melaporkan bahwa Tencent akan membuat kembali game Contra. Game Contra ini nantinya akan diubah formatnya menjadi game mobile. Berikut adalah trailer pengumuman game Contra mobile yang diperlihatkan dalam festival Tencent UP kemarin.
Proyek Contra mobile ini akan dikerjakan Tencent bersama dengan Konami. Berdasarkan video demo diatas, gameplay dari game Contra akan tetap sama dengan versi klasiknya yaitu 2D Side Scroll. Selain mode singleplayer dan Co-op, Tencent juga akan mengimplementasikan mode PvP 1vs1. Karakter yang dapat digunakan ada empat yaitu Bill Razer, Lance Bean, Edge dan Ivy.
Masih belum diketahui kapan game Contra mobile ini akan dirilis oleh Tencent.
Ambisi Tencent untuk lebih mempopulerkan game MOBA League of Legends di wilayah Tiongkok telah melibatkan Selebriti Jay Chou. Berdasarkan laporan MMOCulture, aktor serba bisa asal Taiwan ini telah ditunjuk Tencent untuk mengisi soundtrack dari game League of Legends server Tiongkok. Pada festival Tencent UP kemarin, Tencent memperlihatkan lagu yang sudah dibuat oleh Jay Chou. Berikut adalah lagunya:
Keterlibatan Jay Chou dengan League of Legends tidak hanya sebatas pembuatan soundtrack saja. Pada tahun 2014 kemarin Jay Chou juga telah meresmikan tim eSports miliknya yang dinamakan MRj. Selain League of Legends, Mrj rencananya juga akan turut berpartisipasi dalam game kompetitif lain seperti StarCraft 2 dan Counter Strike: Global Offensive.
Bagaimana dengan Indonesia? Apakah untuk kedepannya akan adapula selebriti yang bergabung dalam ranah eSports seperti Jay Chou?
Belum lama ini Playcubic mencoba mencari games Android yang cukup hangat bahkan cenderung panas, hehe. Dari sekian banyak games tersebut, terpilihlah Alto’s Adventure, game smartphone (Android dan iOS) besutan studio Snowman bergenre endless runner yang menempatkan gamers pada petualangan para peluncur ski es di pegunungan bersalju dengan pemandangan sangat indah.
Pertama kali berseluncur gamers dapat menggunakan karakter original bernama Alto untuk seterusnya meningkatkan level dengan cara menyelesaikan 3 misi agak aneh (IMHO) di tiap stage-nya. Ada total 5 karakter manusia (Alto, Maya, Paz, Izel, dan Tupa) dan 1 karakter binatang Ilama bernama Felipe yang bisa gamers dapatkan jika mampu menyelesaikan setiap kelipatan 10 level. Selain itu gamers juga bisa mengoleksi Workshop berguna seperti Wingsuit, Llama Horn, Hover timer dan lain-lain untuk melalui setiap jenis stage yang disuguhkan sang pengembang game.
Elemen paling menarik dari game ini adalah efek cuaca yang dapat berubah-ubah, mulai dari kilatan petir, hujan air, hujan salju, lalu juga ada perubahan efek siang dan malam serta pancaran sinar matahari dan bulan yang sangat apik tenan bro!. Selain itu, efek dari skill laju cepat tiap-tiap karakter juga keren, ada yang berupa kobaran api sampai kilatan cahaya biru. Meskipun gameplaynya sangat sederhana, gamers hanya perlu menyentuhkan jari di layar untuk beraksi menuruni bukit terjal bersalju, namun grafis dari game ini dan tentu saja keseruan menghajar tiap misi yang ada cukup menghibur hati dan mata.
Jika sudah masuk ke level 30-an memang permainan dirasa agak membosankan karena gameplay yang repetitif, namun rasa penarasan akan terus ada sampai akhirnya tidak terasa seluruh karakter terkumpulkan. Memang butuh waktu yang cukup banyak untuk mengumpul ke enam karkater yang ada karena kita harus bisa menyelesaikan paket 3 misi yang sulit. Namun tenang, jika tidak mampu menyelesaikan misi tersebut, gamers dapat men-skip misi tersebut dengan membayar sejumlah koin. Koin dalam game bisa didapatkan dengan cara menonton video iklan ataupun dikumpulkan saat menjelajahi bukit bersalju. Gamers dapat membeli Worshop Coin Doubler seharga IDR 53.000 jika ingin mengumpulkan koin lebih cepat.
Kesulitan permaian akan bertambah saat kita bertemu dengan elder yang sedang berpatroli sambil berkemah di bukit. Karakter kita akan dikejar-kejar sampai akhirnya ditangkap. Gamers harus pandai-pandai berlari menjauh dari kejaran elder sampai bertemu dengan celah bukit karena elder tidak dapat menjangkaunya. Jangan lupa untuk terus meningkatkan kecepatan dengan cara bersalto agar bisa mencapatkan pakaian terbang yang dapat gunakan untuk melayang-layang di angkasa sambil menyelesaikan misi.
Menurut Playcubic, game ini masih memiliki asik untuk dimainkan berulang-ulang walaupun sudah ditamatkan, namun mungkin bisa juga akan terasa membosankan bagi sebagian besar gamers. Nah daripada cuma penasaran saja, silahkan saja unduh game ini di Google Play atau App Store dan nikmati sejuknya udara pegunungan bersalju dalam game Alto’s Adventure. Sampai Jumpa Lagi!
Hari ini penampakan dari kontroler konsol “terbaru” Nintendo yang konon akan diberi nama Nintendo NX tersebar di dunia maya. Kontroler ini nyaris tanpa tombol (hanya terlihat seperti ada dua buah analog kecil) dan memiliki bentuk mirip seperti bola rugbi.
Menurut sang pengunggah gambar, perkele37, yang juga merupakan member dari forum Reddit menjelaskan bahwa ini merupakan kontroler NX versi developer kit dan masih mungkin akan berubah saat pengumuman finalnya suatu saat nanti. Untuk sekarang ini pihak Nintendo hanya menanggapi rumor yang beredar dengan mengatakan “kami tidak punya apapun untuk diumumkan untuk saat ini.” Kemungkinan besar konsol dengan kode NX ini akan diumumkan pada event E3 bulan Juni 2016.
Penampakan kontroler NX yang beredar saat ini mengingatkan saya dengan konsol genggam Sony, PSP dan PS Vita. Selain ukuran dimensinya yang sedikit mirip, posisi headphone jack yang terletak di bagaian bawah juga semakin memperkuat imajinasi saya bahwa kontroler NX malah mirip sebuah konsol genggam dari pada kontroler. Bagaimana dengan gamers? Makin penasaran?
Update: Orang yang mengunggah foto tersebut sudah mengakui foto tersebut adalah hoax. Berikut ini video cara membuat foto tersebut: