Studio pengembang games asal Jepang, Gemdrops, mengumumkan bahwa pihaknya akan meluncurkan Headbutt Factory, sebuah game baru bertema “headbutt action game” yang akan dirilis ke PlayStation VR secara digital pada tahun ini.
Dalam game ini gamers akan berpetualang di sebuah dunia fantasi. Sebagai gamers, kita dituntut untuk mencari jawaban atas pertanyaan dunia apakah yang sedang dijelajahi dan darimana asal bola-bola yang datang. Kontrol game ini dikonfirmasi sepenuhnya harus dikendalikan menggunakan headset PlayStation VR. Headbutt Factory dapat dimainkan demonya pada booth Indie Corner di event Tokyo Game Show 2016.
Untuk lebih jelasnya, masuk ke situs resmi game melalui link berikut ini.
Sony Interactive Entertainment baru saja mengumumkan bahwa setiap unit PlayStation VR yang dijual nantinya akan dipaketkan dengan satu buah disk demo berisi 18 demo games yang bisa dimainkan.
Isi dalam disk demo ini tentu saja juga tersedia versi digitalnya yang dapat gamers unduh melalui PlayStation Store secara cuma-Cuma saat perangkat PlayStation VR dirilis ke seluruh wilayah dunia tanggal 13 Oktober 2016 nanti. Berikut ini adalah daftar lengkap demo games yang tersedia dalam disk demo PlayStation VR:
Sony Interactive Entertainment hari ini mengumumkan bahwa peluncuran The Last Guardian mengalami penundaan dari yang awalnya dijadwalkan rilis pada tanggal 25 Oktober, menjadi tanggal 6 Desember 2016 ke wilayah Amerika dan Jepang.
Melalui blog resmi PlayStation, petinggi Sony Interactive Entertainment Worldwide Studios, Shuhei Yoshida, menjelaskan bahwa penundaan rilis ini dikarenakan pihak pengembang masih perlu sedikit lagi waktu untuk memperbaiki beberapa bug agar gamers bisa merasakan pengalaman bermain yang maksimal saat game diluncurkan nanti. Berikut ini adalah pernyataan resmi Shuhei Yoshida tersebut:
“The Last Guardian development team is fast approaching major milestones in production and has made the tough decision to delay the release of The Last Guardian a few weeks. The Last Guardian will launch on December 6, 2016.
Fumito Ueda (gen Design) and Japan Studio have a wonderful vision for The Last Guardian’s touching, emotional journey of friendship and trust, and we want to deliver the most polished experience possible for our fans who have supported us for so long. A delay is a difficult decision, particularly with this game, but we have encountered more bugs than anticipated while in the final stages of development. To ensure that The Last Guardian delivers on the experience that the game’s creators have envisioned, we need to take the extra time to work on those issues.
Our development continues to push itself to the fullest and we look forward to revealing new content toward launch.
We appreciate your continued support.”
Melalui blog resmi PlayStation, Sony Interactive Entertainment mengumumkan bahwa pembaharuan sistem perangkat lunak 4.00 untuk konsol PlayStation 4 akan diluncurkan hari ini.
Pembaharuan yang bisa gamers rasakan di versi 4.00 adalah UI baru, Quick Menu, Share Menu, Penyempurnaan pada sistem Folder dan Library, serta banyak lagi lainnya. Untuk lebih jelasnya, saksikan cuplikan penjelasan pembaharuan sistem perangkat lunak 4.00 PlayStation 4 pada video di bawah ini.
Invasi game Jepang di Steam telah terjadi! Sebagai platform khusus game PC, Steam ternyata tidak hanya menarik perhatian developer barat saja melainkan juga developer Jepang. Menariknya, game-game asal Jepang ini bukan hanya terbatas pada judul tenar saja seperti One Piece atau Naruto. Beberapa judul game Jepang yang bahkan kurang dikenal sekalipun juga muncul di Steam.
Apakah invasi game Jepang di Steam ini akan terus berlangsung atau jangan-jangan hanya sekedar hype saja? Playcubic punya jawabannya…
Mereka tidak akan berhenti
Tidak bisa dipungkiri lagi jika jumlah gamer PC di Jepang sangatlah kecil, apalagi jika dibandingkan dengan konsol atau mobile. Berbeda dengan Jepang, di luar negara Bunga Sakura jumlah gamer PC justru mengalahkan gamer konsol. Disinilah Steam menjadi penting bagi developer Jepang, yaitu untuk memasarkan gamenya kepada gamer PC di luar negaranya.
CEO dari publisher XSEED, Ken Berry mengatakan bahwa trend untuk meluncurkan game Jepang di Steam tidak akan berhenti. Menurutnya ini adalah salah satu cara yang efektif untuk memasarkan game Jepang kepada kalangan yang berbeda-beda. “Contohnya adalah belum lama ini kami telah merilis versi PC dari game eksklusif untuk Wii yaitu Little King’s Story. Meskipun kelihatannya lucu, game ini juga memiliki tema dewasa yang cocok dengan karakter gamer PC” Ucap Berry seperti yang dikutip dari Gamesindustry.
Ketika ditanya apakah penjualan versi PC dari game Little King’s Story versi PC ini menguntungkan, ia mengatakan hal sebaliknya. “Jujur saja, penjualan game ini tidak sesuai dengan ekspektasi kami. Meskipun begitu kami percaya bisa tetap memperoleh keuntungan pada akhirnya nanti” Kata Berry.
Berbeda dengan konsol, menjual game melalui Steam ternyata memiliki efek jangka panjang. Game tersebut dapat dibeli kapan dan dimana saja karena berbentuk data digital. Versi konsolnya justru lebih terbatas karena masih memiliki bentuk fisik. Inilah yang menyebabkan Berry dan XSEED yakin pada akhirnya nanti mereka akan tetap untung.
Mengenai trend game Jepang di Steam, Berry mengatakan bahwa XSEED tidak memiliki rencana untuk berhenti. Ia justru mengatakan bahwa akan ada serbuan game Jepang di Steam kedepannya nanti. “Pada awalnya hanya ada kami (XSEED), namun sekarang semakin banyak developer Jepang yang meluncurkan gamenya di PC melalui Steam” Ucapnya.
Game lawas dapat kembali Berjaya
Alasan lain kenapa game Jepang tidak akan meninggalkan Steam adalah game klasik ternyata masih laku terjual. Salah satu contohnya adalah game buatan Sega Valkyria Chronicles yang dirilis di Steam pada tahun 2014 kemarin. Penjualan versi PC dari game tersebut ternyata berhasil mengagetkan Sega. Bayangkan saja game yang awalnya diluncurkan di PS3 pada tahun 2008 ini berhasil menjadi pemuncak di Steam Download Chart. Jumlah pemilik dari game ini juga telah mencapai 847.477 orang menurut Steamspy.
Invasi game Jepang di Steam ini sah-sah saja, namun ada satu hal yang wajib diperhatikan. Hal ini adalah kualitas porting. Banyak game Jepang di Steam yang memiliki masalah dalam portingnya, seperti framerate yang tidak stabil atau pemetaan kontroler dengan keyboard yang tidak memuaskan. Jika masalah-masalah ini dapat diperbaiki, Playcubic yakin akan semakin banyak gamer PC yang membeli game Jepang di Steam. Bagaimana menurut kamu?
Ada kabar yang beredar jika Tree of Savior versi mobile sedang dikembangkan oleh Nexon. Padahal game tersebut belum lama dirilis di PC. Dibuatnya Tree of Savior versi mobile ini membuktikan bahwa game MMORPG diadaptasi menjadi PC memang sedang menjamur.
Dikutip dariMMOculture, game Tree of Savior versi mobile ini akan menawan seperti versi PCnya. Game tersebut akan memiliki tampilan grafis yang indah serta konten beragam. Versi mobile game ini juga akan dilengkapi oleh UI yang disesuaikan khusus untuk perangkat android dan iOS. Mengenai kapan game mobile ini akan dirilis masih belum diketahui.
Padahal belum lama ini game Ragnarok Online diadaptasi menjadri game mobile, sekarang giliran Tree of Savior. Apakah ini adalah masa depan dari MMORPG nanti, dari PC menuju mobile?
Teka-teki game terbaru Naruto akhirnya terungkap dengan diumumkannya Naruto Shippuden: Ultimate Ninja Storm 4 Road to Boruto oleh Bandai Namco. Game ini rencananya akan dirilis pada tanggal 2 Februari 2016 di Jepang. Kapan game ini akan diluncurkan di wilayah barat masih belum diketahui.
Road to Boruto akan menceritakan kisah dari Boruto dan shinobi muda lainnya. Selain Boruto, ada pula Sarada Uchiha dan Mitsuki. Naruto dan Sasuke kelihatannya juga akan dapat dimainkan dalam game tersebut. Buat kamu yang sudah memiliki Naruto Shippuden: Ultimate Ninja Storm 4, game ini dapat diunduh layaknya DLC.
Trailer dan video gameplay dari game ini rencananya akan ditampilkan secara perdana pada event Tokyo Game Show 2016 mendatang.
2K akhirnya mengungkap ukuran file BioShock: The Collection. Versi remaster dari tiga game BioShock ini akan memiliki ukuran file kurang lebih 80 GB. Jumlah tersebut bahkan telah menyaingi game buatan Rockstar yaitu GTA V. Berikut adalah spesifikasi dari BioShock: The Collection untuk PC:
Alasan kenapa game ini memiliki ukuran file yang besar adalah karena BioShock: The Collection terdiri dari tiga game yang berbeda. Ketiga game ini adalah BioShock, BioShock 2 dan BioShock Infinite. Menurut 2K, tampilan grafis dari BioShock dan BioShock 2 akan diperbaiki dan menjadi lebih baik. Untuk BioShock Infinte, 2K mengaku bahwa mereka tidak melakukan perbaikan apa-apa karena kualitas gambar sudah memadai.
BioShock: The Collection versi PC akan diluncurkan pada tanggal 15 September 2016. Versi konsolnya akan meluncur lebih dulu pada tanggal 13 September 2016. Bagi kamu yang sudah memiliki BioShock dan BioShock 2 maka kamu dapat mengupgrade keduanya secara gratis setelah game ini dirilis.
Jadwal rilis Bloodstained: Ritual of the Night yang dikerjakan oleh pencipta dari game Castelvania, Koji Igarashi telah dipastikan ngaret. Game yang rencananya akan dirilis pada bulan Maret 2017 mendatang, justru diundur menjadi pertengahan tahun 2018. Berikut adalah video developer dairy yang menjelaskan kenapa game tersebut tidak jadi dirilis tahun depan:
Menurut keterangan yang diberikan dalam video di atas, penundaan ini disebabkan oleh kualitas dari game tersebut yang belum memenuhi standar. “Saya memutuskan untuk menambah tim developer baru sehingga game ini akan tetap berjalan seperti yang kita semua harapkan” ucap Igarashi.
Buat kamu yang belum tahu, Bloodstained: Ritual of the Night adalah game yang dibuat melalui program Kickstarter pada tahun 2015 kemarin. Jumlah total sumbangan yang berhasil diperoleh sangatlah luar biasa yaitu mencapai $ 5.545.991 atau sekitar 73 miliar rupiah.
Game ini menceritakan kisah seorang wanita bernama Miriam yang memiliki kutukan bernama alchemist cures, dimana secara perlahan tubuhnya berubah menjadi kristal. Gameplay dari Bloodstained: Ritual of the Night akan mengikuti gaya dari Castlevania dan memiliki tampilan 2.5D.
Penundaan jadwal rilis memang merupakan kendala utama dari game Kickstarter, contohnya Mighty No.9. Penundaan jadwal rilis game yang dibuat oleh Keiji Inafune justru membuatnya bermasalah. Setelah diluncurkan game tersebut justru dicaci-maki karena tidak sesuai dengan yang diharapkan. Mudah-mudahan saja nasib yang sama tidak akan dialami oleh Bloodstained: Ritual of the Night.