Home Blog Page 1078

Bukannya Senang, Pemain Pokemon GO Meradang Setelah Update Baru

0

Pemain Pokemon GO meradang! Respon permain kepada versi terbaru dari Pokemon GO yaitu v0.31.0 tidaklah menyenangkan. Beberapa update terbaru yang diluncurkan oleh Niantic dianggap mengganggu keseruan bermain Pokemon GO.

Pertama, dalam update terbaru Pokemon GO pemain tidak lagi bisa menggunakan aplikasi bantuan macam PokeVision. Aplikasi ini digunakan layaknya radar yaitu dapat mendeteksi lokasi spawn Pokemon serta durasinya. Dihilangkannya PokeVision ini berhubungan dengan pernyataan CEO Niantic John Hanke. Menurut Hanke penggunaan aplikasi semacam PokeVision sama saja dengan bermain curang.

Kedua, Niantic juga menghilangkan fitur steps dalam game Pokemon GO. Fitur steps ini padahal sangat berguna untuk mengetahui lokasi Pokemon yang dicari. Jika kamu belum tahu, fitur steps dalam game Pokemon GO masih terkena bug. Seharusnya jejak yang jumlahnya tiga akan semakin berkurang ketika kamu mendekati target Pokemon. Karena bug, jumlah jejak tersebut tidak berkurang sama sekail. Pemain Pokemon GO meradang karena alih-alih memperbaiki fitur step, Niantic justru menghilangkannya.

Ketiga, update terbaru Pokemon GO juga menyebabkan data dari karakter menghilang. Akibatnya pemain harus mengulang kembali dari level 1. Akibat bug ini beberapa pemain Pokemon GO bahkan menuntut Niantic untuk mengganti rugi atas kerugian mereka. Para pemain mengaku telah banyak menghabiskan banyak uang demi menaikkan level karakternya.

Meskipun para pemain barat Pokemon GO meradang karena update ini, pemain Pokemon GO Indonesia justru adem-ayem. Sepertinya masalah-masalah ini sama sekali tidak berdampak dengan para pemain Pokemon GO Indonesia. Luar biasa, ternyata versi APK lebih aman dibandingkan versi aslinya.

Untuk lebih jelasnya mengenai update terbaru Pokemon GO v0.31.0, kamu bisa membacanya di sini.

Snail Games Ungkap Tiga Game Online Baru di ChinaJoy 2016

0

Masih dengan developer game asal Tiongkok Snail Games ? Kreator dari game Black Gold Online ini mengumumkan tiga game online baru pada ajang ChinaJoy 2016.  Ketiga game ini adalah Age of Wushu 2, Dark and Light (Savage Horizon) serta Voyage Century.

Age of Wushu 2

Age of Wushu 2

Fakta yang menarik dari Age of Wushu 2 adalah game ini tidak berhubungan dengan game pertamanya Age of Wushu. Age of Wushu 2 juga tidak bersetting di negara Tiongkok seperti game pertamanya. Alasannya adalah Snail Games menargetkan game ini kepada jenis pemain yang berbeda.

Age of Wushu 2 tidak memiliki quest. Atribut seperti strength dan vitality juga tidak akan diimplementasi dalam game ini. Menurut Snail Games, dalam Age of Wushu 2 karakteristik milik karakter yang dibuat justru menjadi penentu gaya bermain. Keadaan alam serta NPC dalam Age of Wushu 2 juga akan terus  berubah. Pemain nantinya diharuskan beradaptasi dengan kondisi tersebut. Melihat deskripsi ini, sepertinya Snail Games ini Age of Wushu 2 mirip dengan Guild Wars 2.

Kabar baiknya adalah Age of Wushu 2 akan diluncurkan secara internasional pada tahun 2017 mendatang.

Dark and Light

Dark and Light

Game Dark and Light atau Savage Horizon diklaim oleh Snail Games sebagai game MMORPG dengan dunia yang sangat besar. Elemen sandbox akan menjadi daya tarik utama dari Dark and Light. Kamu dapat menghancurkan rumah bahkan menyerang desa atau kota. Dark and Light memiliki 12 jenis ras, 14 job class dan 3 pihak yang dapat dipilih pemain. Trailer perdana dari Dark and Light ini bisa kamu lihat dibawah:

Kapan pastinya Dark and Light muncul ke pasaran masih belum diketahui.

Voyage Century 2

Voyage Century 2

Game ini merupakan sekuel dari game MMORPG pertama Snail Games berjudul Voyage Centuries. Sama seperti Dark and Light, pengembangan game ini sudah memakan waktu 12 tahun semenjak tahun 2004. Sea Voyage 2 akan terfokus pada peperangan di laut dengan menggunakan kapal. Kamu dapat bermain sebagai pedagang, bajak laut atau angkatan laut dalam game ini. Masih belum diketahui kapan game ini akan dirilis oleh Snail Games.

Dari ketiga game di atas, kira-kira menurut kamu mana yang paling menarik?

Blizzard Buat Wacana Overwatch Gratis?

0

“Overwatch gratis?” Kamu yang mendengar kalimat tersebut pasti akan sumringah!

Dalam event ChinaJoy 2015 perwakilan Blizzard Tiongkok, NetEase sempat membicarakan rencana Overwatch untuk kedepannya. Salah satu rencana dari Blizzard adalah memberikan Overwatch fitur free trial.

Dikutip dari 2P, perwakilan Blizzard Tiongkok Li Riqiang mengatakan bahwa saat ini jumlah populasi pemain Overwatch sudah cukup banyak. Rencana free trial ini diharapkan dapat menarik minat gamer yang belum mencoba game Overwatch. Masih belum diketahui apakah kapan free trial ini akan diimplementasi dan di wilayah mana saja yang dapat menggunakannya.

Meskipun wacana, mudah-mudahan saja Blizzard mau merealisasikannya suatu saat nanti. Siapa sih yang tidak ingin bermain Overwatch?

Siapa Sebenarnya Target Penjualan “Konsol Klasik” Rasa Baru?

0

Hai Gamers, kalian pasti sudah banyak yang tahu bahwa Nintendo baru saja meluncurkan konsol game NES klasik “baru” dan resmi dengan ukuran yang lebih kecil dibandingkan konsol NES original (bukan versi Raspberry Pi NES). Konsol tersebut dirilis dengan bundel 30 games yang sudah terbenam langsung didalam mesin. Seakan ingin menjawab tantangan dari Nintendo, Sega kabarnya saat ini juga tengah membuat membuat konsol klasik Sega Mega Drive (dengan kontroler wireless) yang dibundel dengan 80 games plus mendukung cartridge Mega Drive original. Tidak hanya konsol, Sega juga membuat sebuah protable gaming system alias konsol genggam yang juga berisi 80 games klasik Mega Drive dan masih bisa ditambah dengan menyalin ROMs game ke SD cards. Sega mempercayakan pembuatan konsol klasiknya ini kepada pihak ke tiga yang berasal dari Cina.

Lalu sebenarnya apa maksud dari dua raksasa industri games ini “merilis” kembali konsol yang sudah lama mati? Tentu saja jawaban pertama adalah NOSTALGIA. Ya, target penjualan utama konsol klasik rasa baru ini nampaknya menyasar pada gamers berumur 25 tahun ke atas yang dahulu mungkin pernah memiliki sejarah manis dengan konsol NES maupun Mega Drive. Lalu mengapa Nintendo dan Sega masih melirik target gamers yang sudah cenderung masuk ke level yang kemungkinan besar sudah banyak yang melupakan asiknya bermain games dan sibuk bekerja? Saya bisa jawab mungkin jawabannya adalah tingkat kemapanan. Gamers yang waktu kecil hanya bisa bermain konsol NES atau Mega Drive dirumah temannya karena tidak mungkin memiliki konsol dengan berbagai kondisi pada dahulu kala mungkin kini sudah memiliki berbagai kemungkinan yang bisa membuat membeli dan memiliki apa yang mereka inginkan sewaktu kecil namun tidak bisa terpenuhi, salah satu contohnya konsol games.

Nintendo dan Sega melihat peluang ini, dan percaya dari pada membeli konsol bekas original, lebih baik konsumen membeli konsol klasik baru dengan berbagai pembaharuan teknologi yang memungkinkan dihubungkan dengan berbagai perangkat pedukung generasi saat ini (seperti TV LED) tanpa harus mengurangi esensi dari games klasik itu sendiri. Mengapa Sega ataupun Nintendo tidak menyasar target gamers pemula yang berusia remaja atau anak-anak? Saya rasa baik Nintendo ataupun Sega sudah ikut memikirkan dampak yang didapat dari peluncuran konsol klasik mereka terhadap gamers muda. Nah memperdalam hal yang baru saja saya katakan di atas, tidak dapat dipungkiri bahwa cukup banyak gamers yang sudah menjadi orang tua namun masih memiliki hobi bermain games yang aktif dan ingin memperkenalkan kepada anak-anak mereka games yang layak dan seru yang biasa mereka mainkan di masa mereka kecil dulu. Nah dari sini kita dapat ambil suatu garis merah bahwa target penjualan untuk gamers veteran tentu saja akan berdampak pada gamers muda jika mereka masih berada pada suatu lingkungan yang sama.

Proyek Nostalgia Nintendo dan Sega-01

Bisa diambil kesimpulan sederhana bahwa peluncuran konsol klasik “baru” dari Nintendo dan Sega merupakan suatu strategi yang licin dan mantap. Melihat dari tingkat kejenuhan terhadap games ataupun konsol games canggih yang ada saat ini, yang kebanyakan hanya beradu sisi grafis dibandingkan gameplay. Nah, Sega dan Nintendo melalui games klasik mereka memang hadir untuk menawarkan gameplay yang sesungguhnya dari sebuah video game. Selain itu, lagi-lagi saya harus katakan sisi nostalgia sangat kental dan memang tidak bisa dikesampingkan dari perilisan dua konsol klasik baru tersebut. Bagaimana dengan Gamers di sini? Apakah kalian mungkin adalah salah satu dari banyak gamers yang tertarik dengan peluncuran konsol klasik baru buatan Nintendo dan Sega? Atau malah kalian sudah memesannya sekarang?

Okelah, nikmati petualangan kalian yang penuh nostalgia 😀

Prey of the Gods: Ketika Semut Berhadapan dengan Raksasa

0

Kamu masih ingat dengan game Shadow of the Colossus? Ketika pertama kali muncul di PS2 pada tahun 2005 game ini langsung menjadi buah bibir. Konsep yang ditawarkan dalam Shadow of the Colossus ini benar-benar unik dan berbeda dengan game-game lainnya. Dalam game ini kamu ditantang untuk mengalahkan monster raksasa. Satu-satunya cara untuk mengalahkan monster-monster ini adalah dengan memanjat bagian tubuhnya lalu menusuk bagian terlemahnya.

Shadow of the Colossus

Sayangnya kesuksesan game ini tidak berlanjut. Sony selaku developer dari game tersebut tidak memiliki rencana untuk membuat sekuel atau menciptakan game baru dengan konsep yang sama. Sekarang kita sudah berada di tahun 2016. Sudah 11 tahun lamanya semenjak kemunculan Shadow of the Colossus. Apakah ini artinya game tersebut benar-benar sudah ‘mati’? Untung saja tidak.

Prey of the Gods adalah game yang disebut-sebut sebagai penerus dari Shadow of the Colossus. Game yang digarap dengan Unity engine ini dibuat oleh developer indie bernama No Matter Studios. Prey of the Gods juga telah muncul di situs Kickstarter. Saat ini tim pengembang game Prey of the Gods telah mengantongi $ 340.303 dari target awalnya $ 300.000. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa langsung mengunjungi halaman Kickstarter Prey of the Gods di sini.

Prey of the Gods hungry giant

Meskipun berstatus sebagai studio game indie, kru dari No Matter Studios merupakan orang-orang yang berpengalaman dalam industri game. Director dari Prey of The Gods yaitu Brian Parnell sebelumnya bekerja sebagai developer game dari studio Iron Lore. Studio game ini terkenal dengan game-game isometricnya seperti Titan Quest. Selain itu Parnell juga sempat bergabung dengan Harmonix dan terlibat dalam pengembangan game Rock Band.

Prey of the Gods extreme weather

Prey of the Gods menceritakan kisah dari seorang pahlawan yang ingin mengungkap misteri dibalik kemunculan musim dingin abadi. Dalam perjalanannya, pahlawan ini harus berhadapan dengan monster-monster raksasa. Alasan kenapa Prey of the Gods layak menjadi penerus dari Shadow of the Colossus bisa kamu lihat pada trailernya di bawah:

Gameplay dari Prey of the Gods sangatlah mirip dengan Shadow of the Colossus. Kamu akan berhadapan dengan monster raksasa yang tidak bisa dikalahkan dengan cara biasa. Satu-satunya cara untuk menjatuhkannya adalah dengan memanjat tubuh monster tersebut dan mencari titik lemahnya. Selain terinspirasi dari Shadow of the Colossus, No Matter Studios juga mengakui bahwa Prey of the Gods juga mengambil konsep dari game FTL: Faster Than Light, Deus EX, DayZ dan Bloodborne.

Selain pertarungan dengan monster raksasa, Prey of the Gods juga memiliki unsur survival. Musim dingin merupakan musuh kedua yang harus dihadapi. Agar tidak mati kedinginan, kamu harus membuat api unggun untuk membuat badan karakter kamu tetap hangat. Selain itu kamu juga harus mencari makanan yang bisa dimakan oleh karakter kamu. Cuaca dalam game Prey of the Gods juga tidak selalu sama. Ada siang hari adapula malam hari.

Prey of the Gods creating bonfire

Prey of the Gods clear skies

Lalu dimanakah Prey of the Gods ini nantinya akan dirilis? Prey of the Gods akan tersedia di konsol yaitu PS4 dan Xbox One serta PC melalui Steam. Rencananya Prey of the Gods baru akan dirilis pada bulan Desember 2017 mendatang.

Kira-kira bisakah Prey of the Gods memuaskan para gamer yang telah kehilangan Shadow of the Colossus?

Panduan VR: Dari yang Termahal Sampai Termurah

0

Kamu sedang memerlukan panduan VR (Virtual Reality)? Kamu membaca artikel yang tepat. Berbagai jenis brand VR sudah membanjiri pasaran, mulai dari yang super eksklusif sampai dengan yang murahan. Boomingnya VR juga diikuti oleh perkembangan industri game. Ada game yang memang dibuat khusus untuk VR seperti Summer Leason, adapula game yang mengimplementasi fitur VR kedalamnya seperti Star Citizen. Inovasi VR ini tidak akan berhenti dan semakin kedepannya juga akan semakin canggih.

Eits jangan senang dulu. Sebelum bermimpi untuk memiliki headset VR, kamu harus memikirkan harganya dulu. Apakah uang di dompetmu cukup untuk membeli perangkat VR yang kamu inginkan?

 

Oculus Rift

Oculus Rift

Sebagai salah satu pionir dari teknologi VR, wajar saja jika banyak orang yang tertarik dengan headset Oculus Rift. Headset ini secara resmi diluncurkan ke pasaran pada tanggal 28 Maret 2016 kemarin. Oculus Rift hanya compatible dengan PC saja. Inilah yang membuat harga dari Oculus Rift cukup tinggi.

Harga dari Oculus Rift adalah $ 599 dolar atau Rp 7.8 juta. Ini baru harga headsetnya saja, belum ditambah dengan PCnya. Berikut adalah spesifikasi PC yang diperlukan jika kamu mau menggunakan Oculus Rift:

  • Video Card: NVIDIA GTX 970 / AMD R9 290 equivalent or greater
  • CPU: Intel i5-4590 equivalent or greater
  • Memory: 8GB+ RAM
  • Video Output: Compatible HDMI 1.3 video output
  • USB Ports: 3x USB 3.0 ports plus 1x USB 2.0 port
  • OS: Windows 7 SP1 64 bit or newer

Untuk merakit komputer dengan spesifikasi di atas kamu setidaknya harus menyiapkan budget Rp 6 juta-7 juta. Jadi jumlah total uang yang harus kamu sediakan jika ingin memainkan PC dengan headset Oculus Rift adalah Rp 14 juta-15 juta.

Tidak ingin merakit PC lagi? Oculus bekerjasama dengan brand PC terkemuka juga menyediakan PC khusus dengan spesifikasi high-end. Salah satunya adalah ASUS G11CD, desktop yang didesain khusus untuk headset VR. Ingin tahu berapa harganya? ASUS G11CD dijual kurang lebih dengan harga $ 849 dolar.

Website resmi Oculus Rift

 

HTC Vive

HTC Vive

Inilah hasilnya jika pencipta Steam yaitu Valve membuat hardware VRnya sendiri. HTC Vive adalah headset VR yang didesain oleh Valve bersama dengan HTC. Headset ini diluncurkan pada tanggal 5 April 2016. Sama seperti Oculus Rift, HTC Vive juga hanya dapat digunakan pada PC saja. Lantas berapakah harga dari HTC Vive?

Jangan kaget, Valve menjual HTC Vive dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan Oculus Rift yaitu sekitar $ 799 dolar atau sekitar Rp 10 juta. Spesifikasi PC yang dapat menggunakan HTC Vive juga kurang lebih sama dengan Oculus Rift:

  • Graphics Card: GeForce GTX 970 or AMD Radeon R9 290 or better.
  • CPU: Intel Core i5 4590 or AMD FX 8350 or greater.
  • RAM: 4GB or more.
  • Video port: HDMI 1.4, DisplayPort 1.2, or better.
  • USB port: 1 USB 2.0 or faster port.
  • OS: Windows 7 SP1 or newer

Jika dijumlah total biaya perakitan PC bersama dengan headset HTC Vive, kamu harus menyiapkan biaya sekitar Rp 16 juta-17 juta. Valve juga menyediakan PC khusus yang dapat kamu langsung pesan. Tapi jangan harap harganya bakalan lebih murah.

Website resmi HTC Vive

 

PlayStation VR

PlayStation VR

Dunia virtual reality ternyata tidak hanya dimonopoli oleh PC saja. Sony dengan PlayStationnya juga memiliki headset VRnya sendiri. Headset VR milik Sony ini dinamakan PlayStation VR. Peluncuran PlayStation VR juga akan dilakukan pada tahun 2016 ini yaitu pada tanggal 13 Oktober 2016.

Dalam masalah harga, PlayStation VR jauh lebih manusiawi jika dibandingkan dengan Oculus Rift dan HTC Vive. Headset VR ini akan dijual dengan harga $ 399 dolar. Belum lama ini Sony Asia juga telah mengumumkan harga resmi dari PlayStation VR di Indonesia. Berikut adalah keterangan harganya:

PlayStation VR di Indonesia

Seperti yang kamu lihat di atas, PlayStation VR nantinya akan dijual dengan harga Rp 7.390.000. Headset ini sudah dapat dipre-order melalui dealer resmi Sony.

Nah sekarang saatnya hitung-hitungan. Jika kamu mau membeli PlayStation VR, kamu harus punya  PS4nya dulu. Di Indonesia harga PS4 sekarang adalah Rp 4 juta-5 juta. Jika dijumlah total, kamu harus menyiapkan biaya sekitar Rp 11 juta-12 juta untuk memilik PS4 sekaligus PlayStation VR.

Saran Playcubic adalah sebaiknya kamu tahan dulu keinginan kamu untuk membeli PlayStation VR. Saat ini Sony membangun konsol PS4 versi baru yang diberi nama ‘Neo’. Konsol ini diciptakan khusus untuk memfasilitasi fitur PlayStation VR. Ada kemungkinan harga dari PS4 nantinya akan kembali turun setelah Neo dirilis ke pasaran. Nah pada saat inilah kamu bisa membeli PS4 dengan harga yang lebih murah lagi. Mengenai kapan dirilisnya Neo masih belum diketahui.

Website resmi PlayStation VR

 

Samsung Gear VR

Samsung Gear VR

Buat kamu yang lebih condong ke perangkat mobile, Samsung Gear VR adalah pilihan yang cocok untuk kamu. Headset VR yang mulai dipasarkan semenjak tahun 2015 kemarin hanya berharga Rp 1,5 juta saja di Indonesia. Memang untuk menggunakannya kamu harus memiliki Galaxy Note 5 atau Galaxy S6 atau S7. Kisaran harganya sekarang kurang lebih Rp 5 juta-8 juta. Jika dijumlah total dengan Samsung Gear VR kurang lebih adalah Rp 10 juta.

Memang masih mahal namun jika dibandingkan dengan yang lainnya, Samsung Gear VR adalah yang termurah.

Website resmi Samsung Gear VR

 

Google Cardboard

Google Cardboard

Jika kamu semua headset VR yang sudah Playcubic sebutkan sebelumnya masih mahal, maka satu-satunya pilihan kamu hanyalah Google Cardboard. Headset VR keluaran Google ini hanya dijual kurang lebih Rp 100 ribu saja. Tapi jangan berharap kamu bisa mendapatkan berbagai macam fitur canggih yang ada dalam headset VR lainnya.

Google Cardboard adalah headset VR yang benar-benar. Saking murahnya headset ini sudah seperti prakarya karena terbuat dari bahan kardus. Selain bisa digunakan untuk bermain, kamu juga bisa menggunakannya untuk menonton. Google Cardboard juga bisa digunakan untuk segala jenis smartphone Android.

Website resmi Google Cardboard

Bagaimana menurut kamu? Kira-kira headset VR mana yang paling cocok buat kamu?

Baru Rilis, Sudden Attack 2 Langsung Ditutup Nexon

0

Berita buruk buat kamu yang menunggu game FPS Sudden Attack 2. Baru saja diumumkan bahwa Nexon akan menutup layanan game tersebut pada tanggal 29 September 2016 mendatang. Padahal game tersebut baru saja dirilis pada bulan Agustus.

Penutupan game Sudden Attack 2 kabarnya disebabkan oleh respon negatif yang diterima pada tahap awal launching. Karena respon yang diterima tidak sesuai, Nexon akhirnya memutuskan untuk menutup game tersebut. Saat ini proses refund bagi pemain yang sempat membeli in-game item tengah berlangsung.

Sayang sekali yah padahal game ini telah ditunggu-tunggu oleh banyak orang, ternyata malah akan tutup.

One Night in Karazhan Adalah Petualangan Terbaru HearthStone

0

Konten terbaru game HearthStone akhirnya diumumkan oleh Blizzard. Konten baru ini bernama One Night in Karazhan. Blizzard rencananya akan meluncurkan konten ini mulai dari tanggal 11 Agustus 2016 mendatang.

Dalam One Night in Karazhan kamu akan diundang ke dalam pesta yang diselenggarakan oleh Medivh. Tanpa sepengetahuan para tamu undangannya, Medivh mendadak menghilang dan membuat sihir yang ada dalam pesta tersebut menggila. One Night in Karazhan akan memiliki beberapa wing yang nantinya harus kamu taklukan. Masing-masing wing nantinya akan dirilis secara berurutan. Kamu bisa membeli seluruh konten One Night in Karazhan dengan harga $ 20 dolar atau membelinya persatuan yang masing-masing berharga $ 7 dolar.

Untuk lebih jelasnya mengenai konten One Night in Karazhan ini, kamu bisa langsung membacanya di website resmi Battle Net.

Sekarang Kamu Bisa Nonton Match DOTA 2 Bareng Langsung Heronya

0

Ingin nonton match DOTA 2 bersama para heronya langsung? Impian ini sekarang bisa diwujudkan dengan fitur DOTA VR HUB. Melalui fitur ini, kamu yang memiliki headset Virtual Reality bisa menonton live match atau replay game DOTA 2 dengan mode VR. Untuk lebih jelasnya kamu bisa melihat tutorial videonya di bawah:

Mode ini diluncurkan bersama dengan The International 2016 Compendium update. Berdasarkan keterangan yang dicantumkan dalam situs resmi DOTA 2, mode ini akan membuat kamu merasakan sensasi seakan-akan ada di dalam dunia DOTA 2 ketika sedang menonton game yang berlangsung. Untuk lebih jelasnya bisa kamu baca di sini.

The International 2016 akan berlangsung mulai minggu depan, yaitu dari tanggal 2 Agustus 2016 sampai dengan 13 Agustus 2016. Sudah siapkah kamu?

We Made Ungkap Trailer Perdana Untuk Icarus Mobile

0

Melalui perhelatan China Joy 2016, WeMade Entertainment mengungkap cuplikan trailer gameplay perdana untuk Icarus Mobile. Game yang diadaptasi dari versi PC ini akan menghadirkan konten yang hampir sama dengan versi PC.

Icarus Mobile dibuat menggunakan Unreal Engine 4, sehingga menghasilkan grafis yang tinggi. Pemain akan menemukan konten Player vs Environment di darat, dungeon raid dan tentunya pertempuran di udara.

Bagi kalian yang ingin mencoba versi PC berbahasa Inggris, bisa mendaftarkan diri di sini.