Rockstar Games baru saja memperbaharui halaman situs resmi, halaman Facebook dan juga akun Twitter mereka dengan gambar baru yaitu logo Rockstar Games dengan latar belakang warna merah.
Gaya warna merah dari gambar ini mirip seperti material promosi Rockstar San Diego untuk game Red Dead Redemption. Pada bulan April lalu sempat muncul rumor yang beredar mengatakan bahwa game Red Dead baru tengah dikembangkan, dan kabarnya setting waktu akan berada pada masa sebelum event di Red Dead Redemption. FYI, Rockstar Games merilis ulang Red Dead Revolver sebagai game PS2 di konsol PS4 lewat PlayStation Store awal minggu ini.
Jadi apakah akan ada game Red Dead baru dari Rockstar Games? Kita tunggu saja informasi resmi dari Rockstar Games (mungkin beberapa minggu atau hari lagi).
Sepertinya Microsoft tidak takut rugi dengan penjualan konsol Xbox di Jepang. Buktinya mereka akan tetap meluncurkan Xbox One S di negara Bunga Sakura. Padahal jika dilihat dari track record-nya, konsol Xbox terutama Xbox One tidak berhasil menembus pasar di Jepang.
Berdasarkan artikel yang dibuat oleh Famitsu (Diterjemahkan oleh Dualshockers), kepala dari divisi Xbox Phil Spencer memiliki opininya sendiri mengenai penjualan konsol Xbox di Jepang. Menurutnya konsol Xbox tidak memiliki game yang menarik minat gamer Jepang. Phill menyadari jika Xbox membutuhkan game macam Person atau Senran Kagura jika ingin dilirik oleh gamer Jepang.
Microsoft sendiri dulu pernah meluncurkan game Jepang di konsol Xbox 360 yaitu Blue Dragon dan Lost Odyssey. Menurut Spencer kedua game ini berhasil menarik perhatian gamer Jepang dan membuat penjualan konsol Xbox 360 meningkat. Untuk kedepannya Phill bersama timnya akan mengusahakan agar konsol Xbox One dan One S memiliki game seperti keduanya.
Saat ini bisnis konsol di Jepang masih dikuasai oleh Sony. Hampir semua game-game yang dibuat oleh developer lokal Jepang selalu diluncurkan di konsol PlayStation. Monopoli Sony ini harus dipatahkan oleh Microsoft jika ingin konsol Xbox One S sukses di Jepang. Konsol ini rencananya akan dirilis pada akhir tahun 2016.
Microsoft sendiri sudah membuktikan niatnya. Game Final Fantasy yang biasanya hanya diluncurkan di konsol PlayStation sekarang juga akan dirilis di Xbox. Contohnya adalah Final Fantasy XV. Kita lihat saja apakah strategi tidak takut rugi Microsoft ini akan membuahkan hasil atau tidak.
Terungkap sudah juara League of Legends Indonesia Championship atau LIC 2016. Tim Fortius Gaming Pondok berhasil mengalahkan lawannya Pondok Gaming dengan skor 2-0 pada babak Grand Final. Kemenangan Fortius Gaming ini membuat tim Fortius Gaming berhak menyandang gelar tim LOL terbaik di seluruh penjuru Indonesia serta uang tunai sebesar 70 juta rupiah. Pondok Gaming yang menjadi runner-up mendapatkan 35 juta rupiah.
Sejak hari pertama LIC 2016 digelar, Fortius Gaming terus-menerus memperlihatkan penampilan sempurna. Tim yang beranggotakan enam atlet eSports ini menduduki peringkat tertinggi pada fase penyisihan grup dengan mengantongi 4 buah kemenangan. Pada babak semi final yang dilangsungkan hari Sabtu (15/10/16) kemarin, Fortius Gaming sukses mengalahkan Headhunters dan melaju ke babak Grand Final
Fortius Gaming memang masih tergolong baru dalam kompetisi LOL di Indonesia. Namun, tim ini tidaklah sepenuhnya baru. Beberapa nama tenar bergabung dengan skuad tim ini seperti Surya ‘Square’ Wana Bakti, Thanh Lâm ‘Meocon’ Trần, Vĩnh Thanh ‘Beyond’ Trương, Kenny ‘Chupper’ Marcellino dan Kyle ‘Rofens’ William.
“Tujuan utama Fortius, dari sejak dulu adalah untuk menang dalam setiap pertandingan. Kami berlatih keras setiap hari demi memberikan penampilan terbaik dan mencapai tujuan utama yaitu tadi, menjadi juara. Apapun turnamennya,” Ucap Kayle sebagai kapten tim Fortius Gaming.
“Latihan-latihan tersebut bisa berupa penambahan jadwal latihan yang semakin intens. Kita juga sering mencoba strategi-strategi baru. Selain itu, mengingat tim kami juga berisikan dua orang pemain Vietnam, kami meningkatkan sinergi dengan lebih banyak berkumpul dan mengenal satu sama lain. Hal ini sangat membantu kami, terutama Meocon dan Beyond, dalam berkomunikasi, terutama di saat sedang berada dalam pertandingan,” tambah Kenny sang pemain ADC.
Meocon menjadi sosok penting atas kemenangan Fortius Gaming. Pria berkebanggsaan Vietnam ini memperlihatkan permainan yang luar biasa di sepanjang pertandingan. Karena performanya ini Meocon berhak menyandang gelar sebagai pemain terbaik (MVP) di ajang LIC 2016.
Selamat bagi tim Fortius Gaming atas kemenangannya.
Berakhir sudah turnamen LNCC (League of Legends National Collegiate Championship) 2016 dengan kemenangan tim UPH EKSDI. Tim asal Universitas Pelita Harapan ini berhasil mengalahkan lawannya tim MARANATHA STUFF pada pertandingan babak Grand Final LNCC 2016 yang diselenggarakan di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat.
Sebagai juara utama, UPH EKSDI berhak membawa pulang uang hadiah utama sebesar 35 juta Rupiah. Tim UPH EKSDI juga mendapatkan tiket untuk melaju ke babak selanjutnya yaitu League of Legends International Collegiate Championship (LICC) di Taiwan pada bulan November mendatang sebagai wakil Indonesia.
Tim yang beranggotakan 6 orang ini dibentuk oleh Jeremy “Tibold” Yulianto dan Florian “Wolfy” George. Demi merealisasikan impian mereka untuk menjadi juara LNCC dan juga wakil Indonesia di LICC Taiwan, UPH EKSDI mempersiapkan diri dengan latihan yang ketat. “Kami mempersiapkan diri selama lebih dari satu bulan, terutama di dua minggu terakhir kami meningkatkan jadwal latihan menjadi semakin intens, dimana dalam sehari kami bisa bermain bersama selama lebih dari 5 jam,” jelas Jeremy “Tibold” Yulianto.
Selain UPH EKSDI sebagai juara pertama, turnamen LNCC 2016 juga melahirkan Alvin “Vinsanity” Risdianto sebagai pemain terbaik dan mendapatkan gelar MVP. “Saya tidak pernah menyangka bahwa hari ini saya akan diberikan gelar sebagai pemain terbaik. Jelas, gelar ini tidak saya peroleh karena saya sendiri, namun karena saya memiliki tim yang selalu mendukung dari belakang. Maka dari itu, saya persembahkan gelar MVP ini kepada tim saya UPH EKSDI,” Ucap ADC tim UPH ini.
Untuk LICC yang dimulai bulan depan, tim UPH EKSDI akan segera mempersiapkan diri. Jeremy “Tibold” Yulianto mengatakan “Persaingan di LICC akan jauh lebih ketat dibandingkan dengan LNCC 2016, mengingat nanti kita bukan lagi menghadapi lawan-lawan dari dalam negeri, melainkan dari dunia. Oleh sebab ini, kami tahu, akan sangat sulit bagi kami untuk menjadi juara di sana. Tapi, kami tetap akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengharumkan nama Indonesia Dan, ya, ini akan menjadi pengalaman paling besar sekaligus paling berharga kami sebagai mahasiswa,” lanjut top liner dari UPH ini.
Congratulations untuk tim UPH EKSDI dan untuk tim lainnya yang belum beruntung, jangan patah arang. Tetap semangat dan terus berlatih. Siapa tahu tahun depan nanti adalah giliran kalian.
Square Enix mengumumkan jika mereka akan menghentikan layanan Final Fantasy XIV untuk PS3. Informasi ini terungkap bersamaan dengan terungkapnya ekspansi terbaru Stormblood pada festival Final Fantasy XIV Fan Festival.
Director Naoki Yoshida mengatakan jika penghentian layanan ini berhubungan dengan perkembangan game Final Fantasy XIV sendiri. Menurutnya pada ekspansi Stormblood nanti Square Enix akan meningkatkan grafis dan visual dari Final Fantasy XV. Karena peningkatan ini hardware yang digunakan dalam konsol PS3 tidak akan bisa mengikutinya. Untuk mempermudah para pemain, Square Enix juga mengizinkan para pemainnya untuk mengupgrade versi PS3 ke PS4 secara gratis. Tentu saja mereka juga harus memiliki konsol PS4.
Pengumuman lain yang diberikan oleh Naoki Yoshida adalah himbauan kepada para pengguna PC. Ia meminta para pemain Final Fantasy XIV yang masih menggunakan Windows 32-Bit untuk mengupgradenya menjadi Windows 64-Bit.
Melihat gelagatnya ada kemungkinan Square Enix juga mempersiapkan Final Fantasy XIV untuk meluncur di PS4 Pro.
Sedang mencari game mobile RPG seru dengan grafis yang lucu? Playcubic merekomendasikan kamu untuk menjajal Stone Age Begins. Game buatan Netmarble ini belum lama dirilis di kawasan Asia termasuk Indonesia yaitu pada tanggal 28 September 2016 kemarin untuk perangkat android dan iOS. Kabar baik lainnya adalah game ini dapat kamu unduh secara gratis. Siapa yang tidak suka game gratis?
Zaman moderen tapi purba
Cerita dari Stone Age Begins tidak akan ber-setting di zaman purba melainkan zaman moderen. Karena suatu peristiwa besar, peradaban manusia yang tadinya menggunakan teknologi canggih hancur. Untuk menolong manusia, empat penjaga yang mewakili unsur bumi yaitu Earth, Fire, Wind dan Water menciptakan suatu tempat yang dinamakan Tectonika. Pada tempat ini manusia tidak lagi menggunakan mesin melainkan dinosaurus dalam aktivitas sehari-harinya.
Dalam game ini kamu akan memerankan seorang pemuda bernama Woody. Bersama dengan teman-temannya, Woody berusaha mengungkap misteri bangkitnya monster mesin yang mengancam keharmonisan di Tectonika.
Dinosaurus yang beragam
Keunggulan utama dari Stone Age Begins adalah variasi dinosaurus yang ada dalam game ini. Kamu akan menjumpai dinosaurus seperti Triceratops, Brachiosaurus dan Spinosaurus ada dalam game ini. Bahkan monster yang sama sekali tidak berhubungan dengan dinosaurus seperti Mammoth dan Minotaur juga ada.
Desain dari para dino ini juga bervariasi. Ada beberapa dino yang memang didesain goofy, ada juga yang serius namun tetap memiliki ciri khas kartun seperti Mogaros. Para dino dalam Stone Age Begins ini juga memiliki rarity sendiri. Semakin tinggi tingkat rarity-nya, semakin kuat pula dinonya serta semakin sulit mencarinya. Jadi buat kamu yang suka mengkoleksi sesuatu dalam game, untuk mendapatkan seluruh dinosaurus di Stone Age Begins memerlukan perjuangan sendiri.
Selain dino, trainer yang kamu gunakan juga dapat diganti-ganti. Masing-masing trainer akan memiliki skill yang beragam.
Capture, Fusion dan Evolve
Ada dua cara untuk menangkap dinosaurus di Stone Age Begins. Cara pertama dengan capture atau menangkap dino yang diinginkan dalam battle. Cara ini adalah cara yang paling mudah tapi bisa gagal, apalagi jika dino yang dijadikan target levelnya lebih tinggi.
Fusion berbeda dengan capture. Dino hasil fusion biasanya lebih kuat dibandingkan dino yang kamu tangkap dari battle. Untuk menggunakan fitur fusion, terlebh dahulu kamu harus mempersiapkan batu spesial yang bernama soulstone.
Jika sudah mendapatkan dinosaurus yang kamu inginkan, tugas berikutnya adalah menaikkan level mereka. Dalam Stone Age Begins ada fitur yang dinamakan quality atau kualitas. Semakin tinggi kualitas monstermu (Dilambangkan dengan bintang) maka level yang bisa dicapai juga semakin tinggi. Untuk menaikkan quality ini bisa dengan fitur evolve.
Gameplay ala Jade Cocoon 2
Pernah bermain Jade Cocoon 2? Bisa dibilang jika Stone Age Begins memiliki gameplay yang sama yaitu turn-based. Sebelum bertarung kamu harus mempersiapkan lima monster terbaikmu ditambah satu orang trainer. Kamu juga diharuskan untuk membuat formasi bertempur.
Tiga dino nantinya akan berada di garis depan sedangkan satu lagi berada di belakang bersama trainer. Satu dino berfungsi sebagai tank sedangkan sisanya menjadi damage dealer. Kamu juga harus mempertimbangkan dimana meletakkan dino tipe support karena dino jenis ini pertahanannya lebih lemah. Satu lagi, kamu juga diperbolehkan untuk membawa satu monster lagi sebagai substitute atau pengganti.
Meskipun menarik kadang sistem turn-based ini justru membuat game menjadi monoton, apalagi jika terus dilakukan secara berulang-ulang. Inilah menurut Playcubic yang juga menjadi kekurangan dari gameplay Stone Age Begins.
PvE dan PvP
Lelah menjalankan storyline? Kamu bisa mencoba fitur PvE dan PvP yang ada dalam game ini. Untuk PvE ada Conquest dan Raid. Dalam mode Conquest kamu akan bergabung dengan pemain lain untuk menaklukan sekelompok monster liar. Reward yang disediakan dari mode ini bisa digunakan untuk meningkatkan level secara cepat atau mendapatkan uang tambahan. Jadi saran Playcubic sering-seringlah memainkan mode ini. Satu lagi fitur PvE dari Stone Age Begins adalah Raid dimana kamu bersama party yang terdiri dari pemain lain berhadapan dengan raid boss di dalam dungeon.
Jika monster yang kamu miliki sudah kuat artinya sudah saatnya kamu mencoba PvP di Arena. Inilah tempat dimana kamu bisa melawan pemain lain. Setiap kali berpartisipasi dalam PvP kamu akan mendapatkan honor point. Nah point ini bisa kamu tukarkan dengan barang-barang spesial.
Fitur-fitur lain yang belum disebutkan
Game ini masih memiliki fitur-fitur lain yang belum sempat Playcubic coba. Ada Tribe dimana kamu bisa membentuk guild bersama pemain lain, lalu adapula Cave of Deception atau gua yang menyesatkan seperti labirin yang memiliki reward menarik jika berhasil diselesaikan.
Game ini juga memiliki Ranch. Dino-dino yang tidak terpakai karena masih lemah bisa kamu titipkan di ranch agar naik level. Ingin cepat naik level? Kamu bisa mengunjungi Variety Shop untuk menggunakan micro-transaction dimana kamu bisa membeli item khusus tentunya dengan uang asli.
Para dino dalam game ini juga bisa menggunakan equipment. Fungsi equipment ini adalah menaikkan atribut dino milikmu agar menjadi semakin kuat. Equipment ini juga bisa diupgrade agar menjadi lebih kuat. Beragam fitur ini dijamin akan membuatmu sangat sibuk dan betah memainkan Stone Age Begins.
Lag yang menggangu
Inilah yang menurut Playcubic harus segera dibenahi oleh Netmarble. Entah kenapa di beberapa jenis smartphone game ini mengalami lag yang amat sangat mengganggu. Padahal Playcubic menggunakan Xiaomi Note 3 pro untuk memainkannya tapi tetap terkena dampak lag. Padahal setting grafis juga sudah diturunkan ke minimun tapi tetap tidak ada perubahan.
Di halaman Stone Age Begins di Play Store juga banyak pemain yang memprotes performa game ini yang sering lag. C’mon Netmarble, fix it already!
Verdict
Pros:
Dino yang beragam dengan desain yang lucu
Fitur banyak
Gameplay turn-based, mengingatkan dengan Jade Cocoon 2
Cons:
Lagggggg…Need to fixed ASAP
Stone Age Begins menurut Playcubic adalah game mobile yang wajib kamu coba, apalagi jika kamu dulu merupakan penggemar game semacam Jade Cocoon. Grafis yang lucu ditambah dengan variasi dinosaurus serta fitur yang beragam adalah daya tarik utama dari game ini. Masalahnya hanya satu yaitu lag yang amat sangat mengganggu.
Gravity baru saja mengumumkan game mobile Ragnarok baru berjudul Spear of Odin. Proyek game ini sudah dikembangkan selama dua tahun bersama dan merupakan hasil kolaborasi developer asal Taiwan dan juga Korea, NEOCYON. Untuk sekarang masih belum diketahui kapan game ini akan dirilis dan apakah memiliki versi internasional atau tidak. Berikut adalah trailer perdana dari Ragnarok: Spear of Odin:
Seperti yang kamu lihat di atas, Spear of Odin akan menggabungkan sistem hack’n slash dengan tampilan 3D. Trailer di atas juga memperlihatkan dua job class yang bisa kamu pilih yaitu Swordman dan Magician. Setiap mencapai level tertentu karaktermu akan dapat mengambil job class yang baru, contohnya pada level 15 Swordman dapat menjadi Knight atau Paladin.
Game ini juga memiliki sistem dungeon dimana kamu akan berhadapan dengan Raid Boss pada bagian akhirnya. Fitur monster card serta vending atau berjualan juga ada dalam game ini.
Pengumuman Ragnarok: Spear of Odin ini akan menambah daftar game Ragnarok yang dibuat versi mobilenya. Selain game ini, Gravity juga bekerjasama dengan developer Tiongkok Xindong (Kamu bisa baca detailnya di sini). Kira-kira manakah yang lebih ditunggu? Bagaimana menurut kamu?