Tanggal rilis Dawn of War IV telah resmi diumumkan oleh Deep Silver dan KING Art Games dalam ajang Warhammer Skulls Showcase. Game RTS ini dijadwalkan rilis pada tanggal 17 September 2026 di PC. Bagi mereka yang membeli Commander Edition bisa memainkannya lebih awal, yaitu dari 14 September 2026.
Konten Year One
Selain mengumumkan tanggal rilis Dawn of War IV, diungkap juga roadmap setelah peluncuran. Perang di Kronus tidak akan berhenti hanya pada campaign utama. Dalam satu tahun pertama, game ini akan mendapatkan kombinasi update gratis dan DLC berbayar untuk memperluas pengalaman bermain.
Update gratis yang disiapkan mencakup mode baru, map pack, serta Mission Editor. Lalu ada dua ekspansi besar yang juga sudah disiapkan untuk Year One. Konten tersebut adalah The Blood Ravens Story Prologue dan The Aftermath Campaign Expansion. Ekspansi kedua akan membawa faction baru ke Warhammer 40.000: Dawn of War IV.
Kembali ke Kronus Setelah 200 Tahun
Cerita Warhammer 40.000: Dawn of War IV akan terbagi menjadi empat bagian, dengan masing-masing bagian menyoroti faction yang berbeda, yaitu Space Marines, Orks, Necrons, dan Adeptus Mechanicus.
Kronus kembali dipilih sebagai lokasi utama, sebuah planet yang sangat familiar bagi fans karena pernah menjadi latar penting dalam Dawn of War: Dark Crusade. Cerita baru ini berlangsung sekitar 200 tahun setelah peristiwa Dark Crusade. Beberapa karakter ikonik akan kembali hadir, termasuk Warboss dari Ork, Gorgutz.
Dari segi gameplay, Warhammer 40.000: Dawn of War IV alam kembali ke fondasi yang membuat seri ini dikenal. Sistem pembangunan markas, pengumpulan sumber daya, perluasan pasukan, dan pengaturan unit akan kembali menjadi elemen utama. Mekanisme Sync Kill juga diperluas untuk membuat pertarungan jarak dekat terasa lebih hidup.
Bandai Namco Entertainment Asia resmi menghadirkan Tales of Arise – Beyond the Dawn Edition untuk Nintendo Switch 2 mulai hari ini, 21 Mei 2026. Kehadiran versi terbaru ini menjadi kabar menggembirakan bagi para penggemar JRPG yang ingin menikmati petualangan Alphen dan Shionne secara portable dengan performa generasi terbaru.
Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Bandai Namco Entertainment Asia juga merilis launch trailer terbaru yang memperlihatkan kembali dunia Dahna yang penuh konflik, pertarungan stylish, serta cuplikan konten ekspansi Beyond the Dawn.
Versi Lengkap Tales of ARISE Kini Hadir di Nintendo Switch 2
Tales of ARISE – Beyond the Dawn Edition bukan sekadar port biasa. Paket ini menghadirkan:
Base game Tales of ARISE
Expansion besar Beyond the Dawn
Quest tambahan yang berfokus pada karakter utama dan heroine
Berbagai item dan kostum in-game
Dengan kata lain, pemain Nintendo Switch 2 langsung mendapatkan pengalaman lengkap tanpa perlu membeli DLC terpisah.
Bandai Namco juga menegaskan bahwa seluruh konten pada versi Nintendo Switch 2 identik dengan versi yang sebelumnya sudah dirilis di platform lain.
Kisah Perjuangan Melawan Tirani
Bagi yang belum familiar, Tales of ARISE membawa pemain ke dunia Dahna, planet yang selama 300 tahun dijajah oleh bangsa Rena. Sumber daya dirampas, rakyat hidup dalam penindasan, dan harapan perlahan memudar.
Cerita berfokus pada Alphen, seorang pria yang kehilangan kemampuan merasakan sakit, dan Shionne, gadis misterius dengan kutukan duri yang melukai siapa pun yang menyentuhnya.
Pertemuan keduanya menjadi awal perjalanan besar untuk melawan tirani dan mengubah masa depan dunia mereka.
Premis seperti ini memang terdengar klasik untuk standar JRPG. Namun justru di situlah kekuatan Tales of ARISE. Game ini berhasil membungkus tema kebebasan, penderitaan, dan harapan dengan presentasi modern yang sinematik dan emosional.
Combat Stylish yang Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu alasan Tales of ARISE begitu dicintai adalah sistem combat-nya yang cepat, responsif, dan sangat stylish.
Setiap karakter memiliki gaya bertarung unik dengan kombinasi skill berbeda. Pemain bisa:
Menghubungkan combo secara real-time
Menyesuaikan serangan dengan tipe musuh
Mengaktifkan special attack spektakuler
Bertukar karakter saat pertarungan berlangsung
Hasilnya adalah pertarungan yang terasa dinamis dan memuaskan, terutama saat melawan boss besar.
Versi Nintendo Switch 2 juga diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang lebih stabil dibanding generasi Switch sebelumnya, terutama dari sisi resolusi dan performa gameplay.
Beyond the Dawn Hadirkan Cerita Baru
Konten ekspansi Beyond the Dawn mengambil latar satu tahun setelah ending Tales of ARISE.
Arc baru ini menghadirkan:
Cerita lanjutan
Quest tambahan
Kostum baru
Item ekstra
Konten pendukung lainnya
Buat pemain lama, ekspansi ini menjadi kesempatan untuk kembali melihat perkembangan dunia Dahna setelah konflik utama berakhir.
Dan ya, buat penggemar JRPG, kembali berkumpul dengan party favorit setelah tamat game utama itu selalu punya rasa nostalgia tersendiri. Rasanya seperti reuni lama setelah perang besar selesai.
Ada Giveaway Resmi dari Bandai Namco
Sebagai bagian dari perayaan perilisan Nintendo Switch 2 edition ini, Bandai Namco Entertainment Asia juga mengadakan giveaway khusus melalui halaman Facebook resmi mereka.
Peserta berkesempatan memenangkan:
Clear Pouch eksklusif
Acrylic Block Tales of ARISE
Tentu saja selama persediaan masih ada dan mengikuti syarat serta ketentuan yang berlaku.
Sehubungan dengan peluncuran produk baru mulai tanggal 6 Februari 2026, penjualan versi digital tertentu telah dihentikan sejak 5 Februari 2026. Silakan merujuk pada pengumuman resmi untuk informasi lebih lanjut.
Sony Interactive Entertainment telah mengumumkan acara State of Play terbaru, yang akan digelar pada tanggal 2 Juni 2026 secara online melalui YouTube dan Twitch. Acara ini akan memiliki durasi yang cukup panjang, yaitu lebih dari 60 menit dan membahas seputar game PS5 yang akan datang.
Acara State of Play akan disiarkan pada 2 Juni 2026 pukul 2.00 PM PT, 5.00 PM ET, dan 11.00 PM CEST. Jika dikonversi ke waktu Indonesia bagian barat, acara ini baru bisa ditonton pada Rabu, 3 Juni 2026 pada pukul 4 pagi.
Highlight dari acara ini adalah Marvel’s Wolverine. Game ini dijadwalkan rilis pada 15 September 2026 untuk PS5. Menariknya lagi, game ini juga berpotensi menjadi salah satu game yang terkena strategi baru Sony terkait game singleplayer yang dikembangkan oleh pihak first-party mereka. Strategi ini menghilangkan adanya versi porting PC, dan hanya khusus PS5 saja untuk game singleplayer dengan narasi tajam, yang merupakan spesialisasi developer first-party PlayStation.
Game baru Ubisoft dipastikan akan rilis paling lambat akhir Maret 2029. Game baru yang dimaksud adalah Assassin’s Creed Hexe yang belakangan sering beredar rumornya di internet.
Game Baru Ubisoft Siap Meluncur Dari Awal 2027 Sampai Akhir Maret 2029
Dalam laporan keuangannya (Dikutip dari IGN), Ubisoft telah menyiapkan pipeline konten untuk tahun fiskal 2027-2028 serta 2028-2029, yang berakhir di kuartal pertama yaitu Maret 2029. Konten ini dijamin tidak hanya beragam, tetapi juga lebih kuat dari sebelumnya. Deretan game yang termasuk dalam rencana ini adalah Assassin’s Creed Hexe, dan juga seri baru Far Cry dan Ghost Recon.
Dalam laporan tersebut, Ubisoft juga menyinggung performa game live service seperti Rainbow Six Siege, The Division 2, The Crew Motorfest, dan For Honor. Namun, sama sekali tidak ada pernyataan tentang Beyond Good and Evil 2 maupun Splinter Cell.
Karena dalam laporan disebutkan awal dari pipeline Ubisoft dimulai dari 2027, maka di 2026 kemungkinan akan menjadi tahun yang sepi untuk developer sekaligus publisher asal Perancis ini. Tahun ini hanya akan ada Assassin’s Creed Black Flag Resynced yang dijadwalkan rilis pada 9 Juli nanti.
ROG Zephyrus Duo GX651 menjadi salah satu produk utama yang disiapkan ASUS ROG untuk pasar Indonesia pada kuartal kedua tahun ini. ASUS ROG menghadirkan laptop gaming dual-screen OLED tersebut bersama jajaran produk ROG, TUF Gaming, dan ASUS Gaming terbaru.
ROG Zephyrus Duo GX651 dengan Dual-Screen OLED
Perangkat ini dibekali dual-touchscreen 3K ROG Nebula HDR OLED dengan refresh rate 120Hz dan response time 0,2 ms. Kombinasi tersebut membuat laptop ini mampu menghadirkan visual yang halus, responsif, dan bebas tearing.
Keunggulan layar ganda juga membuat laptop ini cocok untuk kebutuhan multitasking. Gamer bisa memanfaatkan layar tambahan untuk menampilkan informasi pendukung saat bermain. Sementara kreator dapat menggunakannya untuk timeline editing, panel kontrol, referensi visual, hingga workflow produksi konten yang lebih luas.
Dari sisi performa, ROG Zephyrus Duo GX651 ditenagai Intel Core Ultra 9 Processor 386H dan NVIDIA GeForce RTX 5090 Laptop GPU. Spesifikasi ini membuatnya siap menjalankan game AAA, produksi konten berat, hingga beban kerja AI yang kompleks. Laptop ini juga menyediakan lima mode penggunaan yang dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan, mulai dari bermain game, bekerja, hingga membuat konten profesional.
Untuk menjaga performa tetap stabil, ASUS membekalinya dengan sistem ROG Intelligent Cooling. Sistem pendingin ini menggabungkan vapor chamber, dua kipas, serta lembaran grafit khusus agar suhu perangkat tetap terkendali saat digunakan dalam beban kerja tinggi.
Zephyrus G14 dan G16
Selain ROG Zephyrus Duo GX651, ASUS juga menyiapkan ROG Zephyrus G14 dan ROG Zephyrus G16 generasi terbaru. Kedua laptop ini ditujukan untuk gamer dan profesional kreatif yang membutuhkan performa tinggi dalam desain yang tetap ringkas.
ROG Zephyrus G14 dan G16 hadir dengan sasis CNC Aluminum yang kokoh, ringan, dan terlihat premium. Keduanya juga mempertahankan ciri khas ROG melalui panel ROG Slash Lighting pada bagian penutup layar. Untuk kualitas visual, ASUS membekalinya dengan layar ROG Nebula HDR OLED yang memiliki tingkat kecerahan hingga 1.100 nits.
ROG Zephyrus G14 menggunakan NVIDIA GeForce RTX 5070 Laptop GPU dengan TGP 115W. Sementara ROG Zephyrus G16 hadir dengan opsi grafis hingga NVIDIA GeForce RTX 5090 Laptop GPU dengan TGP 160W. Kombinasi ini membuat keduanya mampu mendukung gaming modern, kerja kreatif, dan local AI inference dengan lebih optimal.
ROG Strix dan SCAR Fokus ke Performa Ekstrem
Untuk segmen hardcore gamer, ASUS menghadirkan ROG Strix SCAR 18 dan ROG Strix G16. Keduanya dirancang untuk pengguna yang membutuhkan performa maksimal tanpa kompromi.
ROG Strix G16 membawa prosesor Intel Core Ultra 9 Processor 290HX Plus dengan kartu grafis hingga NVIDIA GeForce RTX 5080 Laptop GPU. Laptop ini juga memiliki refresh rate layar hingga 300Hz, sehingga cocok untuk game kompetitif yang membutuhkan respons visual cepat.
Untuk posisi lebih tinggi, ROG Strix SCAR 18 hadir dengan Intel Core Ultra 9 Processor 290HX Plus dan NVIDIA GeForce RTX 5090 Laptop GPU dengan TGP maksimal 175W. Laptop ini juga dibekali panel ROG Nebula Display HDR beresolusi 4K Mini LED, MUX Switch dengan NVIDIA Advanced Optimus, serta ROG Intelligent Cooling dengan Tri-Fan Technology. Fitur tersebut membantu menjaga performa GPU tetap stabil saat menjalankan game berat maupun fitur grafis berbasis AI seperti NVIDIA DLSS.
TUF Gaming dan ASUS Gaming Bawa AI ke Segmen Lebih Luas
ASUS juga memperluas teknologi AI melalui lini TUF Gaming dan ASUS Gaming. Seluruh laptop di lini ini sudah mendukung local AI inference, MUX Switch dengan NVIDIA Advanced Optimus, serta durabilitas bersertifikasi standar militer MIL-STD 810H.
TUF Gaming A16 hadir dengan layar 16 inci, prosesor AMD Ryzen 7 260, dan GPU hingga NVIDIA GeForce RTX 5070 Laptop GPU. Sementara TUF Gaming F16 menjadi opsi berbasis Intel dengan prosesor hingga Intel Core i7 Processor 14650HX dan GPU NVIDIA GeForce RTX 5050 Laptop GPU.
Untuk pengguna yang mencari laptop gaming lebih terjangkau, ASUS Gaming V16 menawarkan CPU hingga Intel Core 7 Processor 240H dan pilihan GPU hingga NVIDIA GeForce RTX 5050 8GB. Laptop ini juga sudah membawa layar dengan cakupan warna 100% sRGB, sehingga tetap menarik untuk gaming dan content creation.
Garansi dan Layanan Purna Jual Lengkap
Seluruh jajaran laptop gaming terbaru ASUS akan segera hadir di Indonesia dengan dukungan layanan purna jual yang lengkap. ASUS menyertakan 2 tahun garansi internasional dan 2 tahun ASUS VIP Perfect Warranty yang mencakup perlindungan terhadap kerusakan akibat kelalaian penggunaan.
Khusus untuk lini ROG, pengguna juga mendapatkan ASUS Premium Service. Layanan ini mencakup penjemputan dan pengiriman unit dua arah untuk area yang jauh dari pusat servis, Laptop Spa untuk perawatan komponen secara berkala, serta FastLane Priority Handling di ASUS Service Center.
ROG NUC 16 merupakan PC gaming ringkas terbaru untuk gamer, kreator konten, dan pengguna yang membutuhkan performa tinggi. Perangkat ini hadir dengan prosesor Intel Core Ultra 9 290HX Plus dan GPU laptop NVIDIA GeForce RTX 5080.
Spesifikasi ROG NUC 16
Sebagai penerus dari generasi sebelumnya, ROG NUC 16 menawarkan peningkatan performa yang cukup menarik. Mini PC ini dibekali dukungan memori DDR5-6400 hingga 128GB, sehingga mampu memberikan pengalaman bermain dengan frame rate tinggi secara lebih stabil. Kombinasi prosesor Intel Core Ultra 9 290HX Plus dan GPU NVIDIA GeForce RTX 5080 juga membuat perangkat ini cocok digunakan untuk game AAA, rendering real-time, edit video, hingga pekerjaan kreatif berat.
Dukungan NVIDIA DLSS 4.5 menjadi salah satu nilai jual utama dari perangkat ini. Teknologi tersebut membawa ML-based Super Resolution dan Multi-frame Generation untuk membuat gameplay terasa lebih cepat, halus, dan responsif. ASUS juga menyebutkan bahwa model transformer Super Resolution terbaru dapat meningkatkan pencahayaan, detail visual, serta kejernihan gerakan. Fitur ini membuat ROG NUC 16 juga coocok untuk kreator yang bekerja dengan konten visual hingga resolusi 8K.
Selain gaming dan editing, ROG NUC 16 juga dirancang untuk kebutuhan AI. Perangkat ini disebut mampu menghadirkan performa hingga 1334 AI TOPS. Dengan memori GDDR7 khusus sebesar 16GB pada GPU, mini PC ini bisa digunakan untuk menjalankan model LLM lokal, membuat agen AI pribadi, atau memproses komputasi berbasis AI tanpa harus selalu bergantung pada cloud.
Sistem Pendingin QuietFlow
Untuk menjaga performa CPU dan GPU tetap stabil, ASUS membekali ROG NUC 16 dengan sistem QuietFlow Cooling. Sistem ini mengandalkan tiga kipas berukuran 102 x 102 x 17 mm serta dual vapor chamber. Desain termal tersebut dibuat agar pendinginan tetap optimal meski chassis perangkat hanya berukuran sekitar tiga liter.
ASUS juga meningkatkan cakupan termal CPU sebesar 12% agar prosesor bisa bekerja lebih dekat dengan potensi maksimalnya. Tidak hanya itu, tersedia heatsink SSD khusus yang mampu menurunkan suhu pengoperasian dari 72°C menjadi 59°C dibandingkan sistem tanpa heatsink.
Desain Fleksibel dengan Moonlight White Edition
Dari sisi tampilan, ROG NUC 16 memperkenalkan Moonlight White Edition pertama dengan chassis logam yang terlihat premium. Perangkat ini juga dilengkapi stand lepas-pasang yang telah dipatenkan. Pengguna bisa menempatkannya secara vertikal untuk menghemat ruang atau horizontal agar lebih mudah disesuaikan dengan setup desktop.
Fleksibilitas ini membuatnya cocok ditempatkan di ruang tamu untuk gaming hingga 8K atau di meja kerja dengan dukungan hingga lima layar 4K. Selain itu, kehadiran Thunderbolt 4 memudahkan pengguna menghubungkan penyimpanan eksternal berkecepatan tinggi, terutama untuk file video berukuran besar.
ASUS turut menyertakan GlideX sebagai solusi berbagi layar dan kontrol lintas perangkat. Fitur ini mendukung koneksi kabel maupun nirkabel, sehingga pengguna bisa menciptakan ruang kerja dan setup gaming yang lebih luas.
Two Point Museum sudah memiliki DLC bertema dunia fantasi, kebun binatang, dan sekarang giliran seni. DLC Arty-Facts yang baru rilis mengajak pemain Two Point Museum untuk mengelola museum seni, yang isinya adalah lukisan, patung, dan juga benda-benda dengan nilai seni yang bahkan sulit dipahami oleh pemainnya sendiri.
Kami sudah mencoba memainkan versi review DLC Two Point Museum Arty-Facts. Seperti DLC sebelumnya, DLC ini memiliki mekanik baru yang unik, tapi paling tidak lebih mudah dipahami.
Peneliti dengan Jiwa Seni
Dalam DLC Arty-Facts, pemain akan mengelola musium seni yang berada di Undee Docks. Sama seperti scenario lainnya, pemain akan diberikan bangunan kosong dengan satu barang pameran unik bernama Cubism Comic untuk memulai karir sebagai manager museum seni.
Tugas pertama pemain adalah merekrut expert atau peneliti di bidang seni. Dari segi penampilan, para peneliti ini berbeda dan memiliki kostum sendiri yangterlihat seperti stereotipe pelukis dari Perancis.
Dari segi skill, para pecinta seni ini juga berbeda dengan peneliti biasa. Mereka memiliki atribut yang dinamakan Emotional Range. Atribut ini berisi emosi yang dijadikan sebagai dasar dalam membuat karya seni, misalnya joy, romance, sorrow, humour, dan masih banyak lagi.
Proses pembuatan karya seni juga membedakan DLC Arty-Facts dengan DLC yang lain. Pada DLC ini, pemain bisa dengan bebas membuat lukisan dan patung yang nantinya digunakan sebagai benda pameran di museum. Fitur ini juga lebih memudahkan pemain dalam mencari uang. Patung dan lukisan yang selesai dibuat, bisa dipilih oleh pemain untuk ditampilkan atau dijual secara berulang.
Setiap lukisan dan patung juga akan memancarkan emosi yang akan berdampak ke pengunjung. Pemain bisa memanfaatkannya untuk memaksimalkan potensi museum. Misalnya benda pameran dengan emosi joy bisa membuat pengunjung yang melihatnya gembira sekaligus meningkatkan efek buzz. Benda pameran dengan emosi disgust sebaliknya membuat pengunjung kebal dengan sampah dan juga menikmati saat menggunakan toilet.
DLC Artsy-Facts juga memiliki fasilitas Interactive Display baru yaitu Performance Art, panggung yang bisa digunakan oleh peneliti dengan perk Performance untuk bisa manggung. Pemain bisa memilih tema pertunjukannya seperti teater klasik atau pertunjukan pantomim.
Explorasi yang Nyeni
Fitur Exploration dimana pemain menjejalahi lokasi tertentu untuk mendapatkan barang antik atau artifact juga disesuaikan dengan mekanik baru di DLC Arty-Facts. Selama menjelajah, pemain juga bisa mendapatkan emosi baru untuk mengisi atribut Emotional Range.
Peneliti yang biasanya baru pertama kali direkrut hanya memiliki satu slot untuk Emotional Range, yang biasanya sudah diisi oleh emosi random antara joy dan sorrow. Jika ingin mendapatkan emosi baru, peneliti harus memiliki perk Emotional Intelligence yang fungsinya menambah slot Emotional Range. Semakin banyak emosi yang dimiliki, semakin banyak pula lukisan dan patung yang bisa dibuat. Selain itu, kesempatan untuk menciptakan karya dengan level pristine tinggi lebih besar.
Pemain bisa menemukan berbagai jenis artifact unik saat Exploration. Misalnya The Stinker berupa patung seseorang yang duduk di toilet dan bisa kentut (Ewww). Lalu ada Canvas Thrower yang berupa Interactive Art. Pengunjung yang berani mencoba akan dicelupkan ke dalam warna dan dilempar ke kanvas, dimana hasilnya adalah semacam lukisan abstrak.
Kesimpulan
Kesimpulan kami untuk review DLC Two Point Museum: Arty-Facts adalah DLC ini akan melengkapi pengalaman bermain, tetapi bukan juga sesuatu yang mandatory. Jika kamu memang menyukai Two Point Museum dan ingin terus bermain dengan konten baru, DLC ini adalah pilihan yang tepat untuk menambah kesenangan.
Kabar baiknya lagi DLC ini mekaniknya tidak terlalu njelimet seperti Fantasy Finds. Kamu tidak perlu repot membangun status, cukup dengan menambah variasi emosi saja yang bisa didapat dari Exploration. Tapi dari segi variasi artifact, kami merasa DLC ini tidak semenarik DLC yang sebelumnya yang lebih kreatif.
Untuk review lengkap Two Point Museum bisa kamu baca di sini.
DLC Two Poiint Museum: Arty-Facts sudah tersedia bagi pemiliki base game Two Point Museum.
*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer
Game singleplayer PS5 kedepan sepertinya tidak lagi dapat dinikmati oleh gamer di platform lain. Game dengan genre tersebut akan tetap menjadi konten eksklusif untuk PS5.
Informasi ini muncul dari laporan jurnalis Bloomberg, Jason Schreier. Ia mengakui bahwa informasi tersebut berasal dari CEO PlayStation Studios, Hermen Hulst, yang telah menyampaikannya kepada seluruh staf dalam pertemuan internal perusahaan pekan ini.
Hulst disebut menegaskan bahwa sejumlah judul besar game eksklusif PlayStation tidak akan dirilis di PC. Beberapa game yang disebut masuk dalam kategori ini adalah Ghost of Yotei, Saros, Intergalactic: The Heretic Prophet, dan Marvel’s Wolverine. Artinya, pemain yang ingin menikmati deretan game tersebut harus memiliki PS5.
Game Singleplayer PS5 Ditahan, Live-Service Dibiarkan
Informasi yang dibagikan oleh Schreier memperkuat kabar yang juga diberitakan oleh Bloomberg pada awal tahun, soal kemungkinan Sony tidak lagi merilis game PS5 di PC.
Dalam beberapa tahun terakhir, Sony memang telah merilis sejumlah game eksklusifnya ke platform PC, seperti Horizon Zero Dawn, God of War, Days Gone, dan Marvel’s Spider-Man. Strategi tersebut sempat dianggap sebagai cara Sony memperluas jangkauan pasar di luar konsol.
Namun, performa penjualan beberapa game porting tersebut di PC tidak selalu sesuai ekspektasi. Hal ini diduga menjadi salah satu alasan Sony kembali mempertimbangkan strategi rilis multiplatform untuk game utama mereka. Lalu ada juga kekhawatiran internal bahwa membawa terlalu banyak game ke PC bisa menggerus citra dari konsol PlayStation itu sendiri, dan pada akhirnya menekan penjualan PS5 serta penerusnya.
Meski begitu, strategi ini tampaknya tidak berlaku untuk game berbasis online atau live-service seperti Marathon dan Marvel Tokon, yang disebut tetap memiliki peluang untuk hadir di platform lain selain PS5.
Namun, performa penjualan beberapa port PC disebut tidak selalu sesuai ekspektasi. Hal ini diduga menjadi salah satu alasan Sony kembali mempertimbangkan strategi rilis multiplatform untuk game utama mereka. Strategi ini cukup masuk akal karena game online membutuhkan basis pemain yang besar agar komunitasnya tetap aktif dalam jangka panjang.
Gamer PC harus siap menerima kenyataan bahwa kedepannya mereka tidak bisa lagi menikmati game singleplayer PS5 di PC.
Konami Digital Entertainment Limited (KONAMI mengumumkan bahwa eFootball™ Championship 2026 World Finals akan digelar pada 26 Juli di Bangkok, Thailand sebagai bagian dari eFootball™ World Festival. Pemain terbaik dunia akan bertarung untuk meraih gelar juara dunia.
Menyusul kesuksesan tahun lalu, eFootball™ World Festival kembali ke Bangkok, sekali lagi mengubah kota ini menjadi panggung global untuk permainan ini. Melampaui kompetisi esports tradisional, festival ini akan menawarkan program konten yang kaya dan pengalaman langsung, memberikan penggemar cara yang komprehensif dan mendalam untuk terlibat dengan dunia eFootball™.
Pemain papan atas dan penggemar dari seluruh dunia akan berkumpul dalam acara ini, di mana para peserta dapat menyaksikan kompetisi kelas dunia secara langsung serta merasakan semangat dan energi komunitas eFootball™ secara penuh. Final Dunia eFootball™ Championship 2026 juga akan disiarkan secara langsung ke seluruh dunia, sehingga para penggemar di mana pun dapat ikut merasakan kemeriahannya.
Di saat yang bersamaan, eFootball™ akan merayakan ulang tahun ke-9 versi mobile dengan menghadirkan kampanye khusus dalam game yang memberikan reward bagi pemain di platform konsol, PC, dan mobile. Selama periode kampanye, pemain yang login akan mendapatkan eFootball™ Coins dan Chance Deal, yang memberikan kesempatan untuk merekrut satu pemain dari daftar khusus termasuk pemain legendaris seperti Didier Drogba. Dengan menyelesaikan pertandingan, objektif di Campaign Hub, dan Achievements, pemain juga dapat memperoleh Chance Deal tambahan, eFootball™ Coins, serta item pengembangan untuk memperkuat Dream Team mereka.
Pertama kali diperkenalkan tahun lalu untuk merayakan ulang tahun ke-30 seri eFootball™, eFootball™ World Festival berhasil menarik partisipasi global yang besar. Kembalinya acara ini ke Bangkok pada tahun ini semakin menegaskan komitmen KONAMI dalam menghadirkan kompetisi kelas dunia sekaligus pengalaman penggemar yang imersif di panggung global.
Square Enix akhirnya resmi merilis demo terbaru untuk game action RPG terbarunya, The Adventures of Elliot: The Millennium Tales. Demo gratis ini kini sudah tersedia untuk Nintendo Switch 2, PlayStation 5, Xbox Series X|S, PC via Steam, serta Xbox on PC.
Menariknya lagi, seluruh progress pemain di demo nantinya bisa langsung dilanjutkan ke versi penuh game saat resmi dirilis pada 18 Juni 2026. Khusus versi Steam, game dijadwalkan hadir sehari setelahnya, yakni 19 Juni 2026.
Demo Baru Hadir dengan Berbagai Peningkatan
Melalui demo terbaru ini, pemain bisa mulai menjelajahi dunia Philabieldia lebih awal sambil merasakan berbagai pembaruan gameplay yang sebelumnya diminta komunitas.
Berdasarkan feedback pemain dari versi debut demo sebelumnya, Team Asano menghadirkan sejumlah peningkatan penting seperti:
Kecepatan gerak Elliot yang lebih cepat
Tingkat kesulitan baru
Berbagai quality-of-life update
Perubahan ini membuat pengalaman bermain terasa lebih responsif dan nyaman, terutama untuk eksplorasi dan pertarungan.
Square Enix juga merilis trailer gameplay terbaru bersamaan dengan pengumuman demo ini.
Action RPG Baru dari Team Asano
Buat kalian yang mengikuti karya-karya Team Asano, nama studio ini jelas sudah identik dengan RPG berkualitas seperti Octopath Traveler dan Bravely Default.
Namun kali ini, mereka mencoba pendekatan berbeda lewat The Adventures of Elliot: The Millennium Tales yang tampil sebagai action RPG dengan fokus eksplorasi dunia luas dan pertarungan real-time.
Cerita game berlangsung di dunia fantasi bernama Philabieldia, sebuah negeri liar yang dipenuhi monster buas. Ketika reruntuhan misterius ditemukan di luar tembok pelindung Kingdom of Huther, seorang petualang muda bernama Elliot bersama peri pendampingnya, Faie, memulai perjalanan berbahaya melintasi ruang dan waktu.
Premisnya terasa klasik, tetapi justru itu daya tariknya. Ada nuansa petualangan RPG era lama yang mulai jarang ditemukan sekarang—sebuah perjalanan besar, dunia misterius, dan duo karakter yang tumbuh bersama sepanjang cerita.
Tujuh Jenis Senjata dan Sistem Kustomisasi Mendalam
Dalam petualangannya, Elliot dapat menggunakan tujuh jenis senjata berbeda. Mulai dari pedang jarak dekat hingga chain dan sickle yang bisa menarik musuh dari kejauhan.
Setiap senjata juga dapat dikustomisasi menggunakan sistem magicite, memungkinkan pemain membangun gaya bermain sesuai preferensi masing-masing.
Sementara itu, Faie tidak hanya menjadi companion biasa. Karakter peri ini punya kemampuan magic yang sangat berguna baik saat bertarung maupun eksplorasi.
Faie dapat:
Menyerang musuh dengan sihir
Mengambil item di lokasi yang sulit dijangkau Elliot
Membantu memecahkan puzzle dan eksplorasi area
Kombinasi Elliot dan Faie terlihat menjadi inti utama gameplay game ini.
Pre-Order Sudah Dibuka, Ada Bonus Item Eksklusif
Square Enix juga mengumumkan bahwa pre-order digital kini sudah tersedia di seluruh platform.
Pemain yang melakukan pre-order akan mendapatkan:
Elliot’s Departure Pack
Berisi berbagai item bonus seperti:
Departure Brooch
Attack Up Sword Magicite
Departure Brooch sendiri dapat meningkatkan jumlah currency dan magicite fragments yang dijatuhkan musuh.
Selain edisi standar, tersedia juga:
Digital Deluxe Edition
Yang menghadirkan item tambahan:
Fairy Bangle
Cherry Blossom Anklet
Roselle Ring
Tidak hanya itu, tersedia pula Collector’s Edition fisik yang berisi:
Base game
Original soundtrack
Desk clock statue karakter Faie
Buat kolektor RPG klasik, paket fisik seperti ini biasanya langsung jadi incaran. Apalagi sekarang makin banyak publisher yang mulai meninggalkan bonus fisik dan beralih full digital.