Home Blog Page 10

Sekuel Hogwarts Legacy Resmi Dalam Pengembangan

0
Sekuel Hogwarts Legacy Resmi Dalam Pengembangan

Sekuel Hogwarts Legacy telah dipastikan sedang dalam tahap pengembangan oleh Warner Bros. Informasi tersebut terungkap melalui laporan pendapatan terbaru perusahaan. Meski sudah ada titik terang, belum ada detail mengenai gameplay, platform, maupun jadwal rilis.

Sekuel Hogwarts Legacy Jadi Proyek Penting Warner Bros.

Konfirmasi terbaru datang langsung melalui laporan keuangan Warner Bros. Dalam dokumen tersebut, perusahaan secara jelas menyebut adanya “second installment” atau seri kedua dari Hogwarts Legacy.

Tidak hanya itu, Warner Bros. juga menyebutkan bahwa game ini merupakan salah satu game penting dalam pipeline mereka. Perusahaan berharap divisi game dapat memberikan kontribusi lebih berarti terhadap segmen bisnis, seiring berkembangnya lini game yang sedang dipersiapkan.

Pengumuman ini sebetulnya bukan kabar yang terlalu mengejutkan. Hogwarts Legacy adalah salah satu game paling sukses secara komersial dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan informasi yang dibagikan Warner Bros., game ini telah terjual sekitar 40 juta kopi.

Dari angka, mustahil jika Warner Bros. tidak memeras franchise tersebut.

Pengembangan sekuel Hogwarts Legacy juga berjalan bersamaan dengan persiapan serial televisi Harry Potter untuk HBO. Film ini dijadwalkan rilis di 2027, dan berpotensi untuk memberikan momentum tambahan bagi game Hogwarts Legacy berikutnya.

Bagaimana menurutmu?

Fakta Baru: Ultimate Edition GTA 6 Lebih Laris dari Versi Standar

0
Fakta Baru Terungkap Ultimate Edition GTA 6 Lebih Laris dari Versi Standar

Ultimate Edition GTA 6 berhasil mencatat jumlah pre-order yang mengejutkan menjelang peluncuran Grand Theft Auto VI pada 19 November 2026 di PS5 dan Xbox Series. CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick mengungkap bahwa edisi termahal ini justru lebih banyak dipilih dibanding versi standar.

Ultimate Edition GTA 6 Ungguli Versi Standar

Strauss Zelnick membahas performa pre-order tersebut dalam wawancara bersama CNBC. Ketika ditanya mengenai pembagian jumlah pemesanan antara Standard Edition dan Ultimate Edition dari Grand Theft Auto VI, ia mengungkap bahwa Ultimate Edition menjadi pilihan yang lebih populer.

Zelnick menilai pola ini cukup masuk akal. Ia mengatakan bahwa konsumen yang melakukan pemesanan jauh sebelum tanggal peluncuran biasanya merupakan gamer yang sangat antusias, dalam hal ini adalah fans seri Grand Theft Auto. Kelompok ini biasanya tidak hanya ingin memainkan game pada hari pertama, tetapi juga tertarik mendapatkan konten tambahan sebanyak mungkin sejak awal permainan.

Alasan lainnya adalah karena Ultimate Edition juga menawarkan banyak bonus konten yang tidak bisa didapat pada Standard Edition. ditawarkan. Misalnya akses kustomisasi spesial di Rideout Customs dan One-Eyed Willie’s. Pemain juga bisa memperoleh senjata eksklusif serta berbagai kosmetik untuk dua protagonis utama GTA 6, Jason dan Lucia, dan masih banyak lagi lainnya.

Kombinasi berbagai bonus tersebut membuat selisih harga yang cukup besar, terlihat cukup menarik bagi pemain yang memang berencana menghabiskan banyak waktu di dunia GTA 6.

Duskfade Hadir 13 Agustus, Bawa Nostalgia Kingdom Hearts dan Jak and Daxter ke Era Modern

0

Duskfade, game action platformer 3D yang memadukan pertarungan cepat ala Kingdom Hearts dengan eksplorasi khas game platformer era PS2 seperti Jak and Daxter dan Ratchet & Clank, akan segera dirilis di berbagai platform.

Dikembangkan sebagai sebuah petualangan yang menggabungkan nuansa nostalgia dengan mekanik permainan modern, Duskfade dijadwalkan meluncur pada 13 Agustus 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch 2, dan PC.

Game ini mengajak pemain mengikuti perjalanan Zirian, seorang karakter yang berusaha menyelamatkan saudara perempuannya sekaligus memulihkan waktu di sebuah dunia clockpunk penuh warna yang telah dikuasai oleh malam abadi.

Perpaduan Combat Cepat dan Eksplorasi Dunia 3D

Salah satu daya tarik utama Duskfade adalah perpaduan antara platforming dan pertarungan dalam satu pengalaman yang dirancang untuk menghadirkan kembali sensasi game action platformer klasik.

Pemain dapat melompat, melakukan dash, menggunakan grapple, hingga melayang ketika menjelajahi berbagai area. Kemampuan tersebut tidak hanya digunakan untuk berpindah tempat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai tantangan yang tersebar di dunia permainan.

Pertarungannya sendiri dibuat cepat dan dinamis, memberikan pengalaman yang diharapkan dapat mengingatkan pemain pada action RPG populer seperti Kingdom Hearts.

Dunia Clockpunk yang Penuh Rahasia

Petualangan Zirian berlangsung di dunia clockpunk yang dibentuk oleh para Master Clockmakers. Setiap wilayah menawarkan suasana dan tantangan yang berbeda, sekaligus menyimpan berbagai misteri untuk ditemukan.

Pemain akan menjelajahi beragam lingkungan, mulai dari hutan ethereal, dunia bawah laut, gurun yang disinari matahari, hingga area di ketinggian yang dipenuhi awan.

Dunia Duskfade juga dihuni berbagai karakter dengan desain yang menawan. Eksplorasi menjadi bagian penting dalam perjalanan karena setiap sudut dunia permainan diklaim menyimpan rahasia yang dapat ditemukan pemain.

Kisah tentang Kehilangan dan Pertumbuhan

Di balik aksi dan eksplorasinya, Duskfade juga membawa cerita tentang kehilangan, keberanian, dan pertumbuhan emosional.

Pemain akan membantu Zirian dalam perjalanan untuk menyelamatkan saudara perempuannya. Dalam prosesnya, ia akan bertemu dengan sejumlah karakter serta menghadapi musuh-musuh yang telah lama terlupakan.

Menariknya, setiap musuh tersebut tidak hanya berfungsi sebagai lawan dalam pertarungan, tetapi juga merepresentasikan rintangan emosional yang harus dihadapi Zirian dalam perjalanan menuju kedewasaan.

Terinspirasi Game Klasik Era PS2

Buat gamer yang tumbuh besar pada era PlayStation 2, konsep Duskfade cukup menarik karena game ini secara terang-terangan mengambil inspirasi dari sejumlah action platformer klasik.

Eksplorasi dunianya mengingatkan pada game seperti Jak and Daxter dan Ratchet & Clank, sementara sistem pertarungan cepatnya membawa nuansa yang lebih dekat dengan Kingdom Hearts.

Namun, Duskfade tidak sekadar mencoba mengulang formula lama. Game ini berusaha menggabungkan elemen tersebut dengan mekanik modern untuk menciptakan pengalaman action platformer yang tetap terasa relevan bagi pemain masa kini.

Dengan perpaduan platforming, combat, eksplorasi, dunia clockpunk, dan cerita coming-of-age, Duskfade bisa menjadi salah satu pilihan menarik bagi gamer yang merindukan era keemasan action platformer 3D.

Duskfade akan dirilis pada 13 Agustus 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch 2, dan PC.

Bagi pemain PC yang ingin memasukkannya ke daftar incaran, halaman Steam Duskfade sudah tersedia.

LuvPlace: Play, Dance & Hangout Buka Pra-Registrasi di Indonesia

0
LuvPlace Play, Dance & Hangout

LuvPlace: Play, Dance & Hangout resmi membuka tahap pra-registrasi di Indonesia menjelang peluncurannya pada Oktober 2026. Game rhythm sosial terbaru dari HAYA Games ini akan tersedia untuk PC dan mobile dengan konsep yang menggabungkan musik, dance, interaksi sosial, voice chat, fashion, serta aktivitas komunitas dalam satu dunia digital.

Reward akan terbuka secara bertahap berdasarkan jumlah pemain yang mengikuti pra-registrasi. Semakin banyak pemain yang mendaftar, semakin banyak hadiah yang akan tersedia bagi seluruh peserta. Detailnya bisa dilihat di sini.

LuvPlace: Play, Dance & Hangout Usung Konsep Dance Game Sosial

HAYA Games melihat cara pemain menikmati dance game mulai mengalami perubahan. Genre ini sebelumnya banyak berfokus pada kompetisi, kemampuan mengikuti ritme, serta pencapaian skor tinggi. Namun, kebutuhan pemain kini berkembang ke arah pengalaman yang lebih sosial.

Melalui LuvPlace: Play, Dance & Hangout, developer mencoba memperluas formula tersebut. Pemain tetap mendapatkan gameplay berbasis rhythm dan musik, tetapi juga diberikan ruang untuk bertemu teman baru, membangun komunitas, serta mengekspresikan identitas mereka melalui karakter di dalam game.

Pendekatan tersebut membuat LuvPlace tidak hanya diposisikan sebagai game dance. HAYA Games ingin menjadikannya sebagai ruang hangout digital yang dapat digunakan pemain untuk menghabiskan waktu bersama.

Salah satu fitur utama yang mendukung konsep ini adalah in-game voice chat. Pemain bisa berbicara langsung dengan teman tanpa perlu keluar dari permainan atau menggunakan aplikasi komunikasi tambahan.

LuvPlace juga membawa dukungan cross-platform antara PC dan perangkat mobile. Artinya, pemain dari kedua platform tersebut bisa bertemu dan bermain bersama dalam dunia yang sama.

Musik dan Keluarga Jadi Bagian dari Ekspresi Pemain

Selain gameplay rhythm, LuvPlace: Play, Dance & Hangout juga menempatkan musik dan fashion sebagai bagian penting dari pengalaman bermain.

HAYA Games menyebut daftar lagu dalam game dikurasi dengan mempertimbangkan selera musik generasi muda saat ini. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pengalaman bermain terasa lebih dekat dengan tren musik yang mereka nikmati sehari-hari.

Sistem avatar juga menawarkan berbagai pilihan fashion modern. Pemain dapat memilih gaya casual, streetwear, hingga outfit yang terinspirasi dari berbagai tren digital.

Aspek komunitas menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan game ini. Selain berbagai mode permainan berbasis rhythm, HAYA Games menyediakan Couple System, Family System, serta sejumlah aktivitas komunitas.

Fitur tersebut dirancang agar hubungan antar pemain dapat berkembang lebih jauh dari sekadar bermain dalam satu pertandingan. Mereka bisa membangun kelompok, berinteraksi secara rutin, serta menciptakan berbagai momen bersama di dalam game.

Bagaimana menurutmu?

Nintendo Akhirnya Datang ke Indonesia, Akan Hadir Desember 2026

0
Nintendo Akhirnya Datang ke Indonesia, Akan Hadir Desember 2026

Nintendo akhirnya hadir di Indonesia. Sesepuh perusahaan game asal Jepang ini akan hadir di Tanah Air pada Desember 2026. Langkah ini sekaligus membawa Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2 ke pasar Indonesia secara resmi.

Kedatangan Nintendo di Indonesia

Kepastian mengenai rencana tersebut terlihat melalui website resmi Nintendo Indonesia. Halaman utamanya menampilkan karakter Mario dengan pesan bahwa mereka akan hadir pada Desember 2026.

Kedatangan Nintendo juga dalam rangka membuat jalur pemasaran bagi Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2. Selama ini konsol Nintendo memang sudah mudah ditemukan di Indonesia. Namun sebagian besar masih dipasarkan melalui distributor maupun importir pihak ketiga.

Kondisi tersebut membuat pengalaman konsumen Indonesia berbeda dengan negara yang telah memiliki kehadiran resmi Nintendo. Dukungan seperti layanan pelanggan langsung dari perusahaan hingga ekosistem layanan lokal masih menjadi beberapa hal yang dinantikan pengguna.

Meski begitu, Nintendo belum memberikan informasi lebih detail mengenai strategi penjualan yang akan diterapkan mulai Desember mendatang. Belum ada penjelasan mengenai daftar retailer resmi, skema garansi, pusat servis, hingga ketersediaan aksesori dan game fisik yang nantinya akan dipasarkan langsung untuk konsumen Indonesia.

Pertanyaan lain yang cukup penting adalah mengenai Nintendo eShop. Belum ada kejelasan apakah kedepan akan ada Nintendo eShop regional Indonesia.

Bagaimana menurutmu?

Infinix GT 50 Pro Jadi Smartphone Resmi Kapolri Cup 2026

0
Infinix GT 50 Pro Jadi Smartphone Resmi Kapolri Cup 2026

Infinix GT 50 Pro menjadi smartphone resmi yang digunakan dalam kompetisi Mobile Legends: Bang Bang di Kapolri Cup 2026. Turnamen nasional tersebut mencapai puncaknya pada 8–9 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta. Infinix hadir sebagai Official Tournament Device untuk mendukung kebutuhan para pemain selama pertandingan sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perkembangan ekosistem esports di Indonesia.

Kapolri Cup 2026 melibatkan 34 tim yang mewakili 34 provinsi terdaftar. Sebelum mencapai panggung nasional, para peserta harus melewati rangkaian kompetisi yang berlangsung mulai dari tingkat Polres hingga Polda. Pemain terbaik kemudian bertemu dalam babak puncak untuk memperebutkan posisi tertinggi di cabang Mobile Legends: Bang Bang.

Infinix GT 50 Pro Andalkan Layar 144Hz untuk Kompetisi

Sebagai smartphone yang digunakan dalam turnamen, Infinix membekali perangkat gaming tersebut dengan layar yang memiliki refresh rate hingga 144Hz. Kemampuan ini ditujukan untuk memberikan respons visual yang lebih cepat pada game yang mendukung frame rate tinggi.

Stabilitas frame juga menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian. Dalam pertandingan kompetitif, perubahan frame rate dapat memengaruhi kenyamanan pemain terutama ketika pertandingan berlangsung dalam durasi panjang.

Infinix turut menghadirkan teknologi GPU Frame Interpolation. Teknologi tersebut memungkinkan sejumlah game tertentu yang sebelumnya dibatasi pada 60FPS mendapatkan pengalaman visual hingga 90FPS.

Peningkatan frame rate tersebut membuat pergerakan di dalam game terlihat lebih halus. Hal ini dapat memberikan pengalaman bermain yang lebih nyaman terutama pada game dengan tempo cepat seperti genre MOBA maupun game kompetitif lainnya yang membutuhkan respons tinggi.

Sistem Pendinginan untuk Sesi Gaming Panjang

Selain mengandalkan performa visual, Infinix GT 50 Pro juga membawa sistem pengelolaan panas yang dirancang untuk penggunaan gaming intensif. Perangkat dapat dipadukan dengan MagCharge Cooler untuk membantu menjaga temperatur ketika beban kerja meningkat.

Fitur Wireless Bypass Charging juga tersedia untuk mendukung sesi bermain ketika perangkat sedang terhubung dengan sumber daya. Teknologi ini dirancang untuk membantu mengurangi panas berlebih saat bermain sambil mengisi daya sekaligus mempertahankan stabilitas performa dalam penggunaan berdurasi panjang.

Kombinasi tersebut menjadi penting dalam turnamen esports. Smartphone harus mampu mempertahankan performanya ketika digunakan untuk pertandingan secara intensif tanpa mengganggu kenyamanan pemain.

Infinix Dukung Ekosistem Esports dan Literasi Finansial

Keterlibatan Infinix di Kapolri Cup 2026 tidak hanya terbatas pada penyediaan perangkat pertandingan. Perusahaan juga berkolaborasi dengan IPOT atau Indo Premier Online Technology untuk menghadirkan area literasi finansial interaktif di booth turnamen.

Melalui pendekatan bertema game, pengunjung diajak memahami pentingnya investasi sejak dini. Konsep yang dibawa menggunakan istilah “feeder finansial” untuk mengingatkan generasi muda agar lebih bijak dalam mengelola keuangan dan mempersiapkan masa depan finansial.

Membedah Galaxy Z Fold8 Ultra untuk Gaming

0
Membedah Galaxy Z Fold8 Ultra untuk Gaming

Bisakah Galaxy Z Fold8 Ultra untuk gaming? Jawabannya bisa. Smartphone foldable premium ini dibekali dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, sistem thermal yang telah disempurnakan, baterai berkapasitas 5.000mAh, serta dukungan 45W Super Fast Charging. Kombinasi tersebut dirancang agar pengguna bisa menjalankan game dan aktivitas berat lainnya dengan performa yang tetap responsif sepanjang hari.

Galaxy Z Fold8 Ultra untuk Gaming Didukung Chipset Snapdragon Terbaru

Salah satu komponen utama yang mendukung performa Galaxy Z Fold8 Ultra adalah Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Chipset ini menjadi fondasi untuk memberikan respons yang cepat ketika pengguna berpindah aplikasi atau menjalankan pekerjaan yang membutuhkan sumber daya lebih besar.

Dalam penggunaan sehari-hari, pengguna bisa memulai aktivitas dengan video conference sambil membuka dokumen. Setelah itu smartphone dapat digunakan untuk mengedit foto atau video, membuka beberapa aplikasi sekaligus, lalu beralih memainkan game ketika memiliki waktu luang.

Kemampuan tersebut membuat Galaxy Z Fold8 Ultra tidak hanya mengandalkan bentuk foldable sebagai daya tarik. Samsung juga menempatkan performa sebagai bagian penting untuk pengguna yang membutuhkan satu perangkat bagi produktivitas dan hiburan.

Bagi gamer, kestabilan performa tentu menjadi salah satu aspek penting. Smartphone dengan performa tinggi tetap membutuhkan pengelolaan suhu yang baik agar pengalaman bermain tetap nyaman ketika sesi permainan berlangsung lebih lama.

Sistem Thermal dan Daya

Samsung melakukan penyempurnaan pada sistem thermal Galaxy Z Fold8 Ultra untuk membantu menjaga suhu perangkat selama menjalankan aktivitas intensif.

Optimalisasi tersebut menjadi penting ketika smartphone digunakan untuk gaming atau mengedit konten dalam waktu lama. Beban pemrosesan yang tinggi dapat meningkatkan suhu smartphone sehingga sistem pendinginan memiliki peran besar dalam menjaga performa tetap konsisten.

Performa gaming yang tinggi juga membutuhkan dukungan baterai memadai. Samsung membekali Galaxy Z Fold8 Ultra dengan baterai berkapasitas 5.000mAh yang dirancang untuk mendukung aktivitas pengguna dari pagi hingga malam.

Baterai tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan mulai dari komunikasi, membuka aplikasi produktivitas, mengedit konten, hingga memainkan game favorit setelah aktivitas selesai.

Saat baterai mulai berkurang, Galaxy Z Fold8 Ultra mendukung teknologi 45W Super Fast Charging. Fitur ini memungkinkan pengguna mengisi kembali daya dalam waktu lebih singkat sebelum melanjutkan aktivitas.

Mlelaui kombinasi chipset flagship, sistem pendinginan yang diperbarui, baterai 5.000mAh, dan pengisian cepat 45W menjadi modal utama Galaxy Z Fold8 Ultra untuk gaming sekaligus menjalankan berbagai aktivitas berat lainnya.

Smartphone Seukuran Paspor Galaxy Z Fold8

0
Smartphone Seukuran Paspor Galaxy Z Fold8

Memangnya ada smartphone seukuran paspor? Inilah pendekatan Samsung dalam mendesain Galaxy Z Fold8 agar semakin nyaman digunakan sehari-hari. Smartphone foldable ini hanya memiliki seukuran paspor ketika dilipat.

Smartphone Seukuran Paspor dengan Bobot Hanya 201 Gram

Salah satu perubahan yang langsung terasa pada Galaxy Z Fold8 adalah bobotnya. Smartphone layar lipat ini memiliki berat hanya 201 gram. Ketika ditutup, dimensinya juga dibuat menyerupai ukuran sebuah paspor sehingga lebih praktis ketika dibawa.

Ukuran tersebut memungkinkan perangkat disimpan di dalam saku celana atau dimasukkan ke sling bag bersama barang pribadi lainnya seperti dompet. Bobot yang lebih ringan juga memberikan kenyamanan ketika pengguna harus menggenggam smartphone dalam waktu lama.

Pengguna dapat memanfaatkan perangkat untuk membalas pesan, menjelajahi media sosial, atau membaca artikel ketika sedang bepergian. Saat membutuhkan ruang kerja lebih luas, smartphone cukup dibuka untuk mengakses layar utama.

Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia mengatakan Galaxy Z Fold8 dirancang agar smartphone layar lipat lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Cover Screen untuk Penggunaan Satu Tangan

Selain bobot yang ringan, pengalaman penggunaan Galaxy Z Fold8 didukung kombinasi dua layar yang memiliki fungsi berbeda. Saat perangkat dalam kondisi tertutup, pengguna dapat mengakses Cover Screen berukuran 5,5 inci dengan rasio 10:16.

Rasio tersebut membuat tampilan konten media sosial terasa lebih proporsional. Pengguna juga dapat mengetik pesan atau melakukan navigasi dengan satu tangan secara lebih natural tanpa harus membuka perangkat.

Konsep ini membuat transisi antaraktivitas menjadi lebih praktis. Pengguna dapat mengecek pesan ketika berjalan atau melihat informasi singkat melalui Cover Screen. Perangkat kemudian dapat langsung dibuka ketika membutuhkan area layar yang lebih besar.

Main Screen untuk Produktivitas dan Hiburan

Ketika Galaxy Z Fold8 dibuka, pengguna mendapatkan Main Screen berukuran 7,6 inci dengan rasio 4:3. Layar tersebut menyediakan area yang lebih luas untuk membaca e-book dan artikel hingga mengedit dokumen.

Main Screen juga dapat dimanfaatkan untuk menikmati video dengan tampilan layar penuh yang lebih luas. Perpindahan dari Cover Screen menuju Main Screen dirancang agar aktivitas pengguna dapat terus dilanjutkan ketika perangkat dibuka.

Misalnya, pengguna dapat mulai scrolling media sosial atau membaca artikel melalui Cover Screen saat sedang dalam perjalanan. Setelah perangkat dibuka, aktivitas tersebut dapat dilanjutkan melalui layar 7,6 inci dengan ruang visual yang lebih lega.

Perpaduan Cover Screen 5,5 inci, Main Screen 7,6 inci, bobot 201 gram, serta dimensi ringkas membuat Galaxy Z Fold8 mencoba memberikan keseimbangan antara portabilitas dan fungsi layar besar.

Review Montabi (PC): Memancing Adiksi

0
Review Montabi thumbnail

Apa jadinya jika game bertema creature collector digabung dengan elemen deckbuilder roguelike? Montabi yang dibuat oleh developer lokal Mankibo, mencoba menyatukan kedua konsep tersebut. Hasilnya? Itu tergantung kepada penilaian pemainnya.

Biasanya game creature collector menggunakan sistem RPG, yaitu grinding agar level up dan monster peliharaan menjadi semakin kuat. Pada Montabi justru berbeda. Monster pemain memang bisa level up dan berevolusi seperti di Pokemon, tapi progression ini akan hilang jika pemain kalah saat bertarung.

Jika itu terjadi (Sering sekali), pemain harus mengulang semuanya dari nol. Tapi, ada juga semacam perasaan lega karena tidak perlu melakukan proses grinding yang monoton. Inilah perasaan yang kami rasakan setelah memainkan versi review Montabi di PC.

Kadang frustrasi, tapi kadang juga lega. Aneh memang.

Harus Ditangkap Semuanya

Cerita Montabi sangat sederhana. Diawali dengan seorang trainer yang kehilangan Montabi miliknya karena diculik oleh organisasi jahat. Inilah yang memicu sang protagonis untuk memulai perjalanan demi menemukan kembali partnernya yang hilang.

Pada awal permainan, pemain akan diberikan pilihan untuk memilih trainer mana yang bisa digunakan. Jika baru mulai maka pilihan hanya ada satu, yaitu trainer berkacamata. Pemain nantinya bisa memilih trainer yang lain. Sistemnya jika trainer yang digunakan naik sampai level tertentu, salah satu rewardnya adalah mendapatkan trainer baru.

Berbeda dengan game creature collector pada umumnya, trainer di Montabi tidak hanya ngumpet dibelakang sambil memberikan perintah. Mereka akan ikut bertarung bersama Montabi partnernya, memberikan buff dan menyerang musuh sesuai dengan karakteristiknya.

Review Montabi trainer

Misalnya trainer si bocah berkacamata adalah tipe support. Banyak skillnya yang berupa buff dan menguntungkan bagi Montabi partner. Trainer juga harus dijaga agar tidak KO oleh musuh. Jika itu terjadi maka permainan selesai.

Mekanisme ini mengingatkan kami kepada game jadul di PSOne yang bernama Monster Seed. Setiap kali kami memainkan Montabi, rasanya seperti kembali memainkan game itu.

Montabi

Review Montabi trainer

Desain Montabi menjadi salah satu daya tarik game ini. Kami harus mengakui kreativitas Mankibo dalam membuat desain. Meski secara visual kelihatannya sederhana, desainnya menarik dan tidak membosankan.

Montabi di game terlihat seperti fusion antara beberapa mahluk hidup atau bahkan dengan peralatan sehari-hari. Montabi favorit kami Ruffen merupakan gabungan antara hiu dengan anjing. Lalu ada Tonkey (Kami selalu tertawa jika mengucapkan namanya) yang berupa monyet dengan papan skateboard. Desain paling absurd adalah monster berbentuk mesin cuci bernama Washette.

Setiap Montabi bisa berevolusi, dan membuatnya berubah wujud menjadi terlihat lebih dewasa. Total Montabi dapat berevolusi sebanyak dua kali, yaitu di level lima dan level sepuluh.

Tidak perlu khawatir, karena proses grinding untuk leveling sangat mudah dan cepat. Cukup kalahkan Montabi musuh, dapatkan poin, dan langsung gunakan poin tersebut kepada Montabi partner yang ingin dinaikkan levelnya.

Game ini juga memiliki sistem mastery. Setiap kali menggunakan Montabi jenis tertentu dan membuatnya berevolusi atau dipakai bertarung, pemain akan mendapatkan poin. Jika poin ini sudah terakumulasi sampai dengan jumlah tertentu, pemain bisa mendapatkan item yang akan dapat membantu sesi permainan baru berikutnya.

Review Montabi: Memilih Jalur

Review Montabi jalur

Ketika memulai permainan, pemain akan dilempar ke semacam peta berisi jalur-jalur yang bisa ditempuh. Setiap jalur akan memiliki halangan, mulai dari musuh, toko, restoran, sampai dengan random event.

Pemain bisa mendapatkan berbagai macam item dengan menyelesaikan halangan, seperti item consumable, equipment yang bisa dipasang ke trainer dan Montabi, atau relic yang biasanya memberikan bonus efek pasif. Pemain juga bisa membeli sticker untuk memperkuat kartu di dalam deck.

Ada juga musuh tipe elite yang lebih sulit untuk dikalahkan dibanding musuh biasa. Level kesulitannya kadang bisa setara dengan boss yang menunggu di ujung perjalanan. Kemungkinan untuk game over biasanya presentasenya lebih besar di kedua tipe musuh ini.

Untungnya developer telah mempersiapkan solusi, dengan menghadirkan beberapa tingkat kesulitan. Saran kami jika kamu masih baru dengan game deckbuilding roguelike, jangan memilih tingkat kesulitan normal. Karena normal di sini sudah seperti hard. Lebih baik pilih easy untuk belajar terlebih dahulu.

Elemen Deckbuilding

Review Montabi deckbuilding

Sistem pertarungan di Montabi adalah aspek yang paling penting dan menantang. Permainan akan berlangsung di arena berukuran tiga kali tiga kotak. Satu sisi digunakan oleh pemain dan sisi lainnya adalah lawan.

Pemain bisa menentukan di kotak mana trainer berdiri dan dimana kotak untuk partner Montabi. Ketika pertarungan di mulai, kotak-kotak ini akan menjadi salah satu bagian dalam menyusun strategi. Sedangkan strategi lainnya adalah mengatur deck yang berisi beragam kartu.

Setiap kartu akan memiliki efek yang berbeda-beda. Ada yang digunakan untuk menyerang, ada juga yang memberikan buff, sampai dengan memanipulasi kartu yang sudah ada di tangan. Pemain akan dituntut untuk memahami apa efek kartu yang dipilih.

Ketika kombinasi tersebut bekerja, pertarungan bisa terasa sangat mudah. Tapi, jika pemain hanya sembarangan malah akan membuat frustrasi. Tantangannya adalah menemukan komposisi yang tepat antar kartu dengan Montabi yang menggunakannya.

Review Montabi deckbuilding 2

Tidak perlu khawatir, dengan mengakses menu Montpedia, pemain bisa mendapatkan petunjuk tentang gaya bermain Montabi. Misalnya Ruffen sangat mengandalkan efek Bleed. Semakin tinggi stack Bleed yang dimiliki musuh, semakin besar pula damage serangan yang diterima.

Jujur saja, learning curve untuk memahami deckbuilding ini akan cukup sulit. Dibutuhkan kesabaran dan juga ketelitian. Kelewatan saja satu deskripsi, bisa berantakan semuanya.

Kesimpulan Review Montabi

Kesimpulan kami untuk review Montabi adalah game ini mungkin tidak untuk semua kalangan gamer. Jika alasanmu adalah menyukai game creature collector, Montabi mungkin tidak seperti yang kamu kira. Mekanisme deckbuilding dengan elemen roguelite di game ini membutuhkan pemahaman yang mendalam.

Tapi, begitu kamu akhirnya paham cara bermainnya, game ini bisa menjadi adiksi. Setiap kali kalah dan harus mengulang dari awal, kamu tidak akan merasa frustrasi. Sebaliknya, kamu justru terpacu untuk main kembali.

Alasannya bisa karena kamu mulai memahami kartu apa yang seharusnya dipilih, dan ingin mencobanya saat bertarung. Atau, kamu seperti kami yang justru terpacu karena ingin mencoba Montabi baru dan melihat seperti apa bentuk evolusinya.

Untuk spesifikasi, Montabi merupakan game PC yang tidak demanding. Kamu tidak perlu PC high end untuk bisa memainkan game ini dengan lancar. Kami sendiri tidak pernah diganggu masalah teknis saat bermain Montabi.

Montabi tersedia di Xbox Series, Xbox One, Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, dan PC.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer

Kapolri Cup 2026 Digelar, Libatkan Puluhan Ribu Peserta Dari Berbagai Daerah

0
Kapolri Cup 2026 Digelar, Libatkan Puluhan Ribu Peserta Dari Berbagai Daerah

Esports Kapolri Cup 2026 resmi berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, pada 8–9 Agustus 2026. Mengusung semangat “Dream to Become”, ajang yang digelar dengan melibatkan Polri ini menghadirkan berbagai kompetisi esports dan aktivitas digital untuk mendorong kreativitas, kemampuan, serta prestasi generasi muda Indonesia.

Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres di seluruh Indonesia terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut. Peserta berasal dari berbagai daerah sehingga kompetisi ini juga menjadi ruang pertemuan bagi komunitas dengan latar belakang serta minat yang beragam.

Masyarakat dapat menghadiri acara ini secara gratis. Akses tanpa biaya tersebut memberikan kesempatan lebih luas kepada publik untuk menyaksikan langsung kompetisi dan memberikan dukungan kepada para peserta dari berbagai daerah.

Kapolri Cup 2026 Dorong Talenta Digital dari Berbagai Daerah

Berbagai kategori dipersiapkan untuk mengakomodasi perkembangan ekosistem digital yang semakin luas. Tidak hanya pertandingan Mobile Legends: Bang Bang atau MLBB, penyelenggara juga menghadirkan Influencer Hunt, Capture the Flag, Youth Movement, Pokémon Trading Card Game atau TCG, hingga Cosplay Competition.

Format tersebut membuat acara tidak hanya berpusat pada pertandingan esports. Peserta maupun pengunjung dapat menemukan berbagai bentuk aktivitas yang berkaitan dengan kreativitas, teknologi, komunitas, serta budaya populer.

Dalam Opening Ceremony, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. H. Dedi Prasetyo menyoroti antusiasme generasi muda dalam menyalurkan hobi melalui kegiatan yang positif. Ruang digital saat ini tidak lagi hanya menjadi tempat mencari hiburan. Teknologi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan, membangun jaringan, menciptakan karya, hingga mengejar prestasi.

Literasi Digital dan Ancaman Siber Jadi Perhatian

Kapolri Cup juga membawa pesan mengenai pentingnya kesadaran terhadap risiko di dunia digital. Peningkatan aktivitas masyarakat di internet berjalan beriringan dengan munculnya berbagai ancaman keamanan siber yang perlu mendapat perhatian.

Polri menegaskan perannya bukan hanya dalam menjaga keamanan ruang digital. Institusi tersebut juga ingin menjadi fasilitator yang dapat mendorong inovasi dan kolaborasi sehingga perkembangan teknologi memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Edukasi digital menjadi salah satu hal yang ikut mendapat perhatian. Generasi muda didorong agar mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab sekaligus memahami berbagai risiko yang dapat muncul dalam aktivitas sehari-hari.

Beberapa ancaman yang disoroti antara lain judi online, penipuan digital, serta penyebaran hoaks. Literasi digital diharapkan dapat menjadi bekal agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk belajar, menciptakan karya, mengikuti kompetisi, dan membuka peluang baru.