HomeReviewReview DLC Total War: Warhammer III - Lords of the End Times

Review DLC Total War: Warhammer III – Lords of the End Times

Creative Assembly akhirnya membawa salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Warhammer ke dalam game Total War: Warhammer III melalui DLC Lords of the End Times.

Lords of the End Times adalah versi game dari End Times, peristiwa katastropik dalam dunia fantasi Warhammer. Konflik besar terjadi antara kelompok Order dan Chaos, yang pada akhirnya (Spoiler alert) dimenangkan oleh Chaos. Kemenangan ini membawa kehancuran dunia dan membuka jalan menuju era baru, Age of Sigmar.

Tidak terasa sudah 10 tahun Creative Assembly mengerjakan Warhammer dan menghasilkan tiga game. DLC Lords of the End Times adalah pelengkap yang paling sempurna, tidak hanya untuk Total War: Warhammer III saja melainkan seluruh seri ini.

Inilah pengalaman dan kesan yang kami rasakan selama memainkan versi review Total War: Warhammer III – Lords of the End Times.

Empat Legendary Lords Baru

Review DLC Total War Warhammer III - Lords of the End Times Chaos

Skala dari Lords of the End Times cukup besar. Ada empat Legendary Lords bersama dengan beragam unit baru, dan mekanisme campaign yang berbeda. Belum lagi perubahan besar terhadap Vampire Counts, dan juga Archaon the Everchosen, sang pembawa kehancuran ke dunia.

Dimulai dari Glottkin, tiga bersaudara yang menjadi Chosen Champion yang menjijikan dari Nurgle. Otto dan Ethrac berada di atas tubuh saudara mereka yang berukuran raksasa, Ghurk, menjadikan ketiganya model yang paling mencolok di dalam game. Karena mereka, kami yang sebetulnya tidak terlalu menjagokan Chaos di dalam Warhammer, jadi jatuh hati.

Mekanisme campaign dari Glottkin membawa dari hal-hal yang sudah ada, tetapi dengan sentuhan baru. Pemain sekarang bisa membelanjakan Souls yang didapat dari bertarung melawan musuh, untuk membuat taman penyakit Nurgle, Gardens of Corruption. Souls juga bisa digunakan untuk Rituals dan Blessings yang memberikan tambahan kekuatan bagi unit maupun karakter.

Developer juga melakukan perubahan dengan bagaimana cara Archaon memimpin pasukan Chaos dalam invasi di Endgame Scenario. Tidak seperti dulu yang agak kentang, sekarang ketika Endgame Scenario terpicu, seluruh kekuatan Chaos akan bersatu di bawah Archaon. Tidak hanya itu, Archaon bahkan memperoleh keuntungan super besar dari segi atribut, membuat tidak dapat dikalahkan tanpa kondisi khusus.

Untuk menghentikannya, pemain harus lebih dahulu mengalahkan pasukan Chaos lainnya serta menghancurkan lima Invasion Fortress. Setelah pertahanannya melemah, barulah Archaon dapat dihadapi dalam pertarungan klimaks.

Tikus yang Semakin Cerdik

Review DLC Total War Warhammer III - Lords of the End Times Skaven

Skaven, tikus seukuran manusia yang selalu berusaha menghancurkan dunia juga ikut mendapatkan wakil di DLC Lords of the End Times. Mereka akan diwakili oleh Gray Seer Thanquol yang juga merupakan salah satu karakter ikonik dalam franchise Warhammer.

Dalam DLC ini Thanquol berniat untuk menghancurkan dunia dengan menjatuhkan bulan. Untuk mencapai rencananya ini, Thangquol akan melakukan apa yang selama ini hilang dari mekanisme Skaven, yaitu membuat Masterplan. Pemain bisa menciptakan berbagai macam siasat yang memudahkan Thangquol untuk mengakali musuhnya.

Skaven juga mendapatkan unit yang selama ini dinantikan yaitu Stormfiend, tikus mutasi raksasa yang memiliki enam varian senjata. Ditambah lagi kehadiran Verminlord, versi Demon dari Skaven yang juga datang dalam empat variasi

Hanya saja lokasi Thanquol dalam game agak cukup sulit. Posisinya langsung diapit oleh musuh bebuyutannya, Dwarves. Ini akan memberikan tantangan kepada pemain untuk bisa lebih cepat menguasai cara kerja dari Masterplan, atau dibumihanguskan.

Boris Todbringer

Review DLC Total War Warhammer III - Lords of the End Times Boris

Boris Todbringer yang sebelumnya hanyalah karakter biasa, sekarang hadir sebagai Legendary Lords untuk Empire. Sebagai Elector Count of Middenland, tugas Boris adalah mempertahankan wilayah Empire dari ancaman.

Dibandingkan tiga Legendary Lord lainnya, struktur campaign dari Boris merupakan yang paling sederhana. Fokusnya hanya mempertahankan Middenland serta Empire, sambil memburu gerombolan Beastmen. Konflik ini akan mengarah pada pertarungan besar melawan musuh bebuyutannya, Khazrak One-Eye.

Boris memiliki mekanisme bernama Fervor yang bertambah setiap kali ia berperang. Fervor nantinya dapat digunakan untuk meningkatkan Great Temple of Ulric, yang efeknya adalah bonus tambahan bagi pasukannya. Empire juga mendapatkan tambahan unit baru bersama dengan kedatangan Boris, Ada Teutogen Guard yang merupakan infantry kelas berat, dan Knights Panther untuk divisi cavalry.

Pemimpin Undead: Nagash

Review DLC Total War Warhammer III - Lords of the End Times Nagash

Berbeda dengan tiga Legendary Lords lainnya yang menempel dengan faction yang sudah ada, Nagash hadir dalam satu kelompok baru. Ia merupakan Supreme Lord of Undeath, penguasa dari kelompok Undead lainnya sudah ada, yaitu Vampire Counts, Vampire Coast, dan Tomb Kings. Ia juga adalah Spellcaster yang sangat sangat kuat.

Sihir bawaan Nagash adalah Lore of Undeath, namun setelah menemukan kembali buku-bukunya yang hilang, Nagash dapat mengakses sihir dari Lore of Light, Death, Vampires, dan juga Nehekhara. Ia bahkan bisa membumihanguskan satu wilayah dengan Ritual of Undead, menghancurkannya menjadi tanah yang tak bernyawa.

Ia dapat merekrut unit dari Vampire Counts, Tomb Kings, dan Vampire Coast sehingga memiliki pasukan yang bervariasi. Nagash juga tidak datang tanpa unit spesial. Ia akan didampingi oleh Morghasts, dan Khemric Titan yang berukuran raksasa. Tapi untuk membuka semuanya perlu waktu dan juga strategi.

Black Pyramid merupakan mekanisme utama Nagash yang berisi upgrade untuk dirinya, maupun semua pasukannya. Pemain juga bisa membuka unit baru yang lebih kuat melalui Black Pyramid. Sedangkan untuk strategi, Nagash memiliki tiga tipe bangunan, Necropolis, Burial Chambers, dan Mausoleum. Ketiga bangunan ini berhubungan juga dengan tipe unit yang bisa direkrut oleh Nagash.

Neferata yang hadir sebagai Legendary Lord gratis untuk Vampires Counts juga memiliki mekanik yang berbeda. Ketika menggunakan Neferata, pemain akan lebih mengedepankan manipulasi melalui Web of Power.

Menggunakan Neferata Handmaiden, pemain bisa menyusupkan agen ke dalam semua faction yang ada di dunia. Agen ini akan memanipulasi dari dalam, membuat mereka melakukan apa yang sebetulnya direncanakan oleh Neferata. Handmaiden juga bisa digunakan sebagai unit perang baru untuk Vampire Counts.

Creative Assembly juga merombak mekanisme dasar dari Vampire Counts. Raise Dead kini menjadi metode utama untuk merekrut unit. Vampire Counts juga memperoleh dua resource baru, yaitu Corpses dan Blood. Sementara itu, proses mendapatkan Vampire Lord baru kini dibuat lebih spesifik.

Pemain tidak lagi sekadar merekrut Vampire Lord seperti Lord biasa. Pemain terlebih dahulu harus menemukan Vampire Lair yang terkubur. Setelah itu karakter tersebut dapat dibangkitkan lalu direkrut sebagai jenderal perang baru.

Kesimpulan

Kesimpulan kami untuk review DLC Total War: Warhammer III – Lords of the End Times adalah DLC ini adalah ekspansi paling ambisius yang pernah diterima game ini. Bukan cuma karena tambahan Legendary Lords baru, tapi juga karena DLC ini memiliki konten yang ngedaging.

Glottkin menawarkan pengalaman Chaos yang lengkap ditambah desainnya yang mengagumkan sekaligus menjijikan. Thanquol mewakili apa yang seharusnya dilakukan oleh Skaven dari dulu. Boris Todbringer yang tidak neko-neko. Sementara Nagash membawa skala kekuatan Undead ke tingkatan tertinggi, menjadikannya sebagai Powercreep.

Perubahan besar pada End Scenario Chaos Invasion untuk Archaon juga membuatnya menjadi lebih megah dan menakutkan. Bayangkan semua faction Chaos dalam game mendadak bersatu dan menyerang pemain dari segala titik. Inilah End Times yang sesungguhnya.

Bagi pemain lama yang sudah lama menantikan kapan datangnya kiamat di Total War: Warhammer III, akhirnya momen yang ditunggu itu telah datang. Konten dalam DLC ini sudah cukup besar untuk melengkapi pengalaman selama 16 tahun bermain Total War: Warhammer.

DLC Total War: Warhammer III – Lords of the End Times sudah tersedia bagi pemiliki base game Total War: Warhammer III.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer

REVIEW OVERVIEW

Visual & Grafis
Storyline
Gameplay
Sound (Soundtrack & sound effect)
Replay Value
Aryo
Aryo
Editor Playcubic. Gamer dengan cita-cita punya PC kelas dewa. Disamping PCnya ada PS5 dan Xbox Series X
RELATED ARTICLES

Terpopuler

Creative Assembly akhirnya membawa salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Warhammer ke dalam game Total War: Warhammer III melalui DLC Lords of the End Times. Lords of the End Times adalah versi game dari End Times, peristiwa katastropik dalam dunia fantasi Warhammer. Konflik besar...Review DLC Total War: Warhammer III - Lords of the End Times