Konami pintar mengaduk-ngaduk rasa takut gamer dengan Silent Hill belakangan. Silent Hill: Townfall yang adalah game terbaru dari franchise ini, tampil berlawanan dengan apa yang disajikan oleh Silent Hill f tahun lalu. Jika Silent Hill f tampil agresif, Silent Hill: Townfall justru lebih lambat dan penuh perhitungan.
Sudut pandang pun ikut berubah. Dari third-person, menjadi first-person. Tapi jangan salah sangka, Silent Hill: Townfall jauh lebih menakutkan dari segi atmosfernya. Pendekatan ini membuat game terasa lebih dekat dengan identitas klasiknya.
Berikut adalah kesan dan pengalaman yang kami rasakan selama memainkan versi review Silent Hill: Townfall di PS5
Cerita di Pulau Berkabut

Silent Hill: Townfall berlatar di pulau bernama St. Amelia, Skotlandia, pada tahun 90-an. Cerita dibuka dengan sang protagonis, Simon Ordell, yang terdampar di pantai. Simon meski kelihatannya sehat, tapi sebenarnya merupakan pasien rumah sakit. Ia diperlihatkan masih memakai gelang identitas rumah sakit di tangannya, dan bahkan membawa selang infus yang belum dilepas.
Pemain sebagai Simon lalu mulai diperkenalkan dengan berbagai sistem kontrol di dalam game, sambil menelusuri pantai dan pelabuhan hingga akhirnya tiba di pusat kota. Seperti yang sudah diduga, kota telah tertutup kabut dengan rumah-rumah kosong yang seperti telah ditinggalkan.
Jalanan kota juga dipenuhi oleh poster protes terhadap sebuah organisasi bernama CEG. Situasi menjadi semakin aneh ketika Simon bertemu seorang pria yang tubuhnya dialiri cairan hitam melalui selang di mulutnya. Game ini juga menampilkan monster raksasa yang sangat tinggi, dan hanya kelihatan bagian tentakelnya saja. Adegan ini mengingatkan kami dengan film The Mist.

St. Amelia juga mengalami perubahan visual khas game Silent Hill. Kabut yang menutupi kota mendadak berubah menjadi intens, dengan nuansa berwarna merah dan perubahan visual yang radikal. Misalnya jalanan yang awalnya kosong mendadak dipenuhi rangkaian pipa industri yang menjalar seperti urat.
Tema trauma dan rasa bersalah yang merupakan fondasi dalam Silent Hill, masih menjadi tema di game ini. Simon tampaknya datang ke St.Amelia untuk mencari penebusan dari masa lalunya. Inilah yang membuat tempat tersebut menjadi terdistorsi dan diisi dengan monster mengerikan.
Developer memperluas tema tersebut dengan menghadirkan karakter lain selain Simon. Salah satunya adalah perawat bernama Zoe, yang juga mengalami hal sama dengan Simon karena tindakannya di masa lalu.
Tidak cuma sekedar jadi NPC, Zoe juga merupakan salah satu playable character. Pada satu titik, pemain akan berganti karakter. Dari yang awalnya Simon, menjadi Zoe dan memberikan sudut pandang yang berbeda dalam keseluruhan cerita di Silent Hill: Townfall.

Pendekatan ini membuat cerita menjadi terasa lebih segar. Misteri yang dihadirkan tidak hanya menyangkut satu karakter saja, melainkan dengan sesuatu yang lebih besar.
Review Silent Hill: Townfall: First-Person Membuat Lebih Mengerikan

Keputusan developer untuk menggunakan sudut pandang first-person sangat mempengaruhi tingkat kengerian game. Melihat St. Amelia langsung dari mata karakter berhasil membuat kami ketakutan dan selalu was-was.
Monster khas Silent Hill yang pada dua game sebelumnya dilihat dari sudut pandang third-person, kini terasa menjadi lebih dekat dengan pemain. Rasanya seperti melihat dengan mata dan kepala sendiri. Meski jika dibandingkan dengan dua game Silent Hill sebelumnya, monster di game ini tidak terlalu menakutkan.
Tidak seperti Hinako di Silent Hill f, Simon juga lebih ringkih. Cukup dengan beberapa kali serangan saja Simon akan kembali ke save point. Berbicara mengenai save point, titik untuk menyimpan data dalam game ini hadir dalam bentuk telepon. Uniknya, developer menambahkan daftar nomor telepon untuk polisi yang pastinya tidak bisa dihubungi.
Simon dibekali senjata sederhana seperti balok kayu dan pipa besi. Namun, senjata ini dapat rusak setelah digunakan terlalu sering. Revolver dan shotgun menawarkan daya serang lebih besar, tetapi amunisinya terbatas. Ditambah lagi suara tembakan dapat menarik musuh lain ke lokasi pemain.
Health item di Silent Hill: Townfall juga sangat terbatas. Ada item yang cukup menarik cara kerjanya, yaitu kantong infus. Item ini bisa dibuat dengan mengkombinasikan cairan infus dengan kantong infus kosong.
Fungsi item ini cukup penting. Ketika Simon KO, kantong infus ini ibaratnya adalah koin tambahan yang dapat menghidupkannya kembali dengan sebagian health bar terisi.
Jadi cara bertahan hidup paling tepat di Silent Hill: Townfall adalah dengan mengikuti cara di game Alien: Isolation, secara diam-diam. Game ini menyediakan banyak objek yang bisa dijadikan sebagai tempat bersembunyi. Misalnya masuk dalam lemari sambil mengintip untuk mengetahui apakah monsternya sudah pergi atau belum.
Pemain juga bisa menggunakan benda-benda yang ada di sekitar untuk menjadi distraksi. Misalnya dengan melempar batu bata atau botol untuk mengalihkan perhatian musuh. Bisa juga dengan menyalakan radio agar musuh terpancing untuk mendatangi lokasi, sementara pemain menyusup untuk pergi.
Mekanisme ini membuat ketegangan tercipta bukan dari seberapa kuat karakter utama atau mengerikan monsternya, tetapi dari seberapa baik pemain bisa membaca situasi.
Teknologi CRTV

Mekanisme unik yang menjadi ciri khas Silent Hill: Townfall adalah CRTV. Alat ini berupa televisi portable yang berfungsi sebagai semacam sensor. CRTV bisa digunakan untuk mengetahui lokasi musuh meskipun belum terlihat oleh pemain.
Kehadiran CRTV ini sangat membantu Simon. Tapi, kemampuannya untuk membaca posisi musuh yang bahkan berada di belakang tembok membuat permainan menjadi kurang menakutkan. Pada dasarnya developer memberikan cheat code kepada pemain.
Ada pada beberapa bagian cerita dimana Simon tidak bisa menggunakan CRTV. Misalnya pada bagian Zoe yang justru dibekali pager yang mengesalkan. Dalam situasi ini permainan menjadi lebih seru karena pemain tidak bisa mengetahui letak musuh.
CRTV juga bisa digunakan untuk menyelesaikan puzzle yang sederhana, seperti digunakan untuk menangkap sinyal penunjuk, memberikan pemain semacam potongan clip untuk melihat destinasi tujuan. Untuk puzzle yang lebih sulit tetap harus diselesaikan dengan membaca petunjuk di dokumen.
Puzzle di Silent Hill: Townfall dari pengalaman kami terasa cukup organic. Sebagian besar petunjuk dapat ditemukan di area sekitar selama pemain mau mengamati dengan teliti. Jangan khawatir, game ini masih punya puzzle yang membuat kesal, sampai satu-satunya cara untuk menyelesaikannya adalah dengan bantuan guide di internet.
Kesimpulan Review Silent Hill: Townfall
Kesimpulan kami setelah memainkan versi review Silent Hill: Townfall di PS5 adalah game ini adalah sebuah langkah kembali ke arah survival horror yang lebih tradisional, setelah bereksperiman dengan Silent Hill f.
Kekuatan utama game ini datang dari atmosfer yang terus menekan, berkat sudut pandang first-person. Ditambah dengan dorongan bagi pemain untuk lebih sering melakukan stealth karena Simon yang ringkih. Semua hal ini berkontribusi dalam menciptakan atmosfer menekan di dalam game.
CRTV adalah fitur tambahan yang paling menonjol. Alat ini memberikan dimensi baru dalam navigasi dan membaca gerakan musuh. Walaupun mungkin rasanya seperti memakai cheat code.
Silent Hill: Townfall cocok bagi pemain yang lebih ingin menikmati elemen horor psikologis, dibandingkan horor action. Game ini tidak berusaha membuat pemain merasa kuat. Justru sebaliknya, yaitu membangun ketegangan dari rasa rapuh dan keterbatasan.
Silent Hill: Townfall tersedia di PS5, Xbox Series, dan PC.
*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer
