PHK massal mengguncang industri game setelah Microsoft Gaming melakukan restrukturisasi besar-besaran di dalam organisasi Xbox. Keputusan ini diumumkan langsung oleh CEO Asha Sharma melalui memo internal kepada staf di awal bulan Juli 2026.
Restrukturisasi ini mencakup pengurangan ribuan pegawai dan dilepasnya beberapa studio. Microsoft mengambil keputusan ini karena pertumbuhan bisnis Xbox dinilai tidak berjalan sesuai harapan setelah bertahun-tahun agresif dalam melakukan akuisisi studio besar.
Detail PHK Massal di Xbox
Dalam memo tersebut (Dikutip dari VGC), Sharma menjelaskan bahwa Xbox akan memangkas sekitar 3.200 posisi. Pemangkasan ini tidak terjadi secara merata karena beberapa divisi akan terdampak lebih besar. Salah satunya adalah bisnis platform.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Xbox untuk merapikan kembali struktur bisnisnya. Setelah melakukan ekspansi besar sejak 2018, Microsoft Gaming kini menilai bahwa tidak semua studio harus berada langsung di bawah naungan Xbox Game Studios. Sharma menyebut bahwa industri game sudah berubah cepat dan jumlah game yang hadir setiap bulan kini jauh lebih besar dibandingkan satu dekade sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat Xbox tidak hanya bersaing dengan publisher besar, tetapi juga dengan studio independen yang lebih kecil. Karena itu, perusahaan mulai mengalihkan investasi ke proyek yang dijadikan sebagai prioritas.
Beberapa studio yang dulunya berada di bawah Xbox juga akan dilepas. Double Fine yang terkenal berkat game Psychonauts dan Compulsion Games yang baru menelurkan South of Midnights adalah contohnya. Kedua studio tersebut tidak ditutup. Xbox mengizinkan mereka untuk kembali beroperasi sebagai developer independen, sekaligus dapat mempertahankan hak atas IP atau kekayaan intelektual mereka.
Selain dua studio tersebut, Xbox juga mengonfirmasi bahwa Ninja Theory dan Undead Labs telah dijual. Ninja Theory dikenal lewat Senua’s Saga: Hellblade, sedangkan Undead Labs merupakan studio di balik State of Decay. Namun, detail pembeli dari kedua studio itu belum diumumkan karena proses transaksi belum sepenuhnya selesai.
Arkane, studio yang dikenal lewat Dishonored dan proyek Marvel’s Blade, juga akan dilepas. Informasi lebih detail mengenai masa depan Arkane belum dibuka karena masih terkait aturan hukum di Prancis.
Studio besar seperti Activision, Bethesda/ZeniMax, Blizzard, King, Mojang, dan Xbox Game Studios juga dipastikan bakal menerima dampak dari restrukturisasi ini. Meski restrukturisasi ini besar, Xbox menegaskan bahwa game first-party yang sudah diumumkan ke publik tidak dibatalkan.
Bagi industri game, PHK massal ini menjadi sinyal bahwa ekspansi melalui akuisisi studio besar tidak selalu menjamin pertumbuhan yang stabil.
Bagaimana menurutmu?
