HomeReviewReview Super Alloy Crush: Untuk Penggemar Sidescrolling Klasik

Review Super Alloy Crush: Untuk Penggemar Sidescrolling Klasik

Developer indie Alloy Mushroom melihat celah dalam pasar video game saat ini. Ketidakpastian Capcom untuk membuat game Mega-Man baru membuat fansnya haus akan game dengan gaya senada. Inilah yang mendorong mereka untuk membuat Super Alloy Crush.

Memiliki tema dan cerita sci-fi, ditambah gameplay run-and-gun, Super Alloy Crush benar-benar mengingatkan dengan game milik Blue Bomber. Diracik dengan visual ala game sidesrcolling klasik, Super Alloy Crush juga mencoba untuk menarik perhatian gamer yang menyukai game klasik.

Kami telah memainkan versi review Super Alloy Crush di PC. Meski masih berstatus Early Access, game ini sudah dipresentasikan dengan baik dan dijanjikan bakal mendapatkan peningkatan ke depan. Berikut adalah pengalaman dan kesan yang kami rasakan selama memainkan gamenya.

Berburu Harta Karun Luar Angkasa

Super Alloy Crush mengajak pemain untuk naik ke Ranger, kapal antariksa yang menjadi markas para penjelajah dalam misi mencari planet harta karun AE-38. Dari semua kru, dua anggota kru akan menjadi playable character. Mereka adalah Muu, robot wanita dengan spesialisasi pertarungan jarak dekat, dan Kelly, manusia yang menggunakan pakaian tempur dengan senjata lengkap.

Game ini akan memvisualisasikan bagian dialog dan cerita dalam gaya anime. Pemain juga bisa melihat watak dari setiap karakter lebih dalam melalui gambar yang ditampilkan.

Dari sisi presentasi, Super Alloy Crush masih menggunakan desain sprite. Ketika masuk sesi dialog, potret karakter menggunakan still image seperti game era 90-an. Agar lebih terkesan retro, game ini juga menyediakan filter CRT untuk menambah nuansa lawas saat dimainkan. Diiringi dengan musik chiptune yang memperkuat atmosfir game.

Dua Karakter, Dua Gaya Bermain

Muu dan Kelly memiliki dua gaya bermain yang berbeda. Muu yang menggunakan cakar fokus pada serangan jarak dekat. Ia juga memiliki serangan combo, launch attack, dan serangan udara, cocok untuk pemain yang agresif.

Sebaliknya, Kelly mengandalkan serangan jarak jauh dengan senjata blaster miliknya. Senjata Kelly bisa discharge untuk serangan yang lebih kuat, dan tidak seperti Blue Bomber, Kelly bisa menembak ke atas. Sebuah Perbedaan yang meski sederhana, tapi vital untuk gameplay.

Kedua karakter memiliki gaya serangan basic yang sebetulnya sudah cukup fleksibel untuk menghadapi berbagai situasi. Seiring progress permainan, kemampuan kedua karakter juga semakin berkembang.

Pemain bisa memilih beragam skill yang dibawa ke medan pertempuran, mulai dari Arts, Overdrive, dan juga Support Allies. Arts dan Overdrive akan mengkonsumsi energi yang bisa diisi kembali dengan menyerang musuh atau mengambil gems.

Kombinasi semua mekanisme ini membuat permainan tidak hanya sekedar button mashing. Ada ruang untuk bermain secara taktis, terutama saat sumber daya terbatas dan musuh mulai datang dari berbagai arah. Tapi jika kamu main button mashing saja, itu juga bisa.

Berujung di Boss Fight

Struktur setiap stage di Super Alloy Crush cukup straightforward. Pemain masuk ke dalam stage, lalu bergerak melewati layar yang bergulir ke samping, atas, atau bawah, menghadapi gelombang musuh, sampai akhirnya bertemu boss di akhir misi. Ada beberapa wilayah yang tersembunyi dan biasanya berisi banyak musuh, yang setelah dikalahkan akan menjatuhkan reward.

Pertarungan dengan boss adalah momen paling seru di Super Alloy Crush. Setiap boss memiliki dua bar yaitu shield dan health. Awalnya pemain harus menghabiskan energy bar untuk membuat boss stun. Ketika sedang tidak bisa bergerak, baru pemain bisa menghabisi health bar. Mekanisme ini mengingatkan saya dengan game run-and-gun klasik Gunstar Heroes.

Developer juga menggunakan playbook dari game Mega-Man baru. Setiap boss akan memiliki pola serangan dan gimmick berbeda. Mereka juga memiliki serangan spesial yang bisa langsung menghancurkan pemain jika tidak di cancel. Hanya satu mekanik yang tidak diadaptasi, yaitu boss di Super Alloy Crush tidak memiliki kelemahan dengan tipe senjata atau skill tertentu.

Progression yang Bagus

Setelah menyelesaikan misi, pemain akan kembali ke kapal. Disini pemain bisa mengakses berbagai fitur progression dan pengembangan karakter. Untuk menambah kekuatan, pemain bisa membeli chip yang berisi bonus atribut dan dipasangkan ke dalam grid. Mekanisme ini cukup unik karena grid yang tersedia terbatas dan terbuka satu demi satu seiring menjalankan main story. Efeknya chip yang dipasang juga terbatas dan mempengaruhi gaya bermain, tidak ada karakter yang overpower.

Selain itu, pemain juga bisa membeli skill baru dan melakukan upgrade untuk drop ship. Awalnya kami mengira drop ship ini kurang penting, tapi seiring permainan berjalan, musuh yang dihadapi akan semakin merepotkan dan mengharuskan kami memiliki cadangan health.

Tentunya untuk melakukan upgrade harus menggunakan coin yang dikumpulkan dalam misi. Untuk mempermudah pengumpulan, pemain bisa memanfaatkan mode tambahan seperti Battle Rush dan Ultimate Challenge yang mekanismenya seperti game roguelite. Selain membantu untuk mengumpulkan coin dengan lebih cepat, mode ini juga bisa dijadikan sebagai tantangan ekstra bagi yang bosan dengan main story.

Review Super Alloy Crush Dari Segi Teknis

Game ini enteng dari segi spesifikasi. Jadi kamu tidak perlu bingung soal PC. Kami memainkan versi review Super Alloy Crush dengan spesifikasi CPU i5-14400F, GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Ti, dan RAM 32GB. Kami menyarankan menggunakan controller untuk merasakan secara penuh experience dari Super Alloy Crush. Tapi menggunakan keyboard juga tidak masalah.

Selain mode singleplayer, Super Alloy Crush sudah mendukung fitur Remote Play Together. Artinya cukup satu pemain yang memiliki gamenya, sedangkan lainnya hanya tinggal di invite dan bisa main secara gratis.

Kesimpulan Review Super Alloy Crush

Kesimpulan kami untuk review Super Alloy Crush adalah untuk game dengan status Early Access, Super Alloy Crush sudah memiliki fondasi yang menjanjikan. Konten yang dihadirkan dalam Early Access sudah cukup banyak. Gameplay yang ditawarkan meski sederhana, tetapi menarik. Sesi permainan juga tidak berlangsung lama dan mudah dipahami.

Ada bagian yang masih kasar, tetapi tidak mengganggu pengalaman bermain. Untuk penggemar game sidescrolling action seperti Mega-Man dan Metal Slug, game ini cocok dimasukkan dalam daftar wishlist.

Super Alloy Crush sudah tersedia di PC.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer

REVIEW OVERVIEW

Visual & Grafis
Storyline
Gameplay
Sound (Soundtrack & sound effect)
Replay Value
Aryo
Aryo
Editor Playcubic. Gamer dengan cita-cita punya PC kelas dewa. Disamping PCnya ada PS5 dan Xbox Series X
RELATED ARTICLES

Terpopuler

Developer indie Alloy Mushroom melihat celah dalam pasar video game saat ini. Ketidakpastian Capcom untuk membuat game Mega-Man baru membuat fansnya haus akan game dengan gaya senada. Inilah yang mendorong mereka untuk membuat Super Alloy Crush. Memiliki tema dan cerita sci-fi, ditambah gameplay run-and-gun, Super...Review Super Alloy Crush: Untuk Penggemar Sidescrolling Klasik