Tales of Berseria Remastered Nintendo Switch menjadi salah satu cara terbaik bagi pemain baru untuk menikmati salah satu JRPG paling emosional dalam seri Tales. Dirilis pertama kali pada 2016, game ini kembali hadir melalui proyek Tales of Series 30th Anniversary Remastered Project, membawa kisah kelam Velvet Crowe ke konsol modern termasuk Nintendo Switch.
Walau bukan remake besar-besaran, versi remaster ini menghadirkan berbagai peningkatan kualitas hidup (quality-of-life improvements), kumpulan DLC, serta beberapa fitur baru yang membuat petualangan terasa lebih nyaman dimainkan di era sekarang. Terima kasih kepada Bandai Namco yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa memainkan Tales of Berseria Remastered di Nintendo Switch.
Namun, apakah Tales of Berseria Remastered masih layak dimainkan di tahun 2026, khususnya di Nintendo Switch? Mari kita bahas.
Kisah Balas Dendam yang Menjadi Inti Cerita
Salah satu kekuatan terbesar Tales of Berseria Remastered adalah ceritanya. Berlatar di dunia Desolation, game ini menggambarkan sebuah wilayah kepulauan yang berada di bawah kekuasaan Holy Empire of Midgand. Dunia ini tidak hanya dihuni manusia, tetapi juga makhluk spiritual bernama Malakim serta monster yang dikenal sebagai Daemon.
Ancaman utama datang dari penyakit misterius bernama Daemonblight, yang mengubah manusia menjadi monster. Untuk melawan ancaman tersebut, organisasi religius bernama Abbey dibentuk dan dipimpin oleh seorang tokoh karismatik bernama Artorius. Di sinilah cerita mulai bergerak.
Pemain mengikuti perjalanan Velvet Crowe, seorang gadis yang hidupnya hancur setelah tragedi mengerikan yang melibatkan Artorius dan kematian adiknya. Peristiwa tersebut mengubah Velvet menjadi makhluk setengah daemon bernama Therion, sekaligus memicu satu tujuan dalam hidupnya: balas dendam.

Berbeda dengan banyak JRPG lain yang menampilkan pahlawan penuh harapan, Velvet adalah karakter anti-hero. Ia digerakkan oleh kemarahan, trauma, dan obsesi untuk menghancurkan orang yang menghancurkan hidupnya.
Tema inilah yang membuat Tales of Berseria terasa jauh lebih dewasa dibanding banyak game lain dalam seri Tales.
Kalian yang belum paham awal dari semua itu terjadi bisa menyaksikan bagaimana saya mencoba game ini selama 1 jam dan bagaimana awal rasa dendam itu muncul pada video gameplay di bawah ini:
Karakter yang Hidup dan Dialog yang Menguatkan Cerita
Selain Velvet, kekuatan cerita Berseria juga datang dari para karakter pendampingnya.
Sepanjang perjalanan, Velvet bertemu berbagai karakter unik seperti, Magilou yang eksentrik dan penuh humor, Eleanor yang memiliki moral kuat, Rokurou sang pendekar pedang dan Eizen yang misterius.

Interaksi antar karakter ini diperkuat oleh fitur khas seri Tales yaitu Skits, percakapan ringan antar anggota party yang muncul sepanjang permainan.
Skits tidak hanya memberikan humor di tengah cerita gelap, tetapi juga memperdalam hubungan antar karakter. Hal ini membuat perjalanan Velvet terasa lebih manusiawi, bahkan ketika ia berada di titik paling kelam dalam hidupnya.
Berkat penulisan cerita yang kuat, Tales of Berseria sering dianggap sebagai salah satu narasi terbaik dalam sejarah seri Tales.
Sistem Combat Cepat dengan Kombinasi Combo yang Fleksibel
Dari sisi gameplay, Tales of Berseria menggunakan sistem Liberation Linear Motion Battle System, sistem pertarungan real-time khas seri Tales.
Pertarungan berlangsung di arena kecil di mana pemain dapat, menggabungkan serangan menjadi combo panjang, menggunakan berbagai Artes dan menyesuaikan pola serangan sesuai musuh. Salah satu mekanik penting adalah Soul Gauge, yang menentukan berapa banyak serangan yang bisa dirangkai dalam satu combo.

Jika pemain berhasil menyerang kelemahan musuh, membuat musuh stun, dan melakukan serangan strategis, Soul Gauge akan bertambah.
Namun jika pemain asal menekan tombol tanpa strategi, jumlah Soul bisa berkurang. Secara teori sistem ini menciptakan pertarungan yang taktis dan dinamis.
Velvet Terlalu Overpowered

Karakter utama Velvet Crowe memiliki kemampuan khusus bernama Break Soul yang membuatnya sangat kuat.
Kemampuan ini, memberikan damage besar, membuat Velvet sementara kebal, memulihkan HP, membersihkan status negatif. Akibatnya, Velvet sering kali terasa terlalu dominan dibanding anggota party lainnya.
Bahkan pada tingkat kesulitan tinggi, pemain sering kali dapat mengalahkan musuh hanya dengan memanfaatkan kemampuan Velvet tanpa perlu banyak strategi. Hal ini membuat variasi gameplay sedikit berkurang karena pemain jarang merasa perlu mengganti karakter.
Eksplorasi Dunia dan Aktivitas Tambahan
Di luar pertarungan, Tales of Berseria juga menawarkan berbagai sistem tambahan yang cukup menarik.

Beberapa fitur sampingan yang bisa dilakukan antara lain:
Cooking System
Sistem memasak memungkinkan karakter membuat makanan yang memberikan bonus selama petualangan.
Setiap karakter memiliki kemampuan memasak yang berbeda sehingga pemain didorong untuk terus menggunakannya.
Expedition System
Pemain juga dapat mengirim kapal bajak laut untuk melakukan ekspedisi laut.
Dalam sistem ini pemain bisa mendapatkan, item langka, area laut baru dan harta karun. Ekspedisi ini berlangsung sekitar 30 menit waktu permainan dan bisa menjadi sumber resource tambahan.

Selain itu ada juga koleksi Katz Spirits, peti rahasia, dan berbagai kosmetik yang bisa dikumpulkan sepanjang perjalanan.
Fitur Baru di Versi Remastered
Walau tidak menghadirkan peningkatan grafis besar, Tales of Berseria Remastered membawa banyak peningkatan kualitas hidup.
Beberapa fitur baru antara lain:
-
Semua DLC dari versi original tersedia
-
Grade Shop langsung tersedia sejak awal permainan
-
Kecepatan bergerak karakter meningkat 20%
-
Fast travel tersedia lebih awal
-
Auto-save system
-
Battle retry setelah kalah
-
Toggle enemy encounter
-
Objective marker yang lebih jelas
-
Subtitle saat battle
Perubahan ini membuat pengalaman bermain terasa jauh lebih nyaman, terutama bagi pemain baru.
Performa di Nintendo Switch
Di Nintendo Switch, game ini berjalan pada 1080p saat docked, 720p saat handheld. Frame rate ditargetkan 30 FPS, meski bisa sedikit turun dalam beberapa situasi tertentu.

Secara visual, game ini tetap mempertahankan gaya anime cel-shaded yang menjadi ciri khas seri Tales. Walau tidak terlalu berbeda dari versi original, tampilannya masih cukup menarik untuk ukuran JRPG klasik.
Namun beberapa pemain mungkin merasa desain dungeon dan lingkungan terasa agak sederhana dibanding game modern.
Audio dan Voice Acting Tetap Solid
Salah satu hal yang tetap kuat di remaster ini adalah voice acting. Dialog karakter disuarakan dengan sangat baik, terutama Velvet yang emosinya terasa sangat kuat sepanjang cerita.
Musik garapan Motoi Sakuraba juga tetap mempertahankan nuansa dramatis dengan kombinasi piano emosional dan orkestrasi pertempuran yang mantap. Soundtrack ini berhasil memperkuat tema cerita yang penuh konflik.
Kesimpulan

Tales of Berseria Remastered Nintendo Switch mungkin bukan remaster yang paling ambisius dari segi teknis, tetapi ia tetap berhasil menghadirkan kembali salah satu cerita terbaik dalam sejarah JRPG modern.
Cerita yang kuat, karakter yang berkesan, dan berbagai peningkatan kualitas hidup membuat game ini masih sangat layak dimainkan, terutama bagi pemain yang belum pernah mencobanya sebelumnya.
Meski sistem combat memiliki masalah keseimbangan karakter dan desain dungeon terasa sederhana, pengalaman keseluruhan tetap memuaskan berkat narasi yang emosional dan dunia yang menarik untuk dijelajahi.
Bagi gamer Nintendo Switch yang menyukai JRPG dengan cerita gelap dan karakter kompleks, Tales of Berseria Remastered adalah petualangan yang tidak boleh dilewatkan.
Tales of Berseria Remastered kini telah tersedia di Nintendo Switch, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S dan PC via Steam
