The Blood of Dawnwalker semakin mendekati hari perilisan. Developer Rebel Wolves bersama Bandai Namco Entertainment Asia baru saja memperkenalkan trailer gameplay terbaru yang memberikan gambaran lebih lengkap mengenai berbagai fitur utama dalam game open-world dark fantasy tersebut.
Berlatar di wilayah berbahaya bernama Vale Sangora, game ini mengikuti perjalanan Coen, seorang pemuda yang mengalami perubahan unik: ia tetap menjadi manusia pada siang hari, tetapi berubah menjadi vampir ketika malam tiba.
Konsep dualitas tersebut bukan sekadar bagian dari cerita, tetapi juga menjadi elemen penting dalam gameplay. Pemain akan memiliki pendekatan dan peluang berbeda tergantung pada waktu yang sedang berlangsung.
The Blood of Dawnwalker dijadwalkan meluncur pada 3 September 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC melalui Steam.
Menjadi Manusia di Siang Hari, Vampir di Malam Hari
Trailer terbaru memperlihatkan lebih jauh bagaimana identitas Coen sebagai seorang Dawnwalker memengaruhi petualangannya.
Pada siang hari, Coen menjalani kehidupannya sebagai manusia. Namun ketika malam tiba, kekuatan vampir dalam dirinya muncul dan membuka pendekatan berbeda dalam menghadapi berbagai situasi.
Perubahan tersebut membuat pemain harus mempertimbangkan waktu ketika menjelajahi Vale Sangora. Setiap kondisi dapat menawarkan gaya bermain dan kesempatan yang berbeda, sehingga pemain tidak hanya dituntut untuk kuat dalam pertarungan, tetapi juga pintar menentukan kapan harus bertindak.
Di sisi lain, pemain juga diperkenalkan dengan Vrakhiris, kelompok vampir yang menguasai wilayah tersebut dan menjadi salah satu ancaman utama yang harus dihadapi Coen.
Hanya Punya 30 Hari dan 30 Malam
Salah satu mekanik paling menarik dalam The Blood of Dawnwalker adalah bagaimana waktu digunakan sebagai sumber daya.
Coen hanya memiliki 30 hari dan 30 malam untuk menyelamatkan keluarganya. Meskipun waktu tidak akan terus berjalan hanya karena pemain sedang menjelajahi Vale Sangora, beberapa quest tertentu akan menggunakan segmen waktu ketika pemain memulai atau mengembangkannya.
Artinya, pemain tidak akan bisa melakukan semuanya.
Setiap keputusan mengenai quest yang ingin diselesaikan—atau bahkan yang sengaja dilewatkan—dapat memengaruhi perjalanan Coen. Dengan waktu yang terbatas, pemain harus menentukan prioritas sendiri dan menerima konsekuensi dari pilihan tersebut.
Pada akhirnya, pengalaman setiap pemain dapat berbeda ketika mereka berusaha mencapai tujuan utama: menghadapi Brencis, penguasa vampir yang mengendalikan Vale Sangora.
Sistem Pertarungan Bisa Disesuaikan dengan Gaya Bermain
Pertarungan menjadi salah satu bagian penting dalam The Blood of Dawnwalker. Coen dapat menggunakan pedang dan cakar vampir untuk menghadapi berbagai musuh.
Menariknya, sistem combat dirancang untuk mengakomodasi beberapa gaya bermain.
Pemain yang menginginkan pertarungan lebih praktis dapat memanfaatkan sistem Omniattack dan Omniblock. Kedua sistem tersebut memungkinkan Coen menyerang maupun melakukan blok dengan menekan tombol, sembari tetap memberikan kontrol kepada pemain terhadap ritme pertarungan.
Namun, bagi pemain yang lebih menyukai pendekatan taktis, tersedia pula directional combat system.
Sistem tersebut memberikan penghargaan kepada pemain yang mampu mengandalkan presisi, timing, dan eksekusi. Pemain dapat melakukan parry dan riposte dengan timing yang tepat untuk mendapatkan keuntungan dalam pertarungan.
Dengan demikian, pemain memiliki kebebasan untuk menentukan apakah mereka ingin menghadapi musuh secara lebih agresif dan langsung atau bermain dengan pendekatan yang lebih hati-hati dan taktis.
Dunia Dark Fantasy di Tengah Kekacauan Abad ke-14
The Blood of Dawnwalker mengambil latar Eropa pada abad ke-14, ketika benua tersebut berada dalam kondisi kacau akibat peperangan berdarah dan wabah Black Death.
Di tengah kondisi tersebut, sekelompok vampir berkuasa memanfaatkan lemahnya umat manusia untuk mengambil kendali.
Pemain berperan sebagai Coen, seorang pemuda yang telah menjadi Dawnwalker dan harus menjalani kehidupan di antara dua dunia. Ia memiliki kekuatan sekaligus kelemahan sebagai manusia dan vampir.
Perjalanan Coen berpusat pada upayanya menyelamatkan keluarganya dari Brencis, vampire lord yang menguasai tanah kelahirannya di Vale Sangora, sebuah wilayah misterius di Pegunungan Carpathian.
Dalam perjalanannya, Coen akan menghadapi berbagai konflik, membangun aliansi yang tidak mudah, serta mengambil keputusan yang dapat mengubah cerita dan gameplay.
Setiap Pilihan Menentukan Perjalanan Coen
Salah satu konsep utama yang ditawarkan The Blood of Dawnwalker adalah kebebasan pemain dalam menentukan bagaimana cerita berkembang.
Dengan batas waktu 30 hari dan 30 malam, pemain harus menentukan apa yang dianggap paling penting. Pilihan tersebut bukan sekadar menentukan urutan misi, tetapi juga dapat membentuk pengalaman pemain sepanjang permainan.
Ditambah dengan sistem pertarungan yang fleksibel serta perbedaan kemampuan Coen antara siang dan malam, The Blood of Dawnwalker tampaknya ingin memberikan pengalaman RPG yang tidak hanya mengandalkan eksplorasi dunia terbuka.
Game ini merupakan proyek pertama dari Rebel Wolves dan dikembangkan menggunakan Unreal Engine 5. Bandai Namco Entertainment bertindak sebagai publisher.
The Blood of Dawnwalker akan dirilis pada 3 September 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC melalui Steam. Pre-order untuk seluruh platform juga telah tersedia.
