HomeReviewReview KuloNiku: Bowl Up! (PC): Jualan Bakso Itu Tidak Mudah

Review KuloNiku: Bowl Up! (PC): Jualan Bakso Itu Tidak Mudah

Pada saat situasi yang tegang seperti sekarang, paling enak adalah memainkan game yang santai. KuloNiku: Bowl Up!, racikan terbaru dari developer Indonesia Gambir Studio bisa memenuhi permintaan tersebut. Game bergenre restaurant simulation ini memiliki tempo permainan yang santai, namun tetap menarik untuk dimainkan.

Melihat rekam jejak Gambir Studio, developer ini sudah tidak perlu dipertanyakan lagi dalam membuat game dengan elemen simulasi memasak dan manajemen restoran. Lihat saja contohnya Selera Nusantara: Chef Story. Semua formula ini disempurnakan dan hasilnya diimplementasi di KuloNiku: Bowl Up! yang tidak hanya tentang memasak saja, melainkan juga dibumbui dengan cerita slice of life ala game visual novel.

Kami mendapat kesempatan untuk memainkan versi review dari KuloNiku: Bowl Up! di Steam. Berikut adalah pengalaman yang kami rasakan selama menjadi chef dari restoran Bakuso di kota Kuloniku.

Suatu Hari di Kuloniku

Cerita dari KuloNiku: Bowl Up! adalah pemain sebagai protagonis yang mewarisi restoran bakso legendaris bernama Bakuso di kota Kuloniku. Tugas pemain adalah mengembalikan kejayaan dari restoran tersebut dan menjadikannya sebagai restoran nomor satu di kota.

Perjalanan ini tentunya tidak mudah. Pemain harus menghadapi persaingan dari restoran lain sambil terus membangun reputasi Bakuso. Cerita ini juga akan dibumbui dengan interaksi pemain dan para NPC yang tinggal di Kuloniku. Mereka tidak hanya datang ke Bakuso sebagai tamu. Beberapa akan memiliki hubungan yang lebih dalam dengan pemain, entah itu menjadi rival atau sebagai teman dekat.

Dari segi cerita, alur di KuloNiku: Bowl Up! sangat sederhana. Hal yang membuat menarik adalah interaksi dengan para NPC. Sama seperti di game visual novel, interaksi ini akan dibangun berdasarkan parameter hubungan antara pemain dengan NPC. Jika parameter ini sudah penuh, maka akan mentrigger momen hangout spesial antara pemain dengan NPC.

Review KuloNiku Bowl Up hangout spesial

Game ini juga dilengkapi dengan opsi pilihan jawaban yang memberikan kebebasan bagi pemain dalam memberikan respon. Sayangnya apapun jawaban yang dipilih tidak terlalu berdampak dengan cerita. Kamu paling hanya mendapatkan jawaban yang konyol jika memilih pilihan yang konyol juga, itu saja.

Kehadiran subtitle berbahasa Indonesia juga sangat membantu KuloNiku: Bowl Up! dalam menyampaikan cerita. Beberapa dialog dalam game akan menyertakan meme yang populer di Indonesia, dan dengan disampaikan dalam bahasa Indonesia akan membuatnya lebih mudah diterima.

Dunia dalam game dibangun dalam bentuk 3D. Meski kelihatannya sederhana, kami kagum dengan beragamnya animasi di dalam game. Setiap NPC akan memiliki desain dan animasi yang mencerminkan wataknya.

Review KuloNiku Bowl Up Stella

Misalnya Stella, wanita dengan gaya rambut berbentuk bintang yang kebetulan juga adalah seorang bintang sekaligus pemilik restoran rival Souper Starz. Dalam pertemuan pertama, Stella terkesan sombong dan menganggap remeh kemampuan pemain dan Bakuso. Namun setelah mengenal lebih dekat, ternyata ia memiliki watak Tsundere.

Saatnya Masak Mie Bakso

Review KuloNiku Bowl Up masak mie bakso

Apa menu utama restoran Bakuso? Jelas adalah mie bakso. Kamu akan menghabiskan sebagian besar memasak mie bakso yang memiliki berbagai macam resep. Ada yang dicampur dengan bihun, pakai ayam goreng, dan masih banyak lagi.

Gameplay dimulai saat pembeli memesan makanan yang ingin dimakan di kasir. Setelah mendapatkan ordernya, pemain akan dibawa ke dapur yang berisi beberapa bagian. Untuk yang pertama adalah meja bumbu, tempat pemain membumbui dan juga finishing makanan. Setelah itu ada panci rebus, tempai pemain untuk merebus bakso dan bahan lainnya. Seiring progress bagian dalam dapur ini akan bertambah dengan meja topping dan penggorengan.

Untuk bisa menguasai gameplay KuloNiku: Bowl Up!, pemain harus bisa lebih dulu mengerti fungsi dari bagian-bagian ini. Tapi bukan ini saja yang harus dikuasai.

Belajar Mengingat

Review KuloNiku Bowl Up resep

Tantangan utama saat memasak di KuloNiku: Bowl Up! adalah mengingat. Mulai dari ingat menu apa yang dipesan oleh pembeli, bagaimana komposisinya, cara masaknya, dan isi bumbunya. Pembeli yang iseng akan memperumit situasi dengan meminta tambahan tertentu yang diluar resep dimakanannya.

Misalnya pembeli ingin membeli Mie Bakso Klasik yang resepnya sebetulnya sederhana, yaitu dua bakso, satu mie, dan kecap manis. Namun mereka tidak ingin makanan ini manis, melainkan pedas. Nah tugas pemain adalah mencari komposisi yang tepat agar makanan tersebut masih dimasak sesuai resep, tetapi dengan tambahan yang diinginkan oleh pembeli.

Review KuloNiku Bowl Up pembeli yang banyak mau

Tidak hanya itu, gameplay ini juga dibuat menjadi lebih menantang dengan kehadiran durasi. Seperti pembeli betulan, pembeli di game KuloNiku: Bowl Up! juga akan protes jika makanan lama datangnya, apalagi kalau sampai salah order.

Kombinasi mekanisme inilah yang membuat gameplay KuloNiku: Bowl Up! menjadi menantang dan tidak membuat bosan. Untuk awalnya kami sempat agak kesal karena banyak mekanisme yang terkesan seperti tumpang tindih. Namun setelah memainkan game ini cukup lama dan akhirnya mengetahui cara kerjanya, mekanisme ini jadi menyenangkan dan menurut kami adalah daya tarik utama dari game.

Iron Chef dan Side Activity Dekorasi Restoran

Review KuloNiku Bowl Up meatball brawl

KuloNiku: Bowl Up! memiliki fitur lomba memasak seperti Iron Chef yang dikemas dalam Meatball Brawl. Pemain akan ditantang oleh chef lain untuk unjuk kebolehan memasak dan dites langsung oleh juri. Jika berhasil menang, reputasi restoran Bakuso akan naik, dimana tujuan pemain adalah menjadikannya sebagai restoran nomor satu di Kuloniku.

Mekanisme memasak di Meatball Brawl ini kurang lebih sama dengan yang biasa, namun akan lebih kompleks karena pemain juga harus membuat juri terkesan.

Review KuloNiku Bowl Up dekorasi restoran

Untuk side activity, pemain bisa mendekor penampilan restoran. Beberapa ornamen dan furnitur tidak hanya mempercantik penampilan, tetapi juga memberikan efek tambahan misalnya meningkatkan jumlah tips atau membuat pembeli mau menunggu lebih lama.

KuloNiku: Bowl Up! Dari Segi Teknis

Selama memainkan versi review KuloNiku: Bowl Up! di PC, kami tidak pernah mengalami masalah teknis. Spesifikasi game ini terbilang ramah dengan segala tipe PC, jadi kamu tidak perlu khawatir soal performa gamenya. Berikut adalah spesifikasi PC yang kami gunakan: CPU i5-14400F, GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Ti, dan RAM 32GB. Agak overkill yah sepertinya.

Kesimpulan Review KuloNiku: Bowl Up!

Kesimpulan yang kami dapat selama memainkan versi review KuloNiku: Bowl Up! adalah game ini cukup menantang untuk ukuran game santai, tentunya menantang ke arah yang baik. Game ini cocok untuk gamer casual yang hanya menginginkan hiburan dari game yang dimainkannya.

Mekanisme memasak di dalam game yang sebetulnya cukup kompleks, dikemas dalam animasi yang lucu. Ini membuat kami betah memasak di dapur Bakuso sambil mengasah daya ingat, agar masakan konyol yang dipesan oleh pembeli bisa diantar dalam waktu yang tepat.

KuloNiku: Bowl Up! sudah tersedia di PC.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer

REVIEW OVERVIEW

Visual & Grafis
Storyline
Gameplay
Sound (Soundtrack & sound effect)
Aryo
Aryo
Editor Playcubic. Gamer dengan cita-cita punya PC kelas dewa. Disamping PCnya ada PS5 dan Xbox Series X
RELATED ARTICLES

Terpopuler

Pada saat situasi yang tegang seperti sekarang, paling enak adalah memainkan game yang santai. KuloNiku: Bowl Up!, racikan terbaru dari developer Indonesia Gambir Studio bisa memenuhi permintaan tersebut. Game bergenre restaurant simulation ini memiliki tempo permainan yang santai, namun tetap menarik untuk dimainkan. Melihat rekam...Review KuloNiku: Bowl Up! (PC): Jualan Bakso Itu Tidak Mudah