HomeReviewReview Dead as Disco: Bergoyang Sambil Baku Hantam

Review Dead as Disco: Bergoyang Sambil Baku Hantam

Dead as Disco adalah salah satu game early access yang mencuri perhatian di bulan Mei. Game bergenre Rhythm Beat’em Up ini dibuat oleh developer indie Brain Jar Games. Memainkan Dead as Disco mengingatkan kami dengan Hi-Fi Rush, yaitu kepuasan ketika menghantam musuh sambil mengikuti irama musik.

Berikut adalah pengalaman dan kesan yang kami dapatkan selama memainkan versi review Dead as Disco di PC. Game ini akan dirilis dalam bentuk Early Access.

Kembali Dari Kematian

Review Death as Disco vice si tengkorak

Dead as Disco menceritakan tentang musisi bernama Charlie Disco yang secara misterius telah kembali dari kematiannya. Bersama dengan partnernya yang berbentuk tengkorak bernama Vica, Charlie mencari kembali mantan anggota bandnya yang telah berpencar sejak kematiannya.

Salah satu dari mereka mungkin adalah yang bertanggung jawab atas kematian Charlie. Pertanyaannya adalah siapa pelakunya?

Cerita dari Dead as Disco sangat sederhana. Hal yang menarik adalah setiap mantan anggota band Charlie memiliki gaya musik berbeda. Misalnya Hemlock yang posisinya adalah basis memiliki gaya musik rock’n roll. Sedangkan Arora yang menjadi vokalis terinspirasi oleh K-Pop.

Ketika menjalani stage miliki Arora, pemain akan disajikan visual planet dan juga galaksi, dimana ia menjadi pusat dari segalanya. Berbeda dengan Arora, stage milik Hemlock justru terasa seperti venue konser band rock, lengkap dengan semburan kembang api.

Ada juga environmental hazard seperti seragan AOE atau menghindar dari ditabrak mobil dan kereta. Setiap stage juga memiliki beragam visual effect cahaya, diiringi dengan musik yang catchy.

Sayangnya karena masih berstatus Early Access, stage yang tersedia saat ini hanya ada empat ditambah satu stage untuk Infinite Disco. Setiap stage bisa diselesaikan dengan cepat, apalagi jika pemain sudah terbiasa dengan gaya bermain Death as Disco.

Bertarung Mengikuti Irama

Gameplay merupakan daya tarik utama dari Death as Disco. Jika kamu pernah memainkan Hi-Fi Rush dan suka dengan game seperti ini, maka kemungkinan besar kamu juga akan menyukai Death as Disco.

Setiap pukulan dan tendangan yang dilakukan oleh Charlie akan menghasilkan beat yang disesuaikan dengan musik yang diputar. Mekanisme ini juga berhubungan dengan Combo. Jika serangan yang dilakukan oleh Charlie tidak terputus, maka nilai Combo juga akan akan semakin tinggi. Tetapi jika terputus tengah jalan, nilai combo akan kena reset dan diulang kembali dari 0. Jika yang diincar adalah skor tertinggi, maka hal ini perlu dijadikan perhatian.

Meski senada dengan Hi-Fi Rush dari segi mekanik, kami merasa sistem combat Death as Disco tidak terlalu rumit. Bahkan menurut kami lebih mudah untuk dipahami. Asalkan pemain waspada dengan tindakan yang dilakukan musuh.

Death as Disco juga memasukkan elemen gameplay dari game Batman Arkham. Ketika musuh yang desainnya seperti Groupie ingin menyerang Charlie, maka akan muncul ikon dari tombol untuk melakukan Counter. Jika tombol ini ditekan tepat waktu, Charlie bisa melakukan Counter Attack dan membuat musuh Stun, lalu bisa dihabisi dengan serangan combo yang Stylish.

Masih banyak Action lain yang dilakukan pada saat combat. Misalnya untuk menghindari tubrukan dari musuh yang berbentuk seperti anak punk, pemain bisa membuat Charlie melakukan dodge sebelum melakukan counter attack.

Untuk jenis musuh yang lebih alot, pemain bisa menggunakan Finisher agar musuh itu bisa langsung KO. Tapi skill ini tidak bisa digunakan setiap saat karena mengkonsumsi energi dan harus diisi ulang.

Review Dead as Disco finisher

Semua mekanik ini juga berlaku saat Boss Fight. Berbeda dengan musuh biasa, Boss memiliki HP yang lebih banyak dan juga memiliki fase yang harus dilewati. Pada setiap fase, Charlie dan Boss akan saling berinteraksi, memberikan informasi tentang bagaimana hubungan mereka sebelumnya. Boss yang bernama Prophet malah memiliki fase yang menarik, dimana Charlie harus menangkis serangan lirik rap berbentuk fisik.

Karena terus berulang, mekanik ini lama kelamaan jadi mudah ditebak. Jika ingin tantangan yang lebih, game ini juga menyediakan tingkat kesulitan Hard. Sayangnya tingkat kesulitan ini masih terkunci. Rencananya tingkat kesulitan ini baru akan ditambahkan ke dalam game bersama dengan konten baru lainnya dalam update selanjutnya.

Fitur Kustomisasi

Review Death as Disco progression

Untuk Progression, pemain bisa membuat Charlie mendapatkan berbagai macam skill baru dengan membelanjakan poin yang didapat dari menyelesaikan story atau mode Infinite Disco. Beberapa skill baru bisa dibuka setelah mengalahkan boss. Misalnya skill tambahan yang bernama Rush Down, dimana Skill ini merupakan kemampuan vital yang diperlukan untuk mempertahankan nilai Combo saat bertarung.

Selain dibelanjakan untuk skill baru, pemain juga bisa menggunakan poin untuk melakukan kustomisasi. Pemain bisa mendandani Charlie dengan aksesori atau kostum yang berbeda. Bar yang dijadikan sebagai Town Hub juga bisa dikustomisasi dengan menambahkan berbagai ornamen baru, seperti lampu dan lantai disco.

Atau jika pemain tertantang untuk adu skor dengan pemain lain, maka bisa memainkan mode Infinite Disco. Mode ini berisi Leaderboard dan juga berbagai macam Challenge. Pemain bahkan bisa menggunakan musik kesukaannya ketika bermain di mode ini dalam My Music. Untuk catatan, tidak semua item untuk kustomisasi tersedia di Early Access.

Review Death as Disco Dari Segi Teknis

Kami memainkan Death as Disco dengan PC yang spesifikasinya adalah CPU i5-14400F, GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Ti, dan RAM 32GB. Selama bermain, kami tidak pernah mengalami masalah teknis dan game berjalan dengan sempurna.

Untuk ukuran game Early Access, Death as Disco memiliki pilihan setting grafis yang cukup banyak. Game ini bahkan sudah dilengkapi dengan fitur Upscaling dan Frame Generation.

Kesimpulan Review Death as Disco

Kesimpulan kami setelah memainkan versi review Death as Disco adalah game ini menyenangkan dan menghibur. Namun, ukuran konten yang terbatas karena masih berstatus Early Access jujur saja membuat kami jengkel. Memotong cerita utama ditengah-tengah dan menunggu sampai update berikutnya tiba adalah cara yang mengesalkan menurut kami.

Mekanisme combat yang merupakan daya tarik utama game telah dipoles secara baik dan berjalan dengan smooth. Kami juga senang game ini tidak mencoba untuk lebih rumit dari Hi-Fi Rush, melainkan lebih streamline dan mudah dimengerti.

Pilihan genre musik yang ada di dalam game juga bervariasi, mulai dari rock’n roll, rap, bahkan pop. Kami tidak pernah bosan mengulang-ulang stage yang sudah kami selesaikan, hanya karena ingin mendengarkan alunan musiknya. Merasakan Beat bersamaan dengan Charlie serangan tanpa henti dengan nilai combo yang terus naik, memberikan rasa puas tersendiri.

Jika kamu menyukai game beat’em up dengan sentuhan musik, Death as Disco wajib masuk dalam daftar wishlist.

Death as Disco tersedia dalam bentuk Early Access dan sudah tersedia di PC.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer

REVIEW OVERVIEW

Visual & Grafis
Storyline
Gameplay
Sound (Soundtrack & sound effect)
Replay Value
Aryo
Aryo
Editor Playcubic. Gamer dengan cita-cita punya PC kelas dewa. Disamping PCnya ada PS5 dan Xbox Series X
RELATED ARTICLES

Terpopuler

Dead as Disco adalah salah satu game early access yang mencuri perhatian di bulan Mei. Game bergenre Rhythm Beat’em Up ini dibuat oleh developer indie Brain Jar Games. Memainkan Dead as Disco mengingatkan kami dengan Hi-Fi Rush, yaitu kepuasan ketika menghantam musuh sambil mengikuti...Review Dead as Disco: Bergoyang Sambil Baku Hantam