Akhirnya kami bisa menjajal spin-off terbaru dari game Monster Hunter, yaitu Monster Hunter Outlanders. Seperti yang sudah kamu ketahui, Garena akan menjadi penerbit dari game mobile ini yang nantinya akan rilis di Indonesia.
Berikut adalah kesan dan pengalaman yang kami rasakan selama memainkan gamenya.
Monster Hunter Tapi di Mobile

Dikerjakan oleh Timi Studio, Monster Hunter Outlanders Memiliki inti cerita yang kurang lebih sama dengan game originalnya. Pemain akan bermain sebagai Hunter yang bertugas untuk melindungi manusia dari serangan monster berukuran ekstra besar, sekaligus menjaga ekosistem di suatu wilayah agar tetap seimbang.
Mekanismenya pun sama. Setelah mengalahkan monster yang diburu, pemain bisa mengambil bagian monsternya lewat sistem carving dan reward. Berbagai material yang didapatkan, bisa digunakan bahan untuk membuat senjata serta armor dengan kemampuan yang berbeda-beda. Kemampuan ini bisa disesuaikan dengan gaya bermain yang disukai oleh pemain.

Dari sisi gameplay, Monster Hunter Outlanders juga tetap membawa gaya bertarung dari seri Monster Hunter, tentunya dengan sistem yang lebih modern. Bersama dengan pemain lain atau solo, pemain bisa bertarung melawan beragam jenis monster yang sudah ada di seri Monster Hunter sebelumnya.
Monster seperti Rathalos dan Diablos dipastikan kembali. Malah menurut kami, sebagian besar monster yang ada di Monster Hunter Outlander saat ini berasal dari seri Monster Hunter World seperti Great Jagras, Kulu Ya Ku, dan Pukei Pukei.

Game ini juga memiliki beberapa mode hunt. Pemain bisa memilih monster yang akan diburu, dan kadang lokasinya juga terdapat monster lain sedang berkeliaran. Mungkin saja monster yang kebetulan sedang mampir adalah Elder Dragon Ruger Aidal yang merupakan monster baru sekaligus flagship dari Monster Hunter Outlanders.
Sang Fated Adventurer

Sorotan di Monster Hunter Outlanders justru terletak pada pemilihan karakter yang bisa digunakan. Selain karakter yang dibuat oleh pemain atau Fated Adventurer, game ini memiliki karakter unik yaitu Adventurer seperti Freya, Pyro yang bisa kalian dapatkan dari sistem gacha. Setiap karakter memiliki gaya bertarung unik, mirip seperti sistem Hunting Style di seri Monster Hunter Generation.

Contohnya adalah Raya yang merupakan pengguna Dual Blade bisa menyerang musuh tanpa henti layaknya berdansa. Ia juga memiliki skill ultimate yaitu memasang perangkap pasir yang bakal menghentikan gerakan monster yang terjebak.
Dari segi balance antara Fated Adventurer dan Adventurer, keduanya berbeda. Setelah mencobanya di beberapa misi, keduanya memiliki gaya bermain yang berbeda. Fated Adventurer memiliki kebasan untuk menggunakan semua tipe senjata dan equipment tanpa adanya batasan.
Sedangkan Adventurer akan mendapatkan bonus ketika menggunakan senjata yang memiliki elemen pilihan mereka. Namun, performa mereka akan menurun ketika menggunakan elemen berbeda, serta hanya terbatas di satu tipe senjata tertentu. Pemain bisa menggunakan Fated Adventurer yang sudah didapat sebagai partner NPC di party kalian.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, kami cukup terkesan dengan Monster Hunter Outlanders. Dari segi tingkat kesulitan game ini sudah disesuaikan untuk platform mobile, namun tantangan ketika berburu monster bisa dibilang hampir mirip dengan game utamanya di PC dan konsol.
Performa setiap senjata dan gaya bertempur, baik yang dimiliki oleh karakter Fated Adventurer atau karakter Adventurer tergolong cukup seimbang. Semuanya tergantung kepada gaya bermain masing-masing pemainnya.
Berhubung Garena merupakan publisher untuk wilayah Indonesia. Apakah kedepannya, Monster Hunter Outlanders bakal memiliki mode yang lebih kompetitif? Ini menarik untuk ditunggu.
Untuk saat ini, kamu bisa melakukan pre-registrasi game Monster Hunter Outlanders di Android, iOS, maupun website di website resminya.


