Pekan lalu merupakan momen yang tak terlupakan oleh gamer Indonesia. Momen ini bukanlah momen yang membahagiakan atau membanggakan, melainkan memalukan. Sistem rating IGRS (Indonesia Game Rating System) yang dibuat Kementrian Komunikasi dan Digital atau Kemkomdigi tidak berjalan seperti yang diharapkan di platform Steam.
IGRS yang seharusnya menjadi pedoman bagi gamer untuk mengetahui isi dari konten game justru ngawur dalam memberikan rating. Game untuk orang dewasa dilabeli aman untuk anak-anak. Sebaliknya, game untuk anak-anak malah dilabeli rating 18+. Sontak netizen dan gamer seluruh Indonesia ramai-ramai memprotes kinerja dari sistem tersebut.
Sehari setelahnya, pihak Kemkomdigi merespon masalah tersebut. Mereka menjelaskan jika tampilan rating IGRS di Steam ternyata bukan hasil klasifikasi resmi yang telah diverifikasi oleh Kemkomdigi. Kemkomdigi mengklaim rating tersebut muncul karena mekanisme self-declare.
Tidak hanya itu, Kemkomdigi bahkan menyebut jika Steam berpotensi melanggar hukum karena menerbitkan informasi yang tidak benar. Platform milik Gabe Newell ini juga diminta untuk memberikan keterangan untuk menjelaskan penyebabnya.
Klaim Kemkomdigi Jika Steam Sudah Minta Maaf
Dilansir dari Kompas, Kemkomdigi mengklaim jika Steam sudah menyampaikan permintaan maaf atas masalah tampilan IGRS yang terjadi pekan lalu.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Sonny Hendra Sudaryana mengatakan bahwa pihaknya telah menerima email permintaan maaf dari Steam karena ada miskomunikasi terkait penerapan IGRS.
Ia menjelaskan jika seharusnya ada proses verifikasi lebih dulu dari pihak Steam kepada Kemkomdigi sebelum menampilkan rating IGRS di dalam websitenya. Jika sudah sesuai, maka Steam baru diizinkan untuk menampilkannya. Langkah ini disebut kelewatan dan akhirnya menyebabkan munculnya informasi yang salah.
Menurutnya saat ini status dari IGRS di Steam masih berupa uji coba. Kemkomdigi bahkan belum memiliki MoU dengan Steam sebagai bentuk legalitas kerjasama. Ia juga berjanji jika pihaknya akan melakukan meeting online dengan Steam pada hari Selasa ini untuk meminta klarifikasi lebih lanjut.
Nah sekarang yang harus ditunggu adalah hasil pertemuan antara Kemkomdigi dengan Steam. Pertemuan ini mungkin akan menjadi jawaban dari nasib IGRS ke depan.
Bagaimana menurutmu?
