Sistem rating game Indonesia atau IGRS yang dibuat oleh Kemkomdigi telah berlaku di Steam mulai dari bulan Maret kemarin. Namun implementasinya masih belum sempurna. Buktinya adalah beberapa game mendapatkan rating yang tidak sesuai dengan kontennya.
Rating IGRS di Steam Masih Belum Sesuai

Contohnya game RPG Persona 5 Royal yang mendapatkan rating Not fit for distribution karena konten didalamnya dinilai tidak sesuai dengan ketentuan dari IGRS. Contoh lainnya adalah Clair Obscur: Expedition 33 yang juga mendapatkan rating sama.
Namun, ada juga game yang sudah mendapatkan rating dari IGRS sesuai. Contohnya adalah Resident Evil Requiem yang mendapatkan rating 18+ karena kontennya yang mengandung kekerasan.
Cara Kerjanya
Dalam keterangan resminya, Valve menjelaskan bahwa developer perlu memberikan sejumlah data sebelum mempublikasikan gamenya di Steam. Data ini nantinya akan digunakan oleh sistem untuk menentukan rating IGRS yang sesuai.
Bisa jadi masalah ini terjadi karena game-game yang sudah rilis sebelum peraturan IGRS ditetapkan, belum mendapatkan update dari developer atau publisher. Akibatnya rating yang didapatkan menjadi kurang tepat.
Lalu apakah dampak jika rating game dinyatakan tidak sesuai dengan kriteria di IGRS? Developer dan publisher bisa mendapatkan sanksi administratif atau bahkan pemblokiran total untuk gamenya di Indonesia.
Steam hanyalah salah satu platform yang menggunakan IGRS. Rencananya sistem rating ini akan berlaku di semua platform permainan interaktif elektronik yang beroperasi di Indonesia.
Sebelum rencana ini berjalan, sepertinya Kemkomdigi harus lebih dulu memastikan bagaimana caranya sistem ini bisa diterapkan dengan sesuai.
Bagaimana menurutmu?
