Bitdefender resmi menjalin kerja sama distribusi eksklusif dengan PT Gema Informatika Abadi (PT GIA). Langkah ini diambil untuk menghadapi meningkatnya ancaman digital, mulai dari pencurian data pribadi hingga penipuan online yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Melalui kolaborasi ini, konsumen dapat memperoleh berbagai produk keamanan digital yang dirancang untuk melindungi komputer, smartphone, identitas, dan privasi pengguna. Seluruh portofolio produk konsumen perusahaan akan dipasarkan melalui toko fisik maupun marketplace online.
Direktur PT GIA, Mr. Chok, menjelaskan bahwa aktivitas masyarakat kini semakin bergantung pada layanan digital. Mulai dari transaksi perbankan, belanja online, hingga komunikasi sehari-hari membutuhkan perlindungan yang semakin kuat.
Menurutnya, pengalaman dan teknologi keamanan yang dikembangkan mitra globalnya menjadi alasan penting di balik kerja sama tersebut. PT GIA juga ingin memberikan akses yang lebih luas terhadap solusi keamanan yang mampu mengikuti perkembangan ancaman siber.
Bitdefender Soroti Tingginya Kasus Penipuan Online
Ancaman penipuan digital menjadi salah satu alasan utama pentingnya perlindungan keamanan siber. Berdasarkan laporan Global Anti-Scam Alliance, sebanyak 66% orang dewasa di Indonesia mengaku pernah mengalami penipuan dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Fenomena serupa juga ditemukan di tingkat internasional. Survei keamanan siber yang melibatkan 7.000 konsumen menunjukkan bahwa satu dari tujuh responden menjadi korban penipuan dalam periode yang sama.
Menariknya, perangkat mobile justru menjadi salah satu titik lemah dalam aktivitas digital masyarakat. Sekitar 48% responden diketahui belum menggunakan aplikasi keamanan tambahan pada smartphone mereka.
Padahal, sebanyak 53% responden menggunakan perangkat tersebut untuk berbagai aktivitas sensitif, termasuk membayar tagihan dan melakukan transaksi belanja online.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara kebiasaan menggunakan layanan digital dengan kesadaran terhadap perlindungan data pribadi.
Hadirkan Perlindungan Malware hingga Deteksi Deepfake

Melalui kemitraan ini, Bitdefender menawarkan beragam solusi keamanan untuk kebutuhan individu maupun keluarga.
Produk yang tersedia mencakup perlindungan terhadap malware, phishing, pencurian identitas, serta ancaman terhadap privasi pengguna. Perusahaan juga menyediakan teknologi anti-penipuan dan kemampuan mendeteksi konten deepfake yang berpotensi dimanfaatkan untuk kejahatan digital.
Kehadiran fitur tersebut semakin relevan ketika teknologi AI mulai digunakan untuk membuat pesan penipuan, identitas palsu, dan berbagai bentuk manipulasi digital yang semakin sulit dikenali.
Senior Vice President of Operations, Bitdefender Consumer Solutions Group, Ciprian Istrate, menyoroti bagaimana pelaku kejahatan memanfaatkan AI untuk meningkatkan efektivitas serangan mereka.
Menurutnya, teknologi tersebut memungkinkan penjahat siber menyebarkan malware sekaligus menjalankan kampanye penipuan dengan skala lebih besar dan tampilan yang semakin meyakinkan.
Karena itu, perlindungan berbasis AI dan teknologi anti-penipuan akan menjadi fokus dalam kegiatan pemasaran bersama kedua perusahaan.
Dari sisi kualitas, solusi keamanan perusahaan juga telah memperoleh sejumlah pengakuan internasional. Salah satunya adalah predikat Leader dalam laporan IDC MarketScape: Worldwide Consumer Digital Life Protection 2025 Vendor Assessment.
Selain itu, pengujian AV-TEST turut memberikan penghargaan Best Protection for Windows, Best macOS Security, dan Best Android Security kepada solusi keamanan perusahaan.
Dengan dukungan jaringan distribusi PT GIA, Bitdefender kini dapat dijangkau konsumen di Indonesia melalui reseller resmi, toko ritel, dan marketplace online.
