HomeReviewReview Ace Combat 8: Wings of Theve (PC): Pertempuran Udara Yang Spektakuler

Review Ace Combat 8: Wings of Theve (PC): Pertempuran Udara Yang Spektakuler

Ace Combat 8: Wings of Theve menjadi babak baru bagi salah satu seri game pertempuran udara paling ikonis. Dikembangkan oleh Project Aces dan diterbitkan oleh Bandai Namco, game ini resmi dirilis pada 2 Oktober 2026 untuk PC melalui Steam, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S. Setelah kesuksesan Ace Combat 7: Skies Unknown, seri ini kembali dengan pendekatan sinematik yang lebih kuat, variasi misi yang luas, serta sistem pertempuran udara yang tetap mengandalkan keseimbangan antara aksi arcade dan nuansa realistis.

Bagi penggemar lama, Ace Combat 8: Wings of Theve terasa seperti surat cinta untuk para pilot virtual yang telah mengikuti seri ini sejak era PlayStation pertama. Sementara itu, pemain baru juga mendapatkan kesempatan untuk menikmati pertempuran udara yang intens tanpa harus memiliki pengalaman mendalam dengan seri sebelumnya.

Namun, bukan berarti game ini hadir tanpa masalah. Di balik visual yang mengesankan, musik yang menggugah, dan kampanye yang memuaskan, masih terdapat sejumlah kekurangan, terutama pada optimalisasi PC dan pengalaman multiplayer.

Lantas, apakah Ace Combat 8: Wings of Theve layak dimainkan? Berikut ulasan lengkapnya.

Cerita Lebih Sinematik dan Emosional

Salah satu perubahan paling menarik dalam Ace Combat 8: Wings of Theve adalah cara game ini menyampaikan ceritanya. Alih-alih hanya mengandalkan rangkaian adegan sinematik yang terpisah dari gameplay, pemain diajak melihat konflik melalui sudut pandang orang pertama, baik ketika berada di dalam pesawat maupun saat menjalani kehidupan di kapal induk dan pangkalan militer.

Latar ceritanya kembali membawa pemain ke dunia fiksi Strangereal. Federation of Central Usea (FCU) sedang berada dalam situasi sulit setelah wilayahnya diserbu oleh Republic of Sotoa. Di tengah konflik tersebut, muncul sosok Jan Cope dengan callsign Rex, pilot yang dikenal sebagai Wings of Theve dan dijadikan simbol harapan untuk membangkitkan moral pasukan FCU.

Namun, reputasi Rex ternyata tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan. Setelah sebuah pertempuran yang berujung tragis, protagonis yang dikendalikan pemain harus mengambil alih identitas dan callsign tersebut demi mempertahankan harapan pasukan serta melanjutkan perjuangan melawan Sotoa.

Dari sinilah perjalanan bersama Joker Flight dimulai. Skuadron ini terdiri dari sejumlah karakter dengan kepribadian dan latar belakang berbeda, termasuk Baxter, Tasha, dan Coster. Mereka bukan sekadar rekan yang muncul ketika pemain membutuhkan bantuan di udara. Seiring perkembangan cerita, interaksi antarkarakter membantu membangun hubungan emosional yang membuat konflik terasa lebih personal.

Penggunaan sudut pandang orang pertama menjadi salah satu kekuatan terbesar game ini. Pemain tidak hanya menyaksikan peperangan dari kejauhan, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai bagaimana konflik memengaruhi para pilot, personel militer, dan orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Kehadiran Rex sebagai suara yang terus membimbing protagonis juga memberikan dimensi tambahan pada narasi. Meskipun sosoknya telah tiada, pengaruh dan reputasinya tetap menjadi bagian penting dari perjalanan pemain.

Meski demikian, ceritanya tidak selalu sempurna. Beberapa dialog terasa klise dan tempo penceritaan terkadang kurang konsisten. Namun, secara keseluruhan, pendekatan yang lebih membumi berhasil membuat perjalanan Joker Flight terasa lebih emosional dibandingkan sekadar cerita tentang siapa yang mampu menembak jatuh pesawat musuh paling banyak.

Gameplay Memuaskan

Pada dasarnya, Ace Combat 8: Wings of Theve tidak berusaha mengubah formula utama yang telah menjadi identitas seri ini. Pemain tetap menerbangkan pesawat tempur, mengunci target, menghindari rudal, dan menyelesaikan berbagai misi dengan persenjataan yang dapat disesuaikan.

Akan tetapi, ada peningkatan pada sensasi menerbangkan pesawat. Gerakan pesawat terasa memiliki bobot yang lebih meyakinkan, sehingga permainan mampu mempertahankan karakter arcade khas Ace Combat tanpa menghilangkan kesan bahwa pemain sedang mengendalikan mesin tempur yang kompleks.

Hasilnya adalah gameplay yang relatif mudah dipahami, tetapi tetap menyediakan ruang bagi pemain untuk mengembangkan kemampuan. Pemain baru dapat menikmati pertempuran dengan mempelajari dasar-dasar penerbangan, sedangkan veteran bisa mengeksplorasi manuver yang lebih rumit untuk mengungguli lawan.

Game ini juga menyediakan dua skema kontrol, yaitu Standard dan Expert. Standard Control cocok bagi pemain yang menginginkan pengendalian lebih sederhana, sedangkan Expert Control memberikan pendekatan berbasis roll dan pitch untuk manuver yang lebih presisi.

Tersedia pula tiga sudut pandang kamera, yakni Third Person View, HUD View, dan Cockpit View. Fleksibilitas ini memungkinkan pemain memilih cara menikmati pertempuran, mulai dari sudut pandang yang lebih sinematik hingga tampilan kokpit yang terasa lebih imersif.

Satu hal yang patut diapresiasi adalah bagaimana game ini membuat pemain merasa benar-benar menjadi pilot andalan. Dalam sejumlah misi, pemain harus menghadapi situasi yang tampaknya mustahil, termasuk melawan kelompok pesawat musuh dalam kondisi kalah jumlah.

Tingkat kesulitannya dapat menantang, terutama ketika musuh menggunakan manuver agresif untuk menghindari rudal. Namun, pertempuran seperti ini terasa memuaskan ketika pemain berhasil menemukan celah pertahanan lawan dan mengubah situasi yang awalnya tidak menguntungkan menjadi kemenangan.

Sayangnya, tidak semua tantangan terasa ideal. AI rekan satu skuadron terkadang kurang membantu ketika situasi menjadi genting. Pemain masih harus menangani sebagian besar ancaman sendiri, bahkan ketika rekan setim seharusnya dapat membantu mengurangi tekanan. Akibatnya, beberapa dogfight dan misi pengawalan bisa terasa lebih sulit daripada yang semestinya.

Misi Banyak dan Variatif

Kampanye Ace Combat 8: Wings of Theve menawarkan sekitar 30 misi dengan durasi penyelesaian kurang lebih 15–20 jam. Jumlah tersebut memberikan ruang yang cukup bagi game untuk menghadirkan berbagai situasi pertempuran tanpa harus bergantung pada satu jenis objektif secara terus-menerus.

Pemain akan menghadapi beragam tugas, mulai dari pertempuran udara, pengawalan, hingga penghancuran target penting di darat. Beberapa misi juga mengubah objektif di tengah permainan, sehingga pemain perlu menyesuaikan strategi dan persenjataan sesuai perkembangan situasi.

Variasi tersebut menjadi alasan mengapa kampanye terasa menarik hingga akhir. Pemain tidak sekadar mengulangi pola yang sama dalam lingkungan berbeda, tetapi dituntut untuk memahami kondisi misi dan memilih pesawat yang sesuai.

Sistem pemilihan pesawat juga berperan penting. Setiap misi dapat menuntut kemampuan yang berbeda, sehingga memilih pesawat dengan persenjataan yang tepat menjadi bagian dari strategi. Susunan skuadron pun perlu diperhatikan agar kemampuan tim dapat mendukung kebutuhan operasi.

Setelah kampanye selesai, pemain masih memiliki alasan untuk kembali terbang melalui fitur Game+. Fitur ini memungkinkan progres yang telah diperoleh dibawa ke kampanye baru, sehingga pemain bisa mencoba menyelesaikan misi menggunakan pesawat yang sebelumnya belum tersedia atau bereksperimen dengan susunan armada berbeda.

Bagi penggemar yang senang mengulang misi untuk mendapatkan pengalaman baru, fitur tersebut menambah nilai replayability yang cukup berarti.

Kustomisasi Pesawat Cukup Mendalam

Perkembangan pesawat menjadi bagian penting dari pengalaman bermain. Melalui Aircraft Tree, pemain dapat menggunakan Military Result Points (MRP) yang diperoleh selama Campaign Mode untuk membuka pesawat baru, mendapatkan senjata khusus, dan meningkatkan performa armada.

Sistem upgrade dibagi ke dalam beberapa kategori. BODY berfokus pada aspek seperti kecepatan dan stabilitas manuver, ARMS meningkatkan efektivitas persenjataan, sedangkan MISC menyediakan berbagai kemampuan tambahan, termasuk dukungan untuk mendeteksi pesawat siluman dan mengurangi efek pembekuan.

Pilihan peningkatan tersebut memberikan pengaruh terhadap cara pemain menghadapi misi. Pesawat yang unggul dalam pertempuran udara belum tentu menjadi pilihan paling efektif untuk menghancurkan target di darat. Karena itu, pemain perlu mempertimbangkan kebutuhan operasi sebelum menentukan konfigurasi pesawat.

Daftar pesawat yang tersedia juga mencakup beragam model ikonis, seperti F-14D Super Tomcat, F-15C Eagle, Su-57 Felon, MiG-31B Foxhound, F-35C Lightning II, A-10C Thunderbolt II, dan EA-18G Growler.

Selain kemampuan tempur, pemain dapat membuka skin dan emblem untuk mempercantik pesawat setelah menyelesaikan kampanye. Fitur kustomisasi ini tersedia sejak awal dalam mode online, sehingga pemain bisa menampilkan identitas pilot masing-masing ketika bertanding melawan pengguna lain.

Kombinasi progresi, pilihan pesawat, dan peningkatan komponen membuat aktivitas di hanggar menjadi lebih dari sekadar persiapan sebelum misi. Ada kepuasan tersendiri ketika pesawat yang sebelumnya terasa kurang memadai akhirnya mampu menghadapi tantangan berkat peningkatan yang tepat.

Visual dan Sistem Awan

Dari sisi presentasi, Ace Combat 8: Wings of Theve merupakan peningkatan yang terasa jelas. Game ini menggunakan Unreal Engine 5 bersama teknologi internal Bandai Namco untuk menghadirkan pertempuran udara dengan visual yang lebih mendetail.

Salah satu sorotan utamanya adalah teknologi Cloudly, middleware yang digunakan untuk membangun sistem awan dan atmosfer. Pemain dapat menyaksikan lautan awan, koridor awan yang dinamis, serta cahaya matahari yang menembus lapisan awan. Efek atmosfer seperti Brocken Spectre dan pantulan pada kanopi kokpit turut memperkuat kesan realistis ketika pesawat melintasi langit.

Menariknya, elemen visual tersebut bukan hanya pemanis. Kondisi atmosfer dan efek di sekitar pesawat juga dapat memberikan petunjuk selama pertempuran. Jejak asap, contrail, dan pantulan cahaya membantu pemain membaca situasi serta memperhatikan pergerakan lawan.

Pendekatan ini membuat langit terasa sebagai bagian aktif dari gameplay, bukan sekadar latar belakang. Saat melesat di antara lapisan awan atau mengejar lawan dalam kondisi cuaca tertentu, pengalaman bermain terasa lebih dinamis dan imersif.

Meski demikian, kualitas visual yang mengesankan tersebut belum sepenuhnya diimbangi oleh optimalisasi PC yang matang. Berdasarkan pengalaman yang tercantum dalam materi review, performa versi PC masih membutuhkan pembaruan lanjutan. Ini menjadi catatan penting bagi pemain yang berharap mendapatkan pengalaman teknis yang mulus sejak hari pertama.

Musik dan Audio

Musik selalu menjadi elemen penting dalam seri Ace Combat, dan Ace Combat 8: Wings of Theve kembali menunjukkan betapa besar pengaruh soundtrack terhadap pengalaman bermain.

Musik tidak hanya hadir sebagai pengiring aksi. Tema tertentu juga digunakan untuk memperkuat identitas karakter dan kelompok musuh. Salah satu contohnya adalah motif musik skuadron Lux Lunae, kelompok elite Sotoa yang dikenal sebagai Shadows oleh pihak FCU.

Motif tersebut muncul kembali dalam konteks yang berbeda seiring perkembangan cerita. Pada awalnya, musik itu menegaskan ancaman yang dibawa musuh. Namun, ketika protagonis mulai mengambil kendali dan menghadapi mereka secara langsung, penggunaan musik tersebut turut memperkuat perubahan posisi Joker Flight dalam konflik.

Pendekatan ini membuat momen-momen penting dalam kampanye terasa lebih berkesan. Ketika objektif terakhir sebuah misi muncul atau pertempuran mencapai puncaknya, musik dan efek suara membantu membangun ketegangan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada dialog.

Desain audio juga memperhatikan lingkungan sekitar dan tindakan pemain. Suara mesin, persenjataan, serta atmosfer pertempuran mendukung sensasi berada di tengah operasi militer berskala besar.

Bagi game yang sebagian besar waktunya dihabiskan di udara, kualitas audio seperti ini sangat penting. Musik yang tepat mampu mengubah dogfight biasa menjadi momen yang terasa heroik dan sulit dilupakan.

Multiplayer Seru, Masih Memiliki Masalah

Di luar kampanye, Ace Combat 8: Wings of Theve menghadirkan mode multiplayer yang lebih luas dibandingkan pendahulunya. Pemain dapat membuat pilot mercenary sendiri dan berkumpul di Air Base, sebuah lobi virtual yang mendukung hingga 100 pemain. Dukungan cross-play juga memungkinkan pengguna dari berbagai platform bermain dalam ekosistem online yang sama.

Mode yang tersedia mencakup Co-Op Assault, Co-Op Warfare, misi darurat berbatas waktu, serta berbagai event PvP. Sistem progresi, hadiah, latihan, dan aktivitas tambahan turut melengkapi pengalaman online.

Dalam pengalaman yang tercantum pada materi review, matchmaking untuk beberapa mode masih relatif mudah ditemukan. Namun, ada mode tertentu yang lebih sulit mendapatkan pertandingan. Artinya, kelancaran mencari lawan atau rekan bermain belum tentu sama untuk seluruh aktivitas online.

Materi review lainnya juga menyoroti masalah kestabilan server yang dapat mengganggu sesi permainan. Progresi multiplayer turut terasa cukup menuntut, sementara sistem Ace Pass mendapat kritik karena berfokus pada mode online dan menawarkan kosmetik musiman yang dapat memanfaatkan rasa takut pemain kehilangan kesempatan mendapatkan item tertentu.

Keputusan untuk membatasi progres Ace Pass pada multiplayer juga terasa kurang ideal. Kampanye single-player yang menjadi salah satu kekuatan terbesar game ini tidak memberikan jalur progresi yang sama untuk sistem tersebut.

Karena itu, meskipun multiplayer memiliki potensi dan menawarkan variasi aktivitas, pengalaman online belum sekuat kampanye utamanya. Pemain yang tertarik pada aspek kompetitif sebaiknya mempertimbangkan catatan mengenai server, progresi, dan ketersediaan matchmaking sebelum menghabiskan banyak waktu di dalamnya.

Kesimpulan

Ace Combat 8: Wings of Theve berhasil mempertahankan formula utama seri ini sambil memperkuat aspek yang membuatnya istimewa. Kampanye dengan 30 misi, cerita yang lebih emosional, sistem kustomisasi pesawat yang mendalam, visual atmosfer yang mengesankan, serta soundtrack yang kuat menjadikannya pengalaman pertempuran udara yang memuaskan.

Kelemahan seperti AI rekan satu skuadron yang belum selalu membantu, masalah multiplayer, sistem Ace Pass, dan optimalisasi PC yang masih membutuhkan pembaruan memang patut diperhatikan. Namun, kekurangan tersebut tidak menghapus kualitas kampanye single-player yang menjadi daya tarik utama game ini.

Bagi penggemar lama Ace Combat, game ini merupakan kelanjutan yang menawarkan banyak alasan untuk kembali ke kokpit. Bagi pemain baru, pilihan kontrol dan variasi misi juga membuatnya cukup ramah untuk dipelajari, meskipun tetap menantang ketika pertempuran mencapai intensitas tertinggi.

Jika tujuan utama kalian adalah menikmati kampanye pertempuran udara dengan cerita sinematik, musik yang berkesan, dan pertarungan yang memacu adrenalin, Ace Combat 8: Wings of Theve layak masuk dalam daftar game yang patut dipertimbangkan. Namun, untuk versi PC, ada baiknya memperhatikan pembaruan optimalisasi yang dirilis setelah peluncuran.

Ace Combat 8: Wings of Theve tersedia di PC melalui Steam, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer

REVIEW OVERVIEW

Visual & Grafis
Storyline
Gameplay
Sound (Soundtrack & sound effect)
Replay Value
Weez
Weez
Doyan Nongkrong di Warung Kopi | Random Boy | Sedang Belajar
RELATED ARTICLES

Terpopuler

Ace Combat 8: Wings of Theve menjadi babak baru bagi salah satu seri game pertempuran udara paling ikonis. Dikembangkan oleh Project Aces dan diterbitkan oleh Bandai Namco, game ini resmi dirilis pada 2 Oktober 2026 untuk PC melalui Steam, PlayStation 5, dan Xbox Series...Review Ace Combat 8: Wings of Theve (PC): Pertempuran Udara Yang Spektakuler