HomeBesideAkuisisi EA Oleh Arab Saudi Selesai, Muncul Kabar Kemungkinan Adanya PHK

Akuisisi EA Oleh Arab Saudi Selesai, Muncul Kabar Kemungkinan Adanya PHK

Akuisisi EA atau Electronic Arts oleh konsorsium Public Investment Fund Arab Saudi, Silver Lake, dan Affinity Partners telah rampung pada awal Agustus 2026, dengan nilai transaksi 5 miliar dolar AS (Sekitar Rp990 triliun). Akuisisi ini juga merupakan yang terbesar dalam sejarah di industri gaming.

Rencana pembelian EA pertama kali diumumkan pada 29 September 2025. Transaksi tersebut kemudian memperoleh persetujuan dari para pemegang saham dan regulator sebelum resmi diselesaikan pada awal Agustus 2026.

EA kini sepenuhnya berada di bawah konsorsium yang terdiri dari PIF, Silver Lake, dan Affinity Partners. Berdasarkan dokumen regulasi yang dilaporkan sebelumnya, PIF menguasai sekitar 93,4 persen kepemilikan saham.

Angka itu membuat lembaga investasi milik Arab Saudi tersebut menjadi pemegang kendali terbesar atas perusahaan di balik sejumlah franchise besar seperti EA Sports FC, Battlefield, dan The Sims.

Beban Utang Muncul Setelah Akuisisi EA

Beban keuangan menjadi salah satu perhatian setelah transaksi tersebut selesai. Berdasarkan laporan jurnalis Bloomberg Jason Schreier, EA diperkirakan harus membayar bunga sekitar 1,8 miliar dolar AS (Rp32,4 triliun per tahun). Sementara itu, pendapatan perusahaan sebelum bunga, pajak, dan lain-lain, disebut berada di kisaran 1,5 miliar dolar AS per tahun (Rp27 triliun per tahun).

Kondisi tersebut berarti pendapatan operasional EA hanya cukup untuk menutupi sebagian besar pembayaran bunga. Salah satu cara untuk mengakalinya adalah dengan melakukan efisiensi. Jadi, ada kemungkinan akan terjadi gelombang PHK baru dalam struktur organisasi EA.

Kekhawatiran ini muncul karena EA telah melakukan beberapa PHK massal dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, perusahaan dilaporkan memangkas sekitar 300 sampai dengan 400 pegawai, dan berujung dengan pembatalan proyek baru yang sedang dikerjakan oleh Respawn Entertainment.

Masih segar, pada Maret 2026 juga terjadi PHK di studio-studio yang menangani Battlefield 6, termasuk DICE, Criterion Games, Motive Studio, dan Ripple Effect Studios.

Bagaimana menurutmu?

Aryo
Aryo
Editor Playcubic. Gamer dengan cita-cita punya PC kelas dewa. Disamping PCnya ada PS5 dan Xbox Series X
RELATED ARTICLES

Terpopuler