Kontroversi Assassin’s Creed Black Flag Resynced mencuat setelah harga total semua DLC lebih mahal ketimbang base game. Tidak hanya itu, berdasarkan laporan dari Alinea Analytics, diperkirakan penjualan DLC telah menyumbang keuntungan hampir US$1 juta atau sekitar Rp18 miliar bagi Ubisoft.
Sebagai perbandingan, untuk Steam wilayah Indonesia base game Assassin’s Creed Black Flag Resynced dijual dengan harga Rp679.000. Untuk DLC jika dibeli semua total harganya adalah Rp1.001.000.
Kontroversi Assassin’s Creed Black Flag Resynced Dipicu DLC Mahal
Sebagian pemain menilai kehadiran DLC ini sebagaii bentuk monetisasi yang berlebihan. Keluhan juga tidak hanya karena harga, tapi juga cara Ubisoft mempromosikan paket tambahan tersebut di dalam game dan menganggu permainan.
Kondisi inilah yang sempat menyebabkan review game tersebut di Steam mendapatkan penilaian “Mixed” (Saat berita ini dibuat sudah menjadi Very Positive).
Menanggapi kontroversi ini, perwakilan komunitas Ubisoft telah merespon dengan menyatakan bahwa perusahaan telah membaca berbagai masukan sejak game diluncurkan. Ubisoft juga menegaskan bahwa edisi standard sudah menyediakan pengalaman lengkap tanpa mengharuskan pemain membeli konten tambahan.
Menurut Ubisoft, seluruh misi, pulau, cerita, dan dunia permainan telah tersedia di dalam game utama. Paket tambahan atau DLC hanya ditujukan kepada pemain yang menginginkan kostum atau aksesori ekstra.
Kami sendiri memberikan skor Assassin’s Creed Black Flag Resynced 4 dari 5 bintang, dengan kesimpulan polesan baru berhasil membuat game ini menjadi tetap menarik untuk dimainkan.
