Sony punya rencana besar dengan game eksklusif PlayStation, namun rencana ini mungkin kurang enak didengar. Menurut informasi yang dipublikasikan oleh Bloomberg, Sony disebut tidak lagi berencana untuk merilis game PS5 dengan skala besar ke PC, hanya kategori tertentu saja. Sementara game flagship akan tetap berada di PS5.
Perubahan strategi ini, menurut sumber yang memahami rencana internal perusahaan, menandai arah baru Sony untuk kembali menekankan eksklusivitas konsol setelah sekitar enam tahun bereksperimen dengan rilis lintas platform. Namun, kebijakan ini tidak berlaku merata untuk semua judul, karena beberapa game online masih tetap dirilis multiplatform.
Masa Depan Game Eksklusif Playstation: Tetap di PS5

Menurut sumber yang berbicara kepada Bloomberg, game online seperti Marathon dan Marvel Tokon tetap akan di platform selain PST. Sebaliknya, game singleplayer yang merupakan tombak utama PlayStation akan dipertahankan sebagai eksklusif PS5. Contohnya adalah Ghost of Yotei serta Saros yang akan tetap di PS5.
Meski begitu, masih ada beberapa pengecualian. Dua game yang dibuat pengembang eksternal yaitu Death Stranding 2 dan Kena: Scars of Kosmora, kabarnya masih dijadwalkan rilis di PC tahun ini.
Alasan Sony Mengubah Arah
Ada beberapa faktor yang diduga mendorong munculnya rencana ini. Pertama, game PlayStation yang diporting ke PC tidak menunjukkan performa penjualan. Kedua, ada kekhawatiran internal bahwa membawa terlalu banyak judul ke PC bisa menggerus citra dari konsol PlayStation, dan pada akhirnya menekan penjualan PS5 serta penerusnya.
Kebijakan Sony ini sangat kontras dengan yang dilakukan oleh Microsoft. Xbox sejak 2018 justru mendorong perilisan PC game mereka di PC. Bahkan belakangan juga mulai membawa beberapa judul game flagshipnya ke PS5 setelah jeda tertentu.
Selain itu, ada pula pertimbangan mengenai konsol Xbox masa depan dirumorkan semakin dekat ke ekosistem Windows. Beberapa eksekutif Sony rupanya merasa tidak nyaman membayangkan game flagship mereka berjalan di perangkat pesaing.
