Xbox sedang mengalami perombakan besar di tingkat manajemen. Pucuk pimpinan dari tim Xbox, Phil Spencer telah memutuskan pensiun. Ia dijadwalkan mundur secara resmi dari posisi CEO Microsoft Gaming pada Senin, 23 Februari.
Posisi Spencer akan diisi oleh Asha Sharma, eksekutif yang bergabung ke Microsoft pada tahun 2024 sebagai presiden produk CoreAI.
Tidak cuma itu, Sarah Bond yang sebelumnya dianggap akan menggantikan peran Spencer justru mengundurkan diri dari posisinya sebagai President dan COO Microsoft Gaming. Kekosongan posisi ini akan diisi oleh Kepala Xbox Game Studios, Matt Booty yang akan bekerja berdampingan dengan Sharma.
Perubahan Besar di Dalam Xbox
Peralihan kepemimpinan ini disebut sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Dikutip dari VGC, Spencer menyampaikan kepada staf Microsoft melalui email internal bahwa ia sudah menyampaikan rencana ini kepada CEO Microsoft Satya Nadella sejak musim gugur tahun lalu.
“Musim gugur lalu, saya berbicara dengan Satya Nadella tentang pemikiran untuk mundur dan memulai babak berikutnya dalam hidup saya,” tulis Spencer.
Ia menambahkan bahwa proses transisi ini sudah disusun untuk menjaga stabilitas fondasi yang sudah dibangun.
Spencer juga menekankan Xbox bukan sekadar unit bisnis. “Xbox selalu lebih dari sekadar bisnis. Ini adalah komunitas yang hidup dari para pemain, kreator, dan tim yang sangat peduli dengan apa yang kami bangun dan bagaimana kami membangunnya,” Tulisnya.
Penunjukan CEO Baru dan AI
Penunjukan Asha Sharma memunculkan pertanyaan karena rekam jejaknya di bidang AI. Latar belakang ini memunculkan pertanyaan seberapa besar AI generatif akan masuk ke ekosistem Xbox ke depan.
Namun, Sharma menepis kekhawatiran itu. Kepada Variety, ia menegaskan dirinya tidak mentoleransi AI yang buruk. “Kami tidak akan mengejar efisiensi jangka pendek atau membanjiri ekosistem kami dengan ‘AI murahan tanpa jiwa’,” kata Sharma.
Menurutnya game adalah dan akan selalu menjadi hasil karya seni yang dibuat oleh manusia.
Rangkaian perubahan dalam struktur kepemimpinan ini pastinya akan menimbulkan efek ke seluruh sistem organisasi Xbox. Harapannya dengan dimulainya era baru ini, divisi gaming milik Microsoft bisa lebih memberikan dampak ke industri game.
Bagaimana menurut kalian?
