Berbicara tentang game JRPG buatan Square Enix, semua gamer pasti kenal dengan franchise Final Fantasy. Tapi bagaimana dengan Dragon Quest? Padahal dari segi umur, Dragon Quest juga tidak kalah sepuh dengan Final Fantasy. Namun dari segi popularitas, franchise ini masih kalah populer. Mungkin karena Dragon Quest jarang dirilis di luar Jepang sehingga tidak banyak gamer yang tahu.
Dragon Quest VII Reimagined adalah salah satu dari hasil proyek remake franchise Dragon Quest. Game ini pertama kali dirilis konsol PSOne pada tahun 2000, dan setelah itu mendapatkan remake pertama di 2013 untuk Nintendo DS. Pada 2026, Square Enix memutuskan untuk meremake kedua kalinya game ini menjadi Dragon Quest VII Reimagined.
@solusiradikal Happy New Year 2026 🍻 Baru awal tahun udah ada Dragon Quest VI Reimagined (Meski cm demo..) yang demonya bisa dicoba sekarang di konsol dan PC. Grafis sama visualnya keren dan enak dilihat 👍 beda gitu sama game DQ yang lain. #FYP #GamingOnTiktok #GamerIndonesia #DragonQuestVIIReimagined #RPG
Selain sudah mendapatkan optimalisasi untuk menyesuaikan selera gamer modern, game ini juga mendapatkan peningkatan besar dari segi visual dan grafis. Dunia Dragon Quest VII akan diperlihatkan dengan gaya diorama. Inilah yang membuat game ini langsung menarik perhatian kami ketika pertama kali diumumkan.
Berikut adalah pengalaman yang kami rasakan selama memainkan versi review Dragon Quest VII Reimagined di PS5 dengan durasi waktu permainan lebih dari 10 jam.
Dunia Dalam Puzzle

Dragon Quest VII Reimagined menceritakan tentang dunia yang diselimuti oleh sihir misterius, dimana pulau-pulau yang berada di dalamnya terpisah antara satu dengan yang lainnya dalam bentuk kepingan puzzle. Misteri ini mulai terungkap ketika karakter protagonis (The Hero) yang memiliki jiwa petualang secara perlahan mengumpulkan puzzle satu demi satu dan menyatukan kembali semuanya.
Dalam petualangan ini ia tidak sendirian. Protagonis ditemani oleh teman-temannya. Diawali dengan Kiefer, putra mahkota dari Kerajaan Estard, dan Maribel, putri dari Walikota Pichard Bay. Keduanya bersama dengan The Hero memulai petualangan ini dengan tidak sengaja menemukan kuil misterius, menyusun puzzle didalamnya, lalu terhisap terowongan waktu yang membawa mereka ke pulau lain di masa lalu.

Bukan cuma mereka bertiga saja, masih ada tiga karakter lain yang bergabung ke dalam tim. Seiring cerita berjalan, grup ini kedatangan si bocah serigala Ruff, Aishe sang penari, dan kestaria Sir Mervyn. Developer juga menambahkan plot cerita baru untuk Keifer, memberikan kejelasan akan perannya di dalam game.
Setiap kali mereka menyelesaikan masalah di masa lalu, pulau yang awalnya tersembunyi mendadak muncul di masa sekarang tempat protagonis dan teman-temannya berada. Secara garis besar, inilah yang akan pemain lakukan sepanjang game. Kembali ke masa lalu, menyelesaikan masalah, menemukan kepingan puzzle baru, dan mengulangi lagi hal yang sama.

Developer juga mengimplementasikan konsep Time Paradox untuk membuat cerita menjadi lebih menarik. Contohnya salah satu pulau di dalam game terancam hancur akibat bencana gunung berapi. Namun karena pemain berhasil menghentikan bencana itu di masa lalu, pulau ini tetap ada di masa depan bahkan berubah menjadi destinasi turis. Ada beberapa Time Paradox yang mindblowing dan menurut kami sangat bagus dalam membuat cerita tetap engaging.
Agar lebih imersif, Dragon Quest VII Reimagined sudah menggunakan voice acting. Tidak semua adegan dilengkap voice acting, melainkan yang penting saja. Uniknya ketika menggunakan voice acting bahasa Inggris, logat dari NPC untuk setiap pulau berbeda-beda. Ada yang menggunakan aksen bahasa Inggris kuno, bahasa Jerman, sampai dengan bahasa Italia.
Review Dragon Quest VII Reimagined: RPG dengan Visual Terunik di 2026?

Kami harus mengakui bahwa Dragon Quest VII Reimagined adalah game RPG dengan visual yang paling unik di 2026. Developer menampilkan ulang dunia Dragon Quest VII dengan gaya 3D Diorama, dimana setiap pulau dan kota terlihat seperti miniatur buatan tangan. Sangat artistik.
Setiap pulau akan memiliki dua zona. Dimulai dari world map yang luas tapi cukup terbatas dari variasi objek yang ada, dan bagian dalam kota atau dungeon yang biasanya lebih berwarna.
Desain karakter juga tidak menggunakan sistem cel-shading seperti game pada kebanyakan. Baik karakter pemain, NPC, maupun musuh dibuat berdasarkan hasil scan dari boneka asli. Kalian bisa melihat keunikan ini paling jelas saat sedang combat, karena cutscene di game ini terbatas. Untuk karakter seperti protagonis misalnya, desain dengan gaya ini membuat pakaian yang dikenakan terlihat lebih detail.

Menurut kami, visual ini merupakan daya tarik utama Dragon Quest VII Reimagined. Langkah Square Enix dengan mengimplementasi gaya ini ke dalam game sangat tepat. Sebabnya rasa kagum dengan visual dalam game bisa membantu menghilangkan rasa bosan dari sistem gameplay khas game JRPG klasik.
Tidak Bisa Lari Dari Tradisi

Meski sudah mendapatkan fitur-fitur untuk mempermudah dan mempercepat, Dragon Quest VII Reimagined tetap tidak bisa lari dari sistem RPG turn-based yang membosankan. Pemain sekarang bisa mempercepat tempo permainan atau menyerahkan combat sepenuhnya kepada AI. Namun tetap saja akan membosankan pada akhirnya.
Mekanisme saat combat juga tidak berbeda dengan game RPG kebanyakan. Setiap musuh akan memiliki kelemahan dengan elemen tertentu yang diberi tanda dengan ikon jempol. Jika jempolnya turun maka tidak efektif dan jika tandanya adalah X maka lupakan saja karena tidak ada efeknya. Satu hal yang mungkin tidak terlalu penting, sekarang shield dan senjata yang dipakai oleh karakter bisa terlihat saat combat.

Dragon Quest VII Reimagined sudah tidak menggunakan sistem random encounter. Pemain bisa melihat musuh di map dan memutuskan untuk melawan mereka atau tidak. Pemain juga bisa menyerang musuh secara langsung di map. Jika level musuh dan pemain tidak berbeda jauh, maka pemain bisa mendapatkan giliran pertama saat combat dimulai. Tapi jika level pemain lebih besar, maka musuh langsung mati dan pemain bisa mendapatkan experience point tanpa harus adu jotos, efisien ketika digunakan untuk grinding atau mencari item tertentu.
Fitur Vocation Jadi Gamechanger

Sistem Vocation atau job mendapatkan overhaul di Dragon Quest VII Reimagined. Pemain masih bisa memilih beragam job seperti di game originalnya, mulai dari petarung jarak dekat seperti Warrior, sampai dengan tukang heal Priest untuk yang tipe vocation basic.
Setelah job di kelas ini dikuasai, pemain bisa membuka tingkatan baru yaitu Intermediate dan Advance. Salah satu job dari tingkatan ini adalah Monster Master yang cara bermainnya seperti Summoner, dan job Hero yang sesuai dengan namanya adalah job seorang pahlawan.

Perbedaan Vocation di Dragon Quest VII Reimagined selain jumlahnya yang lebih banyak adalah adanya fitur Moonlighting. Melalui fitur ini pemain bisa menggunakan dua vocation sekaligus. Cara kerjanya adalah pemain bisa membawa beberapa skill andalan dari Vocation lama ke yang baru. Namun tidak semua skill bisa dibawa.

Kehadiran Moonlighting ini membuat gameplay menjadi semakin bervariasi karena pemain bisa membentuk build ideal untuk karakternya. Namun untuk mengakses Vocation perlu kesabaran tinggi. Mekanisme ini baru terbuka di pertengahan cerita, atau sekitar 30 persen dari progress cerita utama. Paling tidak dibutuhkan waktu setidaknya 10 jam untuk sampai di tahap ini. Sebelum sampai di tahap ini, suka tidak suka pemain harus sabar menggunakan mekanisme default yang sudah tersedia. Seandainya saja tersedia lebih cepat.
Kesimpulan Review Dragon Quest VII Reimagined
Kesimpulan kami setelah memainkan versi review Dragon Quest VII Reimagined di PS5 adalah dari semua seri Dragon Quest klasik yang mendapatkan perlakukan remake, hanya Dragon Quest VII Reimagined yang paling menarik dan unik visualnya.
Penggunaan gaya Diorama dan juga desain karakter berdasarkan hasil scan dari boneka asli memberikan game ini daya tarik baru, bukan sekedar hanya untuk nostalgia saja. Dragon Quest VII Reimagined bisa dinikmati tidak hanya oleh pemain lama maupun baru. Sayangnya keunikan kurang didukung dari segi cerita yang lambat temponya. Ditambah sistem turn-based RPG tradisional yang menjadi pondasi utama di bagian gameplay minim akan inovasi.
Kehadiran Vocation yang hanya bisa diakses di pertengahan game menurut kami juga agak terlambat sebagai hook. Pemain yang baru mengenal Dragon Quest bisa kabur duluan sebelum sampai ke tahap tersebut.
Dragon Quest VII Reimagined sudah tersedia di PS5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, Nintendo Switch, dan PC.
*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer


